Prvních 200 řádků.
Selesai.
- Apa ini? - Lihatlah.
Hei, Yong-pil. Kurasa aku menyukaimu. Aku harus bagaimana?
Pelampung corak bunga itu. Kurasa milik pemimpin haenyeo.
Pada hari kecelakaan,
Yong-pil pergi saat jam kerja. Jadi, dia dikenakan sanksi.
Dia pindah ke Dinas Cuaca dan membantu seorang fotografer.
Astaga, si bodoh itu.
Kenapa dia mengundang masalah seperti ini? Astaga.
Kudengar fotografer yang terpilih juga putrinya pemimpin haenyeo.
Ayah, sedang apa Ayah di sini?
Kau…
Aku terus memohon.
Sudah aku katakan aku tak bisa hidup tanpa putraku.
Aku memohon delapan tahun lalu.
Kenapa kau kembali?
Kenapa kau kembali?
Pak, aku…
Ayah bicara apa?
Kau sudah berjanji.
Kenapa kau kembali dan merusak hubungan kami?
Kenapa?
Tunggu.
Apa yang Ayah bicarakan?
Kumohon pergilah.
Kembali ke daratan utama!
Ayah!
Apa dia harus kehilangan ayahnya juga
agar kau dan keluargamu bahagia?
Apa kau baru puas jika sudah mengambil putraku juga?
Tunggu, Ayah.
Ayah, delapan tahun yang lalu…
Ayah memohon Sam-dal untuk putus denganku?
Benarkah itu?
Hei. Apa itu alasan kita putus?
Bukan karena ayahku menyulitkan ibumu,
tetapi karena dia memohon kepadamu? Benarkah?
Itu benar.
Itu karena Ayah.
Ayah terus memohon.
Kenapa kau kembali
dan mempermainkan perasaannya lagi? Kenapa?
Sam-dal.
Kau tak kasihan kepadanya?
Ibunya meninggal karena ibumu.
Namun, dia masih menyukaimu.
Bukankah memilukan melihat dirinya
terus mengurus wanita yang membunuh ibunya?
Kenapa aku memilukan, Ayah?
Kenapa aku memilukan?
Bukan Sam-dal atau ibunya yang membuatku terlihat memilukan, tetapi kau!
Apa aku harus memutus hubungan dengan putraku
agar kau akhirnya berhenti?
Ayah, kumohon.
- Jangan lakukan ini. - Maafkan aku, Pak.
- Maafkan aku. - Kenapa kau meminta maaf?
Kau tak salah, kenapa kau menangis?
Ikut aku.
- Tidak. - Ayo.
Sam-dal, kenapa…
Kenapa kau tak menceritakan ini?
Kenapa kau tak menceritakan ayahku berkata seperti itu kepadamu?
Seharusnya kau beri tahu.
Kenapa kau simpan sendiri?
Bagaimana bisa aku…
memberitahumu soal itu?
Karena itu tentang kita.
Dan dia ayahku.
Benar sekali, dia ayahmu.
Ayahmu satu-satunya.
Aku tak mampu mengambil ayahmu darimu juga.
Aku tidak tega.
Ayah! Tidak!
Ayah!
Apa yang Ayah lakukan?
Sadarlah!
Kepalaku.
Astaga.
Ayah…
Jangan lakukan ini, Ayah. Aku tak bisa hidup tanpa Ayah!
- Ayah… - Astaga, aku sungguh bodoh!
Aku sungguh bodoh!
Aku sangat paham kau dan ayahmu hanya memiliki satu sama lain.
Mana mungkin kukatakan itu demi diriku?
Kau tahu aku tak bisa terus bersamamu.
Namun, kenapa kau yang harus menghadapinya?
Bukankah seharusnya aku yang hadapi?
Ini masalahku.
Ini di antara aku dan ayahku.
Yong-pil…
Aku sangat menyukaimu.
Sungguh.
Aku berkencan dengan berbagai pria hanya demi melupakanmu.
Tak ada yang bertahan lama.
Kau tahu kenapa?
Karena mereka bukan kau.
Kami berjalan atau makan bersama,
tetapi yang aku pikirkan hanya…
"Kenapa pria di hadapanku…
bukan Yong-pil?
Kenapa aku ada di sini?"
Sejak aku lahir,
aku hanya bersandar kepadamu
dan jantungku berdegup hanya untukmu.
Aku cuma bisa menjadi Cho Sam-dal 23 tahun itu di hadapanmu,
mana mungkin aku menyukai yang lain?
- Sam-dal, ayo kita… - Sudah aku putuskan.
Cuma kau yang akan aku sukai.
Ya.
Namun, itu saja.
Bagiku, itu hanya…
cinta tak berbalas.
Namun, aku juga menyukaimu.
Aku menyadarinya setelah bertemu ayahmu hari ini.
Aku tak bisa menang darinya.
Aku punya ibuku, ayahku, dan kedua saudariku.
Namun, kau hanya punya ayahmu.
Aku tak bisa. Aku tak setega itu.
Jadi, aku akan mencintaimu dari jauh.
Meskipun aku harus lajang selamanya,
lebih baik begitu.
Aku akan lakukan itu.
Sam-dal.
Aku tak mau itu.
Aku tak mau cinta tak berbalas.
Sudah kualami delapan tahun. Aku tak mau lagi.
Aku tak akan memintamu
untuk menang dari ayahku.
Aku tahu kau dan ibumu tak mampu,
biar aku saja.
Jadi,
tunggulah di tempatmu sekarang.
Jangan pikirkan apa pun dan jangan merasa bersalah.
Aku tak akan ulangi kesalahanku delapan tahun lalu.
Jadi, jangan berpikir
cintamu tak berbalas.
Aku tak mau melaluinya lagi.
Cinta tak berbalas sialan.
EPISODE 13 CINTA TAK BERBALAS SIALAN ITU
Hei.
Sudah makan?
Sudah.
Kenapa dia?
Itu kau, Sam-dal?
Tunggu.
Dia tampak sangat lelah.
Ada apa?
Sudah aku bilang. Aku akan hadapi diriku dahulu.
Ada apa?
Kenapa?
Apa sesuatu terjadi?
Tidak, tak terjadi apa-apa.
Apa kau masih
sangat menyukai Yong-pil?
Apa?
Kau bertanya apa kau boleh menyukainya.
Boleh.
Sukai dia semaumu.
Ikutilah kata hatimu.
Jangan biarkan pendapat Ibu atau ayahnya menghentikanmu.
Kalian lakukanlah yang kalian inginkan.
Kami memisahkan kalian delapan tahun,
tetapi kalian masih saling menyukai, mau bagaimana lagi?
Kenapa kalian menahan diri padahal tak salah?
Kalian berdua tak salah. Ibu yang salah.
Jadi, ikuti kata hatimu.
Bagaimana jika aku terlalu menyukainya?
Kurasa aku tak akan bisa putus dengannya lagi.
Bagaimana jika kami harus berpisah lagi? Aku harus bagaimana?
Jika itu terjadi…
entah apa yang akan aku perbuat, Bu.
Aku lakukan itu karena aku masih terlalu kecil untuk melindungi Ibu!
Ha-yul…
Kau tak perlu mengkhawatirkan itu.
Jadi, dia putrimu, bukan keponakanmu.
Masuk akal sekarang.
Aku sebenarnya mengecek media sosialmu karena merasa ada yang aneh.
Aku tak bermaksud membohongimu.
Namun, akhirnya malah seperti itu.
Menurutku Ha-yul lebih dewasa dari usianya.
Namun, kini aku sadari dia cuma anak yang ingin melindungi ibunya.
Benar.
Kau pasti kagum dan penasaran.
Jarang ada wanita 29 tahun memiliki putri sembilan tahun.
Jarang ada pria 29 tahun menjadi ayah lumba-lumba.
Ya. Itu benar.
Kalau dipikir-pikir,
kita sebaya saat kau bertemu Namchun dan aku melahirkan Ha-yul.
Saat itu usiaku juga 21 tahun.
Benar, dia sembilan tahun.
Ya.
Aku pindah ke daratan utama untuk mengejar impianku di usia 20 tahun.
Namun, impianku berubah saat tiba di sana.
Dia impian baruku.
Apa tujuan awalmu saat kau pindah?
Jadi perenang profesional.
Sungguh?
Kau pasti mahir karena berasal dari Jeju.
Tak semua warga Jeju pandai berenang.
Mungkin tak terlihat, tetapi aku diterima di Pusat Pelatihan Nasional Korea.
No comments yet. Be the first to leave one.