أول 200 سطر.
Anak muda.
Namaku
Lee Kang San!
Namaku
Lee Kang San.
Kang San.
Kang San!
Tidak mungkin.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Anda akan diarahkan...
Astaga. Dia tidak punya uang. Kira-kira ke mana dia?
Ayolah.
Apa itu?
Apa itu tangan Tuhan?
Kamu sudah pernah bertemu Tuhan?
Tolong beri tahu orang yang menulis novel ini
bahwa aku sudah menunggu selama 27 tahun.
"Jung Yong Dae"
Di mana kamu?
Aku di kantor polisi.
Aku di sini untuk menulis pernyataan terkait kasus No Myung Nam.
Sebenarnya, aku berniat meneleponmu soal itu.
Bagaimana kasusnya? Bagaimana No Myung Nam?
Dia menolak membuat pernyataan? Kenapa?
Itulah yang kudengar. Jadi, aku tidak tahu detailnya.
Aku yakin dia akan dibebaskan.
Putrinya adalah kaki tangannya.
Tidak mungkin ayahnya membiarkan dia ditangkap.
Bagaimanapun, dia anggota dewan.
Dia akan berusaha menutupi ini apa pun yang terjadi.
Penyebabnya adalah kekerasan dalam rumah tangga.
Tapi yang lebih penting,
ibumu melapor bahwa rumahnya dibobol.
Dibobol?
Bagaimana dengan ibuku? Dia baik-baik saja?
Dia baik-baik saja.
- Apa yang hilang? - Tidak ada.
Tidak ada?
Tidak ada yang dicuri?
Ada jejak bahwa rumahnya digeledah.
Tapi semua perhiasan seperti cincin emas dan kalung masih ada.
Aneh, bukan?
- Aneh. - Ada lagi yang aneh.
- Apa? - Ibumu mengingat
pelat nomor pembobol itu.
Tapi kendaraannya tidak terdaftar.
- Kendaraannya tidak terdaftar? - Dia bukan pencuri kelas teri.
Mungkinkah itu pria sama yang masuk ke ruang kerjamu?
- Pria yang sama? - Dia tidak mencuri apa pun darimu.
Ada yang terlintas di benakmu?
Ada, bukan?
- Ya. - Benarkah?
- Bukti. - Bukti apa?
Terlalu rumit untuk menjelaskannya lewat telepon.
Aku akan memeriksa ibuku.
Bisakah kamu mencari tahu apa yang terjadi pada No Myung Nam?
Apa hubungannya denganmu? Kenapa kamu peduli?
Dia juga terkait dengan ini. Tolong lakukan untukku.
Para bedebah ini sudah keterlaluan.
"KCSI"
Ini hanya foto yang diperbagus dengan beberapa data.
Mungkin tidak cocok, tapi fotonya akan ada di sana.
Baiklah.
Tentu saja, dia mungkin terlihat berbeda
berdasarkan kondisi kesehatannya, faktor eksternal, insiden,
dia pasti melalui masa pertumbuhan.
Tapi kesan atau auranya akan sama, bukan?
Kecuali dia mengalami kecelakaan atau menjalani operasi plastik.
Dia memang tampak tidak asing.
Wajahnya tampak pasaran.
Tunggu, rekaman kamera pengawas yang kuselidiki atas permintaanmu.
Kamu bisa memulihkannya?
Astaga, aku ingin memulihkan setidaknya sebagian.
Tapi rekamannya benar-benar rusak karena sengatan listrik. Ini.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Halo?
Apa ini Detektif Park Hyun Soo?
Ya. Siapa ini?
Aku
korban kecelakaan mobil.
Ya, aku ingat kamu. Aku memikirkan kabarmu.
Kabarmu baik?
Halo?
Bisakah aku menemukan keluargaku
jika aku tahu namaku?
Kamu ingat namamu?
Sepertinya begitu.
"Sepertinya"? Apa maksudmu?
Jika ingatanku benar,
aku seharusnya tidak berada di sini.
Apa maksudmu?
- Bisakah aku menemuimu sekarang? - Sekarang?
Sekarang aku tidak bisa.
Kamu tidak bisa memberitahuku di telepon?
Kurasa aku harus memberitahumu langsung.
Aku tidak akan punya waktu hari ini.
Siapa nama yang kamu ingat?
Aku akan meminta ke Divisi Wanita dan Kenakalan Remaja dahulu.
Halo?
Namaku Lee Kang San.
Lee Kang San?
Ya.
Lee Kang San.
Bisa periksa latar belakang seseorang untukku?
Seorang pria bernama Lee Kang San.
Tidak ada catatan sidik jari. Usianya antara 18 atau 19 tahun.
Atur pencariannya ke seluruh Seoul.
Ya, terima kasih.
Selamat.
Untuk apa?
Kalian menangkap pembunuh berantai.
Apa maksudmu?
Bukankah No Myung Nam pelakunya? Dalang penculikan itu.
Siapa yang bilang begitu?
Itu yang dikatakan Detektif Kang.
Bukan?
"Kantor Polisi Sowon Seoul"
"Pusat keselamatan dan kesejahteraan publik"
"Lingkungan di sekitar Gunung Oji"
"Simpul. Tali, jerat"
Kamu melewatkan intinya.
"Simpul. Tali, jerat"
Jangan sombong dan berpikir kamu tahu gambaran besarnya.
Kamu harus rendah hati.
"Barang-barang di dalam mulut"
Hanya dengan begitu kamu bisa melihat gambar tersembunyi.
"Barang-barang di dalam mulut, cincin"
Apa?
Kenapa kamu memeriksa kasus dua tahun lalu?
Aku merasa melewatkan sesuatu.
Apa?
"Unit Kejahatan Kekerasan Tim 3"
Mari bicara di luar.
Mari bicara di sini.
Apa kamu punya bukti
No Myung Nam membunuh Jeon Doo Hyun dan Shin Kyung Chul?
Ada apa ini?
Semua orang di kantor polisi mengatakan kita menangkap
pembunuh berantai, No Myung Nam.
Maksudmu aku yang menyebarkan?
Bukan itu intinya.
Karena kita sedang membahasnya, biar kucarikan untukmu.
Bukti bahwa No Myung Nam adalah pelakunya.
Apa kamu akan memaksanya
bersaksi palsu dengan keputusan yang kamu buat?
Hei.
Kami juga polisi baik sepertimu.
Beraninya kamu menceramahiku. Aku seniormu.
Pak, aku membuat kesalahan besar.
Aku yang bilang. Aku mengacau.
Aku pergi ke kantin. Juniorku bertanya kepadaku.
Aku hanya memberi tahu mereka bahwa ada kemungkinan dia pelakunya.
Ada motif.
Dia juga yakin No Myung Nam adalah pelakunya.
Tapi mereka tidak memercayaiku.
Jadi, aku menyebutkan namamu, Pak.
Astaga. Aku juga sangat membenci diriku.
Aku bermulut besar. Itu masalahku.
Aku pasti sudah gila.
Ini salahku. Maafkan aku.
Ini bukan salahmu. Jangan minta maaf.
Dia pelakunya.
Aku tidak peduli penculikan itu direncanakan atau tidak.
Dia mengancam Byun Jong Il
untuk mengungkap kebenaran di balik kasus Danau Sopyung.
Jeon Doo Hyun adalah saksi kasus itu.
Dia punya motif untuk membunuh.
Apa lagi yang kamu butuhkan?
Kamu tidak punya bukti atau pengakuannya.
- No Myung Nam punya hak. - Apa kamu begitu sombong?
Saat kamu di mejamu, bermain dengan pulpenmu,
aku harus melawan orang yang mencoba menusukku di lapangan.
Dia punya hak? Hanya manusia yang punya hak.
Bukan pembunuh!
Apa ini?
Dasar berandal.
- Hei, tenanglah. - Minggir.
Bagus.
Bagus.
Tim kita sungguh hebat.
Kapten Oh.
Jangan mendiskriminasi pria dan wanita.
Aku harus menjahit bibirmu.
Kenapa kamu menendangku lagi?
Sudah kubilang jaga mulutmu.
Kamu tidak lihat apa yang terjadi?
Para reporter menunggu untuk dapat berita tentang pembunuh berantai.
Kenapa kamu malah bergosip soal itu?
Kamu ingin kehilangan pekerjaanmu?
Haruskah aku memecatmu?
Kalian sulit dipercaya.
Siapa kamu?
Aku Polisi Senior Jung Yong Dae.
Aku di sini untuk menulis pernyataanku.
Sudah berapa lama kamu di sini?
Itu...
Bisakah kamu kembali nanti?
Tentu.
Maksudku...
Kenapa sibuk sekali di sini?
Hei,
No comments yet. Be the first to leave one.