Tarzan II

Tarzan II

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

ALL BLURAY 720p 1080p TARZAN II [2005]
Komentář od RATUTOKET
ReSync timing for bluray Original From IbrahimKh

Tagy

BluRay
720p
720
1080
Zveřejněno: 2014-09-06
Stažení: 51
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

RESYNC SUBTITLE FOR ALL BLURAY FROM IbrahimKh

Whoa!

Lari!

Itu Zugor!

Monsternya?

Hei, hei, hei! Tidak adil menaiki kendaraan.

Halo? Pikirmu apa yang kau lakukan?

Apapun itu, kau tahu itu dilarang.

Apa dia masih mengejar?

Hei, tunggu sebentar.

Tidak ada yang namanya Zugor.

Dia hanyalah makhluk khayalan.

Terk hanya berpura-pura, jadi aku bisa berlatih meloloskan diri.

Aku terlalu lamban. Jika aku tidak bisa lebih cepat,

...sesuatu yang buruk bisa menimpaku.

Kau Kera terpayah yang pernah ada.

Jika Zugor turun dari Gunung Kegelapan,

- kau sudah ditelannya sekarang. - Aku pasti bisa menangkapmu.

- Tidak. - Roar!

- Meleset. - Roar!

Meleset lagi.

Ini menyedihkan.

Latihan hari ini hanyalah bencana.

Oh, kekuatan untuk menjadi kuat...

Dan kebijakan untuk menjadi bijak...

Semuanya akan mendatangimu pada waktunya...

Di pengembaraan yang kau jalani ini...

Kaulah yang akan mencapai puncak...

Anak manusia, lihatlah ke langit.

Kobarkan semangatmu, bebaskan semangatmu....

Suatu hari nanti kau akan tumbuh dengan rasa bangga.

Anak manusia, pada saatnya kau akan mendapatkannya.

Ayo, kau bisa melakukannya.

Kau bisa melakukannya.

Yay-oh Yay-oh

Yay-oh Yay-oh

Yay-oh, yay-oh Yay-oh

Anak manusia, lihatlah ke langit.

Awas!

Suatu hari nanti kau akan tumbuh dengan rasa bangga.

Pohon! Pohon!

Anak manusia untuk dilihat semuanya.

- Kalian semua baik-baik saja? - Kau terluka? Biar kulihat.

Apa-apaan kau ini? Dia hanya seorang bayi.

Aku tidak mau kau bermain dengannya.

Dia bisa melukai orang-orang.

- Kasihan Kala. Dia adalah ancaman. - Bagi kita semua.

Bagus. Hampir mengenai separuh keluarga.

Semua gajah akan terjatuh kembali.

Ooh, Aku baru saja mendengar suara Kerchak.

"Kau hampir membunuh seseorang"

"Dia hanya anak-anak. Dia akan belajar."

"Dia takkan bisa bertahan di hutan ini.

Dia tidak bisa lari, dia tidak bisa memanjat.

Dia sumber bahaya untuk kita semua.

Sekarang, aku akan mengaum dengan hebat.

Hei, kawan. Kau tahu aku cuma bercanda, 'kan?

Tentu.

Aku tidak meledekmu. Aku meledek Kerchak.

Ayo, waktunya tidur.

Biar kulihat...

Ini. Bagaimana? Nyaman?

Nyaman sekali, Bu.

Aku menangkap hidungmu.

- Aku menangkap jarimu. - Ibu, hentikan.

Aku terlalu dewasa untuk "hidung dan jari".

Uh-oh, sepertinya yang satu ini hilang.

Mungkin kau menyembunyikannya...

...di sini. - Ibu, hentikan.

Hentikan. Tidak, sungguh...

Ibu, hentikan.

Tarzan, ada apa?

- Tarzan? - Aku bukan kera yang baik.

Aku tidak bisa lolos dari Zugor.

Zugor? Kau tahu itu tidak ada.

Itu hanyalah kisah hantu lama.

Tapi jika dia nyata, dia akan menangkapku.

Aku terlalu lamban.

Kuberi tahu. Jika Zugor datang kepadamu,

Aku akan menyelamatkanmu. Kau bisa jamin itu.

Tapi, kau akan berada dalam bahaya, gara-gara aku.

Semua akan lebih baik jika aku tidak di sini.

Ikut denganku. Akan kuperlihatkan sesuatu.

Pohon ini dulunya, hidup sendirian di sini.

Apa yang terjadi padanya?

Suatu hari ada badai besar...,

dan angin menghempaskan pohonnya, hingga akhirnya terjatuh.

Tapi sekarang, lihatlah.

Ini adalah pohon terkuat di hutan...,

karena pohon ini punya banyak ranting, yang saling membantu,

mengangkat dedaunan hingga ke langit.

Dan lihat, setiap batangnya berbeda.

Ada yang kecil, ada yang besar.

- ada yang melingkar, ada yang lurus. - Yang satu ini terlihat gemuk.

Tentu saja, bukan begitu?

Tapi mereka semua berguna untuk membuat pohon ini kuat.

Cukup kuat untuk menghadapi segala jenis badai.

Seperti sebuah keluarga.

- Seperti keluarga kita? - Itu benar.

Kau butuh keluargamu, Tarzan, dan keluargamu membutuhkanmu.

- Tidak ada yang membutuhkanku. - Aku membutuhkanmu.

Dan aku akan selalu membutuhkanmu.

Sekarang, dimana jari yang hilang itu?

Ibu, aku sudah menemukan jariku.

Tidak, kupikir belum. Mungkin di sini, atau di sini...

Bu, hentikan.

Gigi.

Hati-hati terhadap gigi besar yang menyeramkan.

Lari! Lari! Itu Zugor!

Berhenti bermain-main, Tarzan.

Jadi, tunggu apa lagi?

Lari!

- Tarzan! - Ibu!

Tidak.

Kala.

Ibu?

Ibu?

Di mana semua orang?

Ibu, dimana kau?

Maafkan aku, Kala.

Dia di sana. Aku hampir menangkapnya.

Dan kemudian dia... tidak.

Tidak ada yang perlu disesali.

Aku akan melakukan segalanya. Aku akan pertaruhkan hidupku untuknya.

Kasihan Kala, ini buruk sekali.

Dia hampir membunuh Ibunya sendiri.

Aku benci mengatakannya, tapi dia lebih baik hidup tanpa Tarzan.

Sepertinya kita semua sepakat.

Bisakah seseorang mengatakan di mana aku seharusnya.

Kemana aku harus pergi?

Bisakah seseorang menjelaskan, mengapa aku selalu salah?

Aku harus tahu...

Mengapa aku melukai orang yang kusayangi...

...dengan semua perlakuanku?

Jika aku tidak bisa menjadi apa yang mereka inginkan

Lalu apa yang harus kulakukan?

- Aku tidak bisa pulang. - Aku tidak bisa pulang.

- Oh, inilah yang kutahu. - Inilah yang kutahu.

Akan lebih baik, jika aku pergi...

Sendiri

- Aku harus mencari jalanku sendiri - Mencari jalanku sendiri

Dan aku akan bertahan...

Aku akan bertahan

Jika ada suatu tempat untuk dituju, kemana aku harus melangkah

Hanya aku

Jika ada suatu tempat untuk dituju, kemana aku harus melangkah

Hanya aku

Zugor!

- Huh? - Lihat yang kutemukan, seekor burung kecil.

- Tapi aku bukanlah burung. - Kago, lihat apa yang kutemukan.

- Seekor burung kecil. - Hah?

Hah?

Tidakkah kau lihat aku sedang bersenang-senang? Aku baru...

- Tunggu dulu. - Hey!

- Uto, ini bukan burung. - Tentu bukan.

Dia tidak memiliki bulu, otak pisang.

Tentu saja, aku bisa membuktikannya.

Kita lempar dia ke tebing, dan jika dia terbang,

maka kaulah yang berotak pisang.

Jangan colek aku.

Jangan colek aku! Jangan colek aku! Jangan colek aku!

Berhenti! Berhenti!

Berhenti tertawa!

Aku suka saat saudaraku cegukan.

Lucu sekali.

Ini dia.

Aku akan menghajarmu.

Anak-anak!

- Hai, Ma. - Halo, Mama.

Anak kesayanganku, harta karun kecilku,

apa yang Mama bilang pada kalian tentang berkelahi?

- Tapi dia mencolekku. - Dia memanggilku otak pisang.

Bibir!

Saling berkelahi membuat Mama...

...sangat kesal!

Kalian mengerti, anakku?

Ya, Ma.

Apa semua kebodohan ini menyangkut burung kecil itu?

Aku bukan burung. Aku seekor kera.

- Seekor kera! - Seperti kalian.

Bisakah kita tetap melemparkannya ke tebing?

Jika kau adalah kera, dimana keluargamu?

Bagaimana bisa kau ada di sini?

Kau pasti masuk melalui celah itu.

Itu satu-satunya jalan masuk.

Selain terjatuh dari atas.

Aku tersandung. Aku berusaha kabur dari monster.

- Kita semua begitu, nak. - Monster?

Dia pelindung celah itu, hanya menunggu.

Dan jika ia menangkapmu, mereka bilang dia akan memakanmu.

Mereka menyebutnya...

- Jangan katakan, Ma. - Aku tidak dengar.

Aku tidak dengar.

...Sang Zugor.

Tapi tidak ada yang namanya...

Zugor!

Dia datang.

Sang Zugor!

Zugor!

Itu Zugor! Lari, itu Zugor!

More Indonesian subtitles for Tarzan II

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left