Prvních 150 řádků.
Sudah kuduga!
Dia datang!
Raksasa Wanita!
Sang Raksasa Wanita muncul kembali,
mengalahkan anggota Regu Khusus Levi, satu per satu.
Akan kubunuh!
Setelah memutuskan kalau kematian rekan-rekannya adalah salahnya,
Eren pun berubah dan melawan Sang Raksasa Wanita.
Tapi dia pun kalah, lalu Raksasa Wanita membawanya.
Kembalikan Eren!
Ke mana pun dia pergi, akan kubunuh wanita itu,
merobek-robek tubuhnya dan mengeluarkanmu dari makhluk itu.
Maaf, Eren.
Tunggulah sebentar lagi.
Tunggu!
A-Apa?
Kita harus menjaga jarak darinya.
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Sekarang kita telah menang
Jetzt hier ist ein Sieg
Inilah kehormatan kita yang pertama
Dies ist der erste Gloria
Oh, sobatku
Oh, mein Freund
Mari kita rayakan kemenangan ini untuk mempersiapkan pertarungan selanjutnya
Feiern wir diesen Sieg für den nächsten Kampf
Takkan ada kematian yang sia-sia
Muimina shide atta to iwa senai
Pertarungan kita akan terus berlanjut sampai tersisa satu orang saja
Saigo no hitori ni naru made
Lawan kita kejam... Tapi akan kita kalahkan...
Der feind ist grausam... Wir bringen...
Lawan kita besar... Kita 'kan melompatinya...
Der feind ist riesig... Wir springen...
Kita menggenggam erat kehormatan
Ryoute ni wa Gloria
Dan bernyanyi atas kemenangan
Utau no wa Sieg
Kita memikul sayap kebebasan di punggung kita
Senaka ni wa Flügel der Freiheit
Bersumpah dengan lubuk hati kita
Nigirishimeta ketsui o hidari mune ni
Kita menyerang di lingkar kegilaan
Kirisaku no wa Ringe der Torheit
Dan menerjang langit
Soukyuu o mau
Dengan sayap kebebasan kita
Flügel der Freiheit
ZainuddinAri mempersembahkan
Yang Telah Kalah
Ekspedisi ke-57 di Luar Tembok (Bagian 6)
Tetap kejar dengan jarak ini.
Dia mungkin sudah lelah.
Tampaknya larinya mulai melambat.
Jadi dia telah menggigit leher Raksasa Eren?
Apa Eren sudah mati?
Dia masih hidup.
Sasaran kita tampaknya memiliki akal
dan tampaknya tujuannya adalah menangkap Eren.
Kalau dia ingin membunuhnya, pasti dia sudah menginjaknya.
Sasaran kita malah repot-repot menelannya dan sedang berusaha untuk kabur.
Mungkin saja tujuannya adalah menelan Eren.
Kalau begitu, dia berada di dalam perutnya.
Lebih wajar kalau kita menganggapnya sudah mati.
Dia masih hidup!
Semoga saja begitu.
Lagi pula, kalau kau melindungi Eren dengan benar, ini pasti takkan terjadi!
Begitu, ya.
Kau ini orang yang waktu itu.
Sahabat dekat Eren, ya?
Kita fokuskan tujuan kita menjadi satu.
Pertama-tama, kita tak perlu membunuh Raksasa Wanitanya.
Dia telah membunuh banyak rekan kita!
Selama dia bisa mengeraskan kulitnya, kita tak bisa membunuhnya.
Patuhi perintahku.
Kita fokuskan harapan kalau Eren masih hidup,
lalu selamatkan dia sebelum dia meninggalkan hutan.
Aku akan mencabik-cabik tubuhnya.
Kaualihkan perhatiannya!
Cepat sekali.
Saking cepatnya, dia sampai tak sempat mengeraskan kulitnya!
Kita bisa menyerang lehernya!
Dia kelelahan.
Pasti dia tak bisa bergerak!
Akan kubunuh!
Hentikan!
Eren!
Hei!
Kita pergi dari sini!
Eren.
Sepertinya dia baik-baik saja.
Dia masih hidup!
Tapi menjijikkan.
Lupakan saja Raksasa itu.
Kita mundur.
Jangan sampai kita mengabaikan tujuan utama kita.
Lebih penting mendapatkan yang kauinginkan, bukan?
Dia itu sahabatmu yang berharga, 'kan?
Bukan, aku...
Mereka sudah mau pulang?
Ada apa?
Entahlah.
Pasti mereka akan membawa pulang banyak mayat lagi.
Erd tampaknya akan pulang.
Begitu, ya.
Si Auruo itu akan sempat pulang ke rumah tidak, ya?
Untuk jaga-jaga, kita buatkan makan malam baginya.
Günther akan pulang.
Begitu, ya.
Aku takkan bisa terbiasa dengan ini.
Siapa pun tak ada yang bisa.
Rekan-rekanku akan mati seperti apa?
Aku akan mati seperti apa?
Hanya itulah yang ada dalam pikiranku.
Kalau aku, berusaha untuk tak terlalu memikirkannya.
Kalau aku membayangkan akan mati seperti apa,
mungkin aku takkan bisa bertarung.
Benar juga.
Kau benar.
Aku akan terus hidup sampai kapan, ya?
Untuk sekarang, setidaknya kita masih hidup, 'kan?
Untuk sekarang.
Itu bagus, 'kan?
Kita ini masih hidup.
Apa kau bisa mengatakan itu di hadapan para mayat?
Mungkin aku sudah tak bisa pulang ke kampung halamanku lagi.
Kita hampir selesai.
Ada sekitar lima mayat yang tak bisa kita ambil.
Bagian tubuhnya pun tak bisa?
Kami tak bisa mengambilnya gara-gara para Raksasa.
Demi kebaikan keluarga mereka, mungkin sebaiknya kita tak perlu membawanya.
Bilang saja kalau mereka menghilang.
Siap.
Kami melihat beberapa Raksasa di sekitar hutan,
tapi masih belum ada yang mendekat ke arah sini.
Kita pergi sekarang.
Beri tahu pada semua pasukan.
Siap.
Aku tak bisa menerima ini, Komandan Erwin!
Hei, kau!
Kita harus mengambilnya!
Padahal mayat Ivan berada tepat di hadapan kami!
Di dekatnya ada Raksasa, 'kan?
Itu bisa menyebabkan korban jiwa lagi!
Kalau mereka menyerang, kita tinggal mengalahkan mereka!
Ivan adalah sahabat lama kami.
Aku kenal orang tuanya.
Setidaknya, aku ingin membawanya pulang!
Jangan egois!
No comments yet. Be the first to leave one.