أول 200 سطر.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Bagian Satu. Beruang Di Jalan.
Hei./ Biar aku saja. Tak apa.
Sial.
Hei. Kau Allison?
Ya. Kau Gabe?
Tas itu ada rodanya./ Tak apa. Ini ringan.
Jadi kau sutradara film?
Mike memberitahumu?
Kau kenal Mike?
Tidak, Mike tak bilang apa-apa. Hanya aura yang aku rasakan.
Itu lucu. Apa lagi yang dia katakan tentang aku?
Tidak ada.
Dia bilang kau dulu aktris, tapi sekarang sutradara.
Sumpah demi Tuhan.
Kenapa kau berhenti akting?
Aku tidak berhenti.
Aku rasa orang hanya berhenti menggunakan jasaku, mungkin.
Tapi aku sebenarnya lebih senang melakukan yang aku lakukan.
Setidaknya sekarang aku bisa makan kue kadang-kadang.
Apa masalahnya, kau merepotkan?
Astaga, kau sangat ingin tahu.
Entahlah, mungkin aku tak cukup menarik.
Ya. Mike menyebutkan jika kau suka memancing pujian.
Itu tidak benar. Aku tak suka pujian.
Menurutku bukan itu sebabnya kau berhenti.
Kau tak harus buktikan apapun kepadaku.
Aku lebih suka pria yang lemah dan sakit-sakitan.
Suamimu seperti itu?
Aku tak punya suami.
Tidak?
Karena Mike bilang suamimu akan bergabung kita.
Ya, aku pikir kau sudah beritahu aku semua yang dia katakan tentangku.
Aku tak punya suami.
Tak ada yang bergabung denganku, Gabe.
Aku sendirian di dunia ini. Oke? Puas?
Ada pertanyaan lain?/ Beberapa.
Sudah kuduga.
Film seperti apa yang kau buat?
Film kecil gagal yang tak disukai siapapun.
Hei.
Apa yang kau lakukan?
Pagi, sayang./ Dokter bilang di trimester kedua...
...kau tak seharusnya mengangkat barang-barang berat.
Ini Jumat, bukan?
Kau lupa minggu lalu. Bisa kita.../ Aku menjagamu.
Hai. Aku Allison./ Aku tahu. Aku Blair.
Kau sangat cantik.
Tidak, yang kumaksud sebagai pujian.
Tidak, aku tahu... Aku...
Kau juga.
Kau juga cantik!/ Tidak, itu...
Kau tak harus melakukan itu. Aku baru saja beritahu dia...
...betapa aku benci pujian. Kelihatannya kita punya kesamaan.
Aku suka pujian.
Entah kenapa aku habiskan banyak uang untuk dokter...
...jika kita abaikan saran dia./ "Kau"?
"Kita." Terserahlah.
Aku tahu yang dokter katakan. Aku ada disana.
Aku tak mau bicarakan soal ini sekarang.
Gabe./ Aku menjagamu.
Gabe, istrimu ingin melanjutkan.
Tidak, kami tidak menikah.
Dimana suamimu?
Aku tak punya suami.
Baiklah, bisa aku tunjukkan kamar dia?
Aku berharap masuk ke studio dalam minggu ini, atau abad ini.
Aku suka setelanmu. Itu sangat manis.
Aku suka tasmu.
Sudah kubilang padamu, aku tak suka pujian.
Aku sudah memintamu tiga atau empat kali,
Dan kau terus bilang akan melakukannya, tapi sebaliknya.
Jadi aku sendiri yang melakukannya karena tak ingin terus memintamu.
Aku terus mencium bau sampah saat membuat kopi.
Aku tak mengerti bagaimana kau bisa minum kopimu...
...dan mencium bau sampah disini.
Karena indra penciumanmu jauh lebih sensitif sekarang.
Itu menjijikkan.
Hai./ Hei.
Kau mau berenang?/ Ya.
Biar kuantar./ Oke.
Aku tak tahu bagaimana kau melakukannya saat musim sekarang.
Ini sangat dingin.
Aku tahu, aku aneh. Aku suka udara dingin.
Itu tepat di atas...
Ini sangat enak, Gabe.
Kau yang memetik itu?
Kau juga yang memetik bunga di kamarku?
Ya.
Kau tuan rumah yang luar biasa.
Kau mau anggur?
Kau akan minum anggur?
Ya, aku bisa minum sedikit./ Oke.
Kalian punya rencana untuk tempat ini?
Kau akan mengubahnya jadi penginapan, atau...?
Tidak. Aku tidak tahu apa yang kami lakukan.
Kami hanya menyebarkan kabar kepada teman-teman...
...jika kami kreatif, atau apapun itu, bahwa kami memiliki tempat ini,
Jika ini akan menjadi tempat bagus...
...atau bahkan mungkin tempat untuk syuting film, atau...
Ya, kami bisa bertemu beberapa orang seru...
...dan menghasilkan sedikit uang.
Ya. Ini bukan soal uang.
Tempat ini milik keluarga Gabe untuk waktu yang sangat lama.
Ya. Kami.../ Itu keren.
Kami dulu sering mengadakan semacam reuni keluarga...
Sekarang semua orang saling membenci, jadi...
Tidak, tidak semua orang.
Hanya saja keluargaku sudah tak sedekat dulu.
Intinya adalah, tak ada lagi yang datang ke sini.
Saat Blair hamil, kami seperti memutuskan...
Kami tidak benar-benar memutuskan.
Kami tinggal di Brooklyn dan itu menjadi sangat mahal,
Dan kami tak bekerja, jadi.../ Ya. Tidak.
Apa?/ Tidak.
Gagasan pindah ke sini menggoda kami, ya,
Tapi kurasa kami takkan pergi seandainya memiliki pekerjaan.
Kita punya pekerjaan.
Kami bekerja. Kau.../ Ya, maksudku...
Aku dulu penari. Aku ingin menjadi penari.
Tapi aku tak begitu menghasilkan uang.
Lalu jadi penerima tamu, tapi Gabe berpikir jika aku...
Ya, aku tak ingin dia berdiri sepanjang waktu,
Bekerja malam hari, dan tak pernah tidur,
Dan tempat ini berada di sini kosong, jadi...
Ibunya dia berusaha menjualnya selama bertahun-tahun.
Tidak, itu belum bertahun-tahun. Itu satu tahun setengah.
Dua tahun.
Dia menjualnya, berusaha menjualnya selama dua tahun.
Dia bukan orang yang paling realistis.
Bukan itu, hanya saja dia tak harus menjualnya.
Oke. Dia tetap tak mendapat apa yang dia minta, jadi...
Dan dia membayar pengurus tempat ini...
Bagaimana denganmu? Apa pekerjaanmu?
Gabe dulu musisi.
Aku masih musisi.
Itu bukan sesuatu yang bisa kau hentikan begitu saja.
Maksudku secara profesional.
Aku masih musisi profesional. Aku masih mendapat royalti.
Royalti terakhir yang dia terima senilai 53 sen.
Itu yang aku lakukan untuk hidupku.
Aku seorang musisi profesional.
Aku dulu bermain di band berbeda.
Band-band nyata yang berhasil.
Aku akan berada di jalanan, tergantung tahunnya,
6-8 bulan.
Itu pasti berat untukmu.
Entahlah. Aku orang yang sangat mandiri.
Dia membenci itu.
Aku tidak membencinya.
Ada berbagai alasan kami pindah ke sini,
Tapi tak satupun dari itu untuk memulai penginapan.
Kau sangat beruntung.
Apa maksudmu?
Kau mendapatkan pria yang bisa memasak.
Aku tak bisa memasak. Sama sekali.
Sama sekali?
Kau bisa memasak telur?
Aku bisa buat telur orak-arik. Mungkin.
Bagaimana burger? Kau bisa memasak burger?
Memanggang kentang?
Kau tak pernah memanggang kentang?
Itu bukan sesuatu yang aku banggakan.
Kau tahu, aku juga tak bisa masak hingga beberapa bulan lalu.
Ibumu tak pernah ajarkan kau memasak sesuatu?
Ibuku sudah meninggal.
Maaf, aku tahu itu seperti lelucon standar yang orang buat,
Tapi dalam kasusku, itu benar. Dia sudah meninggal.
Dia sebenarnya meninggal tepat dihadapanku.
Itu... Di seluruh keluargaku. Di sebuah restoran.
Dia terkena stroke.
Astaga, aku turut prihatin.
Ya Tuhan, tidak, tak apa.
Tidak masalah.
Dan itu sebabnya aku tak bisa masak.
Ayahku sangat pandai memasak.
Ya, itu sepenuhnya kesengajaan.
Aku pikir jika aku tak pernah belajar cara memasak,
Maka aku takkan pernah menjadi ibu rumah tangga.
Itu cerdas./ Menurutmu itu cerdas?
Bukannya aku berpikir itu tidak cerdas,
Hanya saja aku terkejut mendengar dia mengatakan itu,
Karena dia begitu tradisional mengenai peran gender.
Itu benar.
Ayolah.
Kau selalu bicara tentang kacaunya feminisme.
Apa/
Tidak. Itu...
Dan sekarang kau berada didepan feminis sebenarnya,
Kau akan berpura-pura.../ Kau... Dia terlalu menyederhanakan.
Sangat menyederhanakan./ Menurutku feminisme itu kacau.
Ya. Bulu ketika pada wanita? Menjijikkan.
Pada pria...
Aku bercanda.
Apa kau bercanda tentang Ibumu?
Tidak.
Kau sangat sulit dibaca.
Ya, kau tahu, aku sering mendapatkan itu,
Tapi sebenarnya menurutku aku sangat mudah dibaca,
Hingga orang menjadi bingung...
No comments yet. Be the first to leave one.