أول 200 سطر.
"9.9 Billion Woman"
"Episode 1"
Kamu sudah menetapkan tanggal?
Kudengar Hee Ju mengundangmu ke vilanya untuk berlibur.
Dia pasti sibuk. Kami belum bicara.
Karena itu kamu harus meneleponnya dahulu.
Percuma kalau hanya menunggu..
Apa harga dirimu ternodai karena dia teman yang sukses?
Tidak, bukan begitu.
Jika melewatkan kesempatan ini, perusahaanku harus gulung tikar.
Bank akan mengambil apartemen kecil ini.
Sadarlah.
Mengerti?
Baiklah.
Aku akan mencoba meneleponnya nanti.
Jangan mencoba, lakukan saja.
- Baiklah. - Apa yang kamu pikirkan?
Aku harus bekerja hari ini.
Aku harus mampir ke tiga tempat. Jadi, tidak makan malam di rumah.
Kamu juga sebaiknya makan malam di luar.
Kamu mendengarku?
Dasar pencuri. Dasar wanita sialan.
Hei, Pencuri.
Apa yang akan kamu curi kali ini?
Tiap kali kamu datang, perhiasanku hilang.
Ke mana kamu menjualnya, Jalang?
Sial.
Astaga. Sial.
Apa yang kamu lakukan? Lap itu.
Aku kemari bukan karena menyukaimu.
Aku suka aroma lantai kayu tua ini.
Aku datang untuk menyegarkan diri.
Wanita sepertimu
entah terlibat masalah besar di masa lalu,
atau akan segera terlibat.
Pokoknya salah satunya pasti terjadi.
Kuharap aku cukup berani untuk terlibat.
Tunggu dan lihat saja.
Tidak ada yang bisa kamu jamin jika menyangkut orang.
Dasar kamu.
Aku hampir mengira ini tempat orang lain.
Aku tidak membersihkan peralatan yang kamu larang.
Waktunya memberi makan Bok Bok.
Ekspresimu sangat misterius.
Matamu membuatku ingin tahu apa yang kamu pikirkan.
Aku ada syuting di luar negeri dua hari lagi.
Sekitar 10 atau 15 hari paling lama.
Jika ada waktu, datang dan bersihkanlah rumahku.
Kamu bisa memberi makan Bok Bok dan membersihkan akuarium.
Apa tidak masalah aku datang saat kamu tidak ada?
Aku tidak meminta bantuan semacam ini kepada orang lain.
Kamu membersihkan dengan rapi dan sangat tenang.
Itu karena aku memercayaimu.
Kamu tahu kata sandinya, bukan?
Ya.
"Nomor Tidak Dikenal"
Kamu sudah datang. Masuklah.
Aku sedang bekerja dan bau keringat.
Tidak masalah.
Apa yang kamu pikirkan?
Itulah yang membuat semua orang penasaran.
Hal yang kupikirkan.
Jae Hun,
kenapa kamu memacariku?
Aku sudah menikah,
tidak berpendidikan,
dan aku tidak punya apa-apa. Aku hanya
seorang wanita paruh baya biasa.
Bagaimana denganmu?
Karena aku sudah menikah, tampan, dan kaya?
Seo Yeon.
Kamu sama sekali tidak biasa.
Kamu punya aku.
Itu yang membuatmu istimewa.
Ini dia.
Cukup istimewa untuk memakai kalung ini.
Jika merayu suami teman adalah hal istimewa,
kurasa kamu benar.
Ya?
Halo, Pak Lee.
Aku Hong In Pyo.
Ya, Pak Hong.
Ya.
Maaf, seharusnya aku menelepon lebih awal. Apa kabar?
Ada yang bisa kubantu?
Mengenai dokumen pengiriman yang kusebutkan sebelumnya.
Aku berniat membawanya kepadamu selama perjalanan vila ini.
Jika itu membuatmu tidak nyaman, aku akan mampir ke kantormu.
Apa pun yang kamu inginkan.
Perjalanan apa?
Maksudku...
Kudengar kita akan pergi ke vilamu.
Kurasa istri-istri kita sudah membicarakannya.
Begitukah?
Tapi Pak Hong.
Ya, Pak Lee.
Meskipun kita berlibur,
apa aku harus melihat dokumen membosankan saat bersenang-senang?
Aku bukan tipe orang yang suka memikirkan bisnis selagi bersantai.
Bukankah sewajarnya memang seperti itu?
Maaf, aku sungguh tidak bijaksana.
Kamu harus lebih banyak berpikir mulai sekarang.
Pokoknya, sampai jumpa di vila.
Baik, Pak. Kalau begitu...
Gadis ini. Dan gadis ini.
Kamu sibuk, Nona Yoon?
Dia juga tampak lumayan.
Telepon dia juga dan beri tahu mereka jadwal wawancaranya.
Baik, Bu.
Mereka kandidat untuk musim ini?
Mereka hampir tidak memenangkan hadiah di kompetisi lokal,
tapi disebut genius musik.
Ini konyol.
Mendukung anak seperti ini akan memengaruhi reputasi yayasan ini.
Astaga, Sayang. Kamu terdengar stres.
Tadi kamu di Hotel Sapphire?
- Apa? - Nona Park dari Cheongdam-dong
bilang dia melihatmu di lobi.
Aku bertemu dengan Gyeong Seok di lobi hotel.
Kamu kenal dia. Teman sekolahku, dokter gigi di Amerika.
Aku tidak mengenalnya.
Ayolah. Aku sudah memberitahumu soal dia tempo hari.
Dia mengunjungi Korea selama sekitar satu pekan
untuk ulang tahun ayah mertuanya yang ke-70.
Kami bertemu untuk minum kopi, itu saja.
Omong-omong,
kamu sudah memberi tahu Seo Yeon kita akan ke vila bersama?
Suaminya meneleponku.
Meskipun niatnya yang sebenarnya
adalah membujukku soal kontrak pemasok.
Benar juga.
Aku benar-benar lupa.
"Pimpinan Yoon Hee Ju"
Kamu boleh melupakan semuanya.
Beri tahu aku jika tanggalnya sudah ditetapkan.
Aku selalu menunggu istriku.
Mengerti?
Kamu sedang apa gelap-gelapan?
Sudah makan malam?
Tidak ada yang salah dengan ini di pagi hari.
Kamu yang melakukan ini?
Aku bahkan tidak membersihkan area itu. Kamu tahu itu.
Lalu kenapa ini jatuh?
Aku sudah mengamankannya dengan perekat.
Jujur saja kepadaku. Aku tidak akan marah padamu.
Kamu tidak sengaja menyentuhnya selagi bersih-bersih, bukan?
Atau
kamu sengaja menyentuhnya?
Aku tidak tahu.
Kamu sudah menelepon Hee Ju?
Sudah.
Jadi, kapan kita pergi? Akhir pekan ini?
Pekan depan?
Lihatlah. Kamu berbohong lagi.
Suami Hee Ju tidak tahu apa pun soal itu.
Kenapa kamu terus membohongiku?
Sayang.
Astaga, kumohon... Sayang!
Sayang.
Kemari!
Dasar sampah.
Manusia sampah yang membodohi suaminya
dan selalu berbohong.
Aku sangat baik kepadamu.
Jangan membuatku stres seperti ini. Ini buruk sekali,
dan itu sebabnya kamu menerima hukuman ini. Mengerti?
Kumohon... Maafkan aku.
Aku selalu memaafkanmu.
Saat kamu tidak mengurus pekerjaan rumah dengan baik,
dan bahkan saat
kamu keguguran, aku selalu memaafkanmu.
Bahkan saat kita tahu kamu tidak bisa hamil lagi,
aku tidak pernah menyalahkanmu.
Jadi, kenapa kamu harus terus seperti ini?
Kamu tahu betapa aku menderita gara-gara kamu?
Aku sungguh menyesal.
Benar, kamu sebaiknya menyesal.
Kamu sebaiknya meminta maaf.
Karena itulah
aku menghukummu seperti ini.
Sayang!
Kumohon...
Sayang.
Kamu punya dua pilihan.
Kamu bisa terus menyesali perbuatan sampai matahari terbit
atau melompat dari balkon jika tidak bisa menerimanya.
Meski kamu tidak punya keberanian seperti itu.
Sayang.
"Hee Ju"
Lama tidak bertemu, Hee Ju.
Di mana Seo Yeon?
Dia sedang mandi.
Kalau begitu, minta dia menghubungiku.
Ini tentang perjalanannya, bukan?
Istriku sangat bersemangat.
Kurasa akhir pekan ini adalah ide bagus.
- Begitukah? - Ya.
Benar.
Sampai jumpa di akhir pekan. Baiklah.
Sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.