Prvních 107 řádků.
Hei, dia masih terkapar.
Naruto!
Naruto, kau tak apa?
Oke, Choji tahan badannya seperti itu.
Untuk sekarang, kita beri pertolongan pertama.
Selain itu, siapa sangka
yang asli ternyata bersembunyi di antara klona.
Belum sampai setingkat dengan Shikamaru,
tapi kau cukup cerdas, ya, Naruto.
Jangan bandingkan aku dengan Shikamaru.
Tetapi, aku terkejut
kau bisa lakukan jurus barumu sampai tiga kali.
Bahkan saat latihan pun, hanya sebatas dua kali.
Pemikiran cepatnya untuk langkah selanjutnya setelah gagal hanya sekali.
Rasa percaya dirinya yang tak tergoyahkan.
Naruto benar-benar telah menjadi kuat.
Menyempurnakan, sampai di tingkat ini,
jurus yang bahkan Hokage Keempat tak dapat menguasainya.
Sepertinya sudah saatnya kita mempercayakan terhadap generasi berikutnya.
Dia telah melampauiku.
Apa kau merasakannya?
Kau yang selalu menjadi bayang-bayang di hadapan Naruto.
Adalah yang membuat dia perlahan-lahan makin kuat.
Begitu, 'kan, Sasuke?
Senior, saatnya kita pergi.
Ya.
Apa kau bisa bergerak?
Baik, semuanya.
Mari kita pulang ke Konoha terlebih dahulu.
Bagaimana dengan Guru Kakashi?
Membereskan sisanya.
Bagaimana mungkin aku kalah terhadap bocah seperti kalian?
Ya, mungkin bagimu yang pernah melawan Hokage Pertama,
kami hanyalah bocah kecil.
Tetapi bagi kami, kau hanyalah tua bangka.
Karena itulah, kini kau sekarat dan terkapar di kaki kami.
Sekarang dan selanjutnya pun, generasi baru akan meneruskan kami.
Kerja bagus, semuanya.
Bahaya yang mengintai telah terlewati, tapi Akatsuki masih ada di luar sana.
Jangan lengah.
Naruto, luka itu...
Ya, ini medali kehormatanku.
Kami sudah melakukan perawatan darurat.
Untuk berjaga-jaga, aku ingin kau mengeceknya di Rumah Sakit Konoha.
Tidak, aku tidak perlu...
Kau perlu!
Tenang saja, Guru.
Aku pasti akan membawanya ke sana terlebih dahulu.
- Ya, 'kan, Naruto? - Iya!
Kalau begitu, kuperintahkan kalian untuk libur beberapa hari.
Istirahatkan pikiran dan tubuh kalian.
Bubar!
Kau menyadarinya?
Ya.
Maksudnya luka Naruto, 'kan?
Apa itu kira-kira?
Aku tak pernah melihat yang seperti itu.
Bagaimana dengan mayat Akatsuki yang Kakashi bawa?
Ya, sudah dikirimkan ke bagian autopsi.
Kalau begitu, sampaikan kepada penanggung jawab.
Untuk menjadikannya prioritas utama dan segerakan.
Akhirnya selesai.
Ya.
Maaf.
Eh?
Aku akan berpisah dengan kalian di sini.
Tetapi, rumahmu ke arah sini.
Ada yang harus kulakukan.
Apa?
Ya, begitulah.
Memang kau boleh berjalan-jalan begini?
Shikamaru.
Partner Shogi-mu sudah tiada.
Kau merupakan murid favorit Asuma.
Pasti kau akan kesepian.
Dia mengajariku banyak hal, mulai dari hal penting sampai yang tak penting.
Shogi merupakan salah satunya.
Tentu saja aku berbohong jika berkata aku tak kesepian.
Tetapi, aku sudah tak boleh bertingkah bagaikan bocah.
Aku tak bisa terus menangis.
Aku selalu mengeluh tentang seberapa merepotkannya berbagai hal,
dan karena itu juga, aku melakukan berbagai kesalahan di masa kecil.
Setiap saat itu pula, Asuma ada di sana untuk menjagaku.
Mungkin karena itu...
Meski dia seorang guru yang aneh dan tengil.
Bagiku, dia sosok orang dewasa yang keren.
Karena itulah, kini giliranku.
Ketika anak itu lahir,
di saat itulah giliranku untuk menjadi guru yang protektif.
Sekarang aku harus jadi orang yang keren dahulu.
Terima kasih.
Sudah kuduga, Ayah. Tidak seperti Asuma, kau kuat.
Mendaki perak, ya?
Bisa dibilang pengorbanan yang diperlukan
untuk menjaga Raja dari musuh yang lebih kuat.
Jika kau kabur ke sana, maka bidak kudaku akan pindah ke sini.
Jadi, mau bidak mana pun yang dilawan, bidak menterimu akan selalu terbantu.
Waduh, memang bidak kuda itu pergerakan yang mengerikan.
Ya, kalau shinobi Konoha dibandingkan dengan bidak shogi,
aku adalah bidak kuda.
Maksudnya?
Asuma berkata begitu.
Sepertinya Asuma mengerti sekali kepribadianmu, ya.
Jadi, siapa yang jadi rajanya?
Lalu, apa kau tau siapa rajanya?
Bukannya Hokage?
Sampai belakangan ini, aku juga sependapat. Namun, bukan.
No comments yet. Be the first to leave one.