Prvních 200 řádků.
=Saimdang: Light's Diary= =Brought to you by GoldenEto=
Atasi baik-baik.
Tidak apa-apa ?
Ayo pergi.
Dimana aku bisa membeli semua kertas warna ini ?
Aku beli semua. Bungkus semua !
Tuan Lee Gyeom.
Ia wanita yang penuh kepahitan.
Awal kejadian di kuil itu karena sebuah puisi.
Buka ! Ada orang didalam ?
Buka !!
RUMAH LAMA SAIMDANG Siapa malam-malam begini ?
Buka pintunya.
Aigoo tuan !
Katakan Lee Gyeom ada disini. Aku ingin bertemu.
Cepat !
Selarut ini. Tidak boleh !
Lepaskan !
Nyonya Yi.
Lee Gyeom?
Ia ingin menemuimu sekarang juga.
Bagaimana ini ?
Aku tidak tahu ini soal apa, tapi Ia jauh-jauh datang dari Hanyang.
Kau harus melihat cahaya matanya.
Apa mungkin Ia tahu mengenai Nona Saimdang ?
Oh-ho !
Aku ingin bertanya !
Astaga.
Ia sedang tidak sehat, Ia tidak bisa menemuimu.
Ia memintamu pergi.
Tanyakan lagi.
Aku hanya ingin bertemu sebentar.
Sampai Ia menemuiku, aku tetap akan menunggu.
Kembalilah.
Tuan, kembalilah. Aigoo Tuan !
Aigoo ! Jangan begini.
Jangan Tuan.
Sampai kau menemuiku, aku akan menunggu disini.
Aigoo, Tuan kenapa kau melakukan ini ?
Tuan.
Apa maksudmu ?
Lee Gyeom ada di Ojukheon ?
Ia memaksa ingin bertanya mengenai kejadian 20 tahun lalu.
Ia menolak untuk pergi.
Bibi Lee Gyeom : Nyonya Lee
Bawa dia kemari.
Tuan.
Ikut kami.
Pulang.
20 tahun lalu ...
Tuan Shin mengirimkan surat dimalam kematiannya.
Buat bibimu.
Aku sendiri yang mengantarkan surat itu.
Apa maksudmu ?
Surat ?
Ayo kita pergi.
Ia akan jelaskan semuanya padamu.
Bibimu akan melakukannya.
Meskipun disaat pembicaraan mengenai pernikahan anak-anak ...
kau selalu sedang pergi.
Aku belum sempat menemuimu secara pribadi.
Disaat itu, putri keduaku akhirnya menikahi pria muda lain.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, aku menuliskan surat ini.
Kau mungkin akan terkejut.
Ini semua dilakukan demi melindungi Lee Gyeon dan anakku.
Ini pilihan terbaik yang bisa kulakukan. Aku harap kau bisa mengerti.
Aku minta maaf, karena tidak dapat memberitahukan alasan sesungguhnya.
Aku mohon agar jangan sampai Lee Gyeom mengetahui soal ini.
Dengan begitu, aku yakin masa depan Lee Gyeom akan aman.
Dengan tulus aku berharap, begitu juga pada istri dan putri keduaku.
Kuharap kau menemukan kedamaian.
Katakan padaku.
Apa yang tertulis dalam surat yang kau terima ?
Anak tidak tahu sopan.
Keributan apa yang kau lakukan saat orang tengah tidur ?
Aku bertanya soal kebenaran.
Apa gunanya saat ini ?
Sudah 20 tahun
Sekarang Ia sudah menikahi lelaki lain.
Ia punya putra dan putri dan hidup nyaman.
Hidup nyaman ?
Orang bilang Ia adalah seniman berbakat.
Sekarang Ia menjadi istri dari pria biasa. Ia memasak, mencuci dan bertani.
Ia bahkan melakukan pekerjaan kasar membuat kertas.
Ia berjualan di pinggir jalan.
Seharusnya Ia tidak hidup begitu !
Dulu Ia sangat berkilau dan sangat pintar.
Kau tahu betul itu.
Anak bodoh.
Kau ceroboh.
Kenapa kau tidak sadar kalau sudah membuat hidupnya berbahaya lagi?
Semakin kau gali masa lalunya.
Semakin bahaya hidup kalian berdua.
Jadi, jangan mencaritahu soal apapun juga.
Apa maksudmu ?
Apakah semua ini terjadi karena ...
puisi yang dituliskan Raja ?
Benarkah ?
Apakah raja orang seperti itu ?
Ia menulis puisi demi melukai orang tak berdosa ?! / - Oh- ho !!
Aku akan tanyakan sendiri kalau kau tidak mau menjawab.
Saimdang mungkin melihat puisi itu.
Dari semua orang yang melihat puisi itu, hanya dia yang masih hidup.
Itu ...
apa maksudmu ?
Saat Raja tahu bahwa semua orang masih hidup, Raja menjadi orang paling kejam.
Kalau kau menikah Saimdang hari itu, kau juga tidak akan hidup.
Sebrutal itulah singasana.
Raja--
Saimdang dan Shin Myung Hwa ... membuat pilihan yang masuk akal.
Kau tahu segalanya.
Kenapa tidak berkata apa-apa ?!
Jika kau tahu segalanya, apa kau akan tinggal diam ?
Kau sangat berdarah panas.
Kau akan pergi ke istana dan membuat keributan.
Jika itu terjadi, apakah kau kira kau masih hidup ?
Dengarkan aku.
Kau tidak boleh jadikan Raja sebagai musuhmu.
Demi melindungi wanita yang kau kasihi, hanya itu jalan yang harus kau lakukan.
Sebaiknya kau hidup seperti sebelumnya.
Lupakan soal masa lalu.
Peluk erat awan.
Hidup layaknya pengembara.
Kembalilah.
Ada sopan santun sebelum berpisah.
Aku meminangmu dan kita janji sehidup semati.
Bagaimana ?
Bagaimana kau bisa menikahi pria lain tanpa penjelasan?!
Katakan. Katakan padaku !
Semua itu tidak ada gunanya sekarang.
Apa yang akan berubah saat ini ?
Tidak ada gunanya ?
Semua waktu yang kita habiskan tidak ada gunanya ?
Selama 20 tahun ini, satu kalipun aku belum pernah melupakannya.
Bagaimana aku bisa lupa ?
Apa semudah itu kau membuang kenanganmu ?
Semua waktu yang kita habiskan bersama ...
Kebahagiaan, kenangan dan janji kita !
Saimdang.
Saimdang!
Ada yang salah.
Apanya ?
Jika kertas goryeoji ... hasilnya lebih halus.
Katanya itu adalah kertas goryeoji terbaik.
Harganya 3 nyang perlembar.
- Astaga! - 3 nyang.
Ada yang kurang.
Ada yang kurang ?
Ini memang mirip dengan kertas Woonpyeongsa goryeoji.
Tapi, sangat berbeda.
Tekstur kertasnya harusnya lebih padat.
Yang ini terlalu tipis dan transparan.
Hasil akhirnya harus lebih baik.
Anehnya ini berbeda.
Jika aku bisa menyentuh kertas Woonpyeongsa goryeoji, maka aku bisa gunakan kemampuan yang kupelajari hanya dengan melihat.
Aku hanya bisa membuat yang bisa kubuat.
Kakek, jadi itu mustahil ?
Kau membayar 3 nyang untuk ini ?
Aku tadinya cuma mau makan.
Aigoo!
- Kertas yang digunakan ayahku ... - Apakah ini tulisan tangan kakek ?
Bukankah semuanya sudah ibu bakar?
Jangan-jangan ...
Aku pulang kerumah dulu.
Nona ! Mau kemana ?
Ini.
Woonpyeongsa goryeoji.
Sepertinya kertas ini bagus.
Ini Woonpyeongsa goryeoji.
Benar goryeoji.
Benar.
Ini kertas goryeoji Woonpyeongsa.
Benar.
Ini benar, Woonpyeongsa goryeoji.
Bukankah kertas goryeoji Woonpyeongsa ini lebih baik daripada yang dari toko ?
Tidak salah lagi.
Jika kita bisa membuat kertas goryeoji ini, maka kita bisa menentukan harga semau kita.
Wow!
Artinya kita bisa mencari uang lagi ?
Kita bisa menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya !
Apa ada aturan yang melarang ?
Bukankah selama ini kita sudah membuat kertas ?
Aku yakin langit sudah memberi kita hadiah.
Mari kumpulkan semua tenaga kita.
Mari buat kertas goryeoji ini seperti emas yang tidak pernah berubah.
Mari !
Mari lakukan !
- Ya ! - Ayo lakukan !
- Ayo ! - Ya !
Ayo kerja !
Kita bisa.
Ayo bangun.
Bangun !
Bangun !
Bangun !
Bangun !
Kim Yeon meminta masa jabatannya diakhiri?
Ya, Yang Mulia.
Ia harus diskusikan siapa penggantinya.
Aku rekomendasikan Min Chi Hyung
No comments yet. Be the first to leave one.