أول 200 سطر.
Apa yang kamu perbuat kepada Kak Seong Hoon?
Kenapa kamu membuat mereka harus menggadaikan rumah?
Kamu sudah menemukan Seong Joon.
Kamu menemukan adikmu, Sang Woo.
Apa belum cukup? Kamu harus berhenti sekarang.
Apa kamu tidak lihat aku sudah berhenti?
Apa?
Kamu bilang
aku harus memberi waktu kepada Sang Woo.
Apa kamu tidak lihat aku sedang menunggu?
Apa menurutmu yang akan terjadi jika aku tidak menunggu?
Aku mencari adikku selama 23 tahun dan akhirnya menemukan dia.
Dengan lancang, dia membunuh ayahku
dan membesarkan adikku.
Entah dia melakukannya atas rasa bersalah atau trik kotor.
Dia yang memisahkan aku dan adikku.
Dia bahkan tidak minta maaf atau minta ampunanku.
Pamanku
bukan orang jahat.
Semua orang pernah khilaf. / - Kesalahannya bukan
mencoret dinding orang lain
atau berkelahi setelah dia mabuk.
Seorang ayah meninggal. Dua saudara terpisah.
Seluruh keluarga hancur.
Tapi aku masih menunggu. Kenapa?
Seperti katamu,
Sang Woo masih bersama keluarga itu.
Pikirmu aku ingin hidup di tempat kotor ini?
Pikirmu aku di sini karena ingin menatap rumah itu?
Aku
ingin meninggalkan tempat ini bersama Sang Woo secepatnya,
tapi aku menahan diri
hingga Sang Woo
bisa mengatasi sendiri perkaranya.
Jadi, tidak bisakah keluargamu tidak mengganggu aku?
Terutama kamu.
Jangan memancing amarahku.
Bisakah kamu tidak mengganggu aku?
Mana bisa aku membiarkanmu?
Pria jahat sepertimu akan menghancurkan keluargaku.
Bagaimana bisa kamu menyuruh aku tidak mengganggumu?
Lantas apa yang akan kamu perbuat dengan Kak Seong Hoon?
Hei!
Sial.
Apa maksudmu? Sudah 20 tahun berlalu.
Bukankah kamu membawanya kemari karena dia anakmu?
Kini kamu bilang dia bukan anakmu. Apa ucapanmu masuk akal?
Apa Seong Joon mengetahui hal ini?
Apa dia tahu bahwa kamu bukan ayahnya?
Hyung Seop! Jika membahas hal sepenting ini, bicaralah.
Kenapa kamu diam saja?
Lantas kenapa kamu bawa dia kemari?
Kamu waspada, maka kamu membawanya karena sesuatu.
Pasti ada alasannya.
Astaga.
Kamu membuat ibu menderita.
Kenapa?
Karena anak-anak membebani,
maka kamu muak dengan mereka?
Apa kamu berharap mereka bukan darah dagingmu?
Astaga.
Ada apa denganmu?
Aku sudah memeriksa jadwalnya.
Jadwal perjalanan bisnis ke luar negeri perlu penyesuaian.
Baiklah. Kita lakukan itu.
Produser Kim. Tolong serahkan anggaran produksi.
Aku segera membawanya.
Pelan-pelan makannya, nanti kamu salah cerna.
Kita bekerja untuk mencari makan.
Sudah pukul 23.00, tapi tidak bisa makan malam.
Entah apa yang aku lakukan.
Tapi sejak dia kembali, semua berjalan lancar.
Aku bersyukur untuk ini.
Apa ini? / - Apa? Apa itu?
Direktur Han, aku baru menerima naskahnya Dong Hui.
Lihat. / - Kamu serius?
Dia selama ini menulis?
Apa kamu yakin? / - Ini alamat surel Dong Hui.
Kenapa dia bersembunyi seperti ini?
Haruskah kita melacak alamat IP-nya dan mencari dia?
Di mana...
Apa yang terjadi? Ada apa dengan dia?
Aku pergi sekarang.
Anda mau ke mana? / - Direktur Han!
Nenek, aku akan berjalan-jalan.
Jangan pergi terlalu jauh.
Ya.
Dong Hui!
Mustahil.
Biar aku lihat wajahmu.
Kamu tambah jelek.
Serius?
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu, Dong Hui.
Bagaimana kamu tahu aku di sini?
Berkat kamu
yang tidak lupa tugasmu sebagai penulis.
Aku menemukanmu karena kamu mengirim naskah episode 5 dan 6.
Maafkan aku.
Seharusnya aku menemanimu.
Nenekmu marah, bukan?
Ya.
Dia melarangku pergi dari rumah atau menulis naskah.
Bagaimana keadaan di rumahmu?
Sangat berantakan.
Kurasa kita membuat masalah besar.
Tentu, ini masalah serius.
Masalahnya aku mencintai Penulis Oh Dong Hui yang jelek.
Hei.
Wajahmu memerah karena kamu
malu atau marah?
Karena aku marah.
Kenapa kamu terus mengatakan aku jelek?
Becerminlah. Setampan apa kamu?
Kamu keterlaluan.
Kita sudah lama tidak bertemu.
Baiklah.
Jika aku terus mengatakan kamu cantik,
aku bisa berakhir tinggal di sini denganmu.
Saat kita bertemu tadi,
sosok yang mungil berlari ke arahku.
Menurutku dia cantik.
Itu sebabnya aku terus mengatakan kamu jelek.
Jika tidak,
aku akan sulit menahan diri darimu.
Aku sempat ingin berlibur denganmu.
Lihatlah. Kita bersama di pantai.
Bagaimana perusahaan?
Jangan mencemaskan itu. Fokuslah saja menulis.
Kirimkan saja naskah tepat waktu seperti tadi malam.
Kenapa saat itu kamu tidak bisa kuhubungi?
Apa masalah dengan ayahmu sudah selesai?
Sebenarnya,
aku menemukan kakakku.
Sungguh?
Bagaimana? Kamu sudah menemuinya?
Sudah.
Ini berita bagus. Aku turut bahagia.
Selamat.
Aku tidak yakin
apakah ini berita bagus atau buruk.
Aku belum tahu.
Kenapa kamu berpikir begitu?
Dia tetap kakakmu.
Dia keluargamu.
Direktur.
Bangun. Aku frustrasi. Mari berlomba.
Apa?
Yang pertama sampai sana boleh mengatakan apa pun,
dan yang kalah harus mendengarkan.
Kamu hendak memberitahuku apa?
Entahlah.
Bersiap.
Mulai.
Tunggu!
Jangan mulai lebih dahulu.
Larimu cepat.
Sampai mana kita akan berlari?
Sampai sebelah sana.
Ayo.
Kenapa Direktur Han belum kembali?
Dia pergi ke mana?
Apa dia sungguh mengejar Dong Hui?
Dong Hui sangat gigih, bukan? - synced and ripped by anyHOW -
Aku setuju.
Kenapa dia enggan membuka diri kepada publik?
Benar. Dia tidak cantik atau seksi.
Mungkin bekerja sebagai penulis anonim lebih baik untuknya.
Bagaimana kamu bisa begitu kejam?
Siapa menaruh naskahnya Dong Hui di mejaku?
Aku yang menaruhnya.
Dong Hui mengirimkan naskahnya lewat surel.
Apa?
Apa Direktur Han juga tahu ini?
Ya. Dia di sini saat surel datang.
Dia di mana sekarang?
Dia begitu licik.
Apa yang diam-diam dia lakukan?
Beraninya dia...
Apa yang kamu lakukan?
Oh Gui Boon sudah beberapa hari menghilang.
Apa kamu menganggap ini main-main?
Maafkan aku, Pak.
Kurasa dia di tempat yang sangat tersembunyi.
Dia sapi tua yang menjengkelkan.
Kapan kamu datang kemari?
Kamu memegang apa?
Ini skenario Penulis Choi.
Dia bekerja dengan baik, bukan?
Tentu saja.
Apa yang membuat Ayah begitu kesal?
Tidak penting.
Mereka sangat tidak disiplin belakangan ini.
Ayah.
Kamu di mana?
Maafkan aku, Kak.
Katakan kamu di mana!
Apa Nenek tidak apa-apa?
Apa dia sehat?
Ya. Dia sehat.
No comments yet. Be the first to leave one.