أول 146 سطر.
Selama 160 juta tahun, Dinosaurus menguasai dunia ini...
sementara yang hidup dalam bayang-bayang mereka...
adalah sekelompok hewan yang sangat jauh berbeda.
Ini adalah leluhur kita,
makhluk berbulu kecil yang disebut dengan Mamalia,
menempal untuk keamanan dimanapun mereka berada.
Namun Era Mamalia akan datang.
65 juta tahun yang lalu,
aktivitas vulkanik mulai meracuni atmosfir.
Dinosaurus terakhir sudah hidup di sebuah planet yang sakit...
ketika ancaman mereka tiba...
dari luar angkasa.
Sebuah meteor dengan diameter 10 Kilometer menghantam Bumi...
yang menandai akhir dari Zaman Dinosaurus.
Series ini akan bercerita tentang apa yang terjadi selanjutnya.
Para pejuang dari kepunahan semuanya memiliki satu kesamaan,
ukuran mereka.
Hampir semua binatang dengan berat lebih dari 10 kilogram telah menghilang,
meninggalkan dunia bagi makhluk-makhluk kecil.
Kebanyakan dari mereka adalah mamalia.
Di "Walking with Beasts",
kau akan menyaksikan bagaimana mamalia yang selama ini selalu berada dibelakang awalnya...
lalu mengambil alih dunia ini.
Dalam kurun waktu 20 juta tahun, mamalia semakin banyak dan semakin sukses,
sampai mereka menjadi yang terbesar, yang paling ganas...
dan hewan yang paling menakjubkan di planet ini.
Terserah apapun iklimnya, habitatnya, mamalia berhasil mendapatnya kesuksesannya.
Kekuatan hebat mereka adalah kemampuan mereka untuk beradaptasi.
Mereka tumbuh menjadi seukuran raksasa.
Mereka berevolusi menjadi pembunuh terkuat,
seperti Kucing Bergigi Pedang yang sangat terkenal.
Mereka bahkan juga menancapkan klaim mereka di lautan.
Kemudian, sekitar 4 juta tahun yang lalu,
datanglah leluhur manusia...
dalam sebuah spesies Kera yang turun dari pepohonan dan berjalan tegak.
Kisah kita dari era yang epik ini berakhir sekitar 30.000 tahun yang lalu...
dengan Zaman Es, ketika planet kita menjadi beku...
Mammoth merupakan spesies gajah purba berbulu tebal yang hidup di Zaman Es.
dan leluhur kita berburu di daratan Para "Mammoth".
Periode Eosen merupakan masa kedua dari Periode Paleogen di era Kenozoikum yang berlangsung lebih kurang sekitar 55,8 - 33,9 tahun yang lalu.
Ini adalah sebuah masa yang disebut dengan "Periode Eosen",
dan Bumi telah menyembuhkan dirinya dari kerusakan besar akibat tubrukan metor.
Banyak yang telah berubah sejak Zaman Dinosaurus.
Itu jauh lebih panas sekarang...
dan hutan hujan tropis yang subur telah bermunculan disetiap benua...
dari Artik sampai ke Antartika.
Dalam surga tumbuhan berbunga yang baru ini,
meteor bukan lagi menjadi sebuah ancaman.
Di bawah kanopi hutan...
berkembang pesat satu spesies makhluk yang aneh dan menakjubkan.
Disini, kekuasaan dari reptil bersisik hanyalah sebuah kenangan masa lalu.
Hewan-hewan yang mendominasi sekarang semuanya tertutup dengan bulu...
atau rambut.
Mamalia telah beradaptasi baik dengan dunia baru ini...
dan ada beranekaragam dari mereka, namun mereka masih berukuran kecil,
dan seperti sebelumnya, hidup dibawah bayangan hewan yang lebih besar dan mematikan.
Para Dinosaurus mungkin telah lama pergi,
namun mereka meninggalkan warisan mengerikannya.
Keturunan langsung mereka adalah Bangsa Burung.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bangsa Burung menguasai Bumi.
Ini adalah kisah 24 jam...
di salah satu bagian dari Periode Eosen yang misterius, hutan global,
di wilayah yang suatu hari nanti akan menjadi Negara Jerman.
Itu sudah pagi, dan dibawah Pohon Ara,
satu hewan sudah bangun dari tidurnya.
Ini adalah seekor Leptictidium betina.
Dia berukuran sepanjang satu meter...
dan sudah biasa hidup di hutan sejak 50 juta tahun yang lalu.
Spesiesnya telah selamat hampir tidak berubah sama sekali...
sejak Zaman Dinosaurus.
Meskipun kehidupan tidak jauh lebih mudah juga saat ini.
Ini masih merupakan dunia yang berbahaya...
dimana dia harus hidup lincah dan mungkin saja akan mati muda.
Seperti kebiasaan mamalia, dia kelihatannya merawat anaknya...
sampai mereka cukup umur untuk mencari makan sendiri,
namun dengan begitu banyak predator,
hari ini adalah hari yang buruk bagi anaknya untuk meninggalkan sarang.
Bagaimanapun dia harus memberi makan mereka apapun resikonya.
Dia hanya punya kesempatan yang singkat untuk melakukan itu,
dan kesempatannya telah berlalu dengan cepat.
Pagi yang dingin adalah waktu yang pas...
untuk menangkap katak, kadal, dan serangga yang menjadi makanannya.
Menjadi makhluk berdarah dingin, mereka belum cukup panas dan masih lamban.
Dia, bagaimanapun, adalah hewan berdarah panas dan bergerak cepat 24 jam perhari.
Ini adalah salah satu keuntungan hebat mamalia.
Juga, untuk membantunya melacak mangsanya,
dia punya indera pendengaran yang sangat tajam...
dan hidung khas yang super sensitif...
yang dapat mengendus lokasi makanan diantara kumpulan dedaunan.
Dan dia bahkan cukup gesit untuk menangkap serangga penerbang.
Perburuan pagi terbaiknya berlangsung hanya 1-2 jam, dan waktunya hampir habis.
Dia harus terus bergerak untuk menemukan lebih banyak.
Pada masa sejarah Benua Eropa ini,
Jerman adalah pusat dari banyak aktivitas vulkanik,
dan seluruh bagian dari hutan ini penuh dengan gas alam.
Di tempat ini, ini membentuk kolam lumpur mendidih.
Air panas, gas beracun, dan gempa Bumi...
adalah ancaman yang selalu ada bagi para hewan yang telah belajar hidup disekitarnya.
Namun tidak setiap bahaya disini bisa begitu mudah diabaikan.
Saat matahari semakin meninggi, Makhluk-makhluk siang hari mulai aktif.
Dan itu membawa keluar bagian yang menakutkan dari hutan ini...
Bangsa Burung.
Mereka adalah pemangsa teratas di hutan aneh ini.
Ini adalah yang terbesar, Gastornis,
tumpukan setengah ton otot dan bulu yang setinggi manusia dewasa.
Ini adalah seekor betina,
dan selama dua bulan terakhir,
seluruh kehidupannya berkisar disekitar satu telur di sarangnya,
tinggal beberapa jam lagi sebelum menetas.
Dia sangat teritorial...
dan ketika Gastornis lain berada terlalu dekat...
dia maju untuk melindungi sarangnya.
Sejak kepunahan besar, bangsa Burung juga telah sukses seperti mamalia...
namun, satu yang jelas, mereka menjadi begitu besar,
cukup besar untuk mengambil alih kekuasaan Para Dinosaurus Predator.
Dua raksasa bertarung.
Mamalia kecil melarikan diri.
Gema yang sama seperti masa lampau.
Leptictidium butuh banyak makanan untuk ukuran tubuhnya.
Layaknya semua mamalia,
ini adalah harga yang harus dibayarnya untuk menjadi hewan berdarah panas.
Biasanya ada banyak mangsa disekitar tepi danau,
namun pagi ini, hanya ada masalah.
Ada pendatang baru di tepi danau ini.
Mengintai dalam sinar matahari pagi adalah seekor Ambulocetus,
hewan aneh yang berenang di danau dari pantai terdekat.
Dia adalah seekor predator.
Pemburuannya terganggu lagi.
Dia harus bergerak dan secepat mungkin.
Karnivora sepanjang tiga meter ini kembali ke danau dengan tangan kosong.
Meski leluhurnya berburu di daratan,
Ambulocetus telah berevolusi untuk tinggal jauh di dalam air.
Bahkan, keturunannya akan mengambil ini menuju langkah yang lebih ekstrim lagi.
Kau sedang melihat bentuk paling awal dari Ikan Paus.
"Walking Whale = Ikan Paus Berjalan".
Ambulocetus sebenarnya berarti "Walking Whale".
Namun dengan 10 juta tahun evolusi lagi,
kakinya akan menjadi sirip dan ekornya akan menjadi kemudinya.
Gaya berenangnya sudah kelihatan seperti Ikan Paus dan Lumba-Lumba,
gerakannya kedepan dan kebelakang,
bukan kesamping layaknya Bangsa Ikan atau Buaya yang berbagi perairan bersamanya.
Dia adalah predator paling kuat di danau ini...
namun dia masih jauh dari aman tinggal disini.
Ada bahaya tersembunyi.
Sejumlah besar gas Vulkanik terjebak di dasar danau.
kalau gas ini keluar cukup banyak secara bersamaan,
No comments yet. Be the first to leave one.