Prvních 200 řádků.
-=Film ini adalah adaptasi dari kisah nyata antara Jin Chae Seon yang merupakan murid dari Sin Jae Hyo.=-
=Sejarah changgeuk Joseon di mana jika seorang wanita mendendangkan pansori, ia akan dihukum mati. Karena itu selama ratusan tahun lamanya wanita dilarang menyanyikan pansori. Pada awalnya pansori adalah seni lagu atau cerita rakyat.=-
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn! Super Sub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~
Ada seorang gadis kecil.
Dikarenakan terlahir bukan sebagai seorang anak laki-laki
nasib gadis kecil ini malang sekali.
Nama gadis kecil ini adalah Sim Jeong.
Saat itu adalah musim dingin bersalju.
Anak perempuan itu menggenggam erat tangan Ibundanya dan berjalan menelusuri jalanan. "Bukankah ini adalah jalan menuju kematian?"
Ibu Sim Jeong mendadak mulai muntah darah.
Sudah tidak ada lagi obat yang bisa menyembuhkan.
"Kupercayakan putriku kepadamu."
Permintaan seperti ini...
Tolong ingatlah hubungan baik kita dulu. Anda hanya butuh memberi dia makanan.
Penyakitku sudah terlalu berat.
Mungkin sebentar lagi aku akan mati.
Eomma...
Eomma...
Setelah selesai menceritakan apa isi dari Simjeongga sori,
mari kita dengarkan bersama.
~ Sekalipun tidak pernah meninabobokkan aku hingga aku tidak mampu mengingat wajahnya. ~
~ Dunia ini benar-benar dingin. Wajah pun tidak sanggup kuingat. ~
~ Mengapa meninggalkanku begitu saja? ~
~ Mengapa? ~
Janganlah terlalu bersedih hati.
Menangis, menangis, dan kau akan tertawa.
Inilah yang dinamakan dengan pansori.
Simjeongga sori itu bagaikan kisah hidupku.
Aku ingin menjadi seorang sorrikun.
=The Sound of a Flower=-
Ayo mulai!
Kemarin sorrikun itu telah mengajari kalian beberapa poin penting.
Apa saja poin-poin tersebut?
Pertama, penampilan harus meninggalkan kesan yang mendalam.
Yang berarti wajah kalian harus menarik baru bisa memberi kesan yang baik bagi orang-orang.
Wajah menarik yang memberi kesan baik itu mengacu kepada bibir yang berkilau, terus apa lagi?
Mata harus besar dan bulat sehingga memberi kesan tulus.
Di antara ini yang paling penting adalah...
Alis.
Alis mata yang fleksibel adalah alis yang bagus.
Persyaratan kedua yang dibutuhkan oleh seorang sorikkun adalah berwawasan luas.
Berwawasan luas berarti harus tahu banyak cerita yang berbeda-beda.
Harus tahu alasan kenapa Simcheong terjun ke dalam laut, dan bagaimana dia sampai bisa menjadi tumbal.
Harus tahu semua ini baru bisa menceritakannya.
Jika tidak tahu maka tidak akan bisa menceritakannya. Tidak bisa begitu.
Kalian akan kuuji sebentar.
Chun Hyang adalah putri siapa?
Putri seorang gisaeng.
Kalau begitu, Chun Hyang adalah seorang gisaeng?
Menjadi selir tapi bukan selir resmi. Mana berani Byeonhakdo membiarkannya menjadi Sucheong?
Bagaimana mungkin bagi seorang gisaeng menjaga kesuciannya dan menanti Lee Mong Ryong?
Tapi kenapa Chun Hyang seperti itu?
Kenapa aku harus begitu?
Aku tinggal di rumah gisaeng.
Kenapa tidak menjadi seorang gisaeng?
Hal terpenting untuk bisa menjadi seorang sorikkun adalah suara.
Lalu, apa yang terpenting di dalam pansori?
Akting dan bahasa tubuh.
Tubuh?
Setelah merentangkan tangan, apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Selanjutnya lengan harus mulai diayunkan.
Sambil memegang kipas kertas di tangan, segala sesuatu yang ada di benak
satu-persatu, kata-perkata mulai dinyanyikan.
Bersama dengan orang yang diajak berduet, mendendangkannya dengan tenang dan selaras.
Gester per gestur, gerakan per gerakan. Secara perlahan-lahan satu persatu
dilakonkan dengan baik dan benar. Dengan demikian orang-orang baru bisa terhibur.
Inilah yang dinamakan pansori.
Harus diyakini dalam hati jika ini adalah benar. Dengan demikian ia akan menjadi nyata.
Siapa?
Aku! Bisa berubah menjadi Heungbu ataupun Nolbu. Atau menjadi penyu ataupun kelinci. [Heungbu-Nolbu: Tokoh utama cerita rakyat Heungbu Nolbu; Kelinci dan penyu: tokoh utama cerita Tokkijeon]
Berubah menjadi Byeonhakdo dan menjadi Chun Hyang.
Menjadi Lee Mong Ryong dan juga bisa menjadi Jang Seol Bu.
Perlahan-lahan berubah menjadi Sim Bongsa [Sim Bongsa (Sim si buta) - ayah Sim Jeong yang buta dalam cerita rakyat Simjeongga]
Dan akhirnya berubah menjadi Sim Jeong.
~ Ombak yang bergelombang, burung camar yang berterbangan... air laut... ~
Naeuri...
Ada ap?
Sori...
Sori...
Aku suka pansori.
Benar-benar penasaran.
Apa maksud Anda?
Yang kunyanyikan tadi itu hanya lagu rambut kusut masai.
Ah, ternyata lagu rambut kusut masai.
Pansori walaupun sangat menyedihkan dan pilu tapi juga indah.
Kenapa bisa kau merasa ia itu menyedihkan dan pilu tapi juga indah?
Dia itu bagaikan suara nyanyian di malam hari yang menyayat hati.
Tidak berbeda dengan rasa menderita saat leher dicekik.
Sekarang jangan menangis lagi.
Tapi air mata serasa tiada berhenti membasahi mataku.
Menetes...
Menetes...
Menetes...
Bagaikan mutiara-mutiara yang berjatuhan dikarenakan benang yang putus.
Pansori itu sungguh indah.
Naeuri, saya ingin belajar pansori.
Ingin menjadi seorang surikkun.
Kau tidak bisa.
Kenapa? Kenapa tidak?
Pansori juga memiliki peraturannya sendiri.
Bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari oleh seorang gadis muda sepertimu.
Kenapa seorang gadis muda tidak bisa belajar pansori?
Siapa tahu saya bisa lebih pintar dari Anda.
Cepat naik darah juga kau.
Pada saat orang-orang berusaha menghindari hojo,
muncullah seekor kelinci
sambil berkata "di dalam perutmu tidak ada aku" setelah itu ia menghilang.
Siapakah gerangan kelinci ini?
Yakni rakyat jelata.
Yakni orang-orang yang tidak mendapat makanan atau minuman.
Lalu, siapakah orang-orang ini?
Mereka yang meminta makanan kepada kelinci itu.
Pesuruh yang meminta beras dari rakyat. Pesuruh.
Sehingga mereka memaki pesuruh "dasar anjing, anjing."
Yangban satu ini...
Anda meniru dengan baik sekali.
Aku hanya bisa berpura-pura jika aku ini bukan seorang manusia tapi seekor anjing.
Yang juga disebut dengan imitasi vokal di dalam pansori.
Jika imitasi vokal saja begitu mahir,
siapa gerangan Anda ini?
Pengembara bebas dari Joseon paldo,
"Seokpa" Lee Ha Eung.
Ayahanda dari Kaisar muda Joseon, Putra keempat dari Lee Chae Jung. Daegam, tidak mengenali Anda
hamba layak dihukum mati.
Aku bukan penguasa negara ini.
Kesalahan seperti apa yang telah kau perbuat.
Saya tidak lebih hanyalah seorang manusia liar saja.
Tapi Anda tetap saja anggota keluarga raja.
Di sini banyak orang, sangat mencolok mata.
Kau bersikaplah lebih natural sedikit.
- Karena itu Daegam, maksudku Seokpo Seonsaeng... - Betul! Betul!
Manusia hidup di dunia ini hanya punya satu keinginan.
Yaitu mendapatkan posisi dan ketenaran.
Posisi dan ketenaran!
Posisi dan ketenaran?
Aku mulai dari umur 7 tahun, sudah mulai dikenal.
Tapi aku bukan terlahir dari keluarga Yangban.
Sekalipun memiliki jabatan, tetap saja diperintah ke sana ke sini oleh kaum Yangban.
Lalu kenapa kau justru belajar sori?
Karena sori adalah sesuatu yang boleh dipelajari oleh tidak hanya oleh kaum Yangban.
Orang biasa sepertiku juga boleh belajar.
Coba kau tanya saja para rakyat jelata.
Ini adalah sebuah hiburan bagi kami rakyat miskin.
Tapi jika menginginkan posisi dan ketenaran,
apa lagi yang harus dilakukan?
Tapi dunia seperti apa sekarang ini?
Di dunia yang seperti ini, rakyat jelata lebih baik mati saja.
Seperti ini, kan?
Sekuat apa pun aku nyanyi, akan terdengar oleh mereka?
Tapi setidaknya kau tidak seperti aku.
Hidup dalam kegentingan.
Di belakangku selalu ada ekor yang membuntuti.
"Si bangsat itu sedang mengumpulkan kekuatan?"
Ingin membuat anakku menjadi raja.
Kalau seperti begini, kelihatannya nyawaku ini juga susah dipertahankan.
Daegam...
No comments yet. Be the first to leave one.