Prvních 200 řádků.
-=Semua karakter, organisasi, tempat kasus dan kejadian di drama ini fiktif.=-
Sayang!
Dia memanggilku sayang lagi.
Siapa yang pulang ya?
Aeng Du, berhentilah makan sebentar.
Dengarkan orabeoni.
Apa?
Ada...
yang harus kulakukan...
di luar pulau ini.
- Terus? - Makanya...
aku tak bisa menikahimu dan tinggal di pulau ini.
Maksudku... kau harus bilang ayahmu...
kalau kau dan aku tak bisa nikah.
- Hei, hei. - Aku tak mau.
Kau janji pada ayahku kalau mau menikahiku.
Aku berjanji begitu...
karena beliau tak mau mengajariku bela diri.
Hei, masih bocah kok bisa sekuat ini sih?
Aduh, sialan.
Guru.
Eih, calon mantuku di sini rupanya.
Monggo, ikan bakarnya.
Kalian bedua, ngapain ngejongkok di sini?
Yah, dia bilang tak akan menikahiku.
- Hei. - Apa?
Dia salah paham.
Karena dia masih terlalu muda makanya kukatakan tak bisa menikahinya.
Diam lu!
Kalau itu masalahnya, aku sih tak masalah.
Di pulau ini, kau pria paling muda.
Kau sempurna.
Kalian bisa jadi pasangan serasi.
Pasangan terasi.
- Eh, sial. - Anak muda!
Nok Du!
Hei...
Keluargamu dalam masalah besar!
Apa?
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Eonni ~
Ayah.
Siapa kau?
Ayah. Hyeong.
Kalian tak apa-apa?
Siapa kau?
Kenapa di sini?
Pergi.
Cepat pergi!
Tidak.
Tidak!
Ayah, mereka ingin menyakiti kita.
Percuma saja.
Kita bisa pergi dari pulau ini.
Tak usah mencari tahu.
Apa maksud ayah?
Mereka tak bisa kubiarkan pergi.
Nok Du.
Kalau pergi, ini akan berlalu.
Sudah kita lupakan saja.
Ayah.
Aku tahu semuanya.
Ini semua karena...
Karena ayah.
Ayah melakukan kesalahan.
Jadi...
Tidak.
Ini semua karena aku.
Kita mengasingkan diri bersembunyi di pulau ini,
kita mau melarikan diri lagi,
dan ibu...
harus meregang nyawa semua ini karena...
Semua ini karena aku.
Iya, pelan-pelan.
Hyeong, kau baik-baik saja?
Untungnya lukanya tak begitu dalam.
Tapi...
ilmu pedang mereka...
terlihat mereka seperti pembunuh terlatih.
Siapa yang mengirim mereka?
Guru, tolong urus ayah dan hyeong-ku.
Nok Du.
Maksudmu apa?
Ah, kau ini.
Lihat bagaimana pembunuh bayaran tadi berusaha bunuh diri, 'kan?
Meskipun menangkap mereka, kau tak akan dapat petunjuk apa-apa.
Jadi...
kau harus mengikuti pembunuh itu dan menemukan ketuanya.
Ayah dan hyeongmu besok...
akan kubawa ke kampungku.
Iya.
Wanita?
-=Nokdu Jeon=- Episode 1
Minggir!
Minggir!
Kasih jalan untuk Yang Mulia!
Kasih jalan untuk Yang Mulia!
Itu dia.
Jeonha!
Ada apa?
Dari arah sana.
Siapa?
Ada apa?
Sial.
Terlambat.
Mati kau!
Ada apa itu?
Ya ampun.
Pesanku untuk raja.
Batu yang kulemparkan ini
adalah batu yang kau gunakan untuk mengubur putraku.
Juga batu yang kau gunakan...
untuk membunuh cucuku.
Tangkap dia!
Kau telah menghancurkan rumah-rumah kami.
Kau menginjak-injak rakyat yang tak bersalah.
Kau membangun istana.
Raja tahi!
Kau bukan raja.
Dia pasti punya komplotan. Cari mereka.
Baik, Jeonha.
Ayo pergi.
Cari di sekitar!
- Baik. - Tangkap siapa saja yang kalian lihat.
- Aduh! - Aigoo!
Sial!
Lepaskan!
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Hei! Lepaskan!
Kutemukan anak panah!
Kalian siapa? Lepaskan!
Lepaskan!
Dengar baik-baik.
Di situ! Ada orang bersembunyi di situ!
Coba saja periksa!
Sial!
Tidak!
Bawa dia.
Sudah nurut saja!
Bawa dia!
Ikut aku!
- Lepaskan! - Ayo sini!
Sial.
Ada apa?
Lepaskan.
- Aduh. - Lepaskan aku.
Aduh, hampir saja.
Hei. Gara-gara kau, aku kehilangan dia.
Kau siapa?
Lho, kau yang tadi...
Kalau bukan gara-gara kau...
Apa?
Sial!
Matamu itu kau taruh mana? Kenapa menabrakku?
Kalau matamu lihat depan, kenapa gak minggir?
Gara-gara kau, tugas pentingku berantakan.
Anjing ini tak akan kubiarkan.
"Anjing"?
Hei, umurmu berapa? Jawab.
Aku lahir di tahun Ular. Kau?
Tahun ular, ya?
Di tahun itu, aku sudah menguasai "ribuan huruf hanja"...
dan menghafalkan ajaran Konfusius, ape lo?
Beraninya kau.
Diam lu pada!
Berisik amat.
- Ada apa? - Tak tahu.
Syedih aku tuh. Cuman aku yang menyaksikan ini.
Kau komplotan pak tua tadi ya?
- Apa? - Kalau tak salah...
toh besok kau dibebaskan
kenapa repot melarikan diri?
Kalau ketahuan melarikan diri, ilang kepalamu.
Dia polos apa goblok sih?
Kau menjelek-jelekkan aku ya?
Tidak, tidak kok.
Tolong. Tolong aku.
No comments yet. Be the first to leave one.