The 1940s House

The 1940s House

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Backstage 2021 AMZN WEB-DL
تعليق من Aurora Patandean

الوسوم

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
نشرت في: 2022-08-02
تنزيلات: 15
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Hebat, hebat, hebat.

Kalian ini sudah mau jadi pengangguran, masih semangat bernyanyi.

Mas Samsul, kita itu lagi menikmati hidup, Mas. Kayak gini..

Ah Elsa, menikmati hidup juga memerlukan uang kali.

Lo lihat nih. Kafe sudah terakhir buka, nggak ada yang datang pula. Bagaimana?

Ya tapi kan nanti paling kita masih dapat pesangon, Mba Dewi.

Lah ini yang kayaknya lo belum tahu, San.

Apaan?

Tadi pemilik gedung menanyakan soal Pak Hendry.

Sudah seminggu nggak bisa dihubungi katanya.

Terus?

Ya nggak dapat pesangon dong, San? Orangnya hilang.

Tapi kita tetap butuh gaji terakhir dan pesangon kita lho!

Halah, yang namanya pesangon gue juga butuh, San. Nggak cuma lo.

Ini serius nih?

Apa-apaan sih! Kok brengsek banget si Hendry itu. Nggak bisa! Kita cari saja deh, atau kita tuntut apa yang jadi hak kita.

Sandra! Mau cari dimana?

Seluruh dunia mencari si Hendry, nggak ada yang tahu dia dimana sekarang.

Ya iya tapi kita butuh uang itu, Mba!

Sudah, Kak. Sudah.

Kita butuh uang itu, El.

Iya aku tahu, tapi jangan kayak gini dong.

Sandra, Elsa, kalau kata gue sih, sudah lah. Mending kita cari rezeki lain saja.

Sudah biarkan si Hendry kena karmanya.

Sudah, sudah.

Mending semuanya bantu bersih-bersih, kuncinya nanti biar gue yang kasih ke pemilik gedung.

Sudah, gue duluan dah.

Kak, gimana nih? Kita sudah nggak ada penghasilan lagi. Uang pesangon juga nggak dapat.

Memang kalau mengandalkan hasil jual somay ibu saja cukup ya?

Sudah tenang saja deh, El. Selama ada Kakak..

Kakak akan kerja apa saja, dan kamu sama Ibu nggak akan kekurangan. Ya?

Tapi kan capek, Kak. Kita kerja serabutan..

sana-sini banting tulang. Tapi uangnya nggak ada.

Ya, namanya juga kerja, El. Kerja apa juga nggak ada yang enak, kan?

Ah sudah deh, Kak. Kita nggak usah kerja serabutan lagi.

Aku bakal fokus jadi bintang film saja.

Memang kapan ada casting lagi?

Lusa.

Ok.

Mba Sandra, gimana nih perasaannya punya adik bintang film terkenal seperti Elsa Anindita?

Oh kalau saya ya, Mas. Saya sih biasa saja.

Oh, biasa saja?

Elsa tuh punya kebiasaan-kebiasaan unik nggak sih, Mba, dirumah?

Oh gini, jadi kalau Elsa itu, Mas. Biasanya kalau lagi dirumah, kalau lagi bete, itu dia sukanya mengecat tembok.

Jadi kalau dia betenya dua kali, ya sudah. Rumah kita warna-warni lah dicat juga.

Oh gitu ya, Mba?

Lho, Bu. Kok jam segini masih bikin...

Oh iya... Pesanan Ibu RT ya? Nanti aku bantuin ya.

Iya, banyak nih. Nanti Elsa bantuin Ibu pasang boxnya ya?

Iya.

Bu.. Diambil jam berapa?

Subuh.

Subuh-subuh makan somay?

Bukan gitu. Subuh mau dibawa ke Bandung untuk acara keluarga katanya.

Dibawa ke Bandung? Aneh juga. Kan di Bandung banyak ya, Bu? Somay?

Justru. Alhamdulillah, banyak pesanan.

Aduh!

Bu?

Kenapa?

Ibu kenapa?

Ibu! Kok bisa sampai begini sih, Bu?

Nggak apa-apa.

Tuh, sudah kan? Jari ibu sudah kebal.

Bu, sudah deh. Mendingan habis ini kita cari saja pancinya yang tutupnya dari kaca.

Jadi Ibu gampang melihat kedalamnya.

Nih, lihat aku nih.

Tutup yang dibuat dari kaca dan dilengkapi dengan bahan yang tidak panas ditangan.

Jangan salah.

Panci tua begini sudah menghasilkan ribuan somay lho.

Somay paling enak sedunia.

Bikinan Ibu terbaik.

Dan kita adalah keluarga paling keren sedunia.

Jam satu malam.

Dasar..

Mahal.

Ya mau gimana lagi, El. Kasihan Ibu tangannya sampai kapalan kayak gitu.

Memang ada uangnya, Kak?

Ya, kita bayar pakai cicilan saja.

Tapi kan kita sudah nggak ada kerjaan.

El, percaya deh.

Kalau kita punya kemauan, pasti ada jalan. Ya?

Iya, iya, aku tahu kok kamu selalu bilang kalau aku itu egois. Aku tahu. Kamu selalu bilang kalau aku tuh nggak pernah memikirkan perasaan orang lain.

Tapi aku masih sayang sama kamu.

Kumohon, kasih aku satu kesempatan sekali lagi.

Aku janji aku bakal melakukan apa saja, asal kamu menerima aku dan memaafkan aku.

Maaf ya.

Mas, sudah.

Oh sudah? Selanjutnya..

Terus gimana, Mas?

Nanti dikabari ya.

Nama kamu siapa, sudah pernah se..

Main kabur saja. Tuh, kayak gitu tuh.

Kasih gue yang bagus dong sikapnya. Itu kayak gitu, gimana mau panjang?

Nggak apa-apa, aktingnya jelek tapi sikapnya bagus. Nggak apa-apa.

Sudah lah, El. Nanti mereka yang menyesal kalau mereka nggak menerima kamu.

Nanti kamu pasti dapat tawaran yang lebih baik lagi ya.

Ada casting lagi nih, Kak.

Spesifik benar ini..

Apa?

Dicari pemeran penyanyi, kirim video kamu bernyanyi.

Kak, bantuin.

Elsa, Elsa, kamu tuh ya. Apa saja minta tolong sama Kakak. Kalau nggak ada Sandra kamu mau jadi apa coba?

Nggak ada Kakak? Mati kali Ibu aku..

Masa?

Kok mati sih?

Sudah Ibu tenang saja, nanti kalau Elsa sudah terkenal, kaya.

Ibu sama Kakak nggak usah kerja lagi.

Elsa saja yang kerja.

Nggak usah mimpi dulu. Memang gampang jadi terkenal?

Bu, tapi aku percaya Elsa bisa menggapai mimpinya.

Nah, gitu dong Ibu kayak Kakak. Dukung aku!

Iya dong Ibu kayak aku. -Dukung aku.

Iya, Begitu. Begitu. -Iya Ibu dukung.

Ayo bantuin. Kamu nggak mau foto ini kelihatan divideo kan?

Sudah siap?

Nggak usah, Kak. Nggak usah pakai gitar. Gitarnya taruh lagi.

Nanti aku harus akting main gitar juga dong? Nggak usah.

Akting? Aktris nih, Bu.

Aktris... -Ini mau menyanyikan lagu siapa sih?

Itu lho, waktu patah hati. Sama siapa sih Kakak menciptakannya?

Oh, itu ya? Koh Ivan yang punya toko material di Jalan Besar?

Koh Ivan? Nggak mau!

Jojo, cucunya Pak Haji. Cie Jojo..

Nggak, nggak, bukan.

Sudah nggak usah dibahas. Yuk, mulai yuk.

Sudah? Yuk. -Kakak taruh gitarnya.

Iya.. Cerewet banget!

Ibu tolong aku. Bisa kan, bu?

Bisa. Ibu kan nggak gaptek-gaptek amat.

Sip.

Ok.

Tapi kalau tremor jangan marah ya?

Ini gimana? Gini? Goyang. Gini saja, Bu. Ok, Ibu siap.

Hitungan ke tiga ya. Tarik nafas.

Bila pernah, kubersalah.

Dan membuat kau terluka.

Bila pernah kumerasa..

Aku bisa tanpamu..

Maafkan..

Salahku..

Maafkan..

Sombongku..

ku tak mau..

Melangkah tanpa kau disisi..

Hatiku seperti berhenti.

Tanpamu..

ku tak bisa..

Gimana, Pak?

Cantik, suaranya dahsyat.

Paket lengkap. Saya yakin ini bintang yang kita cari, Pak.

Ah, kamu selalu yakin, yakin.

Waktu dengan Michael kamu juga bilang yakin.

Yang ada albumnya jeblok. Itu saya rugi banyak tuh.

Belum lagi film yang kamu produksi.

Kamu hitung kan berapa jumlah penontonnya, kan?

Maaf. Tapi yang ini pasti berbeda, Pak.

Saya tuh nggak mau kalau anak baru langsung jadi pemeran utama difilm.

Gini deh, kamu orbitkan dia jadi penyanyi. Kalau sukses kita bisa bicara lanjut.

Ok. Deal?

Sudah nggak usah deal. Yang penting kali ini saya nggak mau kamu gagal. Saya tuh capek memaklumi kegagalan kamu terus.

Kalau ini nggak sukses, berarti kamu nggak cocok di Big Entertainment.

Siap, Pak.

Jl. Guntur, kan?

Iya. -Benar.

Permisi?

Iya sebentar.

Ada apa ya, Mas?

Benar ini rumahnya Elsa Anindita?

Bukan, Mas. Elsa mengontrak dibelakang.

Makasih ya, Bu.

Iya. -Maaf ganggu.

Sial! Ayo cabut!

Mas, mau ambil pesanan somay ya?

Bentar ya. Kak! Pesanan somay?

Boleh saya masuk?

Perkenalkan, saya Bayu. Produser dari Big Entertainment.

Sebenarnya, peran yang kami cari sudah cocok sekali buat kamu.

Tapi karena dari manajemen tidak mau ambil risiko menggunakan pendatang baru sebagai aktris utama.

Jadi saya orbitkan kamu dulu sebagai penyanyi. Biar lebih dikenal.

Tapi saya nggak bisa menyanyi, Mas.

Saya tahu. Tadi saya sudah lihat.

Bisa. Tapi tidak sebagus..

Kakak saya. Kak Sandra.

Gini. Saya sudah pikirkan tadi.

Siapa?

Elsa.

Elsa.

Elsa mau jadi bintang film, kan?

Iya, Mas.

Kamu jadi penyanyi dulu. Menggunakan suara kakak kamu.

Sandra akan menjadi penyanyi bayangan kamu. Gimana?

Maaf, Pak Bayu.. Tapi maksudnya gimana ya?

Elsa yang akan tampil didepan publik, diatas panggung. Sandra akan menyanyi dibelakang panggung.

Itu bisa, Mas?

Mau cek ombak dulu? Upload video yang kemarin di youtube?

Maaf, Pak Bayu. Kalau kami berunding dulu bertiga boleh?

Silahkan.

Mas, ini tuh ba..

Gimana?

Kalau Ibu sendiri gimana?

The 1940s House subtitles in other languages

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left