أول 200 سطر.
Rachel! Coba kulihat!
- Coba kulihat! - Milik si penemu dan aku yang temukan.
Di kebunku.
Milik yang menemukan.
Bruce?
Bruce?
Ibu! Pak Alfred!
Baru bermimpi?
Mimpi buruk.
Lebih buruk dari penjara ini?
Mereka akan menghajarmu.
- Lagi? - Sampai kau mati.
Bisa bunuh aku sebelum sarapan?
Kau di Neraka, Pria kecil.
Dan aku sang Iblis.
Kau bukan iblis.
Hanya lawan latihan bertarungku.
Sel pengasingan.
- Mengapa? - Demi perlindungan.
- Aku tak perlu dilindungi. - Melindungi mereka.
Masuk.
Kau begitu ingin melawan penjahat...
hingga kau masuk penjara untuk melawan mereka satu demi satu?
Tepatnya mereka bertujuh.
Kuhitung enam, Tn Wayne.
Kau tahu namaku?
Dunia terlalu kecil bagi Bruce Wayne untuk bisa raib...
betapa pun dalamnya dia terbenam.
Siapa kau?
Namaku hanya Ducard, tetapi aku mewakili Ra's al Ghul,
orang yang sangat ditakuti di dunia kriminal.
Yang bisa memberimu tujuan hidup.
Mengapa kau pikir kuperlukan itu?
Orang seperti kau di sini hanya atas kemauanmu.
Sudah kau pelajari dunia kriminal...
tetapi apa pun tujuan aslimu...
kau telah menyimpang dari misimu.
Misi apa yang bisa ditawarkan Ra's al Ghul?
Misi seorang yang sama-sama membenci kejahatan...
ingin menegakkan keadilan sejati.
Misi Perserikatan Kegelapan.
- Kalian vigilante. - Bukan.
Vigilante bertindak hanya demi kepuasan diri soal benar-salah.
Bisa dikalahkan atau dipenjara.
Tetapi jika kau jadikan dirimu petarung tak terkalahkan...
jika kau abdikan dirimu pada suatu gagasan...
jika kau tak bisa dihentikan...
maka kau jadi sesuatu yang berbeda.
Maksudnya?
Jadi legenda, Tn. Wayne.
Besok kau dibebaskan.
Jika kau ingin mengalahkan penjahat kakap...
ada bunga biru langka yang tumbuh di lereng Timur.
Petik bunga itu.
Jika dapat kau bawa ke puncak gunung...
mungkin akan kau temukan yang kau cari dari awalnya.
Apa yang kucari?
Hanya kau yang tahu.
Jangan lanjutkan. Ya, kembalilah.
Ra's al Ghul?
Tunggu.
Apa yang kau cari?
Aku mencari...
cara terbaik untuk melawan ketidakadilan.
Menimbulkan ketakutan...
pada mereka yang memangsa kaum yang ketakutan.
Untuk menguasai rasa takut orang lain...
kuasai dulu rasa takutmu sendiri.
Kau siap mulai?
Aku hampir tak kuat.
Maut tak menunggu kau jadi kuat.
Maut tidak peduli atau adil!
Jangan salah paham, di sini kau bisa mati.
Jurus macan.
Yuyitsu.
Macan kumbang.
Kau handal tetapi ini bukan tarian.
Dan kau takut.
Tetapi bukan padaku.
Katakan, Tn Wayne...
apa yang kau takuti?
Bruce?
Tidak apa-apa.
Kau baik-baik saja.
Perlu ambulans, Tuan Wayne?
Akan kutangani dulu kakinya, nanti akan aku Rontgen.
Baik, Tuan.
- Aku menyesal, Tuan. - Dia tidak apa-apa.
Jatuhmu tinggi ya, Tn. Bruce?
Mengapa kita jatuh, Bruce?
Agar belajar bangkit lagi.
Jatuh sedikit. Retak sedikit.
Kelelawar-kelelawar itu lagi?
Kau tahu mengapa menyerangmu, 'kan?
- Karena takut padamu. - Takut padaku?
Semua makhluk punya rasa takut.
Juga yang menakutkan?
Terutama yang menakutkan.
Ada yang mau kutunjukkan.
- Ibumu akan suka ini? - Ya.
- Sudah saatnya bangun? - Mungkin.
Jangan tidur kembali.
Ayah yang membuat ini?
Gotham baik pada keluarga kita, tetapi kota ini sedang menderita.
Yang kurang beruntung, mengalami saat yang sulit.
Maka kita bangun sistem angkutan umum yang murah menyatukan kota.
Dan di pusatnya...
Menara Wayne.
- Tempat kerja Ayah? - Ayah bekerja di Rumah Sakit.
Perusahaan kita diurus orang yang lebih tahu bisnis.
- Yang lebih tahu? - Yang...
lebih tertarik bisnis.
Kita bisa pulang?
Kumohon.
Baiklah. Ayo.
- Mengapa, Bruce? - Bukan dia. Aku.
Aku perlu udara segar.
Ayah kurang menikmati opera. Bukan begitu, Bruce?
Ayo. Kita pulang.
Dompet, perhiasan! Cepat!
- Baik. - Cepat!
Tenanglah.
Tenang saja.
Ini yang kau minta.
Tidak apa-apa.
Ayo ambil saja lalu pergi.
- Kataku perhiasan. - Hei...
Thomas!
Bruce.
Tidak apa-apa.
Jangan takut.
Itu mantel ayahmu?
Tak apa-apa.
Kemarilah.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Gordon.
Hei.
Kabar baik.
Dia sudah tertangkap, Nak.
Kau berada di tangan yang baik.
Akan kami urus kerajaanmu.
Jika kau sudah dewasa, kau gantikan.
Akan kusiapkan makan malam.
- Baiklah. - Alfred?
- Ya, Tuan Bruce? - Itu salahku.
- Aku yang minta pulang. - Tidak.
- Andai aku tak ketakutan... - Bukan salahmu.
Jelas salah penodong itu.
Mengerti?
Aku sangat kehilangan ayah dan ibu, Alfred.
Aku juga, Tuan Bruce.
Aku juga.
Kau masih merasa bersalah atas kematian orangtuamu?
Rasa marahku lebih besar.
Ayo.
Kau sudah belajar mengubur rasa salahmu dengan amarah.
Kau akan kuajari menerima kebenaran.
Kau mampu melawan enam orang. Akan kami ajari cara melawan 600 orang.
Kau mampu menghilang.
Menghilang?
Avi!
Ninja paham, tak tampak itu hanyalah masalah kesabaran dan kegesitan.
Selalu waspadai sekitarmu.
Ninjitsu menggunakan bubuk mesiu.
- Untuk senjata? - Atau pengalih perhatian.
Muslihat adalah alat bertarung yang kuat.
Di mata lawanmu kau harus jadi lebih dari sekedar manusia biasa.
- Siapa dia? - Petani.
Mau merebut tanah tetangganya lalu jadi pembunuh.
- Kini dia narapidana. - Apa yang akan terjadi padanya?
Keadilan. Kejahatan tak bisa dibiarkan.
Penjahat hidup dari toleransi pengertian masyarakat.
Kematian orangtuamu bukan salahmu.
Itu salah ayahmu.
Amarah tak mengubah fakta, ayahmu tak bertindak.
- Ayah ditodong. - Apa kau akan diam saja?
Aku terlatih.
Latihan tak berarti!
Yang penting tekad!
Tekad untuk bertindak.
Menunggu.
Aku belum kau kalahkan.
Kau pertaruhkan nyawamu untuk bisa melawanku.
Gosok dadamu.
Tanganmu akan hangat dengan sendirinya.
Kau lebih kuat dari ayahmu.
Kau tak kenal ayahku.
Tetapi aku tahu amarah yang mendorongmu.
Amarahmu menutupi kesedihan hingga kenangan akan yang kau sayangi...
meracuni kesehatan jiwamu.
Kelak kau akan berharap dia yang kau sayangi itu tak pernah ada...
agar tak kau rasakan kepedihanmu.
Aku tidak tinggal di biara ini dari dulu.
Dulu aku punya isteri.
Yang sangat kucintai.
Dia mati dibunuh.
Seperti kau, aku dipaksa tahu ada manusia jahat...
yang harus dilawan tanpa ragu. Tanpa ampun.
No comments yet. Be the first to leave one.