Prvních 186 řádků.
Salam Hangat Dari Singkawang Kalimantan Barat
Presented by SOVIK Venture Capital and DCG Plus
Also presented by Showbox Megaplus and Cineclick Asia
co-produced by Cineclick Asia and Cinewise Film
a Generation Blue Films production
Starring KIM Hye-soo
and KIM Sung-soo
Executive producers PARK Hyun-tae, Peter KIM
Screenplay by MA Sang-yeal, KIM Yong-gyun
Aku sudah menunggu lebih dari 30 menit.
Director of photography KIM Tae-kyung Lighting director PARK Kun-woo
Kalau kau belum datang sampai hitungan ke-100, aku pergi!
Production designers LIM Hyung-tae, JANG Pak-ha
Music director LEE Byeong-woo
Sound supervisor Lee Sung-jin
Editing by SHIN Min-kyung
Satu! Dua!
Producers SHIN Chang-kil and Creta D. KIM
Tiga! Empat!
Directed by KIM Yong-gyun
Aku hampir terjatuh!
Aku baru saja menemukan sepatu ini di sini.
Lepaskan!
Aku melihatnya dulu. Sepatu ini punyaku.
Hei, aku sudah menunggu di sini selama 30 menit.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Aku mengawasimu dari sebelah sana. Aku sedang mempermainkanmu.
- Jangan bohong! - Kau baru menghitung sampai empat, benar?
Tapi aku yang menemukannya dulu!
- Aku yang menemukannya dulu! - Lepaskan!
Hei!
Hei!
Choi Young-mi, kaukah itu?
Kau sedang bercanda denganku, kan?
THE RED SHOES
h
ht
htt
http
http:
http:/
Tae-soo, ayo makan.
Sayang.
Wow. Bagus sekali, Tae-soo!
Kemarilah, Sayang.
- Kau anak siapa,Tae-soo? - Anak Ayah.
Menarilah sekali lagi.
Tae-soo!
Ini masih mentah.
Aku mau memakai sepatu merahku!
- Cukup sekali dalam sehari. - Tidak!
Tae-soo, tolong hentikan ini. Ibu sudah terlambat.
Aku mau memakai sepatu merahku!
Tolong antarkan Tae-soo ke tempat les pribadinya.
Pukul dua hari ini.
Kau tidak bisa melakukannya sekali saja untuk hari ini?
Sepatu Tae-soo ada di sini. Antarkan kepadanya.
Tidakkah kau terlalu tua untuk menyukai warna merah?
Tidak cocok denganmu.
Ajari Tae-soo.
Dia sudah besar untuk pergi ke tempat les pribadinya sendirian.
Awasi dia dari belakang.
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo tidak datang hari ini.
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo!
Tae-soo!
Kau suka?
Sepatu ini lebih bagus kalau kau yang memakainya.
Ibu, aku lapar. Ayo kita pulang.
Baiklah.
Tae-soo, kau mau tidur bersama Ibu malam ini?
- Mengapa? - Karena...
... Ibu ingin tidur bersama Tae-soo.
Ibu akan membacakan dongeng untukmu, oke?
Sehingga Tae-soo tidak akan mendapatkan mimpi buruk.
Tapi lebih menyenangkan kalau ayah yang membacakannya.
Silakan masuk.
Ini ruang tamunya.
Aku akan mengganti lampunya untukmu.
Dan di sini adalah dapur.
- Di mana kamar mandinya? - Ah, ya. Toiletnya ada di sana.
- Masih adakah apartemen yang lain? - Maaf?
Yah,...
... kau tidak bisa menemukan tempat sebesar ini dengan uang yang kau tawarkan.
Plus, jalur kereta bawah tanah dekat dari sini.
Dasar perempuan tua!
Aku sudah bilang jangan masuk!
Seharusnya aku mengusirmu dari ruang bawah tanah juga.
Dia tinggal di ruang bawah tanah. Tapi dia bukan orang jahat.
Dia sedikit gila. Cepat keluar.
Cantik sekali...
Kau menyukainya, Tae-soo?
Han Tae-soo! Ibu tidak keberatan kalau kau berlatih,...
... tapi jangan berlari-lari seperti itu.
- Masih belum selesai? - Hidupkan lampunya!
Banyak hal yang mengganggumu.
Hal-hal yang kau inginkan.
Seperti Tae-soo, uang, sepatu yang indah.
Tapi tetap saja, tidak ada suami.
Lukamu tidak apa-apa sekarang,...
... tapi matamu memburuk seiring bertambahnya usia.
Apa yang kau bicarakan? Tidak mungkin.
- Aku pasti hanya rabun sementara. - Mungkin saja.
Ini semua karena bajingan itu.
Wanita dengan pekerjaan yang bagus harus tetap melajang seperti aku.
Kim Mi-hee. Dia itu ayahnya Tae-soo, bukan "bajingan".
Dan jangan pernah menyebut bajingan itu di depanku lagi.
Jadi kapan klinik barumu buka?
Pembangunannya dimulai hari ini,...
... jadi sekitar tiga minggu sampai interiornya selesai.
Jadi aku bertanya-tanya...
Kau butuh uang?
Aku mengerti kau tidak mendapatkan uang tunjangan yang cukup.
Keangkuhanmu itu yang akan menjatuhkanmu, kau tahu.
Jika wanita yang sudah bercerai membesarkan anaknya sendirian dan tidak punya uang,...
... aku bilang itu menyedihkan.
Bentuk pemasaran untuk klinik matamu?
Aneh sekali.
Namaku Cho In-chul. Aku perancang interiornya.
Aku baru saja pindah.
Kau tidak keberatan kalau aku tinggal di sini sampai pembangunannya selesai?
Kau melakukan semua ini sendirian?
Berapa lama waktu yang diperlukan?
Kalau getarannya ada, sekitar dua minggu? Tapi aku tidak bisa menjaminnya.
"Getaran" apa?
"Rasa".
Aku sedikit dikejar-kejar waktu,...
... jadi tidak bisakah diselesaikan lebih cepat?
Memberikan kuas kepada seseorang, dan meminta dia membuat karya seni dengan cepat...
... akan tidak bertanggung jawab.
Jangan terlalu khawatir. Aku akan segera mulai bekerja setelah rasa itu datang.
Aku juga menyadari kalau anggarannya kecil.
Bukan berarti aku mengeluh.
Hanya saja aku harus berpikir lebih keras lagi.
Apakah kau selalu licik seperti ini?
Tidak. Tidak ada masalah.
Bisakah kau mengirimkan orang lain?
Kalau begitu lakukan secepatnya, terima kasih.
Rabun dekat karena usia?
Ibu membeli sepatu baru lagi?
Tidak.
- Aku juga ingin mencobanya. - Tidak boleh!
Aku benci Ibu! Kaki Ibu jelek!
Bagaimana kau bisa memakainya?
Pergelangan kakimu bisa terluka dan tidak bisa menari lagi.
Ayo cepat tidur.
Angkat dagu kalian dan berputar. Dan ke arah kiri.
Satu, dua, tiga, plie .
Pas plie , satu. Berputar, dan satu, dua,...
... tiga, empat, mundur.
Plie . Ke arah berlawanan. Dan berputar.
Lihat ke depan. Lihat ke depan. Satu, lompat, tiga, empat.
Mundur dan berlari.
Tae-soo, berikan ke Gyu-won.
Gyu-won! Yang berikutnya maju.
Cepat.
Bagaimana menurutmu?
Kau menyukainya?
Kalau begitu, aku bisa meneruskan pekerjaanku?
Aku dengar bahwa kau tidak bisa bekerja bersamaku.
"Getaran"-nya sudah datang?
Ngomong-ngomong, kau makan dengan tangan kiri atau tangan kanan?
Aku harus tahu tangan mana yang akan kau gunakan untuk mengatur semuanya.
- Aku kidal. - Kau pasti kesulitan dengan segala hal.
Aku akan mengingatnya dalam desainku kalau kau kidal.
Ngomong-ngomong, kau bisa bekerja hanya dengan memakan itu?
Memangnya kenapa dengan mie ramen? Aku juga makan nasi gulung.
Maaf kalau kata-kataku kasar,...
... tapi kau bukan gelandangan, kan?
Aku punya rumah dan dulu pernah tinggal bersama seorang wanita.
Tapi kami sudah putus sekarang.
Sekarang tidak ada orang yang aku tunggu di rumah.
Aku tidak mengeluh hidup seperti ini.
Apakah suamimu marah kalau aku memintamu memasak untukku?
Aku tidak bermaksud apa-apa.
Aku hanya rindu dengan masakan rumah.
Aku harus pergi. Aku harus menemui putriku.
Tunggu!
Apa yang kau lakukan? Hentikan itu.
No comments yet. Be the first to leave one.