Prvních 200 řádků.
TELL ME THAT YOU LOVE ME
TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI FIKSI
AKU SUDAH SELESAI LATIHAN
AKU MAU MAMPIR SEBENTAR JIKA KAU DI RUMAH
DEEP
Berhentilah melawan, sialan!
Aku hanya ingin bicara denganmu, mengerti?
Kau pikir aku akan menyakitimu? Aku tidak bermaksud menyakitimu.
Aku hanya ingin bicara denganmu, paham?
Sialan!
Tolong!
Jinwoo.
Jinwoo.
Saat ada kebakaran di sekolah, tempat itu penuh asap.
Jadi, dia tak bisa melihat atau mendengar.
Apa yang seharusnya dia lakukan dalam situasi itu?
Jinwoo!
Haruskah dia mati saja?
Dan jika begitu,
berarti dia mati untukmu. Mau kau tak akan terluka, 'kan?
Kau sungguh tahu bagaimana dia dulu?
Dia kesulitan tidur saat malam, tapi saat tertidur,
dia terbangun karena suaramu yang meminta tolong
di dalam mimpinya.
Karena suaramu yang tak pernah dia dengar dalam hidupnya.
Dahulu,
wajahnya tak berekspresi.
Dia seperti mayat.
Maaf.
Jinwoo dan Seokyung
dahulu sangat saling menyukai.
Dan setelah perpisahan itu,
Jinwoo sangat kesulitan.
AKU MERINDUKANMU, SEOKYUNG
Kau masih suka dia?
Kau mengasihaninya?
Atau itu ambisimu sebagai kurator?
Kau mau menjadikan Jinwoo bintang agar bisa bersamanya lagi?
Kau sungguh masih menyukainya?
EPISODE 13 PENGAKUAN
TELL ME THAT YOU LOVE ME
HUJAN TIDAK AKAN BERHENTI DALAM WAKTU DEKAT
KAU SUDAH TIDAK MENUNGGU DI LUAR, BUKAN?
Moeun!
Dia tidak ada di rumah?
Ya.
Masuklah. Kuantar kau pulang.
Baiklah.
Kenapa kau masih di sini?
Aku punya firasat
bahwa ini akan terjadi.
Kau senang aku menunggu?
Tunggu sebentar.
Kenapa kau terlihat sangat sedih?
Sepertinya aku agak masuk angin.
Aku merasa sedikit lelah.
Sungguh?
Coba kuperiksa.
Kau benar.
Kau memang agak demam.
Biar kunyalakan ini untukmu.
Saat hangat, kau akan merasa lebih baik.
Terima kasih.
Terima kasih.
Saat kali pertama aku datang ke sini untuk menemuimu,
aku bersyukur bahwa kau tidak menanyakan apa pun kepadaku.
Tapi hari ini,
aku merasa sedikit kesepian.
Andai saja kau memilih marah padaku,
akan lebih mudah bagiku untuk berbicara denganmu.
Apa yang kau pikirkan?
Aku berpikir bahwa kau berbohong
saat kau bilang kau baik-baik saja sekarang.
Aku tadinya sangat percaya diri.
Aku ingin tetap di sisimu
sebagai teman dan rekan yang baik,
sambil berpura-pura baik-baik saja.
Tapi kau mengetahuinya.
Jika aku mengatakan ini,
aku tahu kau akan bersikap dingin kepadaku.
Tapi kurasa
aku masih
sangat merindukanmu.
Mungkin aku sedang dihukum.
Kita sudah sampai, Bu.
Kau tak mau pulang? Mau ke suatu tempat dan bersenang-senang?
Tidak.
Terima kasih. Hati-hati di jalan.
Baik.
Selamat malam, Moeun.
Kau juga.
PESAN DARI JUNG MOEUN
PANGGILAN TAK TERJAWAB JUNG MOEUN
AKU BARU SAJA MELIHAT PESANMU
MAAF AKU TERLAMBAT MEMBALASNYA. KAU SUDAH TIDUR?
MAAF AKU TERLAMBAT MEMBALASNYA. KAU SUDAH TIDUR?
BISAKAH KITA BERTEMU HARI INI?
Jinwoo.
Beberapa hari lalu,
Moeun datang menemuiku di sini.
Untuk apa?
Dia bertanya
tentangmu dan Seokyung.
Dia bilang
dia terus mendengar soal itu
dari orang lain.
Hei.
Kau harus berbuat sesuatu
untuk memastikan agar dia tidak mengkhawatirkan itu, mengerti?
Tapi bagaimana caranya?
Aku tak tahu
apa yang dia dengar tanpa aku ketahui.
Pertama,
ceritakan kepadanya tentang dirimu
sebanyak mungkin.
Mendengar soal orang yang kau cintai lewat orang lain
rasanya sungguh menjengkelkan.
"Apakah hanya aku yang tak tahu?"
"Apakah aku tidak penting baginya?"
Dia bisa berpikir begitu
dan merasa sangat terluka.
BISAKAH KITA BERTEMU HARI INI?
Kau marah karena aku terlambat membalas pesanmu kemarin?
Aku tak membawa ponselku, jadi, aku terlambat melihat pesannya.
Maafkan aku.
Aku agak terkejut melihatmu menelepon.
Aku merasa tergesa-gesa,
jadi...
aku menekan
tombol panggil tanpa pikir panjang.
Kau merasa tergesa-gesa?
Apakah terjadi sesuatu?
Apa itu?
Tadi malam...
saat aku sedang menunggu
balasan pesanmu...
aku melihatmu masuk ke sini
dengan seseorang.
Maaf aku tak memberitahumu sebelumnya.
Aku bisa jelaskan.
Aku memahami kesalahpahaman tersebut.
Apa pun alasannya,
seharusnya aku memberitahumu dengan jujur sejak awal.
Aku salah.
Tapi aku tak tahu bahwa dia akan datang.
Dia berdiri di tengah hujan.
Aku tak bisa menyuruhnya pergi begitu saja.
Itu saja.
Aku tidak mengerti apa yang kau sampaikan.
Mari kita bicarakan hal ini.
Aku akan menjelaskan semuanya lagi.
Jangan hari ini.
Nanti saja.
Mari kita bicara nanti.
Moeun, mau minum bir bersama?
Aku tidak minum dulu.
Benar juga. Kau tidak minum karena kau akan segera syuting, 'kan?
Kalau begitu, minum teh?
Setidaknya sedikit teh barli. Aku sangat mengkhawatirkanmu.
Baiklah.
Tentu saja
pasti ada
banyak kebaikan daripada keburukan.
Aku suka saat kami melakukan kontak mata untuk berbicara.
Bahwa kami hanya fokus satu sama lain
agar tidak melewatkan apa pun
dari ucapan masing-masing.
Benar.
Katamu dia mendengarkan dengan cermat.
Ya.
Tapi tahukah kau apa yang aneh?
Apa?
Ketika aku tak tahu bahasa isyarat sama sekali,
meskipun aku tak bisa mengerti apa yang dia katakan,
aku merasa bisa memahaminya.
Apa yang ingin dia katakan
dan bagaimana perasaannya.
Tapi sekarang tidak?
Bahasa isyaratmu sudah lebih baik.
Benar sekali.
Aku tahu lebih banyak kata sekarang.
Tapi kenapa
makin sulit untuk bicara dengannya?
Boleh lihat yang ini?
Aku akan membelinya.
Ini hari terakhirmu bekerja di sini?
Ya.
Ini hari terakhirku.
Kelasmu dimulai sebentar lagi, 'kan?
Aku baru saja pulang dari jalan-jalan.
Kau senggang sore ini?
Kirimi aku pesan kapan saja. Aku akan menunggu.
Halo.
Ini hadiah untukmu yang telah disiapkan oleh pusat seni.
Terima kasih, tapi aku tidak bisa menerimanya.
Aku merasa tak enak.
Pameranmu berjalan jauh lebih baik dari yang kami harapkan.
Kami pantas mengungkapkan rasa terima kasih kami seperti ini.
Jadi, jangan merasa sungkan karenanya.
Dia benar.
No comments yet. Be the first to leave one.