Prvních 200 řádků.
Saat Kementerian promosikan pejabat,
pangkat naik berdasar poin.
Saat memberi nilai,
yang berasal dari bangsawan akan dikurangi sepuluh poin,
kaum fakir akan ditambah sepuluh poin.
Dia tergesa-gesa.
Sebenarnya aku mengerti kebijakannya.
Aku tahu apa maksudnya.
Tapi bukan berarti dengan buat kebijakan bagus,
maka kebijakan itu lancar.
Dia baru naik takhta
dan langsung ambil langkah besar.
Sudah pasti banyak keluarga kaya di daerah yang tak setuju.
Dia beri perintah dari atas,
tapi bawahan tak menjalankannya
atau juga
sengaja memutarbalikkan maksudnya
dan menambah beban pada rakyat.
Dia ingin bunuh agar tampak berkuasa.
Kemudian dia sadar,
bangsawan kelas dua pun tak bisa dia sentuh.
Akhir musim dingin tahun ketiga Dexu,
dia mengabaikan halangan Pei Wenxuan
suruh Qin Lin pergi bunuh kepala keluarga kecil di daerah.
Akibatnya daerah itu terus memberontak selama tiga tahun berturut-turut.
Tembok kota yang awalnya masih dijaga
akhirnya jadi kosong
karena kerusuhan.
Dalam situasi seperti itu,
apa ada solusi lain selain ubah sistem?
Melengserkan satu bangsawan
bisa selamatkan puluhan juta rakyat.
Jika kau menempati posisinya,
apa yang kau lakukan?
Tapi apa kau mampu membunuh bangsawan?
Tuan Putri.
- Kaisar. - Kau juga pergi saja.
Tuan Putri mungkin tak tahu,
tiap kali kau selesai bertanya,
Li Chuan akan selalu mengurung diri
di Ruang Baca Istana semalaman.
Aku memang tak tahu.
Karena kau selalu anggap dia anak kecil.
Tapi kau harus tahu,
jika kaisar
menyadari dirinya tak kompeten,
rasa malu itu bisa menyudutkannya hingga jadi gila.
Konflik di antara Li Chuan dan bangsawan
tak bisa diatasi selamanya.
Selain itu, cuma akan jadi makin sengit.
Sementara yang terjepit di tengahnya Shangguan Ya.
Li Chuan pernah bilang,
tiap kali dia melihat Shangguan Ya memakai perhiasan mewah,
dia akan teringat rakyat kelaparan.
Kaisar.
Tapi Shangguan Ya
anggap dirinya tak mampu menyaingi Qin Zhenzhen.
Makin dia berdandan, makin dia lembut dan perhatian,
Li Chuan akan makin membencinya.
Hingga kemudian,
mereka berdua bahkan tak bisa tidur bersama.
Kaisar.
Karena itu, Shangguan Ya meminta bantuanku.
Karena sudah begini,
aku juga tak lagi mengharapkan cinta.
Tapi keluargaku terus memberiku tekanan
dan berharap aku lahirkan putra sulung sah.
Tapi mereka juga tak tahu
kini aku bahkan sudah tak punya peluang tidur dengannya lagi.
Sebagai kaisar,
tak semestinya kau cuma sayang Qin Zhenzhen.
Bagaimanapun Shangguan Ya permaisurimu.
Jika orang tahu kau sudah lama tak mengunjunginya,
jumlah laporan bisa menenggelamkanmu.
Aku tak menyukainya.
Apa aku bahkan tak punya hak untuk buat pilihan sendiri?
Setidaknya sebelum dia melahirkan putra sah,
kau tak punya hak untuk memilih.
Kau kaisar sebuah negara,
Shangguan Ya permaisurimu.
Pergi ke Istana Qionghua melahirkan putra sulung sah
juga tanggung jawabmu.
Kakak.
Apa bedanya aku dengan para pria penghibur yang menjual diri
di rumah bordil?
Kaisar.
- Panggil Tabib Istana! - Tak perlu.
Aku keluar dari istana tidur temui Permaisuri.
Aku minum obat penguat stamina.
Tak apa-apa.
Kaisar, kau ini...
Aku
sudah menyelesaikan hal yang diminta Tuan Putri Pertama.
Apa Shangguan Ya tahu soal ini?
Seharusnya dia tahu.
Sebenarnya Shangguan Ya juga pakai obat.
Shangguan Ya begitu angkuh,
tapi harus dikurung di Istana Harem seperti hewan ternak.
Demi melahirkan Putra Mahkota,
dia menghadapi semua ini dan hanya terdiam.
Bagaimana setelahnya?
Kaisar.
Kalian semua keluar.
Kau tak perlu seperti itu, berdirilah.
Terima kasih, Kaisar.
Aku tahu
kau selalu meminum obat tiap kali sebelum menemuiku.
Mulai kini,
kita lebih jujur saja.
Kau cukup jadi Permaisuri.
Aku bisa memberimu semua kekuasaan yang kau inginkan.
Kita berdua
tak perlu berpura-pura.
Ada beberapa hal
yang bisa kita selesaikan dengan berdiskusi.
Jangan sampai kita mati saat terkurung di Istana Harem ini.
Kelak kau jangan
mencampuri urusanku lagi, bagaimana?
Tapi Kaisar.
Aku membuang diriku sendiri
dan tinggalkan cinta yang semestinya kumiliki.
Aku datang ke Istana Harem ini
bukan untuk dengar Kaisar menyuruhku
mengurus diri masing-masing.
Aku juga bukan datang untuk merestui Kaisar.
Aku bukan datang untuk merestui
cinta yang Kaisar rasakan.
Apa kau tak ingin kebebasan di luar istana?
Lalu, apa maumu?
Aku...
Aku ingin anak.
Pelayan.
Hidangkan arak.
Kaisar.
Kaisar, sebelumnya akulah yang salah.
Kelak, aku takkan peduli Kaisar ingin pergi ke istana siapa.
Tapi aku perlu Kaisar berjanji.
Selain anak,
apa lagi yang kau mau?
Kedudukan Permaisuri.
Itu tak masalah.
Selama aku masih menduduki takhta,
cuma kau yang bisa jadi Permaisuri.
Terima kasih, Kaisar.
Masalah anak,
aku akan bekerja sama menyelesaikannya.
Maka, kuharap Kaisar
bisa mengosongkan waktu tidur bersama berikutnya.
Baik, aku mengerti.
Kaisar, Permaisuri.
Orang Biro Tabib Istana datang dan bilang
Selir Qin telah mengandung.
Mengandung?
Cepat, bawa aku pergi melihatnya.
Kaisar, cepatlah pergi mengunjungi Selir Qin.
Cepat.
Kenapa begitu tergesa-gesa mau bertemu?
Kaisar sudah membulatkan tekad
untuk tak lagi sentuh wanita lain di Istana Harem
selain Selir Qin.
Pagi ini Selir Qin sudah dipastikan telah mengandung.
Jadi,
aku memerlukan pria.
Siapa pun boleh.
Aku harus punya anak.
Anak?
Bagaimana setelahnya?
Saat itu,
awalnya Kakak berencana ingin pergi.
Niat licik Li Chuan sudah tampak sangat jelas.
Jika dia dukung Putra Mahkota dari kaum fakir naik takhta,
maka...
Itu akan jadi akhir bagi bangsawan.
Tuan Shangguan,
Tuan bukan tak tahu,
aku penjelajah tanpa pekerjaan.
Ini tak ada kaitannya denganku.
Mohon pamit.
Ya sangat kesulitan di istana.
Dia butuh seseorang.
Seorang pria.
Salam pada Permaisuri.
Kenapa malah kau?
Aku akan menemanimu.
Kau pergi saja.
Aku tak menginginkanmu.
Tapi kau tak punya pilihan.
Aku juga tak punya pilihan lain.
Aku tak ingin kau
melihat diriku yang begitu menyedihkan.
Di kehidupan ini,
aku mau menemanimu masuk ke neraka
dan menemanimu masuk ke akhirat.
Dua bulan setelahnya,
Shangguan Ya dipastikan mengandung.
Tapi waktu kelahiran anak ini terlalu membingungkan.
Sampai kini aku pun tak tahu
sebenarnya dia anak siapa.
Maka, apa Chuan tahu?
Saat itu, Li Chuan bahkan tak tahu
No comments yet. Be the first to leave one.