أول 200 سطر.
"Episode 42"
Anda mau ke mana pagi-pagi begini?
Anda pasti kedinginan karena salju.
Anda hendak pergi? Silakan makan bubur dahulu.
Anda marah kepadaku?
Kurasa aku harus memakan ini.
Hidupku berantakan dan kini aku harus memakan makanan sisa.
Tunggu.
Jangan lupakan aku.
Tidak akan.
Aku tidak akan melupakanmu,
tapi kamu harus melupakan bedebah seperti diriku.
Wajahmu akan tetap terlihat di mataku,
suaramu
terdengar di telingaku,
dan hatimu
akan selalu ada di hatiku.
Ibu.
Ayah. - Anak kurang ajar.
Semuanya sudah berakhir.
Pulanglah.
Ayah rasa ayah tidak bisa hidup tanpamu.
Kamu menyedihkan, begitu pun ayah.
Kita harus bergantung kepada siapa lagi?
Kamu hanya memiliki ayah
dan ayah hanya memilikimu.
Mari kita saling mengasihani
dan hidup bersama.
Kenapa dia sakit?
Dia sudah sakit berhari-hari.
Bagaimana kalau kita membawa dia ke rumah sakit?
Biar kuurus.
Ibu harus makan. Keluarlah.
Jangan pedulikan ibu. Badan ibu sakit semua.
Kenapa begitu tiba-tiba?
Karena ibu tidak terbiasa jika tidak bekerja.
Mau kubawakan makanan?
Ibu akan mengambilnya nanti. Jangan pedulikan ibu.
Bagaimana bisa aku tidak peduli?
Sadarkah Ibu akan perbuatan Ibu?
Apa maksudmu?
Siapa pria tua itu?
Apa yang telah Ibu lakukan sampai aku mendengar soal dia?
Ibu pikir keluarganya akan menerima Ibu?
Tidakkah Ibu memiliki harga diri?
Bisa-bisanya Ibu membiarkan diri Ibu disebut materialistis?
Tim kita akan makan siang di luar. Kamu mau makan apa?
Maaf. Aku ada urusan.
"Han Sung Samgyetang"
Aku membawakan Ibu samgyetang. Bangunlah.
Ibu tidak lapar.
Bangunlah. Ibu menyukai samgyetang.
Ini mahal.
Ayolah. - Tinggalkan saja dan pergilah.
Aku tidak akan pergi sampai Ibu menghabiskannya. Bangunlah.
Nanti saja.
Ibu hanya tidak enak badan. Tinggalkan ibu sendirian.
Kenapa kamu keluar selagi bekerja?
Ada apa dengan Ibu?
Aku tidak mau melihat Ibu begini.
Apa hebatnya pria tua itu?
Ibu belum lama mengenal dia.
Katanya hanya aku yang Ibu percayai. Apa semua itu bohong?
Aku tidak mau melihat Ibu begini.
Dal Pa, pergilah dan bersih-bersih terlebih dahulu.
Aku harus mampir ke rumahku.
Gab Soon. - Jika itu soal uang, hentikan.
Dia ketus.
Sampai jumpa.
Selamat datang.
"Samgyetang asli"
"Bubur ayam"
"Harga 7 dolar"
Aku pesan seporsi bubur ayam untuk dibawa pulang.
Baiklah.
Ibu.
Kenapa kamu membeli bubur ayam?
Aku membeli ini untuk Ibu.
Lain kali akan kubelikan samgyetang yang harganya mahal.
Aku pamit pergi.
Aku mendapatkan bubur ayam secara tiba-tiba.
Menurutku itu dibeli bukan untukmu.
Apa? - Kurasa dia menemukan bubur itu.
Belakangan ini aku selalu memakan makanan orang lain.
Ddol Ee, tiup lilinnya.
Hebat!
Ya, ampun.
Kamu bahkan lebih luar biasa daripada tentara yang pulang.
Aku bukti hidup. Itu benar.
Inikah alasan kamu bukti hidup?
Ddol Ee, hati-hati dengan mobil mulai sekarang.
Jagalah kesehatanmu.
Ddol Ee, kamu pasti senang karena mendapatkan hadiah.
Nenek lega.
Kamu hebat. Se Bang juga.
Ini bukan apa-apa. Kalian berdua yang hebat.
Aku merasa bersalah.
Aku merasa ini terjadi karena diriku.
Aku sangat kaget sampai sulit tidur berhari-hari.
Suamiku juga.
Maafkan aku karena memarahi kalian seperti itu di rumah sakit.
Semua orang pasti akan begitu.
Aku juga takut setengah mati pada saat itu.
Berkat kalian, aku semakin akrab dengan Ddol Ee.
Aku senang.
Ini bagaikan hadiah dari kalian.
Kini apa rencanamu?
Kamu tidak mungkin tinggal di sini. Tidak ada kamar yang tersisa.
Aku tidak bisa keluar dari sini. Jangan harap pindah ke kamarku.
Se Bang sudah menemukan rumah. Ayo kita mampir nanti.
Ajaklah aku.
Kamu lebih baik pergi bersama Ibu untuk melihat rumahnya.
Kalau kamu menyukainya, kita akan membeli rumahnya.
Benar. Pergilah.
Ya, ampun.
Andai aku bisa tinggal di rumah semacam ini.
Jika pria tua mengajak ibu tinggal di rumah seperti ini, ibu mau.
Ibu langsung meninggalkan ayahmu.
Kamu pikir pria tua tidak memiliki selera?
Apa?
Kamu harus menyadari kenyataan.
Pria waras mana yang mau mengajakmu tinggal di rumah semacam ini?
Masih ada wanita yang lebih muda dan lebih cantik.
Dasar mulutmu itu.
Astaga. Meski tidak mempunyai suami,
aku ingin memiliki sebuah rumah.
Jae Soon, kamu beruntung.
Uang memang hebat.
Bagaimana menurutmu?
Semua rumah sama saja.
Ada apa denganmu? Kenapa kamu tampak sedih?
Apa?
Jika ingin rujuk dengan Se Bang, kamu harus bahagia.
Kenapa kamu tampak terpaksa melakukan hal yang bukan kemauanmu?
Haruskah aku menari?
Ibu tidak memahami kamu.
Kamu pasti ingin rujuk karena kamu sudah datang kemari.
Jae Soon selalu mengatakan dia tidak mau makan.
Lalu saat semuanya sudah selesai, dia baru makan.
Kamu begitu menyedihkan.
Entah apa yang Se Bang lihat pada dirinya.
Ya, ampun.
Pasti ada sesuatu yang pria lihat pada dirinya.
Dia tidak tampak menarik baik dari depan atau belakang.
Tunggu aku, kamu yang tampak cantik dari belakang.
Bagaimana rumahnya?
Rumahnya bagus sekali.
Andai aku bisa tinggal di sana selama sehari saja, aku mau.
Entah kenapa aku malah tinggal di rumah semacam ini bertahun-tahun.
Itu hanya merusak seleraku.
Kamu tidak memiliki apa-apa selain selera.
Andai seseorang membelikanku rumah semacam itu.
Siapa? - Putra atau menantuku.
Aku tidak mengharapkan apa pun dari Gab Dol.
Akan sangat kuhargai jika salah satu dari mereka membelikanku rumah.
Mungkin Se Bang atau Se Gye.
Bermimpilah. Apa kata Jae Soon?
Entah dia menuruni watak siapa.
Seharusnya dia melihat sekeliling jika mau tinggal di sana.
Tapi dia hanya berdiri di sana bagaikan ikan di darat.
Seakan-akan dia orang yang tidak diundang.
Tidak ada gunanya.
Entah apa yang Se Bang lihat pada dirinya.
Akan jauh lebih aneh jika dia berteriak kegirangan.
Biarkan saja dia.
Dengan melihat responsnya, dia pasti mau kembali bersama lagi.
Kapan mereka membeli rumahnya? - Mereka akan segera membelinya.
Bagaimana cara Se Bang mendapatkan banyak uang?
Saat bercerai, selain utang, dia tidak mempunyai apa pun.
Aku ingin bertemu denganmu.
Bukan di rumah, tapi di luar.
Kamu menyukai rumahnya?
Ibu menyukainya.
Bukan ibumu. Aku menanyaimu.
Kalau kamu menyukainya, ayo kita beli rumahnya.
Sebelum itu, aku ingin bertanya.
Apa?
Kamu ingin hidup bersamaku?
Tidakkah kamu melihatnya?
Jangan libatkan anak kita, aku bertanya soal aku dan kamu.
Kamu yakin tentang kita?
Tentu saja. Kamu?
Kamu masih mencintai dia?
Apa maksudmu? - Aku mengerti.
Kamu hidup bersama dia lebih dari setahun.
Kalian pasti sudah saling mencintai.
Pasti itu tidak bisa hilang dengan mudah.
Aku tidak membicarakan pria itu. Aku membicarakan tentang kita.
Pria itu?
Tampaknya kamu masih mencintai dia.
Apakah kamu ragu karena dia?
Bukan begitu.
Bukankah kamu menikah karena utang?
Kurasa tidak.
Dia menyiksa anaknya sendiri sehingga anaknya diterapi.
Kenapa kamu masih mempertahankan pria semacam itu?
Beri tahu aku.
Bukankah kamu ragu
karena Jo Geum Sik atau siapa pun namanya?
Aku dan kamu
No comments yet. Be the first to leave one.