أول 200 سطر.
"Puisi Pushkin"
Barang bawaan?
Semoga selamat di perjalanan, dokter.
Namaku Nicolai Borodinski, Aku dari Rusia.
Aku sedang dalam perjalanan dari Moskow ke Paris.
Tolong, satu malam. Terima kasih.
Kau harus bayar di muka.
Selamat tinggal.
Selamat sore.
Selamat malam.
Rusia? Aku juga.
Kamu dari mana?
Odintsovo, dekat dengan Moskow.
Aku dari Novgorod.
Kau tak menanyaiku apakah aku ingin minum?
Maafkan aku.
Kau ingin minum apa?
Dan apa yang membawamu kemari?
Aku sedang dalam perjalanan ke Paris.
Untuk belajar, ilmu pengetahuan - kedokteran.
Dan untuk meningkatkan bahasa Perancisku.
Seorang dokter.
Aku juga ingin pergi ke Paris.
Mengikuti cintaku.
Tapi dia ternyata bajingan.
Dan sekarang aku terjebak di rawa ini. Dasar bodoh.
Cinta menghancurkan segalanya.
Cinta adalah sebuah ilusi.
Kenapa kau tak kembali ke Rusia?
Itu panjang ceritannya.
Aku akan kembali, ke Moskow. Beberapa tahun lagi.
Saat Aku sudah menyelesaikan pendidikanku.
Kau sudah rindu kampung halaman.
Tapi waktu berjalan begitu cepat.
Mungkin aku akan bertemu denganmu lagi.
Dalam perjalananmu pulang sebagai dokter.
Maka aku akan pergi denganmu.
Aku Nina.
Borodinski... Nicolai.
Kenalkan, Bruno.
Dia terobsesi denganku.
Seorang bajingan bodoh dan sangat pencemburu.
Apa yang dia katakan?
Apa yang kau katakan?
Namanya adalah Elise.
Dan itu si Bangsawan.
Dia bukan seorang bangsawan sungguhan, ia membeli gelarnya.
Seperti dia membeli hotel ini. Membeli segalanya.
Dan semua orang. Semua ini... adalah miliknya.
Dia seorang pria tua yang kotor.
Tapi dia tak bisa dianggap enteng. Apakah kau tak mengerti?
Dia memiliki segalanya. Termasuk Elise.
Elise sungguh beruntung.
Dia melakukan segalanya untuk Elise, dia baik padanya.
Lupakan tentang Elise.
Dan pergilah ke Paris.
Kau tak punya kesempatan.
Satu malam..... lagi.
Lagi?
Aku ingin mengirim bunga. Yang besar, dengan bunga-bunga yang cantik.
Aku mau...
Bukan ide yang bagus.
Dan buang-buang uang saja.
Aku mau...
Dia ingin mengirim seikat bunga ke Elise.
Besar! Sangat besar!
Untuk pesannya.
Aku ingat saat yang indah.
Seperti sebelumnya mataku melihat kau muncul.
Seperti bayangan, kilasan, sesaat.
Seperti jiwa kecantikan yang murni.
Kemudian untuk jiwaku kebangkitan datang.
Wajah Ilahi, sebuah inspirasi.
Dan hidup, dan air mata, dan cinta.
Tanda tanganmu.
Kau lihat? Kau tak punya kesempatan.
Ceritakan tentang dia. Siapa dia?
Dengar. Aku sangat menyayanginya.
Dia telah melalui begitu banyak kejadian.
Kau tak pernah bisa mengerti.
Sekarang dia bahagia, biarkan dia seperti itu.
Kau tak punya apa-apa untuk ditawarkan padanya.
Aku harus memberitahumu sesuatu.
Tidak ada yang tahu ini...
Ini adalah rahasia dan sulit untuk mengerti.
Kau tak pernah kenal kemiskinan dan penghinaan.
Elise berasal dari sebuah desa kecil di Belanda.
Dia adalah putri dari seorang buruh harian.
Dan tak pernah mengenal cinta.
Ayahnya memukul dan menyiksanya saat masih anak-anak.
Ayahnya juga membunuh ibunya.
Memukulinya sampai mati.
Tuhan menenangkan jiwanya.
Dia belajar untuk membenci pria.
Ayahnya tertangkap, dan kemudian bunuh diri di dalam penjara.
Elise sungguh beruntung, dia dibawa ke sebuah panti asuhan Jerman...
...yang mempekerjakannya pada keluarga bangsawan, sebagai pembantu rumah tangga.
Mereka mengajarinya berbicara Perancis, bermain piano dan sopan santun.
Perlakuan yang baik, tapi orang-orang ini juga menyiksanya.
Dia melarikan diri dan sekarang berada di sini.
Di bawah perlindunganku.
Sekarang dia tak lagi menderita kemiskinan, dia punya segala yang diinginkan.
Dia sangat bahagia.
Meskipun dia tak tahu apa itu cinta.
Apa ini?
Kau boleh memilikinya.
Jangan buang ini.
Elise sebentar lagi datang.
Jangan lupa, dia pelacur.
Dia harganya mahal.
Sangat mahal, kau takkan sanggup.
Aku dapat mengatur pertemuan untukmu.
Tapi hanya sekali.
Tak seorangpun, tak seorangpun sama sekali, boleh tahu!
Jika seseorang tahu, semuanya akan kacau.
Kau harus ikuti perintahku.
Ya atau tidak?
Setelah itu kau harus pergi untuk selamanya.
Kau takkan pernah kembali.
Untuk jasaku.
Aku melakukan ini untukmu.
Jika si Bangsawan tahu sesuatu yang sangat buruk terjadi.
Itu akan jadi bencana buat Elise.
Kau harus menunggu. Ingat kesepakatan kita.
Kuncinya.
Ke kamarnya.
Diam di sini.
Apa?
Apa yang kau inginkan?
Apa yang kau inginkan!
Aku akan pergi dan ingin katakan selamat tinggal sebelum aku berangkat...
Hanya untuk ucapkan selamat tinggal padamu.
Baiklah. Selamat tinggal.
Kalau begitu selamat tinggal.
Punyamu?
Malam.
Malam.
Tolong pergi.
Tinggalkan aku.
Kau memintaku...
...untuk datang ke sini.
Lupakan apa yang terjadi.
Maafkan aku.
Ini salahku.
Jika kau benar-benar peduli padaku, pergilah sekarang.
Kumohon...
Pergi !
Besok.
Aku akan tetap tinggal malam ini.
Di mana kau?
Anak muda. Silahkan duduk.
Siapapun bisa menang. Nasib baik berpihak pada yang berani.
Aku tak pernah melihatmu di sini sebelumnya.
Siapa kamu?
Aku tak mengerti, Aku tak bisa bicara dalam bahasa Jerman.
Aku tak bisa bicara bahasa Jerman, Rusia, Rusia.
Apa itu?
Panggil dokter segera.
Panggilkan dokter segera!
Kau harus pergi sekarang. Cepat.
Aku ingin berterima kasih.
Aku malu kau harus melihatku seperti ini.
Aku senang kau di dekatku.
Tapi kita tak bisa bersama.
Ini adalah takdir kita.
Aku tak punya apa-apa.
Aku tak punya apa-apa untuk ditawarkan.
Aku tak punya pilihan.
Dimana dia?
Dia tak sehat, dia sedang tidur.
Tapi... dia sedang tidur!
Dia tak enak badan, dia sedang tidur, biarkan dia istirahat.
Aku janji...
Aku janji akan kembali.
Lalu aku akan membawamu pergi denganku.
Tapi pertama-tama kau harus sembuh.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Kau tahu aku sangat perhatian padamu.
"Aku akan kembali. Tunggu aku."
Nona tak bisa menemuimu sekarang.
Aku harus tahu keadaan dia. Aku punya hadiah, lalu aku akan pergi.
Aku hanya ingin melihatmu sekali lagi.
Kumohon ... jangan datang kembali.
Kumohon ... lupakan aku.
Kumohon.
Kuyakin sekarang dia sudah pergi, dan tak akan kembali.
Kita tak akan melihatnya lagi.
Apa yang Kau inginkan?
Kau telah tidur selama 2 hari penuh.
Banyak istirahat, jangan terlalu banyak bergerak.
Kemungkinan besar tulangmu tidak patah,
tapi luka di kakimu cukup parah.
Kupikir.
Kau beruntung. Biayanya 150 Mark.
Di sini.
Terima kasih.
Selamat tinggal.
Aku sangat menyesal, tapi sekarang si Bangsawan tak lagi membayarkan biaya menginapmu di sini.
Harus ada orang lain yang membayar tagihan.
No comments yet. Be the first to leave one.