أول 200 سطر.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 29"
Kenapa dia belum pulang?
Akan kubumbui acar lobaknya untuk membuat kkakdugi.
Sekarang?
Sebelum menjadi terlalu asin.
Kamu menunggu Hye Young?
Tidak, untuk apa aku menunggunya?
Jangan begitu. Mengalahlah untuknya.
Kamu sudah memberikan restumu.
Tidak ada gunanya menolak sekarang.
Mempertahankan ini hanya akan menjauhkan kalian berdua.
Kamu tahu Hye Young keras kepala sepertimu.
Kamu berharap aku mengizinkannya melompati api
dengan segenggam jerami?
Itu bukan apa-apa dibandingkan perbuatanmu 35 tahun lalu.
Kamu menikahiku tanpa restu ibumu.
Selamat datang.
Kamu sudah makan?
Ya.
Aku akan turun.
Kamu tidak akan lagi menyapa kami saat pulang?
Kamu protes karena tidak diizinkan menikah?
Aku terlalu marah
untuk bicara dengan Ibu sekarang, jadi, jangan bicara denganku.
Beraninya kamu.
Ibu tidak dendam.
Kamu kira ibu menentang pernikahan ini tanpa alasan?
Ibu kira putri Ibu yang pintar dan kompeten tidak punya alasan
saat memutuskan untuk tinggal bersama ibu mertuanya?
Bahwa dia yakin bisa bertahan?
Cobalah besarkan seorang putri sepertimu.
Lalu kamu akan memahami perasaan ibu
dan menyadari kesalahan besar yang telah kamu perbuat.
Itu tidak adil. Apa salahku?
Kubilang aku tidak akan menikah. Aku akan melajang.
Hiduplah secara terpisah.
Lantas ibu akan mengizinkanmu menikahi Jeong Hwan.
Lupakan saja.
Aku tidak tebal muka seperti Ibu,
jadi, aku tidak akan menarik perkataanku.
Aku tidak bisa mendatangi ibunya Jeong Hwan dan bilang
aku tidak bisa hidup dengannya.
Dasar berandal.
Baiklah. Jangan menikah.
Jangan tinggal dengan keluarganya. Langkahi mayat ibu dahulu.
Hidup terpisah bersama Jeong Hwan atau jangan nikahi dia sama sekali.
Lebih baik ibu mati daripada punya besan seperti mereka.
Ibu sambut keputusanmu untuk tetap melajang.
Tapi jangan pernah salahkan ibu atau memakai ibu sebagai alasan.
Syarat ibu untuk kamu menikah adalah kamu tinggal terpisah.
Kini aku benar-benar takut akan menua seperti Ibu.
Apa?
Saat berusia 58 tahun,
apakah aku akan amnesia seperti Ibu
dan melupakan rasanya jatuh cinta
atau menjadi realis mengerikan yang mengira
cinta itu tidak ada artinya?
35 tahun lalu, tanpa restu Nenek,
Ibu menikahi Ayah demi cinta.
Aku mencintai Jeong Hwan seperti Ibu mencintai Ayah.
Setelah memikirkannya dengan matang,
kuputuskan tidak masalah jika tinggal dengan orang tuanya.
Tapi bagi Ibu, itu tidak berarti sama sekali.
Siapa yang dicintai putri Ibu, keputusan yang dia buat demi cinta,
dan apakah dia yakin bisa menjalaninya.
Esensi cinta, arti dari cinta,
Ibu sudah lupa maknanya, bukan?
Karena itulah amat mudah bagi Ibu untuk melarangku menikah.
Lihat? Dia memang putrimu.
"Camilan Ayah"
Selamat datang. / - Ayah menunggu kami?
Tidak, ayah turun untuk melakukan sesuatu.
Kami pulang. Aku akan naik lebih dahulu.
Apa hal buruk terjadi di lokasi syuting hari ini?
Tidak. Kurasa dia kesulitan mendalami karakter hari ini.
Joong Hee, lihat. Inilah tatapan yang kami inginkan.
Tatapan cinta. Apa yang kamu lihat saat itu?
Seperti inilah kamu menatap orang yang kamu cintai.
Yang benar saja.
Mungkinkah ini?
Apa? Dia takut akan menua sepertiku?
Kamu masih bangun? Ini sudah larut.
Kenapa Ayah masih bangun?
Tadi ayah membuat kimchi di bawah.
Kamu tidak bisa tidur?
Aku bangun untuk berlatih.
Duduklah.
Kamu tidak lapar saat begadang untuk berlatih?
Mau ayah ambilkan sesuatu?
Tidak usah.
Aku tidak bisa makan malam-malam karena wajahku akan membengkak.
Begitu, ya.
Siapa itu?
Permisi.
Halo, Parker.
Ya, aku baik. Bagaimana yang lainnya?
Aku berpesta dengan teman-temanku. Itu seru.
Titip salam untuk Ibu.
Baiklah, sampai jumpa.
Itu ayah tiriku. Dia mengucapkan selamat ulang tahun.
Begitu, ya.
Setidaknya dia ingat untuk menghubungimu.
Dia menghubungiku di hari ulang tahun dan Paskah.
Sekali atau dua kali setahun.
Aku juga menghubunginya sekali atau dua kali setahun.
Di hari ulang tahunnya dan Natal.
Itu demi ibuku, alih-alih ayah tiriku.
Itu membuatnya senang.
Seperti apa ayah tirimu?
Saat usiaku 12 tahun,
ibuku menikahi ayah tiriku.
Saat kamu 12 tahun? / - Ya.
Setelah Ayah pergi,
sekitar setahun setelahnya, Ibu menikahi seorang pria.
Mereka berpisah setelah beberapa bulan bersama.
Setelah itu, hanya ada dia,
orang tuanya, dan aku.
Saat aku 12 tahun, dia bertemu dengan ayah tiriku dan menikahinya.
Benarkah?
Ayah tiriku tidak jahat.
Setelah dia menikahi ibuku,
dia sempat berusaha keras untuk akrab denganku.
Tapi sikap dan pemikiran kami amat berbeda.
Begitu pula warna kulit kami.
Dia suami ibuku,
tapi dia tidak terasa seperti ayah bagiku.
Rasanya seperti tinggal
dengan pacar ibuku.
Rasanya tidak nyaman.
Ayah mengerti.
Maafkan ayah.
Aku tidak bermaksud begitu.
Apa gunanya aku punya tiga putri dan satu putri menantu?
Dapurnya menjadi milikku lagi.
Astaga.
Tidak, hasil tes putraku keluar besok. Aku tidak boleh mengeluh.
Ayo makan.
Terima kasih. / - Terima kasih.
Ini nasi ketan.
Ya. Anak-anak, jangan sisakan sebutir nasi pun.
Jun Young.
Jangan potong minya dengan gigi depanmu.
Hasil tes Kakak akan keluar besok, bukan?
Pantas ada beras ketan. / - Ya.
Agar namanya menempel di papan dan dia tidak ditolak?
Jangan khawatir, Ibu. Aku yakin dia akan lulus tahun ini.
Benar, Jun Young?
Harus.
Kamu lihat itu?
Jika kalian makan mi apa pun, hari ini atau besok,
jangan potong minya.
Baiklah. / - Baiklah.
Bagaimana kalau kita bergantian memasak?
Kita bekerja setiap hari, jadi, Ibu harus memasak,
tapi kita bisa bergantian memasak sarapan di akhir pekan.
Maaf, Ibu. Aku ketiduran lagi hari ini.
Yoo Joo, aku tahu kamu sedang hamil,
tapi kamu tidak melakukan apa pun di akhir pekan.
Bagaimana denganmu? Memangnya kamu melakukan sesuatu?
Jangan marahi Yoo Joo.
Ibu, Kak Hye Young putri Ibu.
Karena itulah dia harus lebih banyak membantu.
Ayah, bisa tanyakan sesuatu kepada Ibu untukku?
Aku ingin membeli pencuci piring. Apa dia mau itu?
Aku mendukungnya. Aku ingin menyarankan itu sejak lama.
Keluarga kita besar dan ada banyak cucian piring setelah makan.
Sayang, beri tahu berandal yang mengira dia orang terpintar
bahwa aku akan mengurusnya, jadi, tidak perlu.
Ayah, bisa beri tahu Ibu dia hanya menyiksa dirinya sendiri?
Dia mengeluh soal nyeri di punggung dan lututnya,
jadi, dia harus menerima hadiah saat anaknya menawarkan.
Sayang, beri tahu dia jangan memfitnahku soal itu.
Kapan aku mengeluh nyeri?
Untuk orang yang berpura-pura memedulikan ibunya,
dia selalu mengatakan
hal melukai dan membuka luka lama seolah-olah itu bukan apa-apa.
Aku realis, tapi dia bermuka dua.
Ayah, Ibu...
Cukup, Hye Young.
Kamu juga.
Apa-apaan itu? Apa yang terjadi?
Tanyakan kepada Ibu.
Tanyakan apa yang terjadi saat kami menemui calon besan.
Ayah bilang hentikan, Hye Young. Berapa lama kamu akan terus begini?
Sampai aku tidak merasa malu.
Aku merasa amat malu hari itu.
Apa? Kenapa kamu malu?
Haruskah ibu diam saja
saat wanita itu mengatakan hal itu?
Itu tidak memalukan.
Sayang. / - Baiklah.
Haruskah kuberi tahu semua orang
apa yang terjadi hari itu?
Ya, silakan.
Dengar. Saat kami bertemu besan, Ibu...
Tutup mulutmu!
Dasar berandal.
Jangan katakan apa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.