أول 200 سطر.
=Surgeons= =Brought to you by GoldenEto=
Alih Bahasa =GoldenEto=
Sementara ini kondisinya stabil. tapi 95% circumflex dan anterior yang turun kearah pembuluh darah terblokir.
Ia perlu operasi bypass dalam waktu 24 jam.
Kami harus lakukan beberapa tes lebih dulu.
Jika tidak ada kontradiksi serius, kita bisa atur operasinya besok pagi.
Terima kasih dokter.
Ayah, bagaimana kondisimu ?
Ada yang sakit ?
Dokter ... aku tidak mau operasi.
Tunggu, dengar dulu. Kau tahu bagaimana kondisimu saat ini ?
Kondisi sakit jantungmu terlalu parah.
Penggunaan stent tidak ada gunanya. Kau harus diberi operasi bypass.
- Aku tidak mau operasi. - Ayah ...
Aku tidak mau tanda tangan. Aku tidak setuju.
Aku ... tidak mau operasi.
- Ayah ... - Tidak mau ...
Tidak mau ... tidak
Putri pasien meminta operasi tapi pasien gigih menolak operasi.
Bagaimana ?
Kita tidak bisa melawan keinginan pasien.
Kepala Xiao, departemenmu sudah sering melakukan operasi sejenis selama ini.
Tingkat kesuksesannya tinggi.
Jika tidak operasi, kondisinya tidak akan membaik.
Tidak ada pilihan lain.
Kepala, kalian disini ?
Ini hasil pindai CT Ge Shu Xin
Tumor ditemukan di lobus hati kanan.
Aku temukan catatan medisnya di rumah sakit kotamadya.
5 bulan lalu, ditemukan kalau Ia dalam tahap awal kanker hati, tapi Ia tidak berorbat.
Tes terakhir menunjukan kalau ukuran tumor sekarang 4 cm.
Menyebar di sekitar kelenjar getah bening. tidak jauh dari metastasis.
Penilian keseluruhan, tahap 2 kanker hati.
Tes ini tidak menunjukan organ lain yang terkena efek.
Kenapa Ia tidak mau berobat di tahap awal ?
Saat muda Ia diberi hukuman mati dan ditangguhkan karena pembunuhan.
Beberapa tahun lalu Ia bebas dan tahu kalau Ia punya kanker.
Selama bertahun-tahun, hidupnya mengalami kemunduran.
Berapa banyak orang yang dapat bertahan ?
Tapi keluarganya menunggunya dan ingin ia hidup.
Setiap aspek kondisinya masih dapat disembuhkan.
Tapi, dia punya kanker hati tahap 2, Gagal ginjal, dan infark miokard.
Kemoterapi dan operasi tidak bisa menghasilkan apa-apa.
Kepala Zhong
Bagaimana kita mengatakan ini pada putri pasien ?
Aku sudah jadi dokter 30 tahun.
Hal paling berat bukan menghadapi pasien di IGD.
Tapi menghadapi keluarga pasien dan memberitahu mereka, kalau kita tidak bisa apa-apa.
Meskipun sulit harus dilakukan.
Aku akan pergi.
Terima kasih sudah membantu Kepala Xiao.
Aku saja yang pergi.
Aku yang mendiagnosis pasien.
Memberitahu keluarga adalah tanggung jawabku.
Dr. Lu.
Bagaimana ibuku ?
Ibumu ada di ventilator. Kondisinya tidak buruk.
Tapi tidak terlalu optimistis.
Kami sudah menghubungi pusat transplantasi organ paru.
Terima kasih.
Aku datang untuk membicarakan kondisi ayahmu.
Bantu aku membujuknya.
Apapun kataku, Ia selalu menolak.
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Ayah, Dr Lu disini.
- Ayah. - Tunggu
Tidak usah mengganggunya dulu.
Ikutlah denganku keluar.
Dr. Lu.
Ayo, ikut aku.
Ayah ... ayah ...
Kenapa ?
Ada yang tidak enak ?
Aku ... ingin menemui ibumu.
Tidak bisa. Kondisimu saat ini sangat berbahaya.
Kau tidak bisa bergerak.
Lagipula, istrimu saat ini tidak sadarkan diri.
Meskipun kau menemuinya, Ia tidak bisa berkomunikasi denganmu.
- Ayah ! Ayah ! Kau kenapa ? - Tenanglah, tenang.
- Kendalikan dirimu. - Ayah, kau kenapa ?
Dokter, aku tahu kondisiku.
Aku ingin menemuinya.
Ijinkah aku menemuinya. Tolong ...
Berbaringlah.
Aku menyetujui permintaanmu. Kau juga harus menyetujui permintaanku.
Jangan bangun. Tetap berbaring. Jangan terlalu emosional.
Terima kasih dokter.
Dr. Lu.
Tinggalah bersama mereka. Jika ada masalah, panggil aku.
Ayah, katakan yang ingin kau katakan. Ibu bisa mendengarmu.
Instruktur Xu ...
Kau mendadak jadi setua ini ...
Ayah, kau bicara apa ?
Dulu, dia sangat ketat kepadaku.
Jangan bicara saat makan.
Jangan tidur tanpa cuci kaki.
Langsung pulang setelah kerja.
Dia mirip seorang guru.
Makanya aku memanggilnya Instruktur Xu.
Setiap kali aku memanggilnya begitu, Ia akan tersenyum.
Aku tidak pernah dengar soal ini dari ibu.
Buat apa Ia ceritakan.
Kenangan yang ditinggalkan pria ini, pada istri dan anaknya
hanyalah air mata dan penderitaan.
Menjadi manusia seperti ini ...
Sebuah kegagalan ...
Ayah, jangan berkata begitu.
Ibu tidak pernah membencimu.
Ia tidak ijinkan aku membencimu.
Kalau kau tidak diintimidasi, kau tidak akan berkelahi.
Ibu sering berkata, saat kau bebas kita bertiga akan hidup bahagia bersama.
Kondisimu bahkan tidak sehat.
Aku tidak bisa merawatmu.
Kau membesarkan anak kita sendirian.
Pasti sulit sekali.
Lin Lin anak yang sangat perhatian.
Kau bahkan mengajarinya untuk tidak membenciku.
Berapa banyak kebajikan hidup yang kukumpulkan sehingga mendapatkan istri sebaik dirimu ?
Aku menghabiskan hidupku di penjara.
Aku membayar perbuatan kriminalku saat muda.
Tapi ...
- Ayah ... - Hutangku pada kalian berdua ...
Aku takut tidak bisa kubayar.
Aku tahu kau tidak menyalahkan aku.
Tapi aku tidak bisa memaafkan diriku.
Aku paham kondisiku.
Bahkan jika hatiku diobati
Aku tidak bisa .... tidak bisa lolos dari kanker hati.
Makanya tidak ada gunanya aku dirawat.
Ayah, kau bicara apa ? Kau harus diobati.
Saat aku di penjara
Aku menandatangani formulir donor organ.
Kita diberkati.
Tipe darahku sama denganmu.
Aku tahu ... kau butuh transplantasi.
Jika cocok
maka terimalah punyaku.
Ini bukan membalas budi.
Aku hanya berharap kau bisa hidup lebih lama dariku.
Dan jagalah Lin Lin ... menikah dan punya anak.
Sepertinya, aku akan pergi lagi dan memintamu untuk menanggung beban ini beberapa tahun lagi.
- Lin Lin. - Ayah.
Pohon anggur di halaman kita ... pasti sedang berbuah matang ?
Benar.
Ada banyak anggur.
Tangkainya membengkok sangking beratnya.
Bagus sekali.
Terima kasih.
Apaan sih?
Aku baru 2 hari disini, tapi kau sudah 2 kali menangis di depanku.
Biasanya aku tidak begini.
Kalau begitu aku pasti beruntung.
Itu karena belakangan ini aku tidak beruntung.
Kenapa menatapku ?
Aku berpikir mungkin orang yang berdiri di depanku
adalah dokter praktek spesialis dengan 11 tahun pengalaman atau seorang anak magang?
Tertawakan saja aku.
AKu kasihan dengan orang berhati dingin sepertimu.
Kematian adalah bagian dari hidup yang tiap hari kita lihat.
Banyak orang yang sudah kebal terhadapnya.
Keluarga yang terpisah tidak menyimpan kebencian dimasa-masa terakhir.
Hanya ada rasa maaf dan kebaikan.
Menurutmu itu adalah cinta atau kewajiban yang membuat mereka tetap bersama ?
Cinta, kebaikan, kewajiban dan rasa bersalah, mungkin semuanya jadi satu.
Tapi yang membuatku berpikir, jika pria ini tidak memiliki kanker tahap 2
dan hanya perlu dioperasi jantung agar bisa sembuh, apakah Ia akan membuat keputusan yang sama?
Kenapa kau berpikir begitu ?
Kau sungguh ... suram.
Jika ingin bilang aku muram, katakan saja.
Pendapatku, bagian paling menggemaskan dari dirimu adalah kau terus terang.
Cuci mukamu. Kita masih banyak pekerjaan.
Terus terang ?
Menggemaskan ?
Dr. Lu! Dr. Lu!
Gagal jantung. Tingkatkan suplai oksigen.
- 1 miligram epinefrin. - Baik
- Siapkan intubasi. - Baik
Kami sudah lakukan semua tes.
Hasilnya menunjukan kalau tumor Ge Shu Xin belum menjalar.
Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening celiac dan tidak ada perubahan nyata pada paru-paru.
Aku mengerti semua itu.
Tapi, pasien kanker tidak bisa menjadi pendonor organ.
Ini masalah prinsip.
Tapi jika istrinya tidak menerima paru-parunya, kesempatan hidupnya hanya tinggal 1 minggu.
Hanya ini opsi terbaik.
Menerima transplantasi memang hanya opsi satu-satunya.
Namun, jika terjadi komplikasi dengan transplantasinya
Ia dapat menggugat Renhe dan mengatakan bahwa kita melanggar konvensi
demi uang dan demi melakukan prosedur yang sulit.
Kita tidak bisa abaikan kemungkinan itu.
Disini diinformasikan persetujuan dari putri pasien yang meminta dengan sangat, agar operasi ini dilakukan setelah mengetahui semua kemungkinan.
Dr. Zhuang, apa pendapatmu ?
Tidak ada standar yang pasti.
dalam bedah transplantasi secara nasional maupun internasional.
Ada banyak alasan kenapa ada argumen ini.
Keadaan khusus membutuhkan pendekatan Individu.
Ah, semua disini.
- Dirut Fu. - Kepala Xiao.
Aku barusan di telpon.
Otoritas tinggi berharap meskipun menghormati ilmu pengetahuan
No comments yet. Be the first to leave one.