أول 200 سطر.
THE INTEREST OF LOVE
Apa yang kau pikirkan?
EPISODE 12
Kenapa menelepon?
Mereka berdua…
Mereka kencan, 'kan?
Sang-su dan Su-yeong.
Apa kau tahu?
Aku tahu semua yang kau tahu, Gyeong-pil.
Tunggu.
Lalu, kenapa kau tak bilang apa-apa selama ini?
Kau bukan anak 20 tahun yang naif. Kenapa begitu bodoh?
Apa itu bodoh?
Apa mencintai seseorang sepenuhnya membuatmu bodoh?
Aku menutup mata demi cinta kami.
Apa aku bodoh jika berharap dia akan melepasnya?
Jika begitu, kau harusnya tak terluka.
Kupikir dia akan jadi berbeda.
Cinta…
membuatmu merasa cemas.
Semoga berhasil.
Aku mendukungmu.
Sungguh.
Bagaimana dengan Su-yeong?
Apa?
Bagaimana hubunganmu…
belakangan ini?
Cinta menggoyang hatimu.
Pasti berat bagimu, Tn. Jeong.
Rasanya hampa tanpa dia?
Kau tak merasa hampa, Sang-su?
Dan pada akhirnya…
kau kesusahan karena cinta.
THE INTEREST OF LOVE
Hentikan mobilnya. Kita perlu bicara.
Kita bicara nanti.
Mi-gyeong.
Kubilang kita bicara nanti.
- Harus bicara hari ini. - Ini hari ulang tahunku!
Aku menyukai seseorang.
Dan itu bukan kau.
Sudah kubilang bicara nanti saja!
Kau sungguh pikir aku tak tahu?
Apa kau pikir aku sama sekali tak tahu
kau menaruh perasaan pada siapa?
Mereka tinggal bersama.
Su-yeong dan Tn. Jeong tinggal bersama!
Maafkan aku.
Mari kita putus.
Siapa dia?
Apa artinya bagimu?
Ini bukan tentang dia.
Tapi perasaanku.
Ini terjadi hanya karena kau menyukainya.
Mi-gyeong.
Bukan begitu.
Lalu, kenapa kau ingin putus?
Apa karena kau tak mencintaiku lagi?
Sang-su.
Jangan bersikap seolah-olah…
kau tak mencintaiku lagi.
Kau tak pernah mencintaiku.
Kita tak pacaran karena kau mencintaiku.
Kenyataan itu tak berubah.
Jadi, itu bukan alasan untuk putus.
Maafkan aku.
Sungguh minta maaf.
Kau berjanji padaku.
Kau bilang mau mencoba.
Jadi, aku mau kau mencoba lagi dari awal.
Apa kau benar-benar menyukaiku?
Kenapa kau tanya begitu?
Aku cuma penasaran.
Apa perasaanmu padaku…
berdasarkan cinta…
Atau belas kasihan?
Apa kau merasa aku sama sekali
tak mencintaimu?
Bagaimana denganmu?
Apa cinta satu-satunya…
perasaanmu padaku?
Kau baik saja di jalan?
Halo?
Bisakah kita bicara?
Ya.
Baik-baik saja?
Tidak.
Tak baik-baik saja.
Di mana kau sekarang?
Aku sudah pulang.
Nn. Park tak apa-apa?
Kau kemari untuk bilang sesuatu, 'kan?
Aku cuma ingin berjalan bersamamu.
Itu alasanku.
Sepertinya kau menderita.
Ya, tapi tak apa-apa.
Kau belum berangkat?
Aku masih menunggu persetujuan Tn. Yuk.
Boleh kuminum?
Maaf pergi begitu saja semalam.
Sang-su ingin bersamaku di hari ulang tahunku.
Kami mengobrol hingga larut, jadi aku agak lelah.
Mari kita atur waktu lagi dan makan enak.
Tolong sampaikan permintaan maafku pada Tn. Jeong.
Tn. Yang, apa kau sudah gila?
Bisa-bisanya kau rusak reputasi kita?
Cabang ini penuh dengan pasangan kencan.
Persoalan pria dan wanita jadi sumber masalah.
Jadi, beri tahu aku.
Seok-hyeon memutuskan tinggal bersama siapa?
Mantannya? Putri wakil presiden FSS?
Bagaimana aku bisa tahu?
Semua jadi menakutkan.
Kini semua tahu info pribadi Tn. Yang dan mantannya.
Sekolah, keluarga mereka…
Benar, 'kan? Pacaran itu menakutkan.
Jangan pacaran.
Aku lebih takut tagihan bulan ini.
Bisakah kau berhenti bergosip?
Tn. Yang jadi gunjingan di semua cabang lainnya.
Kita harus membantunya karena dia bagian dari kita.
RUANG MANAJER CABANG
Cuci mobilku.
Hei.
Biarkan saja dia.
Astaga, tamat riwayatnya.
Apa maksudmu?
Tn. Yang diskors.
Kantor pusat mengetahui skandalnya.
Dia diskors dua bulan.
Jadi, ini akhirnya.
Bank itu terlalu konservatif.
Skandal bisa merusak karier kita.
Dia harusnya naik jabatan
dan dapat dukungan keuangan dari mertuanya.
Aku tak mengerti kenapa dia melakukan itu.
Aku juga.
Dia pasti menyesal.
- Silakan diisi. - Baik.
Nn. Ahn.
Nn. Ahn?
Ya?
Maaf.
Bisakah Anda mengisi ini?
Sang-su, kau sedang apa? Duduklah di sana.
Astaga. Kau bodoh sekali.
Astaga.
Baiklah.
Seok-hyeon, kau mau apa? Pesan sesukamu. Kutraktir.
Yang lalu biarlah berlalu. Kau harus tetap tegar.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku tak bermaksud mengecammu atau semacamnya.
Aku cuma penasaran.
Kau sudah gila, ya?
Bisa-bisanya kau melakukan hal semacam itu?
Jika begitu menyukainya, kau seharusnya tetap bersamanya.
Tolong diam.
Coba pikirkan. Hidupmu sudah terjamin.
Apa kau begitu menyukainya?
Apa yang kau pikirkan? Apa kau budak cinta? Begitu?
Aku tak ingin menyesal.
Aku tak ingin…
Aku tak ingin kehilangannya. Itu alasanku.
Maaf.
Apa kau sudah memikirkannya?
Kaulah yang harusnya memikirkannya.
Aku sudah memberimu jawaban.
Ayahku tampaknya menunggu keputusanmu.
Kapan waktu yang tepat?
Mi-gyeong.
Kita sama-sama tahu.
Sudah berakhir.
Kau bilang begitu setelah melihat Tn. Yang?
Jika kau berakhir sepertinya?
Aku tak peduli.
Su-yeong bagaimana?
Kau tak apa-apa jika dia terluka?
Kau tak melihat orang menggunjing mantan Tn. Yang?
Dia bahkan tak bekerja di bank.
Apa kau pikir dia akan baik-baik saja
karena tak selingkuh dengan pria beristri?
Jika kita putus dan kau pacaran dengannya,
nasibmu akan seperti Tn. Yang.
Kau tak mau tetap bekerja di bank?
Kau bisa kehilangan…
lebih banyak dari yang kau kira.
Jadi, pikirkan baik-baik.
Kau bagaimana?
Kau tak apa-apa?
Tak keberatan pacaran denganku…
meski sudah tahu perasaanku?
Tak ada yang lebih buruk dari putus denganmu.
Kita sudah cukup lama tak bertemu.
Benar.
Aku buru-buru pergi hari itu karena begitu terkejut.
Ya, sudah kuduga.
Seperti yang kau tahu, keluarga kami…
Dibanding keluargamu…
Kami…
No comments yet. Be the first to leave one.