أول 200 سطر.
Opini peserta murni milik pribadi dan bukan opini produser.
Kisah pribadi sudah diizinkan.
Ramalan peserta tidak terbukti secara ilmiah
dan jangan dianggap saran profesional.
Pertarungan Sinergi.
Pembaca Nasib kedua yang diselamatkan silakan hadir.
- Astaga. - Siapa itu?
Siapa, ya?
Selamat datang kembali.
- Siapa? - Aku gelisah.
- Siapa? - Selamat datang kembali.
Aku penasaran.
Apa?
- Orang ini nyaris menang. - Noh Seulbi.
- Ya. - Dia mahir.
Dia juga memberi kesan kuat.
- Tebakannya juga bagus. - Ya.
- Aku mau menyelamatkan orang ini. - Ya.
Aku bisa melihat banyak syaman di keluargamu selama bergenerasi.
Keluarga syaman. Benar.
Aku sudah merinding.
Kau berada di ambang kematian.
Nasibmu berubah drastis saat usiamu lima tahun.
Dia terkenal sebagai anak kerasukan saat usianya lima tahun.
Hampir wafat.
HAMPIR WAFAT MENOLAK PANGGILAN
Apa?
Itu Seulbi.
- Itu Seulbi. - Seulbi?
Aku kaget.
Wah.
Tunggu, dia kembali? Serius?
Sungguh tak terduga.
Aku merinding saat Seulbi masuk.
Aku diberi peluang kedua.
Roh Nenekku dan aku bertekad.
Tuan Muda Bunga Plum dan Noh Seulbi
kembali ke Battle of Fates .
Selamat.
- Aku senang kalian kembali. - Selamat datang di sarang iblis.
Katanya "sarang iblis."
Ada ketegangan.
Suasananya berubah.
Aku agak bentrok dengan Seulbi,
jadi perasaanku campur aduk.
Kini, tim akan mulai dibentuk.
Empat tim itu adalah
Cheongryong,
Baekho,
Jujak,
dan Hyeonmu.
Semua ini mewakili Naga Biru,
Macan Putih,
Burung Merah,
dan Kura-Kura Hitam, yang semua merupakan hewan keramat.
Mereka dikenal sebagai 4 Dewa,
penjaga 4 mata angin.
- Wah. - Ah.
Semoga aku bergabung dengan seseorang yang akur dengan dewaku.
Kumohon. Bagaimana tim dibentuk?
Para 12 Pembaca Nasib.
Bentuklah tim sesuka kalian.
Ya ampun.
Kita bisa memutuskan sendiri?
Aku harus bagaimana?
Aku harus bersama siapa?
Pasti mereka tahu…
- gabungan mana yang terbaik. - Mereka akan tahu rekan tim yang baik.
Apa gabungan yang bagus?
Apa para syaman harus bersama?
Kurasa mereka akan bertengkar.
Pasti ada berbagai campuran.
- Aku mau bergabung denganmu, Bu. - Terima kasih.
Terima kasih.
- Jika menang, kita maju bersama. - Benar.
Aku bertekad bergabung dengan Monad.
Dia ahli tarot dan pembacaannya sangat akurat.
Saat kudengar "tunawisma", pikiran pertamaku adalah "tanpa rumah".
Tunawisma tak punya rumah.
Namun, untuk nomor 4, kartu menyiratkan dia tak punya rumah.
- Bagaimana tahu dengan tarot? - Bagaimana, ya?
Aku menarik kartu dan tak ada kartu negatif
antara pria dan wanita itu.
Kurasa mereka bukan putus karena ingin.
Kurasa ada semacam situasi.
Astaga.
Itu akurat sekali.
Kurasa kami akan cocok,
maka aku memilih Monad.
Kita harus masuk ruang mana?
- Yang merah bagaimana? - Sepertinya merah bagus.
BENDERA MERAH MENANDAKAN KEPASTIAN
- Mau duduk? - Tentu, ayo duduk.
- Ya? - Kita duduk?
- Terserah. Ayo duduk. - Ayo duduk.
Baiklah.
- Kau pilihan pertamaku. - Terima kasih.
Aku harus ke mana?
Ayo ikut kami.
Ayo ikut kami.
Ayolah. Selamat datang.
Menurut obanggi , "Bagus!"
- Baik. - Bagus!
Aku senang.
Kwon Sujin adalah manshin .
Dia pasti berpengetahuan dan punya banyak data.
Aku tak ragu memintanya bergabung.
Ayo lakukan bersama.
- Mereka sudah membuat tim? - Serius?
Secepat itu?
- Ini bagus. - Kemujuran ada di sisi kita.
Ayo mulai!
Astaga.
Aku harus ke mana?
- Nyonya Keinginan? - Ya?
- Mau bekerja sama? - Kita bersama?
- Mau ke ruang mana? - Yang merah sudah dipakai.
Pada babak kedua,
dewaku dan Nyonya Keinginan tampaknya akur.
Kurasa pembacaan kami akan serupa
dan pendekatan kami akan pertanyaannya pun serupa.
Itu sebabnya aku menemuinya dulu.
- Hijau bagaimana? - Ya, boleh.
Tampaknya bagus untukku.
Karena kami sama-sama syaman,
kurasa kami perlu pakar myungri (studi saju ).
Maka, aku berharap Pie bergabung,
tetapi aku tak yakin dia mau.
- Pie! Selamat datang. - Bergabunglah, Pie.
Ayo bekerja sama.
Selamat datang. Duduklah.
Aku senang bergabung dengan mereka.
Kurasa tim itu akan tenang tetapi kuat.
Tampaknya tim itu kuat.
Aku suka energi kita.
NYONYA KEINGINAN, PIE, TUAN MUDA BUNGA PLUM
Ini sulit sekali.
Aku cukup pemalu dan pendiam.
Aku tak suka salah 1 dari mereka,
maka kuanggap akan ada Pembaca Nasib
yang tak menyukaiku.
Maka, aku mengandalkan roh Nenekku
dan pergi ke tempat sesuai petunjuknya.
Ruang Macan Putih.
- Maka, aku… - Kita ke mana?
Aku mau ke ruang itu.
Sebab "kuning" dalam bahasa Korea seperti nama keluargaku.
Bagan kelahiranku ada 6 unsur Bumi,
yang dilambangkan oleh kuning.
Aku lahir pada hari Ular Kuning.
Jadi, kurasa itu takdir.
Aku masuk ke ruang kuning. Aku suka saja.
Aku mau ke ruang itu.
Maka aku berjalan maju,
tetapi Jiseon ke sana lebih dulu.
Aku akan duduk di ruang ini.
Aku harus bagaimana? Kuning itu energiku, maka aku masuk saja.
Apa? Dia bergabung dengan Tuan Muda Jiseon?
Apa? Tuan Muda Jiseon dan Noh Seulbi bergabung!
- Tuan Muda Jiseon? - Mereka berdua bersama?
- Serius? - Ya!
- Kau juga suka ruang ini? - Ya.
Aku tak mau bergabung dengan Noh Seulbi.
Tadinya dia lawanku.
Nak.
Ya, Bocah?
Kau menangis?
Jangan meremehkan orang lain.
Ini buruk.
Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya.
Aku harus ke mana?
Satu, dua.
Ya ampun!
Kenapa Tn. Kim ikut mereka?
Aku melakukan pembacaan kaki dan saju .
Aku bergabung dengan mereka
karena menurutku kedua syaman dan aku akan membuat sinergi bagus.
Ini mengejutkan.
- Jiseon yang termuda, beda usianya… - Benar.
- Jauh sekali. - Sudah pasti.
Aku akan duduk di tengah.
Kita harus membuat strategi.
Ya? Kita perlu strategi.
Mari buat strategi bersama.
KIM BAEKMUN, NOH SEULBI, TUAN MUDA JISEON
Tunggu.
Kita harus bagaimana?
Aku sangat suka Hannah.
Dia sopan dan pembacaannya bagus.
Seolhwa punya keberanian syaman pemula
dan aku suka itu.
Kau mau ke mana?
Dua syaman dan ahli tarot spiritual.
Pada dasarnya kami Avengers.
- Aku tertarik dengan biru. - Duduk di sini?
Biru membantu konsentrasi.
Tim Naga Biru juga tampak kuat.
Jelas mereka hebat.
Ayo lakukan!
SEOLHWA, LEE SOBIN, CHOI HANNAH
No comments yet. Be the first to leave one.