أول 175 سطر.
- Tinggalkan pesan Anda setelah bip. - Sial.
Chiel? Chiel, dia menahannya.
Wanita jalang itu menahannya. Telepon aku. Telepon aku kembali.
Kuberi kau Ralph. Apa lagi yang kau mau?
Kau bisa bujuk Jaksa, tetapi aku tidak. Kau bekerja untukku, bukan sebaliknya.
Kami punya kesepakatan.
Membersihkan Amsterdam dan menyingkirkan semua apel busuk, bukan?
- Apa yang kau mau? - Ibu mertuamu.
Dan seluruh organisasinya.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
- Marina, bisa aku telepon kembali? - Tidak, ini hanya sebentar.
Aku punya pesanan lagi untukmu.
- Ya? - Dia mau Diana dan Velvet.
Kapan?
Mereka berangkat besok pagi dengan pesawat pribadi.
Velvet sudah dipesan.
Bahkan tidak untuk seratus ribu?
Xandra, kupikir ini yang kau mau. Meninggalkan kehidupan rendah Amsterdam.
Kita sepakat atau tidak?
- Akan kukirim Christine. - Bagus.
Sampai jumpa.
Di mana dia?
- Di mana dia? - Siapa?
- Putriku. Di mana dia? - Kau punya putri?
Lu?
Lu?
Lutje? Hei!
Lu?
Lu, ini aku. Di mana kau?
Lu. Lu!
Ke mana mereka pergi?
- Apa maksudmu? - Di mana Sylvia?
Aku tak tahu.
- Katakan! - Aku tak tahu.
Persetan kau.
Hei!
Hei!
Jalang kotor. Kemari.
Ayo.
Hai, kau masuk ke kotak suara Naomi. Aku tak bisa dihubungi, tinggalkan pesan.
Ya.
Naomi, ini Xandra, ibu Lulu. Kumohon, telepon aku bila sudah bangun.
Ini darurat.
Yang mana?
Pesawat pribadi!
Semoga tak ada turbulensi. Aku selalu mual di pesawat kecil.
Keren!
Sangat bagus.
- Ya? - Bagaimana?
Semua siap. Kami akan naik. Xandra, akan kuurus ini.
Baiklah.
- Kau melewatkan kesempatan. - Kau bukan pramutamu di sana. Ingat?
- Tentu bukan. - Telepon aku jika ada masalah.
- Karena kau tak memercayaiku? - Bukan itu maksudku.
- Berhati-hati sajalah. - Baik, Ibu. Sampai nanti.
Dengar...
Ada yang bisa bawa koper kita?
- Hai, Naomi. - Hai.
- Hai. - Apa kabar?
Kau harus menolongku.
Kau punya teleponnya?
Ya. Ini.
Ini. Silakan.
Aku punya kesan istrimu sangat membutuhkanmu.
Namun, reuni bahagia itu harus menunggu.
Telepon Sylvia dan paksa dia bicara.
Kau mau dia mengakui pembunuhan itu?
Lewat telepon?
Ya, benar.
Kau punya ide lebih baik?
Jika kau macam-macam, akan kuhajar kau.
Tenang.
- Menantu tersayangku. - Aku punya informasi untukmu.
- Daftar palsu lagi? - Tidak, aku ingin tunjukkan sesuatu.
Baiklah. Malam ini.
- Di mana? - Kau akan ditelepon.
Antwerpen.
- Belgia. - Apa?
Itu di luar wilayah hukumku.
Pastikan itu masuk wilayah hukummu.
- Sudah terima? - Ya.
Siapa pemuda itu?
Rachid. Sopir neneknya. Mungkin dia tahu keberadaannya.
Terima kasih.
Berdiri. Keluar.
Ayo.
Ayo.
Ayo, Nona-nona.
Ayo.
Cepat.
Cepat.
- Tolong! - Ayo.
Tolong.
- Hei. - Diam!
Kau tahu di mana nenekku?
Diam!
Boleh aku bertanya?
Kau tahu gedung ini?
Jalan kedua di kiri. Belok kanan, lalu...
Selamat datang. Ikuti aku.
Silakan. Layananmu dibutuhkan setelah makan malam.
Sementara itu, silakan bersantai di kolam.
Baik.
- Halo? - Ya?
Aku mencari Rachid.
Rachid yang mana?
Yang ini.
Kenapa?
Aku membutuhkannya.
- Mereka jalan-jalan di alun-alun. - Baik.
- Terima kasih. - Sebaiknya kau tak ke sana sendirian.
Sebaiknya sendirian.
Siapa yang tinggal di sini?
Orang yang berkelamin kecil.
Biarkan kelamin kecil itu membesar.
Boleh aku bertanya?
Sedang apa kau di sini?
Kau kenal dia?
- Rachid. - Kau tahu kau ada di mana?
Ya, aku tahu.
Kau kenal dia?
Kau kenal dia?
Rachid?
Kau kenal dia?
- Permisi. - Pria ini? Kau kenal dia?
Kau tahu di mana dia?
Tunjukkan kepadaku dengan jelas.
Dia tahu keberadaan putriku. Aku mencari putriku.
- Kau tahu di mana dia? Apa? - Kau punya uang?
Akan kuberikan semua uangku jika kau beri tahu keberadaannya. Paham?
Di mana dia?
Kau tahu tempat kerjanya?
Ayo.
Itu dia.
Baik. Terima kasih.
Rachid?
Hai.
Kau tahu di mana Lulu?
Hei!
- Di mana Lulu? - Siapa itu Lulu?
Di mana dia? Di mana Lulu?
- Di mana Sylvia? - Sylvia?
Entah apa yang kau takutkan, tetapi akan kulakukan yang lebih buruk.
- Katakan! - Rachid.
Katakan!
Baik, akan kubantu.
Maaf, Nona-nona.
Dua dari kalian ditunggu sejam lagi.
Baik. Terima kasih.
Bangun, Nona-nona.
Apakah itu dia?
- Mungkin. - Aku enggan pergi. Aku tak memercayainya.
- Anne? - Maaf, aku tak mau lakukan hal aneh.
- Ayo, Bibi, kita tak mau ini... - Tenang, Nona-nona.
Tak ada yang harus lakukan apa pun yang tak diinginkan,
tetapi aku lebih suka jika ada seseorang...
Akan kulakukan.
Bibi, kau yakin?
Ya.
Bibi?
Hanya dua tim.
Tidak, aku mengerti.
Ada masalah?
Entah apa kita bawa cukup orang.
Ya, lalu?
Begini...
Aku tak bisa jamin kau akan terlindungi.
Silakan.
Tuan?
Diana di sini untukmu.
Dan satunya lagi?
Dia sedang tak sehat.
Sekarang,
kau boleh pergi.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.