أول 155 سطر.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena berhasil melewati dua rintangan sekaligus, langkahnya ke bulan semakin dekat.
Sementara itu, Hibito sang adik menjadi moonwalker Jepang pertama, tapi dia mengalami kecelakaan dan hampir mati.
Setelah kembali ke bumi, dia menyadari kalau kecelakaan itu membuatnya trauma.
Karena dia tak bisa ikut dalam kegiatan luar pesawat, dia dilarang ikut misi bulan.
Hibito merahasiakan hal ini dari kakaknya dan pergi ke Rusia yang dingin untuk menyembuhkan diri.
Sang putri astronaut terbang di udara.
Sama seperti yang kulakukan waktu itu di bulan.
Lalu, dia mulai berputar-putar.
Gerakannya begitu ringan,
seolah dia berdansa tanpa gaya gravitasi.
Sangat berbeda dengan video Olga waktu itu.
Olga sudah berusaha keras di belakang layar.
Lamunan yang memberiku karangan bunga
membuatku goyah dalam kesedihan yang dalam
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Ku berdiri di puncak dunia yang baru
Apakah ku bisa menangkap apa saja yang jatuh dari keajaiban yang baru ini?
Semuanya belum sampai di sini lagi
Hari-hari yang kuhabiskan untuk tumbuh jauh darimu
Masih panjang jalan yang harus ditempuh sebelum tidur dalam damai
Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu
bercampur dalam darahmu di suatu hari dan belum melepasmu
Hanya itu
Tubuhku tumbuh semakin cepat hari ke hari
Hatiku pun menumpahkan air mata karena tak kuat menahannya
Tapi ku kehilangan sesuatu saat dewasa
Tidurku yang tak lama
Bisa kulihat sinar harapan yang redup itu
bercampur dalam darahmu, jadi takkan pernah kubiarkan kau pergi
Hanya itu
Tubuhku berdiri di puncak pentas yang takkan lari meski terguyur hujan
Membuatku langsung berlari, jadi selamat tinggal
Tidurku di tengah malam
#78 Kehabisan Waktu
#78 Kehabisan Waktu
Terima kasih kerja kerasnya!
Terima kasih dukungannya!
Paulina, tadi itu bagus sekali, loh!
Aku tak mengacau, 'kan?
Mama! Papa!
Bagus sekali, Olga.
Hibichov.
Ibu menonton? Hibichov juga?
Ya.
Tadi itu mengesankan sekali, Olga.
Aku kaget.
Harusnya kau bilang dulu kalau mau datang.
Celaka. Hari ini, aku pakai kaus anak-anak!
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Kau mau ke mana, Hibichov?
Ada, lah.
Aku harus mampir sebelum pulang.
Aku juga ikut.
Hah?
Selamat datang!
Kau masih belum bilang, "Yeee".
Mau kapan?
Kartun Hibbit selalu bilang begitu.
Waktu lari saja, dia tetap begitu.
Loh? Kau tahu sekali, ya?
Kukira kau tak menonton acara itu.
Aku memang tak menonton kartun anak-anak.
Aku tak menonton, hanya dengar saja.
Silakan dinikmati.
Ini dua kopi hitam ukuran dewasanya.
Eh, kau mau tetap tinggal di Rusia?
Tidak, nanti juga aku harus kembali ke Houston.
Kapan kembalinya?
Aku tak tahu.
Apa-apaan itu? Dasar aneh.
Sebenarnya, aku ini mengidap penyakit ringan.
Aku ke sini untuk menyembuhkan diri.
Pahit.
Tapi kalau memang penyakit ringan, pasti kau bisa sembuh sebentar lagi, 'kan?
Ya, benar juga.
Aku perjelas lagi, ya! Aku tak minta dibelikan ini, loh.
Tapi, terima kasih!
Sepatu bot ini bagus sekali!
Aku sangat suka.
Di sisi lain, dia masih seperti gadis lima belas tahun.
Loh?
Langitnya jadi cerah.
Memangnya ada yang aneh, ya?
Maaf, Hibichov.
Aku tak bisa memperlihatkan masa kecil Olga volume 2.
Kenapa?
Aku penasaran sekali, tahu.
Bagaimana Olga yang 10 tahun bisa jadi yang tadi di panggung?
Tuh, 'kan?
Aku tahu rasanya.
Tapi Olga tahu kalau aku menunjukkan volume 1 itu tanpa izinnya.
Dia mengamuk.
Hah?
Dia tak minta izin dulu?
Lalu, Hibichov, bisa kau pakai ini?
Apa ini?
Sudah, kau pakai saja.
Apaan, coba?
Kemari.
Kita mau ke mana?
Sip, segini sudah cukup.
Bagus, Hibichov!
Selamat, kau lulus Level 1.
Selamat.
Level 1, selesai.
Ke-Kenapa? Ke-Kenapa?
Lihat.
Ini adalah jarak yang tak bisa kaulalui dengan seragam bertekanan itu.
Tapi barusan, kau biasa saja melewatinya.
Level 1!
Kami tahu bahwa kau bisa berjalan sejauh itu meski memakai kaca mata hitam.
Kalau itu sih aku bisa.
Itu 'kan gampang.
Tunggu.
Apa kau sudah lupa, Hibichov?
Sekarang ini,
kau bahkan tak bisa melakukan tugas semudah berjalan pakai seragam itu.
Sebelumnya, kami bahkan tak yakin kau bisa berjalan pakai kaca mata hitam.
Coba lihat kemari, Hibichov.
Bagaimana? Bagus, 'kan?
Dari yang bukan barang luar angkasa pun ada.
Sampai seragam luar angkasa palsu juga ada.
Demi kau, kami sudah mengumpulkan barang-barang ini.
Kelihatannya pasti kami bodoh, ya?
Buang-buang waktu?
Tapi inilah kenyataan yang kauhadapi.
Pakailah.
Yang penting itu pengalamannya.
Level 2-nya adalah ini.
Topi sulap dan kacamata Groucho.
Kali ini, kau juga akan menutup mata dan hidungmu, jadi kami tak tahu bagaimana nantinya.
Sepertinya, kau senang sekali.
Ya!
Ayo kita senang-senang sambil membantu menyembuhkanmu.
Oke.
Aku terima.
Level 2: Marx Brother Hibichov.
Tingkatan ini masih mudah.
Level 3: Hibichov si Penyelam.
Level 4: Hibichov si Perampok Bank.
Dan Level 5: Hibichov si Pemain American Football.
Semuanya sudah lulus.
Besok, kita akan lanjutkan perjalanan Hibichov untuk menjadi Hibichov si Kosmonaut.
Sementara itu, kita minum-minum dulu tiap malam.
Bersulang!
Bersulang!
Eh, memangnya kau datang ke Rusia untuk jadi aktor berkostum?
Ya, sayangnya begitu. Aku mengerti kenapa kau tanya begitu.
Sebenarnya, aku sangat khawatir dengan Level 5 itu.
Habisnya kau mulai panik setelah memakai helm seragam bertekanan itu.
Tapi kau bisa berjalan dengan memakai helm American Football.
No comments yet. Be the first to leave one.