Prvních 137 řádků.
Tengah malam tanggal 13 November, 1833,
…bintang jatuh dalam jumlah besar terjadi di Amerika Utara.
Ungkapan "Hujan Meteor" belum ada pada waktu itu.
Sebanyak 20 bintang jatuh muncul setiap detik, dan insiden ini mengejutkan semua orang.
Kejadian tersebut tetap diingat hingga hari ini sebagai hujan meteor terbesar dalam sejarah modern.
Norman the Snowman - On a Night of Shooting Stars -
Salju!
Salju menghadirkan seorang teman bagi anak lelaki ini.
Namanya Norman.
Ya, dia adalah manusia salju.
Norman Si Manusia Salju.
Dia adalah teman si anak lelaki yang hanya bisa ditemuinya di musim dingin.
Apa menurutmu dia manusia salju biasa?
Tidak, lebih dari itu.
Ayolah. Hidungku mengarah ke bawah.
Oh, maaf. Bagaimana dengan ini?
Aku tidak percaya diri dengan hidung mengarah ke bawah.
Kurasa kau cukup percaya diri.
Apa itu tadi?
Bukan apa-apa.
Senang bertemu denganmu lagi. Bagaimana kabarmu?
Baik. Meski tubuhku masih agak kaku.
Kau tumbuh sedikit lebih tinggi.
Ya. Hanya sedikit.
Jadi, apa ada hal menarik yang terjadi padamu?
Biar kuingat…
Oh, ya. Tahun ini…
Norman memberitahu si anak lelaki tentang Negara di Wilayah Utara.
Anak lelaki itu memberitahu Norman tentang musim panas.
Sungguh menyenangkan bagi keduanya bisa belajar apa yang tidak mereka ketahui.
Di kota ini, di mana salju jarang turun,
…mereka terus mengobrol setiap malam…
…selama beberapa hari sebelum salju meleleh.
Lihat. Bintang jatuh.
Besok kau akan melihat lebih banyak lagi.
Huh?
Besok adalah malam hujan meteor. Langit akan penuh dengan bintang jatuh.
Aku ingin melihat itu!
Oke. Kita akan melihatnya bersama-sama.
Janji, ya!
Tentu.
Benda langit yang disebut komet berputar mengelilingi matahari.
Saat komet melintas di dekat matahari, mereka mengeluarkan banyak debu.
Dal hal tersebut menciptakan sabuk debu yang menyerupai sungai mengelilingi matahari, seperti ini.
Hujan meteor terjadi saat Bumi melintasi sabuk debu tersebut.
Begitu Bumi masuk ke sabuk debu,
…bumi bertumbukan dengan banyak partikel debu yang menghalangi lajunya.
Debu-debu tersebut menabrak Bumi dengan kecepatan sangat tinggi dan menjadikan atmosfir Bumi bercahaya.
Cahaya tersebutlah yang kita lihat sebagai bintang jatuh.
Seperti itulah mekanisme hujan meteor.
Tidak cukup tidur?
Oh, um…
Maaf.
Nah, seiring waktu, debu ini menyebar dan menipis.
Namun setelah komet melintas,
…debu mengapung sangat padat, seperti ini.
Dalam kondisi seperti itu, jika Bumi…
…melintas di sini…
…menurut kalian apa yang akan terjadi?
Lihatlah pada litograf ini.
Ini merupakan ilustrasi dari hujan meteor Leonid tahun 1833.
Pada waktu itu belum ada kamera foto, jadi kita tidak tahu seberapa akurat hal ini.
Namun sejumlah catatan menyebutkan bahwa 20 bintang jatuh muncul setiap detik.
Coba kalian bayangkan, 20 bintang jatuh setiap detik!
Mereka yang benar-benar melihatnya pasti merasa langit dipenuhi oleh bintang jatuh, seperti ini.
Tidak cukup tidur, aku tahu.
Kalian sudah belajar tentang hujan meteor. Sayangnya hari ini langit berawan.
Mungkin kita tidak bisa melihatnya hari ini.
Jadi, kalian semua tidurlah lebih awal malam ini, bukannya terjaga sepanjang malam.
Khususnya…
…bagi siswa yang mengantuk hari ini.
Apa ini?
Ayolah.
Ada apa? Ayo pergi.
Norman?
Norman!
Kau di sana.
Ya…salju turun sangat tebal.
Tidak ada kesempatan untuk melihat hujan meteor?
Dengan awan-awan itu…
Ya…sayang sekali.
Aku berharap bisa melihatnya.
Yah…
Tapi di sebelah sana bersih.
Jika kita bisa mencapai celah awan itu, mungkin kita bisa melihatnya.
Ya, di sana ada cahaya. Menurutmu kita bisa melihatnya?
Jaraknya jauh. Kau sanggup melakukannya?
Tidak masalah.
Tekadmu untuk melihatnya sekuat itu?
Tentu! Aku sudah memimpikannya beberapa kali hari ini.
Bagaimana kau bisa bermimpi di siang hari?
Ya, saat di kelas…
Bukan apa-apa. Lupakan.
Kalau begitu, bisa kita pergi?
Yah!
Tunggu aku! Pelan-pelan!
Norman?
Norman, maafkan aku.
Aku tidak bermaksud menyakitimu. Kau tidak apa-apa?
Terima itu!
Aku akan membalasmu!
Hei, lihat ini.
Lihat!
Rubah.
Apa yang mereka lakukan?
Belajar berburu, mungkin.
Apa mereka teman?
Kurasa, mereka keluarga.
Teman, aku yakin itu.
Aku tidak tahu…
Ya, ayo kita pergi.
Yah.
Ini sangat hening.
Yah.
Ini seolah semua suara menghilang.
Sekarang salju mulai turun lagi.
Apa kita harus melanjutkan?
Huh?
Dengan turunnya salju, mungkin kita tidak akan melihat bintang jatuh sama sekali.
Apa yang harus kita lakukan?
Tidak masalah soal itu. Apa yang kau inginkan?
Apa?
Masalahnya adalah apa yang ingin kau lakukan.
Kau terdengar seperti ibuku.
Apa kau bilang?
Bukan apa-apa.
Bintang jatuh akan mewujudkan harapanmu, kan?
Itu hanya mitos.
Huh? Itu bukan mitos.
Harapanmu menjadi kenyataan!
Harapan apa yang ingin kau ucapkan?
Aku berharap bisa melihat bintang jatuh.
Menyampaikan harapan tersebut pada bintang jatuh? Itu menggelikan.
Menurutmu begitu?
Ya, begitu.
Omong-omong, kau tidak seharusnya bergantung pada bintang untuk membuatnya menjadi mudah.
Kau sendirilah yang harus mewujudkan harapan itu.
No comments yet. Be the first to leave one.