أول 200 سطر.
Mereka datang. Itu mereka sudah dekat!
Ayo!
Oh! Sial! Sudah kubilang!
Ayo!
Sial! Sial sekali!
Jadi, bagaimana sekarang?
Kau lambat sekali!
Sudah kubilang, dia tidak berguna.
Bajingan itu sedang beruntung.
Kau hanya sedang sial.
- Apa ini pas? - Ya.
Baiklah.
Oh, bagaimana?
Kau menang lagi.
Itu sudah pasti!
Kau meragukanku?
Siapa bilang aku meragukanmu?
Ini lagi.
Kau keren sekali, bung.
Bagus.
Itu sudah pas.
Tidak lebih, tidak kurang.
- Ini untukmu. - Oh!
Oke!
- Sekarang aku bisa beli minuman ringan. - Ini lagi.
- Baiklah, - Terima kasih, Bung.
Aku pergi dulu.
Sekarang?
- Kau mau ke mana? - Ya!
Aku masih harus mengantar Mona, bodoh.
Wah. Mengantar Mona?
Jangan bohong.
Setelah naik becak kayak gitu
aku yakin cewek lain bakal naikinmu dengan keras, kan?
Apa yang kau bilang? Aku harus pergi.
Wah, aku tidak bisa menahan diri.
Siapa yang akan kau tuju pertama kali?
Apa itu Rayda?
Mona?
Atau Bhe?
- Hah? - Semuanya.
Sial! Lain lagi!
Itulah kenapa kau idolaku.
- Ya, ya. - Hati-hati.
Baiklah.
Sekarang aku bisa beli minuman ringan.
Apa kabar kalian, pecundang?
Aku pergi dulu.
Semoga beruntung lain kali.
Halo?
Ya, aku pergi sekarang.
Aku sedang menunggu servis.
Tunggu sebentar saja.
Bodoh, dia bukan pacarku.
Kenapa aku harus berkencan dengan sopir becak?
Oh? Dia bahkan bukan tipeku.
Hah? Oke. Sampai jumpa!
Bisa kau ikut masuk?
Aku lupa sesuatu.
Oke.
Ayo?
Ayo.
Oke, kau boleh pergi.
Aku sudah terlambat.
Totalnya 315 peso, Bu Loli.
Terima kasih.
Ngomong-ngomong, bukankah suamimu bekerja di Dubai?
Ya, kenapa?
Anakku baru diterima di sana juga.
Kau ingat Leo?
Kuharap mereka bisa bertemu.
Aku pun berharap begitu.
Ini kembaliannya, Bu Loli.
- Terima kasih. - Terima kasih juga.
Hai, Bhe.
Halo!
Kau nakal sekali.
Tidak ada pelanggan. Tutup saja tokonya.
Hentikan.
Tutup saja tokonya. Ayo.
Oh, ini.
Uang tambahan untuk hari ini.
Bhe, kau selalu baik padaku.
Bisa aja.
Ayo manfaatkan sebisa mungkin.
Suamiku akan segera pulang.
Saat dia tiba, kita berhenti, oke?
Ayo kita lihat,
jika kau bisa.
Pergi.
Sampai jumpa.
Oh?
Waktu yang tepat.
Hentikan.
Hentikan.
Bisa kau menunggu?
Aku hampir terlambat.
Aku akan dimarahi lagi oleh Domeng.
Nanti saja.
Aku terlambat.
Enak sekali.
Oh! Terima kasih, Domeng!
Kau terlambat lagi.
Sepertinya perjalananmu agak lambat akhir-akhir ini.
Oh, aku mengurus sesuatu di rumah,
jadi, apa yang bisa kulakukan?
Begitu ya? Oke, masuk saja.
Pergi kau.
Becakmu menghalangi jalan.
Wow!
Wow!
Apa ini punyamu?
Kau pemilik barnya?
Mungkin kau lupa, kau hanya penjaga.
Kau mau mencobaku?
Kemari!
Hei! Ada apa? Kalian, hentikan!
Bicaralah pada penjaga pintumu tentang sikapnya.
Dia bertindak seolah-olah dia pemilik bar ini.
Sialan kau! Kau terlalu banyak bicara. Turun!
- Apa-apaan ini... - Cukup!
Marco, pergi saja.
Pergi!
- Apa? - Kau beruntung.
- Ayo. - Waktumu akan tiba!
Hentikan.
Marco sungguh bajingan.
Kau cemburu lagi?
Kenapa aku harus cemburu?
Karena kau tahu Rayda menyukainya.
Lupakan mereka,
sebagai gantinya, aku akan menservismu.
Sialan, bung.
Domeng mau menjebakku.
Jika aku tidak menahan diri,
aku akan melawan bajingan itu.
Apa? Tenang saja!
Tenang saja, kawan.
Dia hanya iri.
Bagaimana mungkin dia tidak iri?
Kau jagoan.
Kau tidak hanya menunggangi becak,
kau juga menunggangi perempuan.
Bro, ini aku.
Sisakan sedikit, kawan.
- Selalu kau... - Permisi.
Di mana aku bisa cari tumpangan ke Santa Rosa?
Oh, kau bisa ikut denganku.
Ayo.
Baiklah, tapi aku butuh orang yang bisa menyetir cepat.
Aku sedang terburu-buru.
Ah, benarkah?
Jika kau butuh orang yang bisa mengemudi cepat,
Itu dia.
Oke, tapi bisa kita pergi sekarang?
Aku sedang terburu-buru.
Hei, kawan.
- Dia milikmu seutuhnya. - Oh.
Ah, Nona. Kita mau ke mana?
Santa Rosa.
Ah, oke. Ayo pergi.
Sebelah sini.
Hati-hati.
- Bung, minggirlah. - Tunggu!
Cepat.
- Hati-hati. - Terima kasih, Bung.
Dia bisa saja menjadi penumpangku.
Turunkan aku di sana.
Bisa kau menunggu sebentar?
Aku akan melakukan sesuatu di dalam, lalu kita pergi.
Oke, Nona.
- Aku akan tetap di sini. - Oke.
Aku tidak akan meninggalkanmu.
Nona, biar kubawakan.
Tidak, aku bisa sendiri.
Ah, Nona. Apa kita akan pergi ke tempat lain?
Lurus saja ke depan.
Oke.
- Oh, Nona. - Ayo kembali ke restoran.
Oh, oke.
Apa ini?
Oh itu?
Aku belajar tentang bunga,
karena ibuku penjual bunga di Casiguran.
Saat aku kembali ke rumah, aku harusnya hafal semua bunga itu.
Ayo.
- Hai, sayang. - Sialan kau!
Mona, siapa itu?
Tidak apa-apa. Jangan malu-malu.
Kenapa dia di sini?
Itu Patrick, teman bermainku.
Apa yang sedang kau bicarakan?
Kau lambat sekali!
Kau tidak mau threesome?
Patrick baik, tampan tapi lemah dalam hal seks,
itu sebabnya aku mau kau mengajarinya.
Tunggu.
Ayo.
Marco, kau bisa pergi sekarang.
Aku akan meneleponmu saat aku butuh tumpangan.
No comments yet. Be the first to leave one.