أول 200 سطر.
CRASH COURSE IN ROMANCE
Satu lagi, Pak.
Pak Choi.
Lantas hari ini?
Benar kau datang demi Hae-e?
Serius kau datang demi Hae-e, tanpa niat lain?
Atau…
Atau jangan-jangan kau…
Halo, Pak Choi.
Aku ibunya Bang Su-a dari Kelas Intensif.
Astaga!
Apa-apaan mereka?
- Tunggu… - Ini gawat.
Mereka datang setelah tahu semuanya?
Bagaimana bisa tahu?
Mulutku tertutup rapat. Aku tak beri tahu siapa pun kecuali Yeong-ju.
Ini sakit.
Maaf. Aku tak bisa mengontrol kekuatanku.
Bagaimana ini, Pak?
Kau tunggu di sini.
Biar kuselesaikan.
Bagaimana caranya? Pak Choi!
Pak Choi.
- Ibu, ada apa? - Astaga.
Ada masalah?
Tidak ada.
Bukan apa-apa. Kembalilah ke dalam.
Masuk dan tidurlah.
Akhirnya kau muncul.
Kupikir kami harus menunggu semalaman di sini.
Astaga. Semenit saja belum lewat.
Ibunya Su-a tidak sabar, ya.
Wajar aku bersikap begini.
Kau baru selesai mengajar privat Hae-e, 'kan?
Kami sudah tahu semuanya. Jangan coba mengelak.
Itu benar.
- Astaga. - Ada masalah?
Begini…
Jelas ada.
Tentu ini masalah besar.
Ini sangat salah.
Baiklah. Mari kita bicara.
Tunggu. Kau mau ke mana?
Mari bicara di kantorku.
Kurasa banyak yang ingin kau sampaikan.
Cuacanya dingin, jangan sampai kita sakit.
- Kami tak keberatan. - Aku keberatan.
Bisa kacau jika aku flu.
Jika sampai begitu, kau akan lepas tangan, bukan?
Mari kita jalan.
Astaga.
Dia sangat memedulikan kesehatannya.
- Ayo pergi juga. Ikuti dia. - Astaga.
Tunggu.
Ke mana mereka?
Dia tidak menjawab telepon.
Maksudku…
Apa yang terjadi sekarang?
Itu benar.
Aku mengajari Hae-e
secara privat.
Kau tidak malu?
Kau dan Akademi Pride memiliki kontrak eksklusif.
Bukankah ini ilegal?
- Sudah melapor ke Dinas Pendidikan? - Tidak. Tidak ada yang perlu kulaporkan
karena aku melakukannya tanpa bayaran.
Kenapa tidak dibayar?
Ibu-ibu sekalian,
kurasa kalian sudah kelewatan.
Kalian mau menangkapku?
Aku menyesalkan murid yang berhak, malah dikeluarkan dengan tidak adil,
jadi, aku menawarkan diri untuk membantunya.
Kalian tahu, aku melakukan gelar wicara
dan sangat tertarik pada kegiatan kepentingan publik.
Terlebih, kulakukan di waktu pribadi setelah kelasku di sini selesai.
Apa aku punya alasan untuk malu?
Bagaimana dengan materinya?
Kami sudah bayar mahal untuk masuk Kelas Intensif.
Itu bukan materi Kelas Intensif, tapi milikku.
Hak ciptanya atas namaku.
Baik. Anggap saja begitu.
Jika ada murid dengan situasi begitu, kau juga akan memberinya les privat?
Katanya kau yang menawarkan diri.
Soal itu…
Tunggu!
Aku yang memintanya.
Aku memohon agar dia mengajari Hae-e.
Aku memohon kepadanya tanpa henti.
- Permisi. - Aku mengerti
alasan kalian marah. Namun, lampiaskanlah kepadaku.
Pak Choi begini karena aku.
Aku menjadi gelap mata
- setelah Hae-e dikeluarkan… - Tunggu sebentar.
- Ikut aku! - Aku…
- Apa katanya? - Astaga.
- Dia bilang apa? - Tunggu.
- Apa itu tadi? - Astaga.
- Pak Choi, tunggu… - Pak Ji.
Suruh mereka pulang. Aku sudah selesai bicara.
Tunggu. Kami belum selesai.
Kami…
Apa yang kau lakukan, Pak Choi?
- Ini toilet pria. - Jangan ke sini.
Tunggu.
Kapan kau mengikuti kami?
Sudah kubilang tunggu di rumah. Biar kuselesaikan.
Aku tak bisa diam saja. Mereka pasti menyerangmu.
Kau berencana menyelamatkanku?
Kau pikir aku akan diam saja?
Kenapa kau sampai berbohong dan mengorbankan dirimu?
Biarkan aku mengurusnya.
Tetap saja…
Kau tahu kau selalu ingin menjadi pemecah masalah?
Perbaiki sifatmu itu.
Itu menyusahkan diri dan orang sekitarmu. Kau tahu itu?
Kenapa bicara begitu?
Aku tak ingin kau kesusahan karena kami.
Kau malah memperkeruh masalah.
Situasi apa ini? Siapa pun yang melihatnya
akan salah sangka.
Tunggu…
Sikapmu yang membuat mereka salah sangka.
Kita sungguh tidak kompak.
Mari keluar dari sini sebelum berpapasan dengan mereka.
Apa yang akan kau lakukan? Mereka tak akan tinggal diam.
- Entahlah. Aku harus berpikir. - Kenapa marah padaku?
Aku lebih suka menyerang daripada bertahan.
Kerja sama tim.
Kau tak paham itu?
Kau pasti sering mendapat kartu merah.
Aku yakin.
- Ayo cepat pergi. - Apa maksudmu…
Bagaimana dia bisa tahu?
Menyebalkan.
EFEK KUPU-KUPU HUBUNGAN KITA
EPISODE 9
Kenapa Pak Choi bisa tak tahu malu begitu?
Dia berteriak dengan keras, "Apa masalahnya?"
Kita tak pernah menduga ini.
Su-hui!
Kalian di sini! Hei.
Sebentar.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Choi Chi-yeol memberikan Hae-e les privat?
Bagaimana kau bisa tahu?
Aku mengirim pesan pada ibunya Ha-jeong untuk menanyakan sesuatu…
Itu tak penting. Bagaimana kelanjutannya?
Kau sudah bicara dengannya?
Apa katanya?
Dia akan berhenti mengajar privat?
Tidak.
Namun,
jika mendengar jawaban Pak Choi,
tampaknya memang tidak ada masalah.
Lantas jika dia bicara begitu, benar tak bermasalah?
Ini masalah buat kita.
- Tunggu. - Apa?
Aku harus bicara pada Pak Direktur.
- Hei. - Tunggu di sini.
- Apa? - Hei, tunggu.
Dia tampak sangat murka.
Firasatku buruk.
Ibunya Sun-jae di mana?
Kita butuh orang pintar seperti dia.
APARTEMEN IMPERIAL
Lee Hui-jae.
Kau dari mana?
Hui-jae.
Hui-jae.
Buka pintunya.
Hui-jae!
Waktu yang tepat adalah kuncinya.
Harusnya aku bisa menenangkan dan membuat mereka tutup mulut.
Bagaimana para ibu itu bisa tahu?
Jin I-sang.
CHOI CHI-YEOL BERENGSEK
CHOI CHI-YEOL BERENGSEK
MATEMATIKA, CHOI CHI-YEOL AHLINYA
Pak Ji, coba hubungi Jin I-sang. Dia mengabaikan teleponku.
- Selamat pagi, Pak. - Pagi, Pak.
- Pak Choi… - Berikan padaku jika dijawab.
Sebentar, Pak. Di dalam ada Pak Direktur…
Hei, jangan dipikirkan.
Pak Choi bilang tak akan ada masalah.
Tetap saja,
mereka tak akan tinggal diam.
Kenapa kau begitu khawatir?
Kalian tidak melakukan hal buruk.
Seorang guru memberikan murid les privat.
Apa itu masalah besar?
Memangnya kalian memalsukan uang atau melakukan penyelundupan?
Masalahnya hanya Hae-e yang diberi les privat.
Itu inti masalahnya.
Kenapa meributkan hal sepele begitu?
Dahulu saat aku kerja sambilan,
jika pelatih renang memegang tangan salah satu murid,
yang lain akan bilang itu diskriminatif. Lalu, mereka bertengkar.
Para ibu itu pasti lebih sensitif
karena ini menyangkut anak mereka.
Masalahnya, ini sang guru bintang, Choi Chi-yeol.
No comments yet. Be the first to leave one.