أول 200 سطر.
"Episode 52"
Tolong pergilah.
Pura-puralah tidak melihatku, lalu pergi.
Kumohon.
Pergi. Aku mohon.
Hentikan dan lihat aku.
Tolong. Aku mohon.
Diam.
Sebentar saja.
Aku mencarimu ke mana-mana.
Syukurlah kamu tidak apa-apa.
Saat mencarimu, aku sadar
betapa aku mencintaimu.
Aku mencarimu ke semua tempat.
Kata-kata itu tidak ada artinya.
Itu tidak berguna.
Saat ini aku tidak punya waktu untuk hubungan romantis.
Aku harus mengantarkan ini.
Jangan ikuti aku.
Jae Soon!
Jae Soon!
Tunggu!
Maaf.
Jae Soon, tunggu!
Maaf. Tunggu.
Tunggu. / - Perhatikan langkahmu.
Jae Soon!
Jae Soon!
Ayah menemukan Bibi Shin?
Ya. / - Dia tinggal di mana?
Dia di Incheon. / - Apa Ddol Ee baik-baik saja?
Ya. / - Syukurlah.
Apa katanya?
Katanya dia merindukan kalian.
Aku juga merindukannya.
Benar, bukan? Kakak juga.
Kakak juga merindukan Ddol Ee.
Kakak sudah gila? Kenapa Kakak mencarinya?
Bibi kenapa? Tidak peka sekali.
Beraninya kamu bicara seperti itu.
Kakak, kita harus bicara.
Kakak mau kembali bersamanya?
Itu bukan urusanmu.
Kakak kurang beruntung jika menyangkut urusan wanita.
Kenapa harus dia?
Jangan cemaskan kakak. Urus masalahmu sendiri.
Kenapa kamu masih mengencani Dal Pa?
Kami tidak berkencan.
Lalu apa?
Kami hanya bersenang-senang.
Aku seperti tuan putri saat bersamanya.
Dia seperti pelayanku.
Ibunya akan pingsan jika mendengar ucapanmu.
Jangan menemuinya lagi.
Kakak harus berhenti menemui ibunya Ddol Ee.
Aku mengenal seseorang - Hentikan.
yang cocok untuk Kakak.
Kakak tidak tertarik. / - Dia sangat cantik.
Kakak bilang cukup. Keluar.
Kakak. / - Keluar.
Pura-pura tidak melihatku, lalu pergilah.
Saat mencarimu, aku sadar
betapa aku mencintaimu.
Aku mencarimu ke semua tempat.
Maaf aku memberi tahu keluargaku.
Aku tidak bermaksud mengatakannya. Aku tidak sengaja.
Aku tidak mengejek ibumu. Percayalah.
Aku tidak akan melakukannya lagi.
Aku tidak suka saat kamu mengatakan semuanya kepada ibumu.
Aku mengerti perasaanmu.
Halo.
Ada apa?
Kudengar kamu datang ke rumahku.
Kamu tahu alasanku ke sana, bukan?
Pastikan aku tidak perlu ke sana lagi.
Kamu tidak perlu datang lagi.
Ibuku sudah tidak tertarik,
jadi, pastikan ayahmu menjauhinya.
Benarkah seperti itu?
Kamu tidak mengenal baik ibumu.
Bagaimanapun,
jangan hubungi ibuku atau datang ke rumah,
tolong.
Aku meminta putrinya untuk tidak datang ke sini lagi
dan kubilang Ibu tidak akan menghubungi ayahnya lagi.
Kuharap aku tidak perlu menemuinya lagi.
Berkat Paman Soo Jo,
Il Ho dan Ee Ho sangat bersih.
Astaga.
Itu tugasku.
Kamu tidak bisa melakukannya.
Kamu lumayan untuk pemula.
Lihat saja. Aku hebat dalam segala hal.
Rumahku kecil, jadi, sangat kacau saat aku memandikan mereka.
Kamu mau dimasakkan apa?
Mi? / - Baik.
Enak. Kalian pasti lapar.
Tolong berikan.
Il Ho dan Ee Ho...
Kamu ingin mereka menjadi apa saat sudah besar?
Aku ingin Il Ho menjadi juru masak agar dia bisa memasak untukku.
Sekalian saja minta Ee Ho untuk menjadi sopirmu.
Bagaimana kamu tahu?
Kamu ibu yang jahat.
Karena aku membesarkan mereka, mereka harus mendengarkanku.
Mereka dilahirkan agar bekerja untukku.
Il Ho dan Ee Ho, jangan dengarkan ibu kalian.
Aku tidak meminta apa pun dari anak-anakku.
Aku hanya berharap mereka sehat.
Tidak perlu belajar keras juga.
Mereka boleh hidup semau mereka.
Siapa peduli jika mereka tidak menjadi orang hebat?
Mereka menyelamatkanku.
Kamu menyelamatkan ayah.
Keberadaanmu saja membuat ayah senang.
Angkatlah. Siapa yang menelepon?
Tidak perlu diangkat. / - Apa itu Direktur Yeo?
Dia jarang menelepon. / - Lalu siapa?
Wanita?
Begitu, ya. Ternyata wanita.
Akan kutelepon lagi nanti.
Siapa?
Halo? Soo Jo.
Jangan keluar. Mereka akan bangun.
Aku akan tahu jika mereka bangun.
Mereka akan menangis saat bangun.
Aku akan mengantarmu sampai ujung jalan.
Kamu ingin lebih lama bersamaku. Katakan saja.
Aku akan berdiri lima menit lagi.
Sombong sekali.
Pergilah. Kabari jika sudah sampai.
Aku pulang.
Kamu langsung menutup telepon belakangan ini.
Aku sibuk.
Ayah membuatkan japchae.
Aku tidak lapar.
Satu suap saja. Kamu menyukai japchae.
Ayah membuatkannya untukmu.
Anak laki-laki itu tidak berguna.
Saat sudah menemui seorang gadis, semua pengorbananku tidak berguna.
Lihatlah Gab Dol.
Kamu bahkan bukan ayah kandungnya.
Aku bangun untuk ke sana.
Apa aku harus pergi?
Kudengar hanya akan ada wanita.
Aku akan merasa kikuk jika ke sana sendirian.
Memang kenapa? Kita berteman.
Kita tidak perlu menjaga jarak.
Kita berkumpul karena kamu. Untuk bertemu denganmu.
Kamu alasan kita berkumpul. Kamu harus datang.
Benarkah?
Kenapa kamu sudah rapi pagi-pagi sekali?
Kamu mau mendaki? / - Ya.
Kenapa tiba-tiba mendaki?
Teman-teman SD-ku berkumpul untuk mendaki bersama-sama.
Mereka berkumpul karena aku. Aku alasan perkumpulan ini.
Pulang terlambat?
Aku hanya akan mendaki.
Kenapa mendaki di hari seperti ini?
Apa? / - Tidak.
Kamu sedang apa? / - Memasak miyeokguk.
Akan menyenangkan jika kamu memasaknya untukku.
Jika kamu ingin memakannya, kamu harus memasak.
Kita berjanji untuk memasak yang mau kita makan masing-masing.
Pulanglah lebih cepat.
Ayo makan malam bersama.
Aku akan pulang sebelum makan malam. Aku tidak akan mendaki seharian.
Kamu mau ke mana?
Ada pekerjaan layanan medis.
Ibu kira kamu tidak punya rencana.
Ini hari liburku, tapi rekan kerjaku ada urusan mendadak.
Sampai nanti. / - Kamu akan pulang malam?
Sepertinya aku tidak akan pulang. Kita lihat nanti.
Astaga.
Tidak ada yang makan denganku.
Gab Soon.
Ibu. Aku sibuk. Langsung saja.
Kamu bisa makan malam?
Makan malam? Tidak. Kenapa?
Langsung saja katakan.
Ibu ingin makan malam dengan keluarga hari ini.
Ajak Gab Dol.
Gab Dol juga sibuk. Lain kali saja. Sudah dahulu.
Astaga. Aku kesepian sekali.
Siapa?
Siapa?
Apa ini?
Uang apa ini?
Terima kasih sudah melahirkan dan membesarkanku.
Meski tidak banyak, aku menghasilkannya sendiri.
Jae Soon.
Jae Soon.
Jae Soon.
"Layanan medis gratis untuk warga lokal"
"Man Joo"
Halo? / - Kamu sedang apa?
Berkencan dengan gadis cantik.
Kamu ketahuan. Apa dia lebih cantik dariku?
Tentu saja. Dia 50 tahun lebih tua darimu.
Aku cemburu. Tidak akan kubiarkan.
No comments yet. Be the first to leave one.