Paalam, Salamat

Paalam, Salamat

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Paalam Salamat 2025 WEBRip id
تعليق من Kudalumping
Durasi: 01:10:17

الوسوم

webdl
manually_transcribed
نشرت في: 2025-10-17
تنزيلات: 195
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Ini aku memasak untukmu,

ini tidak akan langsung membusuk.

Ini tidak akan langsung basi.

Sama seperti harapanku padamu.

Andeng, Ligaya.

Bahkan di saat tergelap sekalipun,

harapanku akan selalu ada,

dan tidak akan pernah goyah.

Andeng, Ligaya, maaf.

Jangan khawatir, dari pengumuman listrik akan menyala.

Ayo. Kita makan.

Nih, aku mau kau mencicipi adobo-ku.

Aku memasaknya untukmu.

Nah.

Ayo, makan.

Aku mau kau mencicipinya lebih dulu.

Jadi?

Bagaimana? Enak?

Agak hambar.

Ini hambar.

Oh tunggu, aku akan menambahkan lebih banyak kecap.

Andeng...

Andeng.

Peter, ini semua salahmu!

- Andeng. - Ini semua salahmu!

- Dasar binatang! - Tunggu, tenang dulu.

Tunggu Andeng, aku bukan Peter.

Aku bukan Peter.

Siapa kau?

Namaku Carlo, kau tidak ingat aku?

- Hah? - Aku Carlo.

Siapa Carlo?

Aku tidak mengenalmu.

Andeng...

- Aku tidak mengenalmu... - Andeng.

- Aku tidak mengenalmu! - Cukup, cukup.

Ssst... cukup.

Jangan takut, oke?

Ini aku Carlo, aku yang merawatmu.

Andeng cukup, tenang.

Ssst!

Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Ayo kita berdoa.

Ya Tuhan,

tolong sembuhkan hati Andeng.

Aku tidak akan pernah menyerah padamu.

Bahkan saat terkadang, kau tidak bisa mengingatku.

Cukup, oke?

Aku bisa merasakan kesedihanmu, Ligaya.

Bu.

Bahkan sebelumnya.

Aku bisa merasakannya.

Biskuit?

Bu, biskuit.

Ligaya anak yang malang.

Dia masih muda, tapi dia sendirian.

Kau tahu siapa saja yang layak mendapatkan belas kasih kita?

Siapa?

Helena.

Kau tahu, dia di neraka, karena dia bunuh diri.

Itu sebabnya rumah ini penuh dengan kesialan.

Jadi kau, Belen, dan putramu Carlo harus meninggalkan rumah ini.

Ibu dan anaknya itu terlilit hutang.

Ligaya tidak akan bisa membayarmu.

Aku tahu, aku sudah meminta Carlo mengemasi barang-barangnya,

kita tinggal menunggu upacara ini selesai, benar 'kan Carlo?

Ini, kopi?

Nih.

Sejak Peter,

percaya atau tidak,

aku mau menjauhkanmu dari tangan iblis itu.

Turut prihatin, Ligaya.

Sekarang bagaimana, kau sendirian.

Apa kau mau aku tinggal bersamamu?

Tidak, aku baik-baik saja.

Aduh.

Ada banyak orang jahat saat ini.

- Aku baik-baik saja. - Bu, kopi.

Bagaimanapun juga, kau mungkin tidak akan di sini lagi besok atau lusa.

Apa?

Kau tahu ibumu berutang banyak uang padaku.

Aku bisa mengambil rumah ini dan menggunakan untuk pinjamannya.

Tapi jangan khawatir, aku bisa memikirkan cara lain,

agar kau membayarku.

Tapi, siapa aku yang berani melakukan itu?

Aku ada di sana.

Tapi aku bukan bagian dari hidupmu.

Pada saat itu,

aku tahu yang kau butuhkan adalah keheningan.

Dan itu yang kuberikan padamu.

Ibu, apa itu kau?

Hanya itu yang bisa kulakukan.

Ibu?

Kenapa kau meninggalkanku?

Ibu.

Kenapa kau meninggalkanku?

Kurasa aku tidak sanggup sendirian, Bu.

Carlo, anakku.

Ibu.

Kenapa kau belum berpakaian?

Kita mungkin tidak bisa naik bus.

Ibu.

Aku tidak akan ikut saat ini.

Hah?

Kenapa?

Aku akan tinggal di sini saat ini,

Aku akan menemani...

Andeng, Ligaya.

Kau tidak bisa!

Ligaya tidak akan bisa membayarmu.

Dia bahkan hanya membayar sebagian kecil hutangnya,

dan bahkan berasal dari sumbangan acara peringatan.

Ayo pergi.

Bu, aku akan menyusul.

Duluan.

Nih.

Jaga dirimu baik-baik.

Jangan mengabaikan dirimu.

Iya, Bu. Terima kasih banyak.

Baiklah, aku duluan.

Tapi susul aku, oke?

Iya, Bu. Terima kasih.

Aku akan menunggu di sana, susul aku oke?

Ya, Bu. Kususul.

- Baiklah, aku pergi dulu, hati-hati. - Ya, Bu. Kau juga, hati-hati.

Iya, Bu. Kau juga, jaga diri ya.

Jaga dirimu, oke.

Sampai jumpa, Ibu.

Enak, 'kan?

Sampai dia menghilang dari hidupmu.

Tapi kutukan yang dibawanya tidak hilang.

Setiap malam, tubuhmu digunakan oleh lelaki yang berbeda.

Seolah-olah itu satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhanmu.

Tapi siapakah aku yang berhak menghakimimu, Ligaya?

Kau pemilik tubuhmu.

Dan di sinilah aku.

Hanya pembantu rumahan.

Tapi meskipun begitu,

aku tidak akan pernah meninggalkanmu.

Aku akan menunggu.

Aku akan menunggumu.

Nona Bebang.

Beri kami lebih banyak alkohol.

Alkohol kami hampir habis.

Aku di sini. Saat Carding menyiksamu…

Catat saja di tagihanku, aku belum punya uang.

Aku akan mengurusnya, Nona Bebang.

Aku tidak punya uang, Bung.

- Boleh aku minta? - Kenapa kau tidak memaksanya?

- Ada apa? - Dia sendirian di rumahnya.

Tidakkah kau pikir jika kau ke sana dia akan melebarkan kakinya?

Suatu hari nanti aku akan mencicipimu, Ligaya.

Benar.

Bersulang.

Hei!

Jangan bicara tentang Andeng, Ligaya seperti itu.

- Siapa orang ini? - Kau bersikap kasar.

Apa? Brengsek! Kau pikir kau siapa?

Perhatikan caramu bicara.

Kau hanya pembantu rumah, 'kan?

Seolah-olah kau tidak bermasturbasi membayangkan pelacur itu setiap malam.

Apa?

Kau kepo sekali.

Pergi saja, aku bisa kehilangan ketenanganku.

- Sialan kau. - Apa yang terjadi? Hentikan.

Aku akan menelepon polisi.

Lemah!

Jangan pedulikan mereka, Nona Bebang.

Tetaplah di sana!

Aku akan mencicipi nona Ligaya.

Hei bro, kau mau kemana?

Ke mana lagi kalau bukan mencicipi Ligaya!

Ligaya?

Ligaya?

Ligaya?

- Siapa kau? - Ligaya.

Ligaya, sekali saja!

Kali ini saja.

Keluar dari sini, kau mabuk.

Aku akan membayarmu, Ligaya.

Jangan melawannya.

Kubilang, aku tidak mau.

Kau suka ini, 'kan?

Sialan kau, kau hanya pelacur, kenapa kau bertingkah seperti itu?

Sudah kubilang, aku tidak mau.

Jangan melawannya.

Hei!

Kau mau ke mana?

Tetap di sini.

Berhenti melawan!

Hentikan.

Jangan melawan!

Aku sudah lama menantikan ini, Ligaya.

Kemari.

- Hentikan. - Ssst!

Sudah kubilang, diam saja, oke?

Kenapa kau tidak mendengarkanku?

Hei, dasar bajingan.

Sialan kau, kau pikir kau siapa?

Sialan kau.

Brengsek!

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left