أول 200 سطر.
Di masa silam, saat kakek ayah masih hidup,
negara kita lemah, dan kita pernah dikalahkan
oleh negara tetangga kita, Jepang.
Pada masa itu, ada orang-orang yang berusaha merebut kembali negara ini.
Dan Jenderal Baek San adalah pemimpin mereka.
Namun, ada juga orang yang jahat yang memihak Jepang
dan mengambil semua harta karun nasional.
Di saat itu, / - Disaat itu...
Jenderal Baek San dan anggotanya muncul di hadapan mereka,
dan merebut semua harta karun yang mereka curi itu,
serta menyembunyikannya di area terpencil
jauh di pedalaman hutan.
Jenderal Baek San mencatat lokasi harta karun itu
ke dalam tiga peta berbeda.
Namun, seorang pengkhianat yang ingin mengambil harta karun itu untuk dirinya
membunuh Jenderal Baek San.
Namun, peta-petanya tidak ditemukan,
dan harta karun itu tersembunyi selamanya.
Hei! Buka pintunya! Ini polisi!
Buka pintunya! Hei!
Hei! Buka pintunya.
Di mana emasnya?
Dia melarikan diri dari situ.
Apa?
Hei!
Hei!
Astaga. / - Hei!
Gawat.
Bukan aku.
Dasar berengsek. / - Aku tidak berbuat salah.
Aku tidak berbuat salah. Lepaskan aku.
Lepaskan aku! / - Kena kamu.
Pak Cheon In Moon.
Kamu pasti sudah melewati banyak kesulitan.
Aku ingin menanyakan
beberapa pertanyaan.
Tidak usah menjauh, disini saja.
Santai saja.
Pak Cheon In Moon.
Aku tahu kamu yang memegang
emas yang ditipu Cheonmun.
Di mana emas itu sekarang?
Apa semua rekanmu kabur membawa emas itu?
Siapa saja mereka? / - Aku tidak tahu.
Aku ingin memecahkan beberapa masalah
dengan percakapan yang layak.
Dengan membuatku kesal begini, tidak akan ada gunanya bagimu.
Lihatlah wajahku. Aku bukan orang yang ramah.
Iya, tapi aku benar-benar tidak kenal.
Kami bahkan tidak pernah saling berkenalan.
Aku serius.
Kalau begitu
siapa orang-orang yang menunggu di luar pintu itu?
Mereka? / - Ya.
Mereka orang yang mempekerjakan kami.
Aku tidak mengenal pasti siapa mereka.
Berengsek, jika aku bertanya, jawablah.
Ya, aku hanya
ke sana karena ku dengar bayarannya tinggi.
Aku serius.
Kamu pulang larut? / - Hm?
Ya. / - Kenapa mereka membiarkanmu kerja
sampai larut tanpa dibayar?
Di mana anak-anak? / - Mereka di kamar Min Jae.
Kurasa Dol Mok agak demam, jadi dia tidur lebih awal.
Kamu sedang belajar ya?
Sekarang demamnya sudah turun. Kurasa dia sudah baik-baik saja.
Ya. Syukurlah.
Tapi Ayah, tadi ada orang yang datang ke rumah kita.
Orang yang bagaimana? Siapa?
Dia bilang dia ayahnya teman Dol Mok,
tapi dia terlihat agak aneh.
Dia berusaha mencari tahu apakah aku dan Dol Mok bersaudara.
Lalu kamu bilang apa kepadanya?
Apa kamu mengatakan yang sebenarnya?
Tidak. Untuk apa aku mengatakan itu kepada orang asing?
Dan dia bertanya apakah aku kenal
seseorang yang bernama Baek San.
Apa Ayah tahu siapa orang itu?
Tidak.
Tidak. Tidak tahu. Ayah tidak kenal orang itu.
Ayah, ada apa?
Ayah bilang tidak tahu.
Apa maksudmu?
Aku membiarkanmu menanganinya karena kamu terdengar sangat yakin.
Karena kamu kehilangan orang itu dan buktinya,
maka tidak ada cara untuk kita bisa menyerang hartawan itu.
Aku tidak butuh alasan.
Temukanlah buktinya. Jika tidak, kamu akan tamat.
Ada apa denganmu, Seong Il?
Tidak mau mengaku? Jika tidak, kamu akan mati. Apa kamu tahu itu?
Kamu seorang polisi, tapi kenapa kamu kamu memukulku?
Aku akan menuntutmu atas pemukulan. / - Pemukulan?
Baik. Akan kutunjukkan seperti apa pemukulan itu. Lihat baik-baik.
Lihatlah baik-baik. Lihatlah.
Inilah yang namanya pemukulan.
Hei, kamu memukulku.
Kamu tersangka yang memukul seorang polisi.
Aku akan memukulmu untuk membela diri.
Jadi, cepat katakan. Siapa yang mengambil emas itu? Jawab!
Hentikan.
Berengsek, aku harus menemukan buktinya.
Aku harus memenjarakan Pimpinan Hong.
Apa kamu tahu kesulitan yang kuhadapi di depan So Joo gara-gara Pimpinan itu?
Putriku menangis terisak-isak.
Hentikan. / - Hei, aku harus menangkap penjahat itu.
Aku butuh buktinya. Siapa yang mengambilnya?
Siapa yang mengambil emas itu?
Aku sungguh tidak tahu apa-apa.
Berengsek! Katakan sejujurnya!
Dasar berengsek!
Putriku menangis terisak-isak gara-gara penjahat itu!
Kamu kenapa?
Apanya?
Kenapa kamu tidak tidur dan terus gelisah?
Aku sedang berusaha untuk tidur.
"Kantor Polisi Chuncheon"
Ini ruang interogasi atau penginapan?
Maaf. Aku sedang memikirkan sesuatu.
Jadi, apa kamu...
Kang So Joo!
Mandi dan gantilah pakaian Ayah!
Kelihatan dari wajah Ayah kalau Ayah itu seorang duda.
Dol Mok, bagaimana? Apa kepalamu masih sakit?
Aku baik-baik saja.
Min Jae, cepatlah makan dan bergegaslah. Bukankah kamu ada piket?
Masih ada cukup waktu.
Omong-omong, bisa tidak kita pindah rumah?
Kurasa aku tidak akan dibayar dalam perusahaan ini.
Kurasa aku harus mencari pekerjaan lain.
Kurasa situasinya akan lebih baik di Seoul.
Apa yang kamu bicarakan?
Bagaimana dengan sekolah mereka?
Mereka bisa pindah ke sekolah lain.
Berhentilah bicara omong kosong dan makanlah.
Kamu sudah kerja keras selama lebih dari dua bulan. Kamu harus dibayar.
Mau pergi kemana juga kita?
Kalau begitu, kalau aku sudah dibayar, apa kamu mau pindah?
Omong kosong.
Bisnis tahuku baru berjalan lancar. Kenapa kamu berkata begitu?
Astaga.
Aku berangkat ke sekolah dulu.
Kenapa kamu tidak menghabiskan makananmu?
Dasar.
Cepatlah makan, kamu juga Dol Mok.
Apa yang lucu?
Kenapa dia makan makananku?
Hei, diam dan lihatlah.
Silakan dimakan.
Bapak pasti kelaparan setelah diinterogasi ayah semalam suntuk.
Dan bahkan tidak bisa tidur karena dipukuli ayah, bukan?
Serius, aku boleh memakannya?
Makan dan simpanlah tenaga Bapak.
Baiklah.
Bapak, apa yang terjadi?
Aku juga punya seorang putri
kesayangan yang sama sepertimu.
Dia pasti tinggal hanya berdua saja bersama neneknya.
Aku bahkan tidak tahu dia bisa makan teratur atau tidak.
Aku juga tidak suka makan sendirian disaat ayah tidak bisa pulang kerumah.
Putriku baru berusia empat tahun.
Kalau begitu, dia pasti sangat merindukan ayahnya.
Saat aku seusianya, setiap hari aku selalu bersama ayahku.
Tidak bisakah Bapak berkata jujur
lalu pulang secepatnya?
Bagaimana bisa?
Mereka pasti memulai pekerjaan itu
untuk menafkahi anak-anak mereka.
Salah satu orang yang bekerja denganku memiliki dua putra,
tapi dia tidak digaji selama beberapa bulan.
Keluarganya akan mati kelaparan.
Tapi kenapa Bapak melakukan pekerjaan itu padahal Bapak
memiliki keterampilan untuk membuat emas?
Maksudmu pandai emas?
Saat aku dipenjara, aku mempelajari keahlian itu,
agar bisa mencari penghidupan jika sudah bebas.
Tapi siapa yang mau mempekerjakan
mantan narapidana seperti kami?
Bahkan orang biasa saja bisa dipecat.
Makan dan kunyahlah daging ini.
Ini buatan ayahku, dia koki yang hebat.
Kamu menginterogasinya semalaman dan tidak bisa mendapatkan petunjuk.
Tapi dia berhasil mendapatkannya.
So Joo sangat mengagumkan, bukan?
Darah daging siapa dulu?
Lebih baik kamu cari daftar orang yang belajar menjadi pandai besi
di penjara.
Dan persempit daftarnya hingga orang yang punya bayi
dan yang memiliki dua putra.
Oke.
Aku harus menjadikannya seorang jaksa
ataukah lebih baik menjadi seorang hakim?
Apa kamu terlibat masalah lagi?
Apa maksudmu?
Aku kenal kamu.
Sejak tadi malam kamu tidak bisa tidur sekejap pun
dan paginya tiba-tiba mengusulkan untuk pindah rumah.
Kamu menghela napas panjang seperti kapal yang mengeluarkan uap.
Akuilah saja. Apa itu?
Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.