أول 200 سطر.
"Bimbingan orang tua disarankan untuk pemirsa di bawah 12 tahun"
Kekacauan terjadi di kamar tidur utama.
Seolah ada yang menyisir ruangan.
Jejak kaki tidak dikenal membekas di lantai.
Apa ada pencuri yang membobol masuk?
"Dong Gook memasuki rumah setelah latihan"
Anak-anak.
Anak-anak.
Kekacauan apa ini?
Astaga. Hei, Anak-anak.
"Ada apa ini?"
The Return of Superman, episode 193.
"Momen-Momen yang Sangat Hangat".
"Satu jam sebelum kejadian"
Ayah.
"Si An sedang bermain"
Hei, Si An. Kamu mengompol di sana?
Hei, Si An. Kamu mengompol di sana?
"Bingung"
Kamu mengompol?
"Seol A berberes-beres seperti seorang ibu"
"Ada yang mengompol di kasur"
Ada bekas ompol.
Lihat ini, Si An.
Ayah akan memarahimu.
Sekarang kamu harus mengumpulkan garam.
Benar.
"Kakak-kakaknya menjadikannya tersangka utama"
Bukan aku.
Kamu./- Kamu.
Bukan aku.
Lalu siapa yang melakukannya?
Bukan aku.
Kamu.
Kalian berdua.
Tadi kami berdua tidak di sana.
Kami tidak di dekatmu.
Bukan aku.
Kamu pelakunya./- Bukan aku.
Kamu./- Kamu.
"Soo A memindai bukti seperti detektif"
"Tersangka melarikan diri"
Celanamu basah.
Kamu mengompol, bukan?
"Itu bukti yang meyakinkan"
Benar, bukan? Si An pelakunya.
Apa yang harus kita lakukan?
"Apa yang harus kita lakukan?"
Astaga. Ini sangat mengkhawatirkan.
Hei, Si An.
"Si An melakukan kesalahan yang sama beberapa hari yang lalu"
Kamu mengompol. Kita harus cuci semuanya.
Kedua kakaknya menyaksikan semua terungkap.
Kita harus cuci semuanya.
Ini tidak mungkin.
Mari kita mencucinya sebelum ayah pulang.
Baiklah.
Kalian akan mencuci seprai, Anak-anak?
Itu tidak akan mudah.
Kamu lebih besar sekarang, Si An.
Mari mencuci, Si An.
Mandi juga.
Bukan aku.
Kami hanya menyuruhmu mandi.
Aku tidak mengompol.
"Dia pura-pura tidak bersalah dan mentertawakannya"
Ayo cepat mandi.
"Si An hendak mandi bersama mereka"
"Mereka langsung menuju kamar mandi"
Anak pintar.
Kita harus lepas bajunya.
Celananya juga.
Jangan mengendus.
"Mengendus"
Kamu memang mengompol.
Masuklah./- Ayo masuk.
Lihat apa yang terjadi gara-gara kamu.
Maaf.
Ini dia.
"Sabun mandi"
Kami akan pakaikan sabun.
Aku membuat gelembung di dalam air.
"Sabunnya terus dituang"
Gelembung sabun.
"Menekan"
"Seol A juga turut serta"
Sedang apa kamu, Si An?
Aku bermain dengan gelembung.
Kamu yang harus mencucinya karena kamu yang mengompol.
"Dia terus bermain seolah tidak mendengar"
Kenapa kamu tidak mau mencucinya?
Kamu yang harus mencucinya karena kamu yang mengompol.
Kamu di sini bukan untuk bermain.
"Dia di sini hanya untuk bermain"
"Dia mengawasinya"
Injak ini dengan keras, Si An.
Jangan diduduki.
"Seol A marah"
"Berdiri"
Apa sekarang sudah bersih?
Kami masih membersihkannya.
Seharusnya kamu membantunya.
"Dia bergabung"
"Ini pengalaman mencuci pertama mereka sejak lahir"
"Ayah pasti senang, bukan?"
Kita harus selesai sebelum ayah kembali.
Sudah. Kita berhasil.
"Perjuangan menariknya keluar"
Astaga, Anak-anak. Selimutnya basah.
Astaga.
"Jejak air terbentuk di lorong"
Mari jemur di kursi.
"Seol A memegang satu sisi"
Seol A, gantung bagianmu di pojok sana.
Baiklah. Tarik.
"Aku akan pegang bagian sini"
Mencuci selesai.
Selesai.
Si An, pakai celana dalammu.
Cepat.
"Para kakak bergegas pakai baju"
"Mereka bahkan mengeringkan rambutnya"
Bagaimana kami harus menata rambutmu, Tuan?
Seperti pangeran.
Baiklah.
"Lembut dan bersih"
Kamu suka rambutmu?
Ya.
Silakan lihat ke cermin.
"Melempar rambutnya ke kanan dan kiri"
Ini tampak keren.
Kamu menyukainya?
Akan kupakaikan kamu riasan.
"Menepuk"
Majukan bibirmu.
"Klien ini sangat patuh"
Kamu tidak boleh menghapusnya.
Sudah.
Dia menyelesaikannya sendiri.
Ayo pakai anting.
"Seperti inilah kehidupan dengan saudara perempuan"
Lihat cermin. Apa kamu cantik?
Aku cantik.
Bukankah kamu cantik?
Kamu harus
jadi Pikachu.
"Mereka bermaksud menjadikannya tokoh kartun"
Kedua kakaknya pernah berdandan untuk bertemu teman.
"Konsep hari ini adalah 'putri'"
Mengingat kemampuan merias mereka,
akan seperti apakah penampilan Si An?
"Bagaimanakah penampilan Si An?"
Astaga. Dia sungguh seperti Pikachu.
"Putriku"
Berdansa seperti putri.
"Putri Si An tiba di pesta dansa"
"Pangeran Seol A melakukan gerakan agresif"
"Tiba-tiba dia jatuh"
Bangun, Putri.
"Pangeran Seol A memberikan CPR"
"Dia memasukkan sesuatu ke mulutnya"
Aku memberimu agar-agar.
"Terima kasih"
"Sang putri hidup kembali setelah makan agar-agar"
Ayah datang./- Dia datang.
Sepertinya Ayah datang.
Kita harus kejutkan Ayah.
Apa sebaiknya kita bersembunyi?
Ayo./- Ayo.
Mari tetap sembunyi, ya?
Jangan bergerak.
"Tunggu aku"
Jangan bergerak sama sekali.
Sebelah sini.
Anak-anak.
"Ayah datang, Anak-anak"
Kekacauan apa ini?
"Jalan berair"
"Seprai basahnya meninggalkan genangan"
Hei, Anak-anak.
Kurasa dia datang./- Diam.
Astaga.
"Masalah terus bermunculan"
"Dia hanya bisa menghela napas"
Seol A, Soo A.
"Tertawa"
"Kejutan"
Ayah.
Ayah.
Kami mengubah Si An jadi putri.
Keluarlah.
Kurasa Ayah marah.
Ayah.
Kalian membuat ayah gila, Anak-anak.
"Dia hanya bisa tertawa dalam keterkejutan"
Anak-anak.
Situasinya membuatku tidak bisa berkomentar.
Tapi begitu melihat ekspresi Si An,
aku tidak bisa mengatakan apa-apa
begitu aku melihatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.