Prvních 200 řádků.
"Padahal rasanya baru tiba"
"Musim gugur tiba-tiba meninggalkan kita"
"Siapa majikan yang akan ditemui para anggota di akhir musim gugur?"
"Warna krem membuatmu merasa hangat hanya dengan melihatnya"
"Ruang tamu tampak modis dengan dekorasi hitam dan putih"
"Rasanya ingin makan berondong jagung di ruang monitoring nyaman ini"
"Tempat ini tertata rapi"
"Inikah rumah majikan hari ini?"
"Apa?"
"Orang yang keluar dari kamar tidur utama adalah"
"Seung Gi?"
"Dia membuka kulkas dan menunjukkan itu rumahnya sendiri"
"Memecahkan"
Ini bukan apa-apa, tapi...
"Menyiapkan telur orak-arik di pagi hari"
"Dia memasak untuk majikan hari ini?"
Sebelum setiap syuting,
aku harus makan.
Harus.
"Dia tipe yang mengisi perutnya sebelum bekerja"
Namun, aku berencana makan banyak sekali.
"Apakah majikan hari ini"
"Orang yang cukup sulit?"
Bagus.
"Dengan iringan musik"
"Rutinitas pagi Seung Gi dimulai"
"Makan"
"Melihat ke kamera"
"Melihat ke kamera lagi"
"Ini rumahku, tapi anehnya terasa canggung"
"Menghela napas"
Roti dan kopi ini...
"Mendengus"
Seharusnya bisa kunikmati, tapi hari ini tidak.
Aku bicara sendiri.
"Aku bicara sendiri"
Aku biasanya bicara sendiri
dengan keras.
Tidak ada yang mendengarkan, bukan?
Aku bicara sendiri.
Aku hanya bilang seandainya kamu mendengarkan.
Aku bicara sendiri.
"Rasanya dia sendirian, tapi tidak"
"Gelisah"
Bagaimana mereka syuting "I Live Alone"?
Aku tidak bisa tampil di acara seperti itu.
"Omong-omong, kenapa kita di rumah Seung Gi sejak awal?"
Aku cukup akrab dengan orang ini.
Sang majikan biasanya tidak gugup, tapi kali ini sebaliknya.
Saat kami bertemu dengannya,
aku ingin kita bersiap.
Jadi, kita harus berdiskusi saat para anggota tiba.
"Rapat strategi yang diperlukan"
"Mereka datang"
"Bergegas"
"Kami sudah sampai"
Masuklah.
Maksudku...
"Kenapa kita mulai di rumah Seung Gi?"
Hei, Kawan.
- Seung Gi! - Masuklah, Eun Woo.
Hei.
Seung Gi, ini kali pertamamu mengungkap rumahmu setelah direnovasi?
Benar.
"Kali pertama mengungkap rumah Seung Gi yang sudah direnovasi"
Ini...
Lihat pintu masuknya.
Seung Gi berusaha keras menyiapkannya.
- Benar. - Kamu bisa duduk di sini
dan memakai sepatu.
Kamu benar. Kibaskan debu di pakaianmu sebelum duduk.
Letakkan kakimu di sini dan ikat tali sepatumu.
Jangan begitu.
Selamat datang.
Lihat, rapi sekali.
Ini bukan kali pertamaku, tapi aku masih menyukainya.
"Terkesan"
Ini kali pertama kita datang ke sini di siang hari.
Ini kali pertama di siang hari.
- Kita hanya datang di sore hari. - Selalu sore hari.
Aku belum pernah ke sini sesiang ini.
Kurasa lebih bersih daripada sebelumnya.
"Rumah Seung Gi sunyi di pagi hari"
"Dia mengundang kalian semua"
Ada pepatah.
"Yang utama bukan soal tipe rumah yang kamu beli,
tapi cara kamu mendekorasinya."
Kamu terdengar sangat cerdas.
"Mendetail dan rapi seperti kepribadian Seung Gi"
Setelah direnovasi, aku menyadari sesuatu
saat melihat-lihat.
Di antara semua rumah yang kudatangi, dekorasi rumahnya yang terbaik.
- Dia merombaknya dengan baik. - Putih bersih.
Semuanya, rumah ini memiliki banyak pesona,
tapi secara pribadi,
yang menurutku paling keren adalah
- Yang itu. - perapian ini.
"Aku mengakuinya"
Ini api sungguhan.
Kamu menyalakan gas dan membakarnya.
Kamu bisa melamun saat menonton perapian di rumah.
Kalian tidak merasa tahu terlalu banyak?
Kamu sudah memperkenalkan semuanya kepada kami.
Kamu sudah memberi tahu kami dua jam yang lalu.
Bisa dibilang ini seperti rumah kedua kita.
Kalau begitu, kamu bisa memperkenalkannya kepada pemirsa.
Aku akan membuat makanan untuk menyambut kalian.
"Ini episode pertama All the Butlers"
"Posisinya sebagai warga sipil"
"Kebiasaannya sebagai sersan dengan sedikit waktu tersisa di militer"
"Saat itu tepat setelah Seung Gi keluar dari wajib militer"
"Rumah Seung Gi benar-benar sudah berubah"
"Rumah Seung Gi yang sudah direnovasi terungkap"
Seung Gi, tapi kenapa kita mulai di rumahmu?
Kenapa?
Ikuti aku.
Ada kamar yang ingin kumiliki saat aku pindah.
- Yang mana? - Ini.
"Dong Hyun menyukai kamar seperti apa?"
Lihat itu. Aku sangat menginginkan kamar ini.
Seluruh ruangan...
"Ikuti koridor putih ini dan di ujungnya"
- Ruangan media. - Ruangan media.
Aku sangat menyukainya.
- Benar. Ruangan ini yang terbaik. - Benar.
Luar biasa. Seperti melihat bingkai foto.
"Aku menyukainya"
Ini seperti foto.
Ini sekitar 75 inci, bukan?
Tepatnya 77 kali 75.
- Kamu bahkan tahu ukuran incinya? - Ya.
Sistem audionya juga set.
Semuanya satu paket.
Terlihat seperti bingkai foto yang merupakan fungsi lainnya.
Kamu bisa duduk di sini
dan memonitor acaramu.
"Kamu bisa mengulas acara yang sudah lewat hanya dengan duduk di sini"
Ruangan apa ini?
"Sekarang ruangan apa?"
Ini ruang ganti lainnya.
Dia juga memiliki banyak pakaian di sini.
"Ini ruang ganti Seung Gi"
Aku ingin punya ini
di rumahku.
"Ruang gantinya ditata berdasarkan jenis"
Seperti ini.
Dia punya banyak pakaian.
Lihat. Ini seperti toko pakaian.
"Apa lagi sekarang?"
Kacamata hitam.
Semuanya tertata rapi.
"Rak yang rapi seperti pemiliknya"
Sudah kuduga.
- Kacamata. - Kacamata biasa.
"Benar-benar khas Seung Gi"
Tertata dengan cukup baik.
Mereka hampir seperti menggeledah rumah.
Ibuku membuat ini sendiri setelah mendengar para anggota datang.
Ini yoghurt buatan tangan.
"Seung Gi menyiapkan yoghurt buatan ibunya"
"Pisang"
"Shine Muscat"
"Dan bluberi"
"Menambahkan madu sebagai sentuhan akhir"
"Dia cenderung menjamu tamunya dengan baik"
Makanlah dahulu.
- Baiklah. - Terima kasih.
- Yoghurt selamat datang. - Terima kasih.
Orang tuaku menanam bluberi.
- Benarkah? - Ya.
Mereka pemilik perkebunan?
Tidak, mereka menanam di kebun mereka.
Tapi buahnya tidak terlalu bagus, jadi, kubeli di toko kelontong.
- Apa? - Apa?
Aku mengamatinya, dan memang lebih baik membeli saja.
"Tertawa"
"Mengunyah"
Enak.
Setelah ada terlalu banyak orang di rumah...
Kamu kali pertama mengungkap rumahmu
saat sebelum direnovasi, bukan?
- Benar-benar berbeda. - Ini berbeda.
- Itu tiga tahun lalu. - Aku penasaran.
Apa nama treadmill itu?
- Treadmill manual. - Dia punya treadmill manual.
Aku belum pernah melihat orang memilikinya di rumah.
Saat pulang, aku terus melihat hal-hal yang harus kuurus,
membuatku terus melakukan banyak hal.
Membiarkannya begitu saja
membuatku merasa seperti pemalas.
- Aku lebih baik tidak memilikinya. - Benar.
Bahkan saat aku pulang setelah berolahraga,
- itu... - Kamu berlari lagi.
Aku harus berlari lagi.
Saat aku harus pergi pukul 6 pagi,
aku bangun pukul 4.30 pagi.
"Dia bekerja terlalu keras"
Aku merasa tidak sabar
dan mencoba terlalu banyak kegiatan di rumah.
"Aku merasa diriku tidak sabar"
No comments yet. Be the first to leave one.