Prvních 200 řádků.
Rabu
SEORANG PENJAHAT MATI DAN DUA TERTANGKAP DALAM PERAMPOKAN YANG GAGAL
DUA PENCURI PERHIASAN YANG DIGAGALKAN TERTANGKAP...
... membawaku ke rumah saudaraku. Kau mendengarkanku?
Yang kuperlukan hanya kau bilang saja...
Satu lagi yang terlambat.
Siapa namamu, Kau bawa apa?
Oh, rubah.
Tunggu di sebelah sana...
Mereka kira mereka bisa memakai banyak barang musium,
tapi setengahnya sudah hancur.
Aku sudah bilang begitu, tapi mereka tidak mendengarkan.
Orang Polandia itu jadi gila.
- Hungaria. - Eh?
- Dia orang Hungarian, bukan Polandia. - Oh, Hungaria.
- Jadi kau bawa apa? - Beberapa rubah.
Kau?
Puma, jaguar, kasuari...
Kebanyakan berasal dari diorama yang kubuat beberapa tahun lalu.
Aku jarang membawa yang baru.
- Usaha yang bagus. - Bisa dibilang begitu.
Sontag!
Kurator ingin kau melihat diorama di lantai tiga.
Mereka butuh laporan dan perkiraan. Mulailah dengan hutan hujan.
- Sekarang? - Ya, sekarang.
Jangan merokok di sini.
Itu tak mengganggunya, iya kan, sayang?
Bilang "Ah".
- Bagaimana? - Baik.
Seperti biasa...
- Kau masih merasa... - Masih.
- Masih ingat waktu itu? - Ya.
Aku ingat setiap saat.
OK. Ayo ke Administrasi. Aku sudah cukup di sini.
Gajian.
Menurutmu mereka dapat berapa?
- Jangan ini lagi. - Berapa?
- Aku tak tahu. - Coba tebak.
Aku tak tahu sama sekali.
Dua pria masing-masing dua tas. Tiap tas kira-kira...
berisi 10 bundel limapuluh 100-an uang kertas.
Jadi?
200,000.
Ditambah jumlah yang sama yang sudah di dalam.
Mereka memasukkannya sehari sebelumnya, untuk alasan keamanan.
Sulit dipercaya mereka punya sebanyak itu, dibanding dengan gaji yang mereka beri.
- Menunggu. - Menunggu apa?
Seseorang melakukan sesuatu. Ingin kuberitahu caranya?
Kau juga akan mengatakannya.
Seperti ketika kau mengatakan cara merampok Pertemuan Agrikultural.
Lihat bagaimana dia berbalik? Kau bisa saja menghampirinya.
Dia takkan melihat.
Kau ada korek?
Jangan bergerak.
- Sekarang... - Semua tiarap!
Semua pada waktunya. Kau jangan membuang sedetik pun.
Memborgol mereka, memakan waktu...
10 detik.
Telepon, alarm. Di perbendaharaan, belum ada yang menyadarinya.
Tiarap!
- Berapa lama tadi? - 20 detik.
Itu saatnya menutup pintu.
Hanya satu jalan masuk. Kau tak memperhatikannya?
- Tidak. - Aku lihat.
Berapa lama?
40 detik.
Mereka menaruh uangnya. Mereka menutup semuanya.
- Satu menit. - Waktu habis.
Bagaimana mereka keluar?
Jalan sempit di samping. Mereka tak pernah menutupnya.
Mudah disembunyikan. Dan tak ada yang akan mengingatnya.
Kecuali aku.
Jalan sempit itu menuju langsung ke sisi lain gedung.
Sementara penjaga berkumpul di pintu utama...
kita pergi dari sisi lain.
Kita pergi dari sisi lain?
Oke, mereka pergi.
Semua sangat rapih.
Itu bisa dilakukan dengan rapih. Itu bisa dilakukan dengan baik.
Dan jika semudah itu, kenapa orang tidak merampoknya selama ini?
Orang merampok selama ini, tapi mereka melakukannya buruk.
Karena mereka bodoh.
Polisi dan penjahatnya, semuanya.
Aku tak mengerti apa yang menahanmu.
- Itu adalah permainan. - Dan kaulah pemain terbaiknya.
Aku memperhatikan.
Aku tak lupa satupun yang kulihat.
Katakan nomor seri yang di tas.
ABF 869, HFD 545.
Dan bagaimana jika ada yang salah? Bagaimana jika seseorang mati?
Tak ada alasan kenapa seseorang harus mati.
Ya, ada alasannya. Ada banyak orang dengan senjata.
Tipe keadaan di mana orang-orang mati.
Tidak, tidak jika semuanya direncanakan dengan tepat.
Apa yang kau bicarakan?
Kau kira siapa dirimu? Billy the Kid?
Kau punya fantasi yang aneh untuk seorang taxidermist...
yang tak pernah berkelahi dengan siapapun.
Tak sekalipun.
Tidak di sekolah, di jalan, di manapun.
Apapun yang kau katakan bisa digunakan melawanmu.
Karena kau sangat suka aksi, aku ada permainan yang lebih baik untukmu.
Besok aku pergi berburu rusa di selatan.
Tadinya aku ingin pergi dengan Aguirre tapi dia sakit,
dan aku masih ada tiketnya.
Kita akan menyewa senapan, dan bersenang-senang.
- Aku tak suka membunuh hewan. - Kau tak harus membunuh apapun.
Berjalan-jalan saja,
menghirup aroma formaldehida, menembak beberapa kali.
Kau harus mencobanya kapan-kapan, atau apa istrimu tak mengijinkanmu?
- Aku pergi. - Kau tak ingin uangmu?
- Lain waktu saja. - Akan kuhubungi tentang perjalanan itu.
- Aku tak ikut. - Aku tetap menghubungimu.
Mariana...
Ya, aku akan pergi.
Aku berpikir dan sudah kuputuskan.
Tidak... Tidak ada apa-apa...
Kupikir hanya... perubahan udara kan baik bagiku.
Ya, berburu juga, semuanya.
Eh?
Dia?
Tidak, dia setuju.
Iya, menurutnya itu ide yang bagus.
Katanya apa yang baik untukku adalah baik untuk kami berdua.
Jam berapa kita berangkat?
Maskapai apa?
Oke.
Sampai ketemu di sana.
Kamis
Kita tak bisa menginap di sini. Mereka tak ada kamar lagi.
Semuanya penuh.
Sontag!
Dengar, aku tak ingin kau jadi marah.
Keadaannya di luar kendali. Bukan hanya kami.
Aku baru saja menghubungi hotel-hotel lain. Mereka semua penuh.
Tak ada satupun kamar yang kosong di sepanjang lembah.
Dan kau tak memesan tempat.
Aku tak butuh pemesanan tempat.
Tapi ini akhir pekan yang spesial. Kasino akan tutup minggu depan...
dan orang-orang berdatangan dari mana saja.
Apa peduliku? Aku datang untuk berburu.
- Kau kan pergi ke mana? - Ke mana saja.
Dengar.
- Kau tahu kabinnya Dietrich? - Siapa?
Dietrich. Dia penduduk lokal. Membawa orang berburu dan sebagainya.
Dia punya kabin jauh di utara di tengah hutan.
- Aku tak mengenalnya. - Ya, mereka bukan untuk turis.
- Sebenarnya, tempatnya agak... ...jelek.
Begini, aku takkan menyarankannya jika kau punya pilihan lain.
Tapi jika kau ingin berburu, mungkin ini akan cocok untukmu.
Tempatnya lebih dekat ke pekarangan.
Bagaimana menurutmu?
Tak apa-apa.
Di mana tempatnya?
Hei.
Hei!
Apa maumu?
Tempat menginap untuk 3 atau 4 hari.
Tidak. Kami tak ada kamar.
Lalu, mana semua tamunya?
Di sauna?
Tak ada kamar. Bagian mana yang tak kau mengerti?
Ya, tak ada kamar.
Adikku salah. Ada satu kabin tersedia. Ikuti aku.
Silakan tandatangan di sini.
- Aku juga? - Tidak, satu sudah cukup.
- Siapa namamu? - Diana.
Ini ayahmu?
Bukan... itu suamiku.
- Dietrich? - Iya.
- Ini rusa merah 14 tanduk, bukan? - Sepertinya iya.
- Di mana? - Aku tak tahu. Lagipula bukan di sini.
Kabinnya di seberang sana.
Jika kalian ingin aku buatkan sarapan, bilang saja.
Atau makanan lain. Tak masalah.
Tak ada pemburu lain.
- Tak ada siapapun. - Kukira ini...
Jangan dengarkan Julio. Suamiku yang bertanggung jawab di sini.
Dan jika dia tak ada, aku.
- Di mana dia? - Aku tak tahu.
Berburu, mungkin.
Kalau kalian ingin dia jadi pemandu, Aku akan coba hubungi ponselnya.
Kau dapat sinyal di sini?
Kasino memasang antena. Itu berfungsi untuk seluruh lembah. Kuhubungi dia sekarang?
Jangan, kami kan pergi sendiri, besok saja.
- ke Junquillo? - Utara jauh, dekat ke Pilauquen.
- Belum ada yang pernah ke sana. - Karena itulah kami pergi ke sana.
Aku ingin menyewa senapan untuk temanku tapi saat ini kami terlalu jauh.
- Kau bisa menyewakan satu? - Iya...
Kau ingin melihatnya? Ikut aku.
Sekarng kau punya senjata.
Jumat
Jangan jauh-jauh. Kalau kita terpisah, kau takkan tahu jalan pulang.
Kau berjalan 4 atau 5 km ke barat menuju sungai, lalu belok kanan,
jalan 2 km lagi. Di situlah kita tinggalkan jip, melewati pembukaan hutan.
- Aku sangat tahu jalan pulang. - Kau memang ahli hutan sejati...
Pengingat tempat yang baik.
Aku selalu bisa, bahkan waktu aku kecil. Aku tak pernah tersesat.
Kau haru punya satu kemampuan untuk menyelesaikan yang lain.
- Tadi itu sengaja, kan? - Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.