أول 200 سطر.
THE INTEREST OF LOVE
- Kau sudah tiba. - Hei.
Kau pulang awal.
Auditnya selesai lebih awal.
Apa ibumu tiba dengan selamat, ya?
Bandara Thailand itu sibuk.
Benar.
Kudengar kau memberinya uang belanja.
Terima kasih.
Sama-sama.
EPISODE 9
Tn. Ha.
Tn. Ha.
Ya?
Nn. Ahn.
Ini buruk.
Pengantin pria harus masuk, tapi Tn. Yang tak ada.
Apa?
Apa kau sudah menemukannya?
Belum, Tn. Ha. Ada area di atap gedung.
Akan kucari di sana.
Hei, dasar keparat. Kenapa…
Kenapa di sini, Seok-hyeon?
Kenapa Jeong-eun melakukan ini padaku?
Ada apa?
Dia menyuruhku…
Dia menyuruhku berbahagia.
Kunikahi wanita lain setelah empat tahun bersamanya.
Bagaimana bisa?
Apa aku bisa bahagia tanpa Jeong-eun?
Ini hari pernikahanmu.
Kau perlu menenangkan diri.
Aku tak akan menikah.
Aku tak akan menikah.
Sial.
Mari sambut kedua mempelai.
Ini sulit dipercaya.
Aku tahu dia akan melakukannya.
Benar.
Dia akan tetap melakukannya.
Semuanya, tolong lihat ke kamera.
Maaf. Pria tinggi di baris kedua.
Aku?
Ya, tolong tukar tempat dengan pria di belakangmu.
Sial.
Bersiaplah. Tolong lihat ke kamera.
Satu, dua, tiga.
Senyum!
THE INTEREST OF LOVE
Nn. Park.
- Lama tak jumpa. - Halo.
Senang bertemu denganmu.
Apa kabar Anda baik?
Apa kabar ayahmu baik?
Ya.
Halo, Direktur.
- Boleh bicara? - Baiklah.
Ya.
Nn. Park.
Ya?
Hei.
Sepertinya pacarmu juga mengenal direktur.
Kau beruntung, Sang-su.
Sedang apa kau di sini?
Kau tak ada saat perjamuan.
Kurasa
aku tak seharusnya datang.
Kau juga bekerja dengan semuanya.
Kuyakin Tn. Yang senang kau datang.
Mau beranjak dari sini?
Sebenarnya aku juga agak lapar.
Mari kita makan enak.
Baiklah.
Apa benar namanya Ha Sang-su?
Ya.
Lucu, 'kan? Kukira terdengar aneh.
Dia pria tampan.
Namun, bukan itu saja.
Dia dibesarkan ibu tunggal…
Maksudku…
Tentu saja ada ibu tunggal yang hebat sepertimu.
Pikiranku tak sesempit itu.
Hanya saja, suamiku sangat konservatif.
Kau tahu orang harus menikah
dalam enam bulan setelah dapat bunga
atau dia tak akan menikah selama tiga tahun?
Itu cuma takhayul.
Takhayul itu berdasarkan statistik.
Takhayul tetap saja takhayul.
Kenapa perutku terasa begitu mual?
Mari pergi ke tempatmu.
Aku ingin makan ramyeon di sana.
Kenapa tatapanmu begitu?
Aku cuma ingin makan ramyeon.
Baik. Aku tak bilang apa-apa.
Ada tempat yang lebih bagus.
Ini favoritku.
Mau keluar akhir pekan ini?
Oh, iya.
Tak apa. Aku berencana cuti akhir pekan ini.
Kalau begitu, mari pergi ke pasar bunga pagi-pagi.
Baik. Tampaknya menarik.
Atau mungkin ke galeri seni? Ada pameran yang menarik minatku.
Menarik juga.
Bagaimana kalau ke laut?
Aku juga suka laut.
Ada apa, Jong-hyeon?
Apa?
Kenapa kau menyetujui semuanya?
Karena itu keinginanmu.
Apa kau cuma ingin membuatku senang?
Aku juga menyukainya.
Lupakan saja.
Aku ingin sendirian, jadi kau belajar saja.
- Sudah selesai? - Ya.
Ayo pergi.
- Biar kubayar. - Lain kali.
Permisi.
Ini. Terima kasih.
Ayo pergi.
Selesai.
Wah, kelihatannya enak.
Maaf, Sang-su. Kurasa aku tak bisa memakannya.
Apa? Kenapa?
Maaf. Aku tiba-tiba merasa tak enak badan.
Ada apa? Kau sakit apa?
Kurasa aku makan terlalu banyak saat pesta.
- Minum obat, lalu tidur. - Biar kuantar.
Tak perlu. Aku bisa naik taksi.
Akan kuhubungi begitu tiba.
Apa itu?
Anggur, tapi tak begitu enak.
Dulu aku sering minum ini.
Kau bilang aku tak perlu membuatmu senang terus.
Aku juga tak mau kau begitu padaku.
Pergilah ke bar anggur dan galeri langgananmu
setelah bekerja.
Aku berhenti karena lebih senang di rumah bersamamu.
Ini bahkan lebih enak dari yang kuingat.
Terima kasih.
Terimalah ini juga.
Untuk biaya hidup. Tak banyak.
Tak perlu memberi ini.
Aku akan merasa lebih baik.
Baiklah. Aku akan menerimanya.
Mau bersulang?
Ini untuk kelulusanmu.
Bersulang.
Ya, Ibu.
Aku di rumah.
Tentu aku sendirian.
Kenapa menelepon dulu? Ibu tak pernah begitu.
Ibu kira kau bersama seseorang.
Siapa orang itu?
Park Mi-gyeong.
Benar kalian berkencan?
Kalian bertemu hari ini?
Kok Ibu bisa tahu?
Dia pelanggan toko Ibu. Dia dan ibunya klien VIP Ibu.
Ibu Nn. Park memberimu dasi itu sebagai hadiah.
Kami berteman.
Apa kau tahu soal keluarganya begitu berkencan?
Seperti apa keluarganya?
Pemilik toko Ibu berteman dengan ibunya.
Mereka satu grup.
Orang termiskin dalam grup itu adalah pemilik toko Ibu.
Tetap saja, Ibu mendukung hubungan kalian.
Ibu senang kau berkencan dan menikmati hidup.
Bawalah jangjorim juga.
Ha Sang-su, kau sebaik dia.
AHN SU-YEONG
TIPS MENGURUS CEK
CARA MEMPROSES LAPORAN
AHN SU-YEONG, JEONG JONG-HYEON KENCAN BUTA?
Nn. Park, berkas serah terima di mejamu.
Terima kasih.
Ini milikmu.
Terima kasih.
- Kau juga menyukainya? - Siapa?
Nn. Ahn.
Kau tak tahu, 'kan?
Seperti katamu,
aku belum seratus persen siap.
Apa kau sendirian terus? Tak ada satu pun?
Ahn Su-yeong!
Ada apa antara kau dan Sang-su?
Apa kau menyukai Tn. Ha?
Apa?
Perjalananmu lancar?
Kau baik-baik saja?
BELAHAN JIWAKU
Berat.
SILAKAN AMBIL SATU
Hei.
Maaf, Sang-su. Kurasa aku tak bisa menemuimu hari ini.
Kenapa? Ada masalah?
Tidak, ada keperluan mendadak.
Oh, begitu.
Maaf.
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.