The Joseon Gunman

The Joseon Gunman (조선 총잡이)

تنزيل الترجمة Indonesian

معلومات الإصدار

Joseon Shooter E04 LIMO
تعليق من leavest
kunjungi http://idfl.me, orang-gak-penting.blogspot.com

الوسوم

other
نشرت في: 2014-07-10
تنزيلات: 31
ضعاف السمع: No

معاينة ترجمة Indonesian

أول 200 سطر.

Dia akan segera tiba.

Lihatlah baik-baik...

...bagaimana ayahmu akan mati.

Kau hanya umpan.

Dia akan ditembak oleh penembak lain saat dia berlari untuk menangkapku.

Tepat di depan matamu.

Ayah! Ayah!

Itu Gunung Baek.

Ingat baik-baik...

...ada dua penembak yang tersisa.

Kita juga berdua. Ini pertarungan seimbang.

Aku akan berjalan lurus.

Ya, kalau begitu aku akan berjalan memutar dari belakang.

Aku akan menyerang dari belakang.

- Hati-hati. - Ayah juga.

Tujuan kita adalah Gunung Hwagye.

Sekarang, berangkat!

Ini sudah hampir waktunya ayahmu tiba.

Keluarlah!

Putrimu ada di sini!

Kemari dan bawalah dia!

Aku tahu kau ada di sini!

Lalu apa yang kau takutkan?

Ayah!

Ya, Yeon Ha.

Kau baik-baik saja?

Yeon Ha!

- Kakak! - Yeon Ha.

Sekarang, kita pergi.

Ayo pergi.

Pergilah duluan. Aku akan mengejar mereka.

Ayah, mari pergi sama-sama.

Jangan khawatir.

Ayah yang harus pergi. Aku yang akan...

Pergi!

- Ayah! - Ayah!

Ayah!

Ayo, Yeon Ha.

Apa kalian mendengarku?

Membunuh Park Jin Han bukanlah tujuan kita.

Kita harus membuat Yang Mulia bertekuk lutut di hadapan kita.

Agar dia takkan pernah bisa menentang kita.

Baik, Tuan Kim.

Saya akan mempersiapkan itu.

Jika kau bergerak sendirian, itu akan terlalu terang-terangan.

- Kalau begitu... - Fokuslah pada penyelesaiannya saja.

Saya akan menangani Peradilan Istana

Saya akan menangani para pejabat.

Saya akan membuat mereka diam terlebih dulu.

Pastikan tak ada kesalahan.

Jika ada satu saja kesalahan, mungkin kita akan menghadapi hukuman mati.

Baik, Tuan.

Selamat datang kembali.

Tentu.

Itu... Tuan Muda dari istri kedua ada di sini.

- Bagaimana kabar... - Cukup.

Kudengar kau sudah mampir.

Ya. Aku mampir langsung setelah kembali dari Jepang.

Ayah sedang keluar, jadi aku pergi tanpa menemui Ayah.

Jadi, kenapa datang lagi?

Apa kau punya alasan khusus sampai harus bertemu denganku?

Tentu aku harus memberi salam...

Kau tak perlu melakukan itu.

Kau mengoceh 'revolusi' setiap kali kau membuka mulutmu.

Jadi, kenapa kau merepotkan diri pada tata krama dan adat kuno?

Bukankah kau berpikir semuanya perlu diubah dan dibolak-balik?

Pergilah.

Lakukan apapun yang kau mau dan lihat apakah dunia berubah sesuai rencanamu.

Sudah wajar... anak dari selir selalu tak menurut.

Jangan mengkhayal dan menganggap dirimu sebagai perintis.

Sebenarnya, kau hanya pecundang yang iri pada apa yang dimiliki oleh anak sah.

Tanamkan itu dalam pikiranmu.

Saya tak pernah menemui beliau dengan nyaman.

Beliau... selalu kasar pada saya.

Itu sudah wajar baginya.

Putranya mengambil jalan yang tidak dia inginkan.

Bagaimanapun, kupikir ini ide bagus, menyembunyikan identitas keluargamu untuk sementara.

Meski sebagai putra selir...

...jika kau memimpin 'Penyetaraan' sebagai putra dari Penasihat Negara Kim Byung Jae...

...tak seorangpun akan percaya padamu.

Lalu...

Aku akan memperkenalkanmu sebagai pewaris keluarga yang sudah hancur.

- Aku juga akan berkata begitu pada Juru Tafsir Jung. - Tapi, Guru...

Hanya sementara. Sampai orang-orang menyadari tujuanmu yang sebenarnya.

Bertahanlah hingga saat itu.

Soo In!

- Benarkah itu? - Ya.

Itu semua gara-gara aku.

Andai saja aku tak melakukan hal tak berguna...

Andai saja kami tidak pergi keluar...

Jadi, sedari tadi kau berdiri berjaga di depan pintu?

Ya. Aku terlalu gelisah sampai aku tak bisa duduk tenang di kamar.

- Kakak? - Ya.

- Tolong bawa aku... - Itu bisa berbahaya.

Para prajurit juga pergi ke sana. Kita cukup sampai di dekatnya saja.

Aku hanya ingin memeriksa apa mereka masih hidup.

Kakak...

Aku sudah mengajarimu cara menunggang kuda, kan?

Terus ikuti jalan yang lebar.

Kau akan bertemu Pengawal Istana saat kau dekat dengan gerbang kota.

Gunung Baek. Katakan itu pada mereka.

- Kakak... - Jangan khawatir.

Akan kupastikan untuk kembali bersama Ayah.

Kau percaya padaku, 'kan?

Ini.

Pegangan yang erat.

Ayah!

Ayah!

Ayah baik-baik saja?

Aku tak apa-apa.

Aku masih sanggup.

Kenapa kau kembali? Bagaimana dengan Yeon Ha?

Jangan khawatir. Aku mengirimnya pulang dengan kuda.

Siapa sebenarnya mereka?

Aku masih belum tahu.

Kurasa mereka terkait dengan Kelompok Pedagang Gyeonggi.

Aku masih menyelidikinya.

Kelompok Pedagang Gyeonggi...

Aku melukai tangan kiri salah satu dari mereka.

Pasti akan ada bekas lukanya.

Dia adalah penembak yang mencoba membunuh Soo In dan kau saat itu.

Tolong bertahanlah sebentar lagi.

Yeon Ha sudah pergi, jadi para pengawal istana akan segera kemari.

L e a v e s t

Mereka masih mencarinya.

Kukira semua orang sudah turun dari gunung sekarang.

Kurasa ada yang tidak beres.

Kita tunggu dulu.

Yeon Ha!

- Yeon Ha... - Kakak...

- Kau baik-baik saja? Apa kau terluka? - Aku tak apa-apa.

Kakak, bagaimana dengan para prajurit?

Kakak dan Ayah masih bertarung. Kita harus menolong mereka secepatnya!

Aku akan berlari mengejar mereka ke gunung.

Kita tak punya waktu lagi.

Maafkan aku.

Keluargaku mengalami semua kesulitan ini karena aku.

Kenapa Ayah berkata begitu tiba-tiba?

- Tolong hentikan. - Tidak.

Itu benar.

Ibumu meninggal karena aku.

- Ayah! - Aku ingin menyelamatkannya.

Tapi...

...itu tak berjalan sesuai rencanaku.

Katakan padaku.

Apa alasanmu tidak menyerang para pencuri itu setelah mengepung mereka di gunung?

Mereka memiliki tawanan.

Saya tidak bisa membiarkan tawanan yang tak berdosa mati.

Omong kosong!

Kau pikir aku tak tahu kalau dia adalah keluargamu?

Tuan! Itu yang selalu saya lakukan sekalipun dia bukan keluarga saya.

Diam! Bereskan mereka sebelum Gubernur tiba di sini.

Jika tidak, kau dan anak buahmu akan dihukum di pengadilan militer.

Tuan.

Mulailah penyerangan dua jam lagi.

Tuan, mereka menyandera istri Anda.

Aku akan menyelamatkannya.

Aku berlari padanya.

Aku merasa terdesak, jadi aku pergi dengan tergesa-gesa.

Itulah kesalahanku.

Kita mendapatkannya!

Istriku!

Istriku!

Apa kau memang...

Jangan sentuh dia!

Istriku!

Malam itu... untuk pertama kalinya aku menyesal menjadi seorang prajurit.

Untuk pertama kalinya...

Aku menangis semalaman.

Kenapa...

Kenapa Ayah baru mengatakannya padaku sekarang?

Kenapa Ayah membiarkanku membencimu?

Alasan apa yang kubutuhkan?

Pada akhirnya, aku tetap tak sanggup menyelamatkan ibumu.

Jika aku tak dihukum, setidaknya dengan cara itu, aku takkan mampu menanggungnya.

Maafkan aku. Ampuni aku.

Maafkan ayahmu.

Para pengawal istana ada di sini.

Aku akan membawa mereka.

Itu mereka!

Mereka berjalan ke arah sini.

Kita tak punya panah lagi.

Jika mereka menemukan gua ini, itu akan membahayakan kita.

Kita bisa menanganinya satu lawan satu. Kita bisa bertahan sedikit lebih lama.

Aku yang akan mengurus mereka.

Akulah sasaran mereka.

- Ayah... - Kita tak perlu mati bersama-sama!

Aku tak apa-apa sekarang.

Bahumu sudah menjadi lebar, jadi sekarang aku bisa merasa tenang.

Kurasa aku bisa tenang jika aku menyusul ibumu sekarang.

Tolong hentikan.

Dengarkan aku!

- Harus ada yang merawat Yeon Ha! - Ayah!

Pastikan Yeon Ha tidak terlalu sering menangis.

Aku tak mau. Aku berjanji pada Yeon Ha bahwa kita akan kembali bersama-sama!

Aku takkan pernah pergi sendirian!

Maafkan aku.

Di sana.

Ayah!

Ya, ini aku.

More Indonesian subtitles for The Joseon Gunman

التعليقات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left