أول 200 سطر.
Kompetisi pohon natal telah dibuka kembali!
Hadirin, silahkan beri tepuk tangan!
Meski kurang kreatif, kalau diliat-liat...
...Desain Qi Yue... /Penuh perasaan.
Itu karena Ahmon yang buat.
Lihat, biasa aja sampai bosen liatnya...
Tapi dia bisa mencuri perhatian kita.
Perasaan ini... Apa ya?
Kebahagiaan.
Hanya saja menurutku pohon natal harus mewakili kebahagiaan.
Mungkin hanya orang yang punya pemikiran polos yang bisa mengerti...
Kebahagiaan seperti itu.
Baiklah. Cabut dulu. Sampai besok. Dah.
Ahmon!
- Apa? - Semangat!
Lebih baik dia menggunggkapkan apa yang benar-benar dirasakannya...
Atau bersikap seperti anak nakal yg manja.
Aku ingin Ahmon tetap seperti itu. Tidak menutup dirinya.
Cepatlah. Aku kelaparan.
Baiklah. Bentar lagi.
Berapa banyak kau tahu soal Ahmon?
Ahmon... Bisa tidak jangan selalu kau simpan?
Kau tidak mau menceritakan soal Ahrang padaku,
Apa karena kita akan menjadi keluarga...
Atau ada alasan yang lain?
Bisa tidak urus urusanmu sendiri saja?
- Ahmon. - Dan...
Bisa tidak jangan kepo?
Bukannya itu kekanak-kanakan?
Itu karena aku khawatir padamu!
Aku tidak tahu masa lalumu.
Dan aku tidak tahu apa yang kau pikirkan.
Yang kutahu... kau menutup dirimu sendiri.
Berpura-pura mengabaikan apa yang kulihat, aku tidak bisa.
Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.
Tidak peduli sekuat apa Ahmon,
Dia juga punya kelemahan.
Kau dan Ahrang, apa yang sudah terjadi diantara kalian?
Ceritakan padaku, Ahmon.
Bukan urusanmu!
Ahrang, waktunya belajar.
Bahkan dengan dia menutup pintunya. Aku masih belum mengerti juga.
Aku hanya bisa berdiri konyol diluar dan berfikir bagaimana...
Bagaimana kalau pintu itu... tidak pernah terbuka?
Aku pulang. Makanlah selagi masih panas. Qi Yue.
Maaf, Kami sudah tutup... Qi Yue!
- Kenapa kau kesini? - Terimakasih.
Anak baik.
Makanlah mumpung masih panas.
Ini.
Bos. Sudahlah. Ini saja sudah cukup.
Jarang-jarang anakmu mampir. Akan kuambil sisanya, selebihnya kita bisa makan.
Anda baik sekali.
Ibu, ibu tahu soal Ahrang?
Masih salah.
Baru saja dibahas.
Ulangi.
Cukup. Aku tidak mau.
Maksudmu...
Kau tidak mau masuk ke kampusnya Ahmon?
Bisa diam tidak?!
Kubilang sudah cukup?!
Kau benar. Kurasa... Lebih baik kau menyerah saja.
Menyamakan dirimu dengan Ahmon, dan permainan balas dendam,
Jika kau lanjutkan permainan ini, hanya akan membuang-buang waktu.
Kau hanya menyakiti dirimu sendiri.
Kau ingin mengkhianatiku?
Bukankah kau bilang kau akan mendukungku?
Orang yang seharusnya menyerah adalah kau.
Kalau bukan untuk Meijin, aku tidak mau membuang-buang waktu disini.
Aku tahu kau mencintai ibuku. Tapi, apa kau tidak lelah?
Menunggu cinta seseorang yang tidak mencintaimu?
Itulah kenapa aku memahamimu.
Membiarkanmu melakukan semua ini.
Aku tidak akan memaafkannya.
Ini semua salahnya aku seperti ini.
Dan sekarang dia akan hidup bahagia bersama keluarga barunya?
Aku tidak akan pernah biarkan dia bahagia.
Jadi Ahrang adalah putra Yoo Hui yang satu lagi?
Ibu ingat dia lebih muda 2 tahun dari Ahmon.
Setelah Yoo Hui dan istrinya bercerai,
Ahrang tinggal bersama ibunya.
- Apa mereka dekat? - Entahlah.
Kenapa tiba-tiba kau bertanya soal itu?
Kenapa? Memangnya ibu tidak mau tahu? Ini ada hubungannya dengan paman.
Aku tidak ingin memaksa harus tahu mengenai masa lalu Yoo Hui.
Bukan karena ibu tidak mau tahu,
Tapi karena ibu lebih memikirkan cintanya pada ibu dan cintanya ibu kepadanya.
Sudahlah. Masa lalu? Siapa yang tidak punya masa lalu?
Tidak memaksanya untuk cerita.
Apa karena... ibu sudah cukup dengan dicintai?
Aku... apa karena aku tidak tahu, Makanya aku merasa tidak tenang?
Ahmon... jangan memasang tatapan seperti itu.
Saat kau seperti itu, kau menganggap semua orang sebagai musuhmu.
Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini...
Aku jadi takut bicara dengannya.
Meskipun dari jarak jauh.
Dasar bodoh! Bukumu terbalik tahu.
Pantesan dia tahu.
Aduh! Kenapa rasanya kita sedang berada di medan perang?
Yang Ping, Ahmon kenapa?
Sudah lama dia tidak bersikap seperti itu.
Sibuk ngapain?
- Apa maksud... - Berhenti berpura-pura.
Ahrang sampai ke kampus ini itu pasti ulahmu.
Kau berlebihan.
Aku hanya menerima permintaan ibumu untuk membantunya belajar.
Oh. Pastinya sulit...
Menjadi guru anak itu,
untuk menantangku, dan membantunya menjebakku.
Jadi kau sudah tahu soal itu...
Dan masih berpura-pura tidak mengakui keberadannya.
Kenapa kau tidak tanyakan padanya...
Kenapa dia melakukan kekonyolan ini? Kau...
Dia tidak ada hubungan apapun denganku! Dia bukan lagi adikku.
Kau ternyata ketakutan menghadapi Ahrang.
Setiap kali kau melihatnya,
Dia mengingatkanmu... mengingatkanmu...
Mengingatkanmu kalau kau dibenci oleh ibumu.
Dibanding Ahrang, kau lebih menyedihkan.
Terluka? Bagaimana dia bisa terluka?
Tangannya berdarah. Dia melukai dirinya sendiri.
Kenapa dia melukai diri sendiri?
Aku tidak tahu. Aku rasa...
Dia kembali seperti dirinya sewaktu SMA.
Tidak ada yang berani mendekatinya.
Meski kami selalu bersama, dia suka menyendiri.
Sikapnya itu...
Kalau terus berlanjut, dia akan semakin menjauh dari kita.
Tidak. Ahmon tidak akan kemana-mana.
Tapi, Qi Yue, aku sangat mengkhawatirkannya.
Karena dulu, dia menyembunyikan diri.
Kami tidak bisa menemukannya.
Dia bilang akan bersamaku. Dia tidak akan meninggalkanku...
Itu yang dikatakannya.
Aku tidak mau dia sendirian.
Jadi kau disini.
Ada apa?
Kudengar kau terluka.
Bukankah sudah kubilang jangan kepo?
Tapi semua orang khawatir padamu.
Jangan dibesar-besarkan. Tanganku cuma tergores sedikit.
Coba kulihat.
Kenapa kau bisa sampai melukai tanganmu sendiri?!
Tangan yang sudah bermain gitar.
Tangan yang sudah bermain basket.
Tangan yang sudah membuat pohon natal.
Tangan yang sudah menggandengku.
Bagaimana kau bisa sampai membiarkan tangan itu terluka?
- Lepaskan. - Tidak mau.
Aku tidak mau kau sendirian.
Aku janji aku tidak akan bertanya apa-apa lagi.
Tolong jangan ulangi lagi.
Kumohon... jangan sakiti dirimu sendiri.
Karena tubuhmu pasti akan sedih.
Aku gunakan ini untuk membalut tanganku.
Kau membawa selendangku?
Sudah kuanggap selendang ini sebagai selendang keberuntunganku.
Kenapa semuanya kau pikirkan? Mudah khawatir, cepat menangis.
Setiap kali aku bersamamu,
Kau selalu membuatku tersadar.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan padamu.
Bahkan disentuh sedikit...
Dia meragukan akibat dari sentuhan itu.
Jangan merasa tersakiti atau sedih.
Lepaskan dan biarkan luka itu terobati.
Qi Yue, kau tahu orang yang sudah merusak proyek kami adalah Ahrang?
- Kau juga sudah tahu? - Maaf sudah membuatmu khawatir.
Kenapa memintamaaf? Kaulah orang yang sudah terluka benar 'kan?
Ahrang sengaja melakukannya untukmu.
Aku tidak peduli, karena... Aku sudah melukainya duluan.
Sewaktu kami masih kecil...
Berikan!
Aku mendorong Ahrang dengan kuat. Tubuhnya menyenggol vas.
Pecahan vas berantakan di atas lantai,
Dan mengakibatkan dia terluka serius.
Lehernya masih membekas luka itu.
Aku... Kurasa bekas luka itu tidak akan pernah hilang.
Jadi dia memang pantas membenciku.
Benci?
Tapi tatapannya waktu itu, lebih dari sekedar benci.
Ahrang.
Apa yang kau lakukan?
Berita di kampus ini cepat menyebarnya 'kan?
Mau kukirimkan CD ini ke rumahmu?
Atau... Aku harus membeli siaran tv untuk menyiarkannya?
Dan tamatlah riwayat kalian.
Kupastikan publik akan berkomentar miring...
Karena kalian akan segera menjadi saudara.
Kalau kami tidak bisa bersama,
Untuk apa aku memilihnya!
Kenapa semua yang kulakukan tidak pernah kau anggap?
Karena tidak akan ada yang berubah.
Apa kau lupa aku adalah adikmu?!
Kalau aku bisa, aku juga ingin menganggapmu adikku.
Kulakukan ini agar kau mau melihatku dan menganggapku.
Aku menginginkan seorang abang!
Aku tidak ingin melihatmu.
Setiap kali aku melihatmu, kehadiranmu...
Mengingatkanku pada keburukanku.
No comments yet. Be the first to leave one.