Prvních 200 řádků.
Menjelang akhir masa pemerintahan Raja Rama III,
perdagangan Siam dengan negara lain meningkat.
Banyak orang Tionghoa datang dan menetap di Siam.
Para pemukim Tionghoa membentuk komunitas bernama Tua Hia
untuk saling membantu, tapi mereka biasanya dikaitkan dengan kejahatan
karena konflik mereka dengan pejabat Siam.
Tiga bulan sebelum berakhirnya pemerintahan ini,
para elite membentuk fraksi,
mendukung pangeran mereka sendiri.
Upaya mereka mendapat senjata dari Eropa dianggap sebagai pengkhianatan besar.
Film ini adalah hasil imajinasi penciptanya.
Semua nama, insiden, dan tempat adalah fiksi.
Tidak ada kaitan dengan orang sebenarnya.
PAET RIU, SIAM, 1851
TAHUN TERAKHIR PEMERINTAHAN RAJA RAMA III
Ini, upahmu.
Tarian yang indah.
Khem, gerakanmu menarik perhatianku.
Jika kau melayaniku dengan baik,
aku akan membiarkanmu tampil untuk pamanku,
Bangsawan Phraya Bodisorn.
Bagaimana menurutmu,
pemuda Paet Riu yang tampan?
Hei!
Wan!
Muen!
Tidak!
Khem!
Muen! Tuan!
- Tolong! - Muen! Tuan!
Hei!
Wan!
Tamatlah kita!
Apa yang kau lakukan?
Menghentikan pendarahan.
Dasar bodoh!
MANSUANG
SAM PHENG, BANGKOK
Misi kalian adalah mendekati Cheng dan Wichien.
Namun, jika melakukan kesalahan
dan tertangkap,
tamatlah kalian.
Karena meski bisa melarikan diri,
kalian akan tetap dibunuh.
Tidak ada tato nomor warga.
Kalian pikir tidak akan ditangkap?
Kalian tertangkap basah di sebelah tubuh keponakanku.
Kami hanya berusaha membantunya.
Haruskah kami ditangkap karena hal itu?
Tidak ada yang melihat kami
membunuh dia.
Kalian tidak memiliki saksi mata.
Bagaimana bisa membuktikannya?
Aku percaya akan kebenaran.
Kebenaran?
Kebenaran siapa?
Kebenaranmu?
Siapa yang akan memercayaimu?
Namun, perbuatan baik dapat ditukar dengan pengampunan penuh.
Aku memberi kalian kesempatan
untuk menjalankan misi penting bagi negara.
Namun, jika tidak berhasil,
kalian akan dihukum
karena membunuh Muen Kijraksa.
Misinya adalah menemukan bukti
untuk menghukum para pemberontak di ManSuang.
Halo!
Jika sudah selesai, turunlah. Kelompok lain sedang menunggu.
Hei!
Jangan terganggu, teruskan!
Khem!
Khem!
Bibi Joo,
bawa keduanya ke Thongmak.
Lalu bawa mereka ke Nyonya Phikul.
Jaeng,
makanlah sesuatu sebelum kau pergi.
Ya, Tuan Muda Hong.
Ambil ini.
Gosok tubuh kalian dengan itu.
Perlihatkan gigimu.
Ambil ranting ini dan sikat noda pinang di gigi kalian.
- Biarkan dia selesai menggosok dulu. - Baik.
Apakah gigiku sudah putih?
Belum. Di sana.
Di sini?
Di sini?
Lebih tinggi.
Wan!
Wan!
Wan!
Hei!
Wan!
Wan!
Wan!
Apa kau merasa lebih baik sekarang?
Perubahan besar akan terjadi pada masa pemerintahan ini.
Phraya Wichiendej dari Departemen Pelabuhan
bekerja sama dengan Tuan Cheng,
pemilik ManSuang.
Mereka memperdagangkan senjata dari Eropa
untuk persiapan pemberontakan.
Khun Suthinborirak, petugas pendaftaran Departemen Pelabuhan,
adalah broker yang bernegosiasi atas nama pedagang senjata.
Mereka punya senjata
dan gangster Tionghoa Tua Hia sebagai dukungan.
Para pemberontak dapat segera bertindak, kapan saja.
Dan bulan lalu
Khun Suthin, antek dealer Eropa,
ditemukan tewas di dekat ManSuang.
Anak buahku menggeledah kediamannya,
tapi tak menemukan dokumen.
Mungkin Tuan Cheng
dan Phraya Wichiendej
memancingnya keluar
untuk mengirim dokumen itu sebelum menyingkirkannya.
Aku ingin kalian menyusup ke ManSuang
dan menemukan dokumen kontrak yang mereka curi
untuk mengekspos para pemberontak sebelum terlambat.
Saat kalian mulai bekerja di ManSuang,
kalian dapat mengakses semua area.
Tidak ada yang akan curiga.
Namun, jangan lupa, orang-orang di ManSuang
yang mengkhianati negara kita
bersembunyi di sana juga.
Kalian harus berhati-hati.
Jangan sampai ketahuan.
Kami tak melakukan kesalahan.
Mengapa kami perlu mempertaruhkan nyawa?
Atau kalian akan mencari orang Tionghoa yang katamu membunuh keponakanku?
Jika kalian memilih pergi ke ManSuang,
aku akan menyamarkan kalian
sebagai bagian dari kelompok tari.
Kalian bisa terus menari di atas panggung
tanpa harus mengorbankan diri sendiri.
Dan jika berhasil,
kalian akan diberi imbalan uang
dan posisi di Departemen Seni Pertunjukan Kerajaan.
Bagaimana menurut kalian?
- Siapa? - Aku tidak tahu.
Enyah dari sini!
Enyahlah!
Orang bodoh, tak tahu terima kasih. Kembalilah ke Tiongkok.
Ini terakhir kalinya aku membantumu.
Tidak akan lagi.
Hormat kepada Tuan Cheng sekarang juga, Bajingan!
Atau tenggorokanmu dipotong!
Terima kasih, Tuan!
Pergi!
Pergi!
Tempat tidurmu ada di sana.
Aku Khem.
Siapa namamu?
Chatra.
Kau mau?
Lengkungkan lenganmu.
Tidak bagus. Berlatihlah lagi.
Siapa gurumu?
Aku mengajari diriku sendiri.
Latih dia menarikan peran utama pria.
Tiarap dan beri hormat.
Kalian minumlah.
Teko air ada di belakang.
Bersihkan tempat ini sebelum makan.
- Ya, Pak. - Ya, Pak.
Urus itu. Itu tugasmu.
Baik.
Namun, aku juga bisa mengurusmu!
Khem!
Jaga ucapanmu!
Thiang!
Ambil airnya.
Setampan Chatra-ku?
Chatra,
dia sungguh tampan.
Tak terlihat berasal dari kelas bawah.
Sedangkan Khem-ku yang tampan,
dia menawan seperti Pangeran Inao.
Wan, orang yang datang bersama Khem,
terlihat imut juga.
Lihat dirimu, Joo!
Aku ingin semuanya untuk diriku, Chatra, Khem, dan Wan.
Sadar dirilah.
Kenapa?
Kau pelacur yang pensiun!
Jaga kata-katamu, Penari Tua!
Boleh kami minta sedikit makanan?
Tentu! Kalian bisa bergabung dengan kami.
Ke sini.
Kalian berdua duduk dan makan di sini.
Tuan Cheng tidak menyukai bau amis.
Pinang juga.
Hal-hal itu dilarang di sini.
Kecuali Nyonya Phikul,
dia boleh memilikinya.
Satu hal lagi,
gadis-gadis di rumah bordil itu,
jangan pernah berpikir untuk mendekati mereka.
Namun, kau selalu boleh berada di dekatku.
Hei!
No comments yet. Be the first to leave one.