Prvních 200 řádků.
When Love is Not Enough The Lois Wilson Story
Keluargaku menghabiskan musim panas di Vermont.
Aku putri dari seorang dokter yang berasal dari New York.
Tumbuh di tengah keluarga yang berpendidikan,
dengan gelar sarjana dan masa depan yang baik.
Bill Wilson seorang pemuda setempat...
yang belum pernah melewati Green Mountains.
Aku lebih tua 4 tahun daripada dia. Pasangan yang aneh, kata ayahku.
Tapi kami saling cocok satu sama lain.
1 Juli 1917. Akhirnya kami menikah dan kami merasa bahagia.
Betapa cantiknya dia.
Aku ingin melihatnya sebentar.
- Tak boleh, Lois. - Minta dia kemari.
Sial.
Mereka mengatakan,
kurang dari 4 orang dapat hidup dengan alkohol.
Saat aku memikirkan pernikahanku, aku menemukan 7 orang:
Ada ibuku yang ingin melihatku bahagia.
Ellis, temanku yang paling dekat,
dan sama sekali tak ada rahasia di antara kami.
Ada juga Frank, suaminya Ellis.
Ada ayahku, Dr. Clark Burnham,
yang meyakinkan orang-orang bahwa sebenarnya tak diperlukan alasan...
bagi setiap mereka yang ingin menikah.
Abby Thatcher, teman kami, yang baru sembuh dari sakit.
Adik laki-lakiku yang bisa dipercaya, Rogers.
Dan aku sendiri dengan kisah hidupku...
berjalan seperti yang kuharapkan.
Aku menikah dengan Bill Wilson,
yang merupakan pria idamanku,
dan kami segera akan membentuk keluarga yang baru.
Aku percaya dengan segenap hatiku...
seberat apapun masalah yang akan kami hadapi kelak,
akan bisa dikalahkan oleh cinta.
"Sayangku Lois,
Tanggal 27 Juni, pkl. 10 malam, saat bulan purnama.
Di sini, di Perancis, sebentar lagi fajar akan menyingsing.
Kurangkul bulan dengan mataku,
seperti aku merangkulmu dengan tanganku."
Brooklyn, 1919
Oh. Bill!
- Bill! - Hei, Lo.
- Kamu pulang lebih cepat. - Bagaimana kabarmu?
- Apa kamu lapar? - Ya. Aku memang ingin makan.
- Bagaimana harimu? - Aku mengundurkan diri.
Kamu pasti tahu aku berbakat di bidang akutansi, Lo.
Tapi tak perlu kuatir.
Hal yang lebih baik pasti akan datang. Akan selalu begitu.
Kenapa kamu tak menelpon suaminya Ellis?
Aku tahu Frank mengagumimu. Kamu pasti bisa mendapatkan pekerjaan.
Ya. Aku tahu. Abby bekerja dengannya.
Aku pernah bertanya padanya tentang pekerjaannya...
dia mengatakan bahwa Wall Street seperti sebuah lelucon.
Aku tak tahu.
Aku dipindahkan hari ini.
Dari bangsal ginekologi ke bangsal psikiatri.
Bayaran yang lebih akan membuat kami lebih nyaman tentunya.
Kamu akan aman di sana?
Kupikir juga begitu.
Hal ini sangat menyedihkan. Di sana tempat penderita psikotik dan pemabuk.
Tak banyak yang dapat dilakukan untuk mereka.
Aku akan baik-baik saja. Jangan kuatir.
Kamu tahu, Frank memang pintar.
- Ya. - Dia menghasilkan uang yang banyak.
Itu benar.
Kupikir aku akan meneleponnya.
- Tak ada ruginya, bukan? - Benar.
- Aku sudah siapkan makan malam. - Baiklah.
Lo! Oh, tak perlu! Terima kasih.
Tolong taruh di pot bunga.
Frank, lihat siapa yang datang.
Bill senang sekali bisa bekerja denganmu. Terima kasih.
- Aku sangat beruntung punya dia. - Sampai jumpa.
Sebenarnya Bill tipe orang yang sangat dibutuhkan Frank.
- Ayo, kita lihat Emma. - Ya.
Halo, sampaikan salam pada bibi Lois.
- Emma, Sayang. - Halo, malaikatku.
Boleh aku menciummu? Boleh?
Aku sudah melakukannya. Aku menciummu.
Aku tak bisa mengatakan apa ini artinya bagiku.
- Lo, aku tak melakukan apapun. - Ellis, kupikir aku sedang hamil.
- Sayang! - Bisa kamu bayangkan?
- Saatnya akan tiba. - Ya. Saatnya akan tiba.
Kamu memang seorang pembohong. Aku sudah mengatakannya padamu sejak hari pertama.
Sudah kukatakan begitu dan dia setuju bahwa itu hanya permainan angka.
Masalahnya adalah, tak ada yang tahu apa yang sedang mereka lakukan.
Bisa bawakan minuman Ginger Ale kemari? Terima kasih.
Siapa yang mengawasi bagian produksi? Siapa yang menjalankan perusahaan ini?
Tak ada seorang pun yang punya petunjuk bagaimana perusahaan ini dikelola.
Jadi kamu harus pintar membaca situasi.
- Lo, kamu ingin makan? - Tidak. Aku akan makan sup di rumah.
Tidakkah seharusnya kini ada 2 porsi, termasuk calon bayi?
Aku tak lapar, Sayang.
Kamu beruntung, Abby, karena aku punya satu ide untukmu.
Aku punya ide. Kenapa kita tak pulang, sayang? Sekarang sudah malam.
Baiklah.
- Selamat malam, Abby. - Selamat malam, Lois.
Semoga malammu menyenangkan.
Aku bisa mengatasinya.
- Akan kita sambung lain kali. - Akan disambung.
Sayang, aku hanya ingin kamu bangga padaku.
Aku bangga padamu.
Cuma aku tak suka kalau kamu jadi pusing dan seperti orang bodoh.
Kamu pikir aku bodoh?
Tidak. Aku cuma tak mau melihatmu minum seperti itu.
- Baiklah. - Kamu jadi berbeda.
Aku akan berhenti. Aku akan berhenti untukmu.
Itu mudah saja, Sayang. Aku akan berhenti.
Sayang, kamu tahu aku melakukan semuanya untukmu.
Kamu tak percaya padaku, Sayang?
- Aduh! - Ada apa?
- Ada apa, Sayang? Kamu baik-baik saja? - Hubungi ayahku. Hubungi ayahku!
Baik. Segera kuhubungi.
Operator! Brooklyn, New York. Segera hubungi Dr. Burnham!
Maafkan aku. Aku minta maaf.
Tak apa-apa.
Jangan kuatir.
Kita akan punya keluarga besar, Lo. Kamu akan lihat nanti.
Bill?
Selamat datang di rumah baru kita!
Apa yang kamu lakukan?
Ini sebuah tenda. Kamu menyukainya?
Aku berpikir kita perlu sebuah awal yang baru...
jauh dari kebisingan, meninggalkan kota untuk sementara waktu...
Itu saja.
Lo, Sayang. Aku punya ide, tapi takkan ada yang akan mendukungku...
karena mereka tak melihat ke depan, padahal menurutku ini baik.
Aku ingin keluar dan menyelidiki agar perusahaan ini lebih dikenal orang-orang.
Memberikan pada mereka sebuah laporan yang independen dan jujur...
tentang bagaimana hal ini bekerja. Dan mereka tak ragu menyimpan uang mereka di sini.
Dan kamu akan menjadi pendamping pribadiku.
Kita akan bisa ke Amerika dan tinggal di sana.
Berikan masukan untuk menguji teoriku.
Bill, bagaimana dengan pekerjaanku?
Mungkin aku akan menyerahkan pengunduran dirimu besok.
Bill, bagaimana dengan apartemen kita? Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Jika ini nanti berhasil, aku akan menjadi seorang eksekutif.
Kita akan bisa beli rumah di mana saja.
Kenapa kita tak mencobanya?
Ini akan menjadi bulan madu kedua bagi kita.
Takkan memakan banyak biaya.
Hanya kamu dan aku.
Apa ada yang lebih baik dari itu?
Apa ada yang lebih baik dari itu, Lo?
Ini sangat menyenangkan, Lo!
Tambah kecepatannya! Lebih cepat lagi! Lebih cepat lagi!
Terima kasih.
Senang berbicara denganmu, Lois.
- Kamu harus hati-hati mengendarainya. - Ya. Ini cuma untuk bersenang-senang, Tom.
Sepertinya kita gagal. Manajer tak ingin di ajak bicara.
Pria yang pakai baju biru itu namanya Tom, yang satu lagi adalah saudaranya, Jim.
Tom punya percetakan, dan Jim membuat perkakas.
Aku tahu selalu ada alasan untuk membawamu.
"Sebagai permulaan, Frank Shaw...
"seorang Manajer perusahaan perkakas...
"yang banyak di gunakan di bidang elektrik...
dan aku berharap padanya".
Kita terjebak.
- Kamu yang mengendarai, aku akan dorong dari belakang. - Baiklah.
- Siap? - Belum.
- Belum? - Belum.
Oh, tidak!
- Apa yang kamu lakukan? - Maaf.
Tidak. Wilson, jangan lakukan!
Jangan lakukan!
Kurasa aku harus berjalan kaki ke kota,
mencari montir dan melihat apa yang rencanakan Frank.
- Aku akan pergi denganmu. - Tidak. Kamu di sini saja.
Jaga badanmu agar tetap hangat, Lo. Aku akan segera kembali.
- Kamu yakin? - Ya.
Baiklah.
Aku mencintaimu.
- Sampai nanti. - Sampai nanti.
Hei, buka pintunya!
Ya, aku sedang mencari suamiku.
Dia tinggi, badannya penuh lumpur.
- Bill, aku sedang menunggumu. - Lo! Minta sampanye satu lagi.
- Tidak. Aku tak mau minum. - Ya, tentu saja. Kemarikan.
Kita tak punya uang untuk beli minuman, Bill.
Kita harus merayakannya, Lo. Lihat ini, bacalah.
"Bill, seperti yang sudah disarankan. Selamat datang di tim".
Kita berhasil, Lo!
Ini tiket kita, Sayang.
Ini tiket kita untuk menjadi eksekutif terbaik di Wall Street.
Kamu ingin bersulang denganku?
Halo semua! Aku ingin bersulang dengan istriku, yang sudah mendukungku!
Kita akan jadi pemenang, Lo.
Seperti yang diperkirakan oleh Bill, akhirnya kami pindah ke kota.
Dan kami menjalani kehidupan yang kami impikan.
- Rogers, bagaimana kabarmu? - Halo, kakak.
- Bagaimana menurut kalian? - Menakjubkan!
- Bagus sekali. - Sangat indah.
Ini tak buruk, kakak.
Apakah menurutmu Bill bersedia menginventasikan uangku?
Kamu tidak harus mengambil resiko itu.
Lihatlah ini.
Tiga tahun lalu, Bill tak punya apa-apa, tapi lihatlah sekarang.
Dia jenius.
Bill memberi kebebasan untukku menghiasi tiap sudut rumah.
Dia hanya bersikeras untuk satu-satunya hiasan lampu yang di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.