The Mechanic

The Mechanic

Stáhnout Indonesian titulky

Informace o verzi

The Mechanic 1972 BluRay x264 YIFY
Komentář od tedi
Retail AMZN | 1h 40m Resync for BluRay

Tagy

bluray
Zveřejněno: 2024-08-01
Stažení: 78
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Halo.

Ya? Arthur? Ini Harry.

Aku sudah mencarimu selama tiga hari.

Ada apa?

Aku harus bertemu denganmu. Baiklah.

Tolong, hari ini juga. Satu jam lagi.

Arthur, aku dalam masalah besar. Satu jam lagi.

Ini tidak masuk akal. Tapi mereka bilang aku merusak perjanjian.

Sejak kemarin lusa, mereka sudah tidak menghubungiku lagi.

Apa yang bisa kulakukan?

Hubungi saja mereka. Katakan sesuatu atas namaku.

Aku tidak akan tahu siapa orangnya.

Arthur.

Kenapa mereka mau mendengarkanku? Aku tidak terlibat perkara ini.

Memang tidak, tapi ayahmu terlibat. Dia bagian penting dari ini.

Ayahmu sudah banyak membantu menyelesaikan semua masalah mereka.

Mereka sering membicarakan ayahmu, seolah dia seorang dewa pelindung.

Kau mewarisi namanya.

Kumohon, Arthur. Hanya itu yang kupunya.

Terima kasih.

Simpan saja ucapanmu itu.

Mari kita keluar dan minum.

Kau tahu, aku dan ayahmu, memiliki kenangan yang amat indah.

Menurutmu, berapa orang teman yang kumiliki saat ini?

Apa?

Aku jadi teringat...

Ingatkah kau saat aku, kau, dan ayahmu pergi memancing ke Kanada?

Usiamu saat itu sekitar 8 tahun, kan?

Sekitar tujuh atau delapan tahun.

Kau jatuh dari kapal. Ketika itu kau tidak bisa berenang.

Ayahmu bilang: "Dia akan belajar dengan cepat".

Tapi kau tetap tak bisa berenang. Kau seperti tikus yang tenggelam.

Tapi kau tak bicara sepatah kata pun. Bahkan kau tak meminta tolong.

Kau hanya menatap ayahmu saja. Dan ayahmu tidak menolongmu.

Akhirnya aku yang memegang kepalamu dan menarikmu ke kapal.

Kau sudah seperti tikus yang tenggelam.

Dan ayahmu hanya tertawa saja.

Kejadian itu sudah lama sekali.

Kau mau minum apa?

Ada vodka, scotch, ada juga vermouth...

Arthur, ini anakku Steve.

Steve, ini Tuan Bishop. Apa kabar?

Aku butuh uang, Ayah.

Apa maksudmu? Baru saja pagi ini... Aku hanya butuh $1.000.

Lagi pula, permintaan ini membuatmu merasa aku bergantung padamu.

Seperti ikatan untuk kita berdua.

Cepat sekali, ya?

Kromosom yang akan menjelaskannya.

Dia sudah mengerti.

Ayahku langsung menurutiku ketika aku meminta uang yang dia curi.

Steve! Sudah cukup!

Baiklah, jangan marah padaku.

Tidak baik untukmu. Senang berkenalan denganmu.

Datanglah kapan pun kau suka.

Teman dari Big Harry.

Aku tahu kau harus pergi. Aku minta maaf soal tadi.

Lupakan saja.

Aku tidak bisa mengerti dirinya lagi. Bagiku sangat...

Hubungi aku jika kau tahu sesuatu, ya?

Baiklah.

Jaga dirimu.

Ya.

Arthur Bishop? Ya.

Ada kiriman khusus untukmu, berfaktur. Silakan tanda tangani.

Ya?

Tuan Bishop?

Ya. Kami ingin kau melanjutkan.

Kapan pun kau siap.

Tidak ada yang lain?

Tidak ada.

Kau tunggu di sana dan aku akan menunggumu di atas bukit.

Bisakah kau memberitahuku sesuatu tentang telepon itu?

Maksudku, nadanya?

Harry, santai saja.

Tentu saja. Seperti katamu, jika mereka ingin bicara...

Harry, aku akan memarkirkan mobil di atas sana.

Tidakkah menurutmu...

Halo!

Halo!

Aku sudah di sini!

Ayo kita bicara!

Kau bilang kita akan bicara!

Harry, larilah ke mobil! Ini jebakan!

Aku tidak bisa!

Aku akan coba menghentikan dia. Lari!

Ya Tuhan! Tidak! Aku... Aku...

Tetap berlari! Aku tidak bisa!

Kau!

Inikah akhirnya?

Selesaikanlah, Arthur! Kau atau aku.

Selesaikan. Selesaikan.

Aku tahu kau akan datang.

Boleh aku masuk?

Sayangku, sudah lama sekali.

Kubilang aku takkan melakukan ini. Semua berjalan lancar.

Aku pergi ke pintu dan kau berdiri di sana.

Aku tersenyum, dengan tenang, seakan aku melihatmu kemarin.

Maafkan aku.

Tidak ada yang berubah.

Ya, tidak ada yang berubah.

Baiklah, aku rasa aku mengerti.

Kau tahu, kurasa kau sudah semakin kurus.

Aku menulis surat untukmu.

Tapi aku tidak bisa mengirimnya. Aku tidak tahu alamatmu.

Aku terus berpindah-pindah tempat.

Itu benar, aku selalu tahu ketika kau dekat denganku.

E.S.P.?

Mungkin.

Ada apa, sayang?

Aku di sini sekitar 3 menit dan kau membuat 1 tuduhan setiap 1 menit.

Aku tidak bisa merasakan apa pun kecuali sakit saat kau tak ada.

Kurasa ketika aku melihatmu lagi, aku hanya akan merasa sakit lagi.

Benarkah kau menulis surat untukku?

"Sayangku yang tercinta, sekali lagi aku sendirian..."

Aku tidak bisa mendengarmu.

"...dan keheningan kamar ini membuat telingaku merasa tuli."

"Beginilah caraku hidup hingga aku bertemu denganmu lagi."

"Lalu kau di sini dan tak ada lagi masa lalu. Hanya kita berdua."

"Aku tahu ini menyakitimu karena..."

"...kau tak bisa memberiku apa pun kecuali momen indah."

"Tapi aku harus menulisnya, karena kerinduanku padamu..."

"...harus aku ungkapkan."

"Seandainya kau mau berbagi beban itu sedikit saja padaku."

Jangan kau teruskan.

Tidakkah kau sadar?

Bahkan aku bisa merasa nyaman meski kau tak ada di sini.

Sayangku, aku sangat mencintaimu. Aku tak bisa...

Jangan, semua akan baik-baik saja.

Sayang, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu.

Sayang, ayo kita ke ranjang. Aku sangat merindukanmu.

Kali ini pasti akan jadi seratus kali lebih.

Surat itu memberiku waktu untuk bisa berias.

Tidak apa-apa, kan?

Ya.

Suratnya bagus. Lain kali buatlah surat seperti itu lagi untukku.

Baiklah, akan kubuatkan lagi.

Beliau telah memberikan hartanya pada masyarakat dan gereja...

...kepercayaannya dan semangatnya.

Kerja kerasnya yang baik membuat kita kehilangan kepergiannya.

Kami jalankan peninggalannya di dunia, oh Bapa...

...dan kami memohon semoga kau memberi kehidupan abadi padanya.

Aku selalu tertarik dengan ritual primitif seperti...

...mengubur jenazah.

Terpujilah atas Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Terpujilah atas ayah, Harry McKenna.

Penyuap hebat, pemeras, mucikari, pencuri, pelaku pembakaran.

Kau sangat menyukainya?

Ya, dia jenis orang yang kusuka.

Apa hubunganmu dengan ayahku?

Dulu dia bekerja untuk ayahku.

Dia pikir aku bisa menolongnya.

Jadi ayahmu juga terlibat, ya?

Dan kau?

Bukankah kau seharusnya...

Ya. Kau pasti terlibat.

Kau cukup percaya diri juga ya.

Aku hidup dalam pikiranku, Tuan Bishop.

Sepertinya aku pernah membacanya di suatu tempat.

Kau juga.

Bisakah kau mengantarku pulang?

Tentu saja.

Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Apa yang mereka rayakan?

Semua ini menjadi milikku sekarang.

Ayahku tidak pernah menyukai teman-temanku.

Dan aku juga tidak yakin menyukai mereka semua.

Kita dapat telepon dari Kathmandu.

Ya, aku menelepon ke Sydney, Australia.

Kita terhubung dengan Gedung Putih.

Ya, aku ingin bicara dengan...

Ya. Tidak, dengarlah, aku tahu dia ada di sana.

Semuanya tersembunyi di dalam gelembung ini.

Ya, ini darurat. Aku harus bicara dengannya, John Lennon.

Steve, Louise meneleponmu. Sepertinya darurat.

Sebaiknya kau bicara dengannya.

Halo? Ini Afghanistan.

Tidak, aku tidak menghubungi Afghanistan.

Halo, Louise. Kau sedang bersama dia?

Tidak. Kalau kau tidak mencintaiku...

Ini perkataan yang bodoh.

Aku akan bunuh diri saja. Aku ingin mati rasanya.

Kumohon, Louise.

Aku akan bunuh diri. Kalau begitu, lakukan saja.

Akan kulakukan. Jangan pedulikan aku lagi.

Ya, benar. Aku tak peduli. Terserah kau!

Teman-temanku senang kalau mereka bunuh diri.

Apa kau mau ikut denganku?

Baiklah.

Siapa dia?

Dia teman keluargaku.

Kupikir kau sudah bunuh diri.

Tidak, aku ingin kau menyaksikannya.

Sekarang, biar kuperiksa dulu apakah semua sudah siap.

Es batu, anggur, pisau. Berapa lama kira-kira aku akan mati?

Aku tidak tahu.

Kau pasti tahu. Kau tahu segalanya.

Louise, kau meneleponku karena kau tak mau melakukannya...

...dan kau ingin aku menghentikanmu.

Atau kau ingin aku yang disalahkan. Aku takkan menerima semua itu.

Jadi silakan saja.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left