Prvních 200 řádků.
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
menghitung bersama pas langkahi garis akhir
issee noo se de fumikomu Goal Line
kita masih saja tak tahu apa-apa
bokura wa nanimo nanimo mada shiranu
lampaui garis itu tapi hilang pas kita toleh ke belakang
issen koete furikaeru to mou nai
kita masih saja tak tahu apa-apa
bokura wa nanimo nanimo mada shiranu
silaunya, silaunya, silaunya
udatte udatte udatteku
keringat berkilauan yang mau kita cucurkan
kirameku ase ga koboreru no sa
mungkin ada banyak hal yang tak kita ingat
oboetenai koto mo takusan unatta darou
semua orang, bahkan dia pun adalah bayangan hitam
daremo kare mo Silhouette
sambil genggam erat sesuatu yang berharga, kita 'kan dewasa
daiji ni shitai mono motte otona ni narunda
melindunginya setiap saat
donna toki mo hanasazu ni mamoritsudzukeyou
maka suatu hari nanti
soshitara itsu no hi ni ka
kita 'kan bisa tertawakan itu semua
nanimokamo waraeru sa
dengan gemulai juga gesitnya menari-nari
hirari to hirari to matteru
dedaunan itu terbang ke kejauhan sana
konoha ga tondeyuku
Tiga Pertanyaan
Kak Shikamaru, ada apa, nih?
Ha?
Tahap pertama Ujian Chunin akan diselenggarakan di sini,
jadi, kami lakukan beberapa perbaikan.
Ujian Chunin!
Sudah lama sekali sejak terakhir kali diselenggarakan!
Sudah dua tahun lamanya.
Jadi, artinya kita harus ikut berpartisipasi!
Kita bisa jadi Chunin, nih!
Kalian masih jadi murid di Akademi, 'kan.
Kalian bahkan belum jadi Genin, jadi, kalian tak bisa berpartisipasi.
Sedikit mengecewakan sih, tapi juga melegakan.
Begitu ya, itu artinya kak Naruto akan kembali, 'kan!
Ha? Naruto?
Dia akan kembali untuk hadiri Ujian Chunin, 'kan?
Dia takkan datang.
Ha?
Mungkin saja dia sekarang sedang latihan.
Keberadaannya pun masih belum diketahui.
Aku bahkan tak yakin dia terima kabar
bahwa kita sedang selenggarakan Ujian Chunin.
Apa mereka akan mulai ujiannya tanpa kak Naruto?
Desa tak mungkin selenggarakan ujian dengan sesuaikan jadwal Naruto.
Kak Naruto akan ditinggal.
Pemimpin kita akan didiskualifikasi!
Kita sebagai wakil dari Sunagakure, harus bisa jadi Chunin, ya?
Masih terlalu dini dengan yakin begitu, lo.
Tenanglah, Yukata.
Sepertinya Shikamaru yang akan jadi pengawasnya.
Aku sih, tak terkejut.
Itu karena dia sudah jadi Chunin.
Kalau begitu, mari kita berjuang dan jadi Chunin juga! Ya, 'kan?
Mohon bantuannya!
Ayo kita berjuang.
Ya!
Baiklah, jadi kalian bertiga akan berpartisipasi dalam Ujian Chunin, 'kan?
Kalian sudah didaftarkan.
Kali ini tak ada tipuan
seperti mencegah kami kumpulkan formulir pendaftaran, 'kan?
Ujian ini sepenuhnya terserah pada pihak yang mengawasi.
Oke, kalian bertiga silakan ambil satu.
Tiga?
Dua?
Satu?
Kembalikan tongkat itu dan tolong segera menuju ruang kelas yang sudah kalian pilih.
Mereka sangat sopan, membuatku takut saja.
Apa Shikamaru yang rencanakan ini?
Apa sih, yang dia pikirkan?
Baiklah, selanjutnya.
Kalian bertiga peserta dari Takigakure, ya.
Namaku Fuu.
Baiklah, tolong ambil salah satu tongkat ini.
Kita sudah tunggu selama ini,
jadi, kita harus berhasil dan jadi Chunin!
Kau berisik banget!
Apa benar ini tempat Ujian Chunin diselenggarakan?
Yo! Aku kembali.
Naruto!
Tak mungkin. Apa ini benar-benar kau, Naruto?
Apa kau nyata?
Aku nyata, kok!
Kau tak berubah sedikit pun.
Tentu saja aku berubah! Mau lihat semua hasil latihanku?
Oiroke no Jutsu.
Bagaimana?
Kiri! Kanan!
Dia tetap saja bodoh.
Tapi, memang seperti itulah Naruto yang sebenarnya.
白眼
Byakugan
Byakugan
Byakugan
Nah, aku akan ikut serta dalam ujian juga.
Tapi, kau butuh sebuah tim yang beranggotakan tiga orang.
Aku baru saja pulang dan tak ada siapa pun di rumah,
jadi, aku akan minta pada panitia untuk buat pengecualian.
Apa yang kaulakukan?
Jangan memarahi Konohamaru!
Kau baik-baik saja, Konohamaru?
Ini semua demi kak Naruto, kok.
Naruto?
Itu karena kak Naruto tak bisa ikuti ujian.
Itu berarti dia takkan bisa jadi Chunin.
Mau menggantikannya dalam ujian, begitu?
Seorang joki ujian, ya.
Kalian tak perlu mengkhawatirkannya.
Naruto itu orang yang akan terus berusaha untuk jadi Hokage
tanpa terpaku pada hal kecil seperti jadi seorang Chunin.
Dia benar.
Saat dia sudah kembali, kita akan menyambutnya dengan senyum yang lebar.
Aku mengerti.
Baiklah, selanjutnya.
Satu.
Tiga.
Dua.
Oke, kembalikan tongkat itu dan silakan menuju ke ruang kelas yang sudah dipilih.
Ruang satu adalah ruang kelas di depan itu.
Ruang dua dan tiga berada di lantai atas.
Ha? Jadi, kami akan berpisah?
Kami akan sendiri-sendiri?
Aku di ruang satu.
Oh!
Kak Neji!
Kenapa kami dipisahkan dengan anggota tim kami?
Entahlah.
Ha?
Tak bisa dibuka.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa pengawasnya sudah datang?
Mereka pasti rencanakan sesuatu.
Ha, siapa takut!
Ada tumpukan kertas di sini.
Seharusnya kau tak sentuh apa pun sesukamu.
Eh, ehem!
Aku Shikamaru Nara,
pengawas Ujian Chunin tahap pertama.
Para peserta, ambil selembar dari lembaran yang ada di meja guru,
lalu duduklah di tempat yang kalian inginkan.
Sudah kuduga, tahap pertama adalah ujian tertulis.
Baguslah, sama seperti biasanya.
Eh, apa semuanya sudah duduk?
Agak merepotkan sih, jadi segera kita selesaikan saja.
Merepotkan, katanya?
Padahal kita sudah serius!
Kalian beruntung. Aku yang tanggung jawab untuk ujian tahun ini.
Dia mungkin benar.
Kenapa?
Dia takkan lakukan hal-hal yang tak masuk akal.
Tahap pertama adalah ujian tertulis.
Bacalah pertanyaannya dengan cermat.
Tiga pertanyaan.
Tiga pertanyaan bernilai dari atas,
30 poin, 40 poin dan 50 poin.
Nilai sempurnanya 120 poin, ya?
Bukan 100, ya?
Masing-masing dari kalian akan jawab satu saja dari ketiga pertanyaan.
Jumlah poin tim kalian akan tentukan gagal atau tidaknya.
Kalau jumlah poin kalian melampaui 100, tim kalian akan didiskualifikasi.
Apaan itu?
Jadi, contohnya...
Kalau ketiganya memperoleh 30, 30, 50 untuk 110 poin,
30, 40, 40 untuk 110 poin,
atau 40, 40, 40 untuk 120 poin...
Jumlah ini akan mendiskualifikasi mereka, 'kan?
Lalu, kita akan ambil rata-rata dari tim yang tersisa
dan tim yang nilainya di bawah rata-rata akan didiskualifikasi.
Mereka yang nilainya di atas rata-rata akan lolos.
Nilai rata-rata?
Dari jumlah tim?
Tunggu sebentar.
Bagaimana mungkin kami...
Ujian dimulai sekarang.
Tapi, soal mana yang harus kujawab?
Aku tak mengerti soal ini sama sekali!
Soal ini tak hanya tentang jawab pertanyaannya saja.
Tolong jangan katakan hal yang akan membuatku makin bingung!
Tiga soal ini tak terlalu sulit.
Kecuali kalau benar-benar bodoh,
semua orang juga bisa jawab pertanyaan yang bernilai 50 poin.
Jangan meremehkanku!
Aku tak akan lari! Akan kukerjakan ujian itu!
Aku tak peduli meski harus jadi Genin seumur hidupku,
karena aku akan jadi Hokage suatu hari nanti, tak peduli apa pun yang terjadi!
Kalau dipikir-pikir,
ada orang yang benar-benar bodoh.
Dia tak bisa jawab satu soal pun dalam ujian tahap pertama, tapi dia lolos.
Yang artinya,
No comments yet. Be the first to leave one.