Prvních 200 řádků.
Baiklah, biar kuceritakan alasanku mulai membenci
Nam Ha-neul.
Berkat kecerdasanku, aku juara di tingkat sekolah,
wilayah, dan nasional.
Itulah aku. Yeo Jeong-woo.
Oper!
Di sini!
Aku bahkan atletis.
Ini.
- Apa ini? - Kau tahu besok ada tes, 'kan?
Apa ini?
Kutulis beberapa catatan kemarin.
Ini akan dimasukkan ke dalam nilai, belajarlah.
Kau yang terbaik!
Yeo Jeong-woo!
- Hentikan. - Yeo Jeong-woo!
Yeo Jeong-woo!
Hentikan. Jangan begitu.
Aku bahkan memiliki kepribadian yang hebat.
Pelajari ini!
Yeo Jeong-woo!
Jeong-woo.
Kulihat kau beli tteokbokki tanpa sundae.
Intinya, aku sangat populer.
- Terima kasih. - Kukira.
Terima kasih.
Kukira hidupku akan indah selamanya.
Lalu, suatu hari…
gadis gila muncul entah dari mana.
Nam Ha-neul.
Dia lari ke sekolah agar bisa jawab satu soal lagi.
Dia menelan kopi saset tanpa air agar dia tak harus kencing.
Dia terobsesi untuk belajar.
BUKU RAPOR
Berkat dia, aku merasakan kekalahan untuk pertama kalinya.
Hei!
Aku jadi lebih cepat.
Usaha lebih giat.
Bekerja lebih gesit.
Bahkan kukorbankan tidurku.
Mulai hari ini, dia memilih belajar daripada makan.
Tidak.
Aku bahkan tak makan.
Sialan.
Jadi, aku berjalan menuju kehancuran, sampai suatu hari…
Kalian paham? Kita baru menyelesaikan pemfaktoran.
Ayo cari batasnya.
Untuk melakukan itu…
Karena X adalah minus 1, ini hasilnya 0.
Jika kalian ganti ini dengan minus 1, hasilnya 0 juga.
Jeong-woo, kau tak apa?
Bagus.
Kita akhiri di sini.
Pulanglah dan belajar yang keras.
- Baik. - Baik.
- Kalian boleh pulang. - Terima kasih.
Pak, Ha-neul pingsan!
- Apa? - Astaga?
- Hei! - Hei, Ha-neul!
- Kenapa? - Kau tak apa?
Jeong-woo juga pingsan!
Kalian kenapa? Jeong-woo!
Dengan begitu…
Aku juga peringkat kedua saat pingsan.
Kau tak apa?
Itu gila…
Astaga.
Astaga.
Astaga! Jeong-woo, bagaimana keadaanmu?
Kau sudah membaik?
- Ya. - Bagus.
Omong-omong, di mana Ha-neul?
Benar. Dia pergi ke akademi untuk kelas intensif.
Apa?
- Kelas intensif? - Ya.
Dia lari karena ingin duduk di depan.
Astaga.
Walau sudah kacaukan hidupku,
gadis kejam itu bahkan tak tanya apa aku baik-baik saja.
Dia tak sopan dan jahat, juga kasar!
Aku syok karena tindakannya
dan sangat berharap tak akan pernah bertemu dia lagi.
- Ada apa? - Jeong-woo.
Namun…
- Baik! - Jeong-woo!
Ayo lihat ini sampai selesai!
Aku harus apa?
Dasar bodoh.
Aku gila!
DOCTOR SLUMP
Tidak.
SEGAR TOKO DREAMY
MILMYEON ASLI BUSAN
Hei.
Hei. Lama tak bertemu.
Kita minum bersama semalam.
Benar.
- Ha-neul. - Jeong-woo.
- Aku lebih dulu. - Tidak, aku saja.
Aku minum terlalu banyak semalam.
Kau tahu miras membuat kebas lobus frontal dan halangi rasionalitas?
Tentu, aku tahu.
Lobus frontal kita yang salah semalam.
Tentu.
Mulai kini, mari jaga lobus frontal kita.
Mari hindari alkohol dan satu sama lain.
- Janji. - Janji…
Benar. Kita harus berjauhan.
Kau benar. Baik. Kalau begitu, enyahlah.
Baiklah. Kau juga harus enyah. Dah.
- Hei. - Apa?
Bukankah kau mau pergi?
Kau benar. Aku akan pergi.
Baik.
Maaf, aku akan ke arah sana.
Ini membuatku gila.
Kau dari mana saja?
Aku keluar…
mencari angin.
Aku haus.
Ha-neul, kudengar kau depresi.
Kau juga hajar atasanmu dan berhenti. Lalu bertengkar dengan Ibu.
Kau petarung atau apa?
Begini…
Ibu tak pernah berkata begitu.
Ayolah. Tidak perlu gugup.
Beristirahatlah yang baik karena sekarang kau menganggur.
Lihat aku. Menganggur dan bebas stres.
Tak ada alasan untuk depresi. Asyik, 'kan?
Cukup.
Apa maksud Ibu, "Cukup"?
Kita harus terus terang.
Kita harus terbuka, bicarakan, dan bantu dia sebagai keluarga.
Itu akan membantunya pulih. Benar?
Benar. Makan malamnya apa?
Apa? Taoge?
Namun, aku sangat ingin makan jangjorim. Bu, bisa buatkan?
- Dengan daging sengkel. - Sialan.
Apa? Daging sengkel?
Kau tak mengerti keadaan, ya?
- Kau harus dihajar. - Tolong aku!
Baiklah, ganti dengan daging gandik!
- Gunakan itu. - Astaga!
Tidak? Telur burung puyuh saja.
Kedengarannya enak, 'kan?
Aku tak keberatan dengan itu!
Cukup!
Astaga.
Aku tak bisa merasa damai.
Hei, Ha-neul.
- Minumlah ini. - Apa itu?
Obat antidepresimu.
Ba-da menemukannya di lemarimu.
Anak kurang ajar.
Mulai sekarang, kau tak perlu sembunyikan obatmu.
Soal kemarin…
Ibu minta maaf soal yang terjadi kemarin.
Pasti sangat sulit melalui semua ini sendirian.
Mulai sekarang, Ibu berjanji akan lakukan sebisa mungkin
untuk membantumu mengatasi depresimu.
Jadi, ini. Minumlah.
Baik, akan kuminum. Ibu boleh pergi.
Baik. Ibu akan pergi sekarang.
Pastikan meminumnya.
Tabahlah.
Kau dilahirkan untuk dicintai
Tunggu!
Kalian sedang apa?
Begini…
Kami setuju bahwa bersikap murung tak akan membantumu.
Jadi, kami tak mau bersedih dan ingin menghiburmu!
Ini ideku.
Sekarang orang berpesta saat sedih. Pesta perpisahan, perceraian…
Aku menemukan ide pesta depresi ini!
Pesta!
Lihat ke sana.
Ha-neul, kami selalu mendukungmu.
Jadi…
TAMPAN
Ayo hadapi ini bersama.
Kau mulai lagi.
Aku tidak menangis. Ayo!
Baiklah! Ikuti aku!
Ayo makan.
- Baiklah. - Duduklah.
Mari.
Baiklah.
Ha-neul, ikan berdaging merah bagus untuk depresi.
Kudengar kubis juga bagus.
Cobalah. Begitu.
Kunyah baik-baik.
Makan yang banyak.
- Kunyah baik-baik. Telan. - Bagus.
Kau dilahirkan…
- Bu, makanlah. Ibu harus makan. - Baiklah.
Ayo makan.
Kau mau apa?
Kenapa mereka? Kenapa mereka sangat ingin aku pulih?
- Sedang apa? - Bersiap untuk operasi.
Kau pamer soal pekerjaan?
No comments yet. Be the first to leave one.