أول 200 سطر.
Episode sebelumnya.
Kejadian yang menimpa Ben bukan salahmu.
Jika ada eks pacarku yang mengerikan membunuh Ben, aku akan mencari tahu.
Eye Candy? Namaku Reese.
Jake, ini teman sekamarku, Sophia.
Aku kerja dengan Unit Kejahatan Siber untuk menangkap pembunuhnya.
Entah apa yang akan dia lakukan. Dia sungguh tak bisa diandalkan.
Bagaimana kau bisa tahu tempat tinggalku?
Mungkin aku bisa memasak makan malam buatmu?
Siapa yang datang bawa belanjaan? Ada pembunuh berantai di rumahku?
- Mana Reese? - Menghilang.
- Reese bukan pembunuhnya. - Apa maumu?
Dia korban terbarunya.
Reese Hennessey? Kami NYPD.
Apa-apaan ini?
Tommy.
- Bagaimana menurutmu? - Aku tak tahu.
Apa yang harusnya kupikirkan?
Mencabut gigi seseorang bukan ciri pembawaan yang baik.
Dia merasa berkuasa, sombong. Tapi, kadang ini bukan soal kekuatan.
Kadang, ini tentang hasrat untuk dimengerti.
Oleh siapa? Aku?
Dengar, Reese membuatku ngeri.
Tapi, dia tak pantas mati seperti ini.
- Ini salahku. - Bukan.
Dia mengincar Reese, dan sekarang ia menyombongkannya karena aku.
Ada info dari bagian Inafis. Gigi-gigi itu bukan milik Reese.
Tapi, milik seorang wanita.
- Jadi, mungkin Reese masih hidup? - Ya.
Dia harus ditemukan. Waktu kita sedikit.
Lindy, polisi NYPD sedang mencari tanda-tanda keberadaannya.
Tanda seperti apa?
- Cari tahu pemilik gigi itu sekarang. - Baik.
New York punya banyak basis data kasus pembunuhan tak terpecahkan.
Korban yang seluruh giginya dicabut adalah kriteria pencarian tertentu.
Banyak sekali datanya.
Ada yang cocok. Tanpa nama. Gigi hilang. Sulit diidentifikasi.
- Mayatnya dikirim ke Pulau Hart. - Pulau Hart?
Kuburan massal New York. Tempat dikuburnya mayat tak dikenal.
Ini laporan autopsinya.
Aku kenal dia. Dia Julia Becker.
Ibu Julia menghubungiku karena katanya polisi...
...tak mencari putrinya, meski ia sudah melapor.
Lalu kenapa di fail-nya tak ada laporan orang hilang?
Mereka ada di luar sana. Menunggu untuk dirayu.
Miliaran jiwa-jiwa haus mendambakan pelepas dahaga.
Memohon padamu untuk dipuaskan.
Itu kekuatan luar biasa. Tanggung jawab yang nikmat.
Tapi saat kulihat jumlah kunjungan situs web kita, aku sangat kecewa.
"Sembilan Video Vine Hewan Peliharaan Yang Akan Membuat Anda Terkesan".
Siapa yang menulis itu?
Apa menulis cerita itu membuatmu terkesan?
Apa yang membuatku merasa harus membacanya?
Saat menulisnya, saya pikir itu menghibur.
Ceritamu mudah ditebak. Kita tak bisa melakukannya di sini.
Beri aku sesuatu yang lebih.
- Maksud Anda sekarang juga? - Jika hanya itu kemampuanmu,...
...aku takkan terlalu optimis soal masa depanmu di Reconnoiter.
Saya sedang menggarap sesuatu. Saya berjanji.
Semoga begitu. Beri aku janji yang bisa kaupenuhi.
- Dengar, ini takkan mudah. - Aku tahu.
Kau yakin tentang ini?
Susan, saya Lindy Sampson, pengelola situs web "Grup Jangan Dilupakan".
- Kita bicara soal putri Anda, Julia. - Ya, tentu. Silakan masuk.
Apa ada informasi baru?
Nn. Becker, saya Detektif Calligan dari NYPD.
Kapan terakhir kali mendengar kabar dari putri Anda?
Sudah kukatakan pada polisi saat melapor. Sudah berminggu-minggu.
Anda sudah melapor?
Tentu. Kukira itu sebabnya kalian kemari.
Katakan, ada apa?
Nn. Becker, saya turut berduka.
Tidak.
foto-foto dari seseorang yang akan kaulupakan
nyalakan sebatang rokok terakhir
minumlah, sampai tak bersisa
dalam benakku
dalam benakku
Kau pasti ingin kudapan. Ini croissant , bahasa Perancisnya donat.
Thanks . Itu bahasa Inggrisnya "terima kasih".
Terima kasih kembali, Detektif.
Lihat dirimu. Seandainya kita bisa bertemu dengan pantas.
Begitu banyak yang ingin kuperlihatkan padamu.
Begitu banyak yang ingin kukatakan.
Maukah kau mendengar? Akankah kau peduli?
Sudah waktunya mengetahui siapa dirimu, Lindy.
Dan memutuskan apa aku telah menemukan orang yang tepat.
Sophia?
Kau sudah pulang.
Apa pendapatmu soal polisi itu?
Perutnya pasti berotot. Tapi, apa perut berotot bisa selamatkan nyawa?
Jangan tidur dengannya.
Tidur adalah hal terakhir yang kupikirkan.
Katamu, takkan lagi berhubungan dengan polisi.
Kau benar juga karena dia mungkin satu-satunya yang menghalangi kita...
- ...dari tueur en série. - Pembunuh berantai?
Lebih mudah kupahami secara emosional jika kita tak memakai kata-kata kasar.
Bagaimana jika kita naik pesawat dan pergi saja?
- Pergi keluar kota. - Sophia.
Aku tahu, aku harusnya merasa aman karena NYPD melindungi kita, tapi..
- Sophia. - Aku tanya, kita punya rencana, kan?
NYPD, Unit Kejahatan Siber sedang menyelidikinya. Aku juga.
Kami akan menangkapnya. Sampai saat itu, kita hidup seperti biasa.
Kita tak boleh kehilangan hidup gara-gara orang aneh ini.
Baik. Besok, kau dan aku, kita berdua...
...makan gila-gilaan. Ayolah, sudah lama sekali.
Kau bisa makan lumpia bebek peking dan ayam kung pao di Floyd's...
...dan aku makan es krim spek asap dan sirup maple dari Industria.
- Kedengarannya enak sekali. - Benar sekali.
Kejutan!
- Ada kabar terbaru soal Reese? - Tidak.
- Apa yang kita punya? - Foto dan amplopnya tanpa noda.
Tanpa sidik jari. Satu-satunya bagian yang dia simpan dari foto Lindy...
...adalah wajah Lindy dan Sara. Begitu kita pisahkan wajahnya..
Tersisa empat foto berbeda.
Ini seperti potongan dari foto TKP.
Cari di basis data kasus pembunuhan kita.
Tapi, itu wajahku dan Sara. Teknik pengenalan foto biasa takkan bisa.
Tapi, ada program lain memakai algoritme khusus...
...untuk menebak ukuran piksel dalam setiap potongan foto.
- Mungkin berhasil. - Cobalah.
- Bisa kita bicara? - Ya.
Kenapa kau memilih foto ini untuk halaman muka komputermu?
Ini foto terakhir kami berdua.
Ada hal yang penting mengenai hari itu?
Tidak juga.
Apa pun yang ingin dia sampaikan dengan mengirim foto ini padamu...
...bisa membantu kita menemukan Reese. Di foto asli, adikmu memakai gelang.
Tapi, di replika tidak. Kenapa?
- Kukira tak ada yang sadar. - Aku menyadarinya.
Saat itu, ulang tahun Sara. Tiga bulan sebelum dia hilang.
Kuberikan gelang itu sebagai hadiah dan dia sangat menyukainya.
Situasi jadi sulit setelah ibu kami tiada. Aku senang ia tersenyum lagi.
Beberapa hari kemudian, dia menghilangkan gelang itu.
Aku marah sekali dan meneriakinya. Entah kenapa.
Tapi.. Aku lalu pergi kuliah.
Setelah itu, kami tak pernah bicara. Semuanya tak lagi sama.
- Siapa lagi yang tahu cerita ini? - Tak ada.
- Mungkin ayahku. - Sudah cerita padanya soal ini?
Kami tak dekat.
Asal kau tahu, jika kau anakku, pasti kusuruh pergi dari negara bagian ini.
- Aku bukan anakmu. - Benar.
Lindy, kita tahu dia telah membunuh empat orang. Mungkin lebih.
- Aku ingin konsultasi kasus, tapi.. - Tidak. Dia memilihku.
Aku tak bisa memilih pergi. Tidak sampai kita menangkapnya.
Baik.
Aku ingin, kau menjauhi Jake Bolin.
- Aku tak tahu kabarnya sejak kencan. - Usahakan tetap begitu.
Karena Reese diculik, Jake masih dicurigai.
Gerak-geriknya tak mencurigakan.
Pengintai pada ponselnya melacak tiap gerakannya.
- Kita membuntutinya setiap saat. - Itu sebabnya aku masih curiga.
Siapa pun pembunuhnya, tahu bahwa kita sedang mengawasi.
Pasti ada cara lain untuk menemukan Reese.
Detektif andal dari Unit Orang Hilang sedang mencarinya.
Kami berusaha semampu kami.
Sudah berhasil.
Tiga dari empat komponen di foto Lenny cocok dengan pembunuhan lain. Lihat.
- Latar belakangnya tak cocok? - Tidak.
Dia sengaja mengganti latar belakang.
- Tak satu pun dari ini kebetulan. - Beri tahu kami tentang korbannya.
Michael Kelly. Pembunuhan ini tercatat sebagai eksekusi mafia.
Dia ditembak, jarinya dipotong. Miranda McKenna dicekik.
Payudaranya dirobek. Pacarnya suka menganiaya.
Unit Pembunuhan menangani kasusnya.
Anthony Morgan, penusukan.
Luka perlawanan menunjukkan dia membela diri.
Mungkin karena itu matanya dicungkil perampok setelah dompetnya diambil.
- Jadi, apa hubungannya? - Mereka semua dimutilasi.
Selain itu, laporan mencatat motif dan tersangka berbeda untuk tiap kasus.
Coba tebak. Mereka semua ikut Flirtual.
Seperti Julia dan Emily, dia mengencani mereka semua.
Pembunuh berantai yang menjunjung kesetaraan.
- Setidaknya, itu berhasil baginya. - Dia membunuh mereka untuk pamer.
Cari semua info soal ketiga kasus ini. Aku mau kasusnya dibuka lagi.
- Berapa banyak barang yang kaubeli? - Cukup.
- Kau yakin, ini ide bagus? - Aku tak terlalu yakin, Connor.
- Itu maksudku. - Maaf, aku tak mengerti.
Aku cuma bilang, akhir-akhir ini kau kehilangan semangatmu yang biasa.
Kau bercanda? Maaf, semangatku sedang di bawah perlindungan...
...sampai Lindy memecahkan masalah psikopatnya.
Maksudmu, masalah pembunuh psikopat kita.
Foto kita juga ada di Unit Kejahatan Siber.
Ya, tapi berusaha memahami itu, lebih menakutkan dari kebenarannya.
Kebenaran? Kebenaran apa?
Kaugumamkan Simfoni No.5.
Kau hanya melakukan itu saat menahan bergosip.
Kau tahu kau ingin memberitahuku.
Baik, tapi kau harus simpan rahasia.
- Baik. - Simpan rahasia, Connor.
Aku tak bisa mengatakannya.
Mereka menemukan gigi-gigi.
Jangan melihatku. Kau beri Yaeger kopi tadi pagi, kan?
Memang, tapi aku tak mau dikenal sebagai dayang pembawa minuman.
Lagipula, menarik perhatiannya harus dengan cara tarik-ulur.
Tarik dan ulur.
Tarik dan ulur.
Kubawakan kopi ini untuknya.
Telepon saja kapan saja.
Maksudku, jika kau mau.
No comments yet. Be the first to leave one.