Informace o verzi

조선로코녹두전 The Tale Of Nokdu E05-06
Komentář od DSS_Indo
NEXT

Tagy

other
Zveřejněno: 2019-10-08
Stažení: 36
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

-=Semua karakter, organisasi, tempat kasus dan kejadian di drama ini fiktif.=-

= Episode 5 =-

Kita mulai.

Biar aku yang melihatnya.

Tidak.

Aku saja.

Omo.

Aduh.

Begini...

Anu, begini...

Sial. Sini kau!

Tunggu.

Sini kau!

Diam!

Tunggu...

Dong Joo.

Sedang apa di sini?

Itu... kami hanya...

Rambutku dirapikan.

Benar. Aku merapikannya.

Kau tak merapikannya. Malah makin acak adut itu.

Gwabu-nim, wajahmu kenapa?

Dia mau merias wajahku.

Kami dengar suara pria dari ruangan ini.

Apa...

Saat memegang gunting aku melakukan kesalahan.

Kau yang bersuara begitu tadi?

Aku kesakitan.

Maafkan aku.

Kita ke kamarmu saja lukamu harus segera diobati.

Iya, ayo.

Kami permisi.

Omo.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Eonni ~

=Nokdu Jeon=-

- Ih. - Buset.

- Sini kau. - Hei!

Kau tak ingat aku? Aku menyelamatkan nyawamu di Hanyang.

Kau juga menyamar jadi lelaki. Haruskah kubilang Haengsu-nim?

Apa? Kau mengikutiku sejak dari Hanyang?

Tidak, rute kita sama.

Bayangkan betapa kagetnya aku...

menemukan pakaian pria dan ikat kepala di kamar gisaeng.

Dan saat itulah aku tahu.

Kau bilang tak melihat tasku!

Aku tak melihatnya.

Cuman tak sengaja lihat.

Kau ini...

- Kau... - Sudah dong.

- Aigoo. - Dong Joo.

Oh. Lanjutin.

- Ih. - Hei.

Sial.

Kau sudah periksa semua pulau di sekitar?

Sudah.

Sudah saya cari, tapi tak menemukannya.

Kau tak menemukan petunjuk apapun?

Saya menemukan tempat yang aneh.

Semua penduduk di pulau itu wanita.

Semuanya wanita?

Di luar dingin.

Anda keluar jalan-jalan, Eomma mama?

Cuacanya belum terlalu dingin.

Tapi mungkin terlalu dingin untuk Pangeran Yeongchang.

Kamu tak kedinginan?

Ti... Tidak. -= Pangeran Yeongchang =-

Jeonha.

Kamu harus selalu berhati-hati.

Kalau kamu kena flu, gawat nanti.

Marabahaya itu datangnya tiba-tiba

tanpa pemberitahuan.

Ayo pergi.

Yakin kau lihat pria?

Dia bercadar hitam, jadi saya tak bisa jelas melihatnya.

Kalau dia melihat sesuatu, akan membahayakan.

Saya tak yakin dia melihat sesuatu karena tak mungkin

masuk ke kuil.

Dia mungkin kembali,

jadi perketat penjagaan.

Iya, baik.

Apa yang terjadi?

Bukan apa-apa. Kita mulai saja.

Jeonha jadi makin gelisah

karena Yeongchang Daegun.

Iya.

Sejak Jeoha meninggal, hingga sekarang posisi tersebut kosong.

Tentu saja dia gelisah.

Semua di sekitar Yeongchang Daegun disingkirkan

dengan alasan merencanakan pemberontakan.

Berikutnya salah satu dari kita.

Sebelum pelantikan...

Hingga Yeongchang Daegun besar aku akan menunggu.

Kita tak tak punya waktu.

Lantas, apa yang akan Anda lakukan?

Pemberontakannya harus segera kita lakukan.

Kau berencana bertemu Manim yang kau cintai di sini?

- Hmm. - Oh, begitu.

Dengan berpakaian begini?

Haruskah kau berpakaian begini?

Setelah wanita yang kusuka menjanda

keluarganya menginginkannya bunuh diri.

Makanya kami melarikan diri bersama.

Saat melarikan diri itulah kami terpisah.

Karena aku masih dikejar,

selain ini, tak ada pilihan lain.

Kapan dia datang?

Segera. Dia akan datang beberapa hari lagi.

Dia pasti datang.

Begitu datang, aku akan pergi bersamanya. Aku janji.

Keparat menjijikkan.

Aku tak percaya ingin memanggilmu eonni.

Makanya kukatakan aku tak bisa jadi eonnimu.

Tapi aku tersinggung kau anggap begitu.

Aku memperlakukanmu dengan baik.

Yang benar saja.

Oh, iya itu.

Punggungku.

Kau menyentuh punggungku!

Hei! Kau yang menyuruhku.

Mestinya kau tolak.

Kau juga menyentuhku.

Di mana?

Tuh, 'kan? Makin dibahas makin tak nyaman jadinya.

Jadi jangan banyak tanya beri aku waktu beberapa hari.

Setelahnya aku akan menghilang.

Aku janji.

Aku minta maaf atas banyak hal.

Karena menyesal, aku akan tidur di luar.

Berhenti. Kau tak boleh kemana-mana.

Tetap di sisiku.

Hei. Aku...

Aku mencintai kekasihku.

Kau gila apa?

Mereka semua mengira kau wanita, jadi jangan macam-macam.

Maksudmu?

Berhentilah memperlakukanku seperti orang mesum.

Selama tinggal di sini,

jangan coba-coba pergi dari pandanganku, mengerti?

Terus apa?

Kau mau kita tidur sekamar?

Eh, Gwabu-nim.

Kau bilang berbeda,

tapi tindakanmu ini...

macam bajingan tengik, bukan begitu?

Tidak, aku... aku cuman mau ke kamar mandi.

Iya, iya. Aku akan masuk lagi.

Aduh, aku harus keluar lagi.

Kau tak tidur?

Hooh, aku tak tidur.

Semalaman aku akan mengawasimu.

Sekelompok lelaki...

berkumpul di tempat yang hanya dihuni para wanita.

Merekalah pimpinannya.

Salah satu dari mereka pasti yang memberi perintah.

Mereka merencanakan sesuatu?

Aku ingin tahu kenapa mereka berusaha mencelakai keluargaku.

Benar. Kita bukan melakukan hal semacam itu.

Siapa yang memberi perintah begitu?

Kalau itu...

hanya bos yang tahu.

Mereka dapat perintah dari bosnya...

dan tak tahu jelasnya.

Mereka tak perlu sistematis.

Untuk mengetahui siapa pimpinannya dan siapa para lelaki itu,

aku harus mendekati para wanita itu.

Bajingan tengik itu...

takut ketahuan oleh para janda,

makanya dia ke gibang.

Dia kesini?

Ya ampun.

Sungguh dia melakukan hal jahat?

Benar.

Dia masuk desa janda beberapa hari lalu.

Dia diusir setelah dipukuli.

Tapi dia tak kapok dan kembali kesana lagi.

Aigoo, dasar bajingan tengik kurang ajar.

Jadi Haengsu-nim dan Bubongsa-nim...

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left