أول 200 سطر.
SELAMA PERANG DUNIA II, JERMAN MENDUDUKI PARIS SELAMA EMPAT TAHUN,
MEMAKSA PRANCIS UNTUK TUNDUK PADA KEWENANGAN DAN PENINDASAN NAZI.
KETIKA PERANG BERAKHIR, PERANCANG BUSANA YANG TIDAK DIKENAL
MUNCUL SEBAGAI IKON HARAPAN PRANCIS.
INILAH KISAH TENTANG BAGAIMANA KREASI
MEMBANTU MENGEMBALIKAN SEMANGAT DAN KEHIDUPAN KE DUNIA.
TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA
Sayang, tolong.
Aku tak peduli dengan perancang busana lain.
Mereka membuatku bosan. Selalu begitu.
Tapi Mademoiselle Chanel, dia Christian Dior.
Jangan.
Aku di sini untuk membahas House of Chanel. Kebangkitanku.
Koleksi pertamaku sejak kututup butikku pada awal perang.
Dior mendapat penghormatan di Sorbonne hari ini.
Apa kau tahu itu?
Untungnya, aku sama sekali tak tahu.
Mereka menampilkan
retrospeksi dari rancangannya yang paling terkenal,
sejak diluncurkan delapan tahun lalu.
Ya, aku...
Kudengar Monsieur Dior sangat gelisah akhir-akhir ini
bersembunyi dari dunia, terus-menerus merana,
karena dia tahu dia tak pantas menerima pujian.
Aku merasa kasihan pada mahasiswa yang terperangkap di Sorbonne
yang harus menderita karena menontonnya hari ini.
Dior.
Selamat pagi.
Mohon maaf atas keterlambatannya.
Kalian jelas terlihat bahagia sepertiku
untuk hari yang bersejarah ini.
Seharusnya tak akan lama lagi bagi Monsieur Dior.
Dior.
Ini semakin buruk. Aku butuh bantuanmu.
Astaga.
Dia tak mengizinkanku masuk, dan sekarang dia ingin membatalkan acara.
- Cecile. - Ya?
Berapa lama lagi gadis-gadis itu siap?
Kapan kau membutuhkan mereka?
Sekarang.
Madame Zehnacker?
Madame Bonjean. Kami akan memulai dengan peragaan busana,
dilanjutkan dengan ceramah Monsieur Dior.
Apa ada masalah?
Tidak, tak ada masalah.
Monsieur Dior hanya lebih suka cara ini.
Dior.
Itu dia, 'kan? Kartu Kematian.
Madame Delahaye, tolong beri tahu mereka. Aku...
Aku tak bisa keluar ke sana.
Dior.
Nona-nona, cepat. Tolong posisi pertama.
Cepat.
Madame, kita sudah sepakat, tak ada lagi ramalan hari ini.
Monsieur bersikeras.
Ya, dan aku juga bersikeras.
Kau seharusnya pergi setelah membawakan jimat keberuntungan Monsieur.
Hanya tinggal dua kartu lagi.
Tolong hentikan. Kalian berdua.
Christian, kau kehabisan waktu. Aku sudah menurunkan para model.
Hadirin sekalian, karya Christian Dior.
Kau tahu itu bukan berarti kematian yang sebenarnya.
Turun sekarang. Para mahasiswa ini muda, cantik dan hidup.
Mereka akan mengajukan pertanyaan, dan kau akan menjawab dengan brilian.
Dior!
Terima kasih.
Terima kasih.
Monsieur Dior.
Monsieur Dior.
Terima kasih.
Aku sangat senang menyambutmu,
perancang busana pertama yang berbicara di Sorbonne dalam 700 tahun sejarah kami.
Terima kasih.
Sebagai perancang busana paling terkenal di dunia selama hampir satu dekade,
apa kau senang dengan yang telah kau ciptakan dan revolusi yang kau mulai?
Yang kuinginkan hanyalah
merancang busana wanita paling indah
yang pernah ada.
Koleksi pertamamu pada tahun 1947 membantu umat manusia menemukan keindahan
dan keinginan untuk hidup kembali setelah penderitaan Perang Dunia II.
Itukah yang mereka ajarkan pada kalian?
Kami telah mengundang mahasiswa perancang busana terbaik
dari seluruh dunia untuk bergabung dengan kami di sini hari ini.
Ini jelas momen penting dalam hidupku. Terima kasih.
Monsieur, kita langsung saja, ya?
Pertanyaan pertama kami.
Monsieur Dior, halo.
Halo.
Coco Chanel akan kembali ke Paris minggu ini
setelah delapan tahun tinggal di pengasingan.
Dia perancang busana paling terkenal di dunia sebelum perang,
dan dia bersumpah akan merebut kembali takhta kerajaan couture -nya.
Bagaimana perasaanmu tentang hal itu?
Sepertinya aku harus mencari tempat lain untuk duduk.
Mode. Apa itu mode? Menurutmu Dior adalah mode?
Rancangan Dior sangat mewah.
Aku tak punya waktu untuk kemewahan.
Tidak, kesederhanaan, itulah gayaku.
Busana tak seharusnya mengenakan wanita. Wanitalah yang harus mengenakan busananya.
Dan sekarang, di usia 70 tahun, kau kembali bangkit.
Itu sangat menginspirasi.
Ayolah, Sayang. Aku tak akan pernah meninggalkan House of Chanel.
Tak akan pernah.
Aku membangunnya sendiri. Lihatlah semua yang kubuat.
Itulah satu-satunya milikku yang sesungguhnya.
Dan sekarang, aku dibutuhkan lebih dari sebelumnya.
Malah, Sayang... tulis ini...
Christian Dior merusak mode Prancis, dan aku kembali untuk menyelamatkannya.
Monsieur Dior?
Ya?
Benarkah pada masa pendudukan Jerman di Paris,
Coco Chanel menutup studionya
dan menolak merancang busana untuk istri Nazi
sementara kau terus merancang busana dan menghasilkan uang?
Mohon ajukan pertanyaan seputar mode.
Tidak, ini pertanyaan yang sangat bagus,
dan aku ingin menjawab pertanyaanmu.
Mademoiselle Chanel memiliki bisnisnya sendiri,
dan keputusannyalah untuk menutupnya.
Aku...
Sedangkan aku hanya seseorang yang bekerja untuk Lucien Lelong.
Bagi mereka yang hidup selama kacaunya perang...
empat tahun pendudukan Nazi, hari-hari tersuram dalam hidup kita...
Dan ya, kami memang menjual rancangan kami kepada istri dan pacar Nazi.
Itu benar,
tapi selalu ada kebenaran lain di balik itu.
3 TAHUN PENDUDUKAN NAZI DI PARIS
Mesdames dan messieurs,
jika kalian tak punya kartu jatah, kami tak dapat memberikan makanan.
Kumohon.
- Boleh aku mengantre di depanmu? - Tidak. Maaf.
- Setiap hari, makanannya semakin sedikit. - Kita semua juga merasakannya.
Aku harus memberi makan orang lain juga.
Kumohon... Ini... Kita semua juga kesulitan.
Tak ada lagi makanan! Sekarang ditutup.
Berhenti. Perlihatkan dokumenmu.
Kenapa kau semakin mengganggu kami?
Dokumenmu.
Kau melihatku lewat setiap hari.
Setidaknya, bisa kembalikan kameraku?
Mademoiselle. Maaf menghentikanmu, tapi kami harus melihat dokumenmu.
Sebentar.
Kau mau ke mana?
Bekerja.
- Bagaimana kabarmu pagi ini? - Hans, bagaimana kabar kita?
Bosan. Aku bosan.
Hans bosan.
Dan aku kesepian.
Bagaimana kabarmu, Mademoiselle?
Bosan atau kesepian?
Mungkin keduanya?
Aku pasti meninggalkannya di rumah.
Aku bisa mengambilnya saat istirahat makan siang.
Boleh kami ikut kau sekarang untuk memastikannya?
Apa ada di kamarmu?
Jika kau tak punya dokumenmu, kami harus menangkapmu.
Kumohon.
Ini hanya kesalahan kecil.
Kesalahan kecil butuh solusi kecil.
Jangan melawan. Akan sangat disayangkan jika kami harus menyakitimu.
Berhenti!
Kau pikir kau bisa berlari dengan sepatu bodoh itu?
Tolong, tidak.
- Hentikan, tidak! - Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Aku tak ingin melukaimu.
- Cepatlah. - Jangan bergerak.
Jangan bergerak.
Gunther!
Kau baik-baik saja? Kau berhasil. Perangkap itu berhasil.
- Dia berdarah. - Jean, ambil pistolnya.
- Catherine... - Tak apa-apa, itu bukan darahku.
Yang ini punya uang.
Bagus. Ambil.
Itulah solusi kecilmu.
Ayo pergi!
Vive la Résistance!
- Tolong! - Penyergapan!
Dua tentara Nazi tertembak. Perangkap Pemberontak!
Pergi dari jalanan sebelum mereka menangkap kalian!
- Ayo! - Ke arah mana?
- Hindari mereka! - Sebelah sini.
Tak bisa kembali ke asrama mahasiswa malam ini.
- Kau yakin ada kamar untukku? - Ya.
- Kami akan merawatmu. - Cepat, Jean.
Ayo, cepatlah.
Di mana suamimu? Kenapa dia tak bersamamu?
Di mana rumahmu?
- Di sana. - Pulanglah!
Semuanya masuk ke rumah!
Jangan keluar ke jalanan.
Pulanglah ke rumahmu. Sekarang. Pergi!
Kalian berdua, ke dalam. Sekarang.
- Minum. - Terima kasih.
Pulanglah!
Dari mana kita mendapatkan amunisi untuk ini?
Kami punya yang ini. Yang ini bagus untuk kami.
- Apa itu? - Di Jerman ini disebut...
Apa ada yang mengikutimu pulang?
- Tidak. - Kau yakin? Aku mendengar teriakan.
No comments yet. Be the first to leave one.