أول 200 سطر.
Maaf kalau tiba-tiba rusak suasana hatimu, Shinichi, tapi...
Jangan-jangan...
Kau bercanda, 'kan?
Pokoknya, sekarang kita lari dulu.
Kau yakin itu gelombang miliknya?
Kalau dibandingkan dengan rekan lainnya, gelombang yang ini jauh berbeda.
Belum lagi, kalau dirasakan dari kecepatannya, kurasa dia berada di dalam mobil.
Di pojok sana, belok kanan.
Sial!
Ini sih, sama saja maling!
Masih mau protes di kondisi begini?
Omong-omong, sejak kapan kau belajar menyetir?
Kau ingat, 'kan, aku langsung mahir bahasa Jepang dalam sehari?
Migi, aku minta tolong.
Tolong sebisa mungkin pergi ke tempat yang sepi orangnya.
Kalau kita melawannya di kota, pasti akan banyak jatuh korban.
Boleh saja.
Aku juga baru terpikir ide yang layak kita coba.
kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah
you guys do not notice that we are gifted just by being humans
kita adalah predator alami
we are absolute predators
kita pun tak mempunyai musuh
we do not even have any enemies
mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita
maybe there are other animals watching us
dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"
and thinking that someday "we will beat them down"
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras
oh, we have the brains to think hard
Sang Bidal
Parasit
Parasit
ZainuddinAri
mempersembahkan
Sang Bidal
ZainuddinAri
ZainuddinAri
mempersembahkan
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
ZainuddinAri
mempersembahkan
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
Parasit
Sang Bidal
dengan berpakaian sesuka kita
wear our favorite clothes
tak ada lagi keraguan menjadi manusia
we are at no doubt human beings
akan banyaknya kehidupan kecil
many small lives
takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain
they were born with the fate of dying for someone
bayi manusia
a human baby
kapankah mereka 'kan mengetahui
when will they find out
di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah
that at the point they were born, we are
sang penguasa bumi?
winners of earth
ah, diriku menangis seorang diri
aa hitori naiteita
karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh
tonari no kimi ga tooikakeru
maka dari itu, kujalani hidup ini
dakara bokura yorisoi ikiru
segemerlap mungkin
kirameku made
untuk apa aku hidup selama ini?
for what have I been living for?
kapan 'kan kutemukan jawabannya?
when will I find out the answer?
jawaban yang hanya untukmu
an answer that is only for you
akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak
what will myself and (the) first scenery I saw
Ketenangan dan Kebangkitan
Bagaimana?
Gagal total.
Dia masih hidup.
Benar-benar makhluk yang tangguh.
Ayo.
Ayo?
Kita lari.
Nah, berhenti di sini.
Kenapa malah berhenti, sih?
Mana bisa kita ulur waktu di tempat begini, 'kan?
Tenang dulu.
Pokoknya, sebelum dia ke sini, kita atur strategi dulu.
Atur strategi, katamu?
Bisa saja tak lama lagi kita dihabisi olehnya, tahu!
Shinichi.
Aku juga mengerti perasaanmu.
Semua orang juga takut dibunuh.
Aku pun sama.
Tapi, ini soal kenyataan di lapangan!
Kau ini punya kekuatan yang lebihi manusia biasa.
Bagaimanapun kondisinya, kau pasti bisa tenangkan dirimu.
Nah, lakukanlah seperti yang biasanya.
Telapak tangan di dada, lalu tarik napas dalam-dalam.
Bagus, seperti itu.
Dengar.
Memang tak diragukan lagi semua kemampuan Gotou ada di atas kita.
Di atas kertas, kesempatan kita untuk menang adalah 0%.
Tapi, di kondisi semacam inilah kita harus berani nekat.
Kalau dengan bekerja sama kita tak bisa menang,
bagaimana kalau kita coba untuk tak bekerja sama?
Apa?
Dalam peperangan, bukan kuantitas yang penting, tapi peluangnya, Shinichi.
Peluang?
Di saku jaketmu ada pemantik api yang kuambil dari mobil tadi.
Di atas, ya.
Mereka coba sembunyikan diri dengan diam di antara pepohonan.
Membosankan sekali.
Pertarungan ini akan lebih berpacu dengan waktu.
Inang bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi, sekaligus kelemahan spesies kami.
Selku yang terurai di dalam tubuhmu,
sudah sepenuhnya tercampur dan jadi satu dengan selmu,
sehingga Gotou tak bisa mendeteksinya.
Dia pasti langsung mengincarku
tanpa sadari keberadaanmu.
Kalau pertarungannya berlangsung terlalu lama, aku akan mengerut, lalu mati.
Bisa dibilang, strategi berisiko tinggi.
Tapi, dengan strategi itu, kurasa Gotou pun takkan sempat mengantisipasinya.
Lah, sama sekali tak ada serangan balik, ya?
Mana si anak manusia itu?
Kalau tubuhnya berhasil kutemukan dan kuhancurkan, akulah yang menang.
Tubuhnya itu
dilindungi oleh sel parasit semipadat.
Tapi, bukan berarti sekujur tubuhnya dilapisi sel itu.
Masalahnya, kita takkan sempat cari celah dari pelindungnya.
Bagian yang kemungkinan besar dilindungi
dan yang paling cocok diincar adalah
kepalanya.
Untuk sinkronkan beberapa parasit di bagian dada dan anggota gerak,
pasti butuhkan banyak energi.
Pada intinya, kepalanya itu bertindak sebagai pusat pengendali antarpikiran.
Kalau kita penggal kepalanya,
sinkronisasi antarbagian akan hilang beserta pelindungnya,
sehingga memungkinkan kita untuk hancurkan tubuhnya.
Masim belum juga, Migi?
Kalau tak cepat, bisa-bisa tubuhmu...
Kesempatanku hanya sekali!
No comments yet. Be the first to leave one.