Informace o verzi

Demi-Gods and Semi-Devils 2021 S01 VIKI
Komentář od Rumah_Awan
Alih bahasa dipersembahkan oleh Padepokan Anak Negeri @Viki.com

Tagy

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (50)
Choose the file for your episode
E01
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 1.srt 46 KB
E02
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 2.srt 45 KB
E03
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 3.srt 47 KB
E04
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 4.srt 53 KB
E05
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 5.srt 45 KB
E06
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 6.srt 46 KB
E07
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 7.srt 50 KB
E08
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 8.srt 40 KB
E09
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 9.srt 47 KB
E10
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 10.srt 36 KB
E11
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 11.srt 47 KB
E12
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 12.srt 56 KB
E13
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 13.srt 49 KB
E14
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 14.srt 46 KB
E15
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 15.srt 44 KB
E16
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 16.srt 46 KB
E17
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 17.srt 44 KB
E18
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 18.srt 48 KB
E19
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 19.srt 39 KB
E20
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 20.srt 43 KB
E21
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 21.srt 35 KB
E22
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 22.srt 48 KB
E23
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 23.srt 50 KB
E24
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 24.srt 37 KB
E25
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 25.srt 50 KB
E26
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 26.srt 55 KB
E27
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 27.srt 45 KB
E28
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 28.srt 53 KB
E29
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 29.srt 46 KB
E30
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 30.srt 44 KB
E31
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 31.srt 36 KB
E32
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 32.srt 41 KB
E33
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 33.srt 39 KB
E34
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 34.srt 41 KB
E35
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 35.srt 47 KB
E36
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 36.srt 49 KB
E37
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 37.srt 41 KB
E38
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 38.srt 45 KB
E39
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 39.srt 40 KB
E40
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 40.srt 44 KB
E41
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 41.srt 46 KB
E42
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 42.srt 45 KB
E43
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 43.srt 37 KB
E44
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 44.srt 44 KB
E45
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 45.srt 43 KB
E46
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 46.srt 47 KB
E47
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 47.srt 44 KB
E48
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 48.srt 33 KB
E49
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 49.srt 46 KB
E50
[Indonesian] Demi-Gods and Semi-Devils episode 50.srt 29 KB
Stáhnout Indonesian titulky
Translate with Pro
Show all subtitles
Zveřejněno: 2023-01-11
Stažení: 34
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 191 řádků.

Pada zaman Yuanyou Dinasti Song Utara,

Kaisar Song, Zhao Xu, terlalu muda untuk memerintah,

sementara bertindak sebagai penguasa, Ibu Suri Agung Gao,

secara perlahan menyerah pada usia tua.

Kaisar Liao, Yelv Hongji, telah lama mendambakan tanah Negeri Song.

Setelah melihat kerusuhan sipil dan melemahnya Dinasti Song,

Kaisar Liao mengabaikan perjanjian perdamaian yang dia tandatangani dengan Negeri Song

dan memusatkan pasukan militer sepanjang perbatasan Song-Liao.

Dia menunggu waktu yang tepat untuk menyerbu ke selatan.

Pasukan Liao merampok kebutuhan dasar dari penduduk dengan teratur.

Pelanggaran dan pencurian mereka yang tak henti-hentinya

menghasilkan keluarga yang hancur tak terhingga dan banyak

perpindahan rakyat Song.

Hidup seperti di neraka.

Jadi, berasal dari cinta mereka terhadap tanah air mereka

dan keengganan mereka untuk melihat rakyat jelata menderita,

pendekar telah muncul.

Atas nama keadilan dan ksatria,

mereka memulai membantu Kekaisaran Song menangkis Pasukan Liao.

- Anakku... - Ibu!

Anakku.

- Terima kasih, penyelamatku yang baik. - Tidak perlu.

Aku Qiao Feng, dari Perguruan Pengemis.

Terima kasih, penyelamat.

Ketua Cabang Qiao, kami mengurus mereka.

Apa kau sudah mengetahui apa yang terjadi?

Mereka tentara yang bekerja untuk Pangeran Chu.

Mereka di sini untuk menjarah desa.

Aku menemukan ini di pimpinan mereka. Silakan lihat.

Di mana kepala sekarang?

Kuil Shaolin mengadakan Turnamen Bela Diri.

Kepala Wang meminta untuk ikut.

Sesuatu telah berubah di dalam Liao.

Aku harus ke Kuil Shaolin sekarang. Bantu para penduduk.

Bagus!

Permisi. Boleh aku tahu siapa yang bertarung?

Perguruan Pedang Tak Terbatas Cabang Timur dan Barat berduel setiap lima tahun.

Pemenangnya akan masuk Istana Danau Pedang.

Yang duduk di sebelah kiri

adalah pimpinan Cabang Timur, Zuo Zi Mu.

Yang di kanan adalah Xin Shuang Qing dari Cabang Barat.

Berduel, tapi dengan aturan.

Ini bisa jadi menarik.

Bagus!

Hati-hati!

Apa yang dia lakukan?

Itu terlalu dekat.

Bagus!

Bagus!

Itu lucu!

Muridku menang dengan menggunakan Jurus Pura-pura Jatuh.

Apa ini sesuatu yang lucu bagimu?

Boleh aku tahu namamu

dan dari perguruan mana?

Apa kau membicarakan aku?

Nama keluargaku Duan.

Namaku Yu.

Aku tidak mempelajari bela diri apapun.

Aku hanya melihat seseorang terjatuh.

Entah mereka benar-benar jatuh atau tidak sengaja,

aku masih harus tertawa.

Siapa orang ini?

Guang Jie, dia mengejekmu.

Ayo minta nasihatnya.

Tuan Duan, silakan ke sini.

Aku benci melihat orang-orang bertarung.

Tapi karena aku sudah di sini,

aku akan menikmati menontonnya.

Guruku mau aku menguji kemampuanku melawanmu.

Dia adalah gurumu, tapi dia bukan guruku.

Dia mau kita berduel.

Satu, aku tidak bertarung. Dua, aku tidak suka kalah.

Tiga, aku tidak suka sakit. Empat, aku tidak mau mati.

Jadi aku tidak akan bertarung denganmu.

Benar. Jika aku mengatakan aku tidak akan bertarung, maka aku tidak akan bertarung.

Apa kau benar-benar tidak tahu bagaimana atau kau hanya pura-pura bodoh?

Menarik. Dia bersilat lidah.

Sangat menarik.

Aku benar-benar tidak tahu bagaimana bertarung.

Mengapa aku harus pura-pura?

Kalau begitu, mengapa kau mengejek perguruanku!

Permisi! Sikap itu tidak beralasan!

Hal yang aku paling benci adalah pertumpahan darah.

Kau adalah Perguruan Pedang Tak Terbatas.

Seperti yang dinyatakan oleh kitab suci Buddhis, ada empat kualitas tanpa batas:

cinta, kasih sayang, kegembiraan, dan keseimbangan.

Cinta adalah untuk menyebarkan cinta. Kasih sayang adalah untuk mengakhiri penderitaan.

Sukacita adalah bersukacita atas kesejahteraan orang lain.

Keseimbangan adalah memperlakukan musuh dan teman secara setara.

Dan di sini aku pikir kau seorang guru.

Kau hanya orang tidak berguna.

Awalnya aku hanya datang ke sini untuk bersenang-senang.

Aku kebetulan datang ke sini.

Jika kau mau kasar,

aku harus meninggalkan tempat ini.

Kau mau pergi?

Bodoh! Mereka merundungmu. Mengapa kau tidak membalasnya?

Aku tidak tahu bagaimana membalasnya.

Kau baik-baik saja, Senior?

Apa kau baik-baik saja?

Biar aku membantumu.

Cepat. Di sini.

Di sini. Sekarang!

Apa kau ingin biji melon? Naiklah dan bergabung denganku.

Tapi tidak ada tangga. Aku tidak bisa memanjat.

Ke mana perginya?

Di sana! Sebelah sana! Tangkap!

Cepat.

Makanlah.

Baik.

- Di sana! - Sudah keluar?

Musang peliharaanmu sangat menghibur.

Tentu saja.

Kau perundung yang kejam.

Sekarang kau harus telanjang di depan umum.

Kau mempermalukan dirimu sendiri sekarang!

Kakak Seperguruan!

Tidak bagus!

Kakak seperguruan!

Paman Seperguruan! Paman Seperguruan!

Paman Seperguruan, apa kau baik-baik saja?

Paman Seperguruan?

Guru,

aku pikir dia meninggal.

Meninggal?

Paman Serguruan!

Perguruan Shennong akan menghapus Perguruan Pedang Tak Terbatas.

Kecantikan dunia lainmu. Senyum malu-malumu yang mempesona.

Matamu yang sebening kristal.

Sepupu...

Kemana kau pergi?

Aku sangat khawatir.

Nona, seseorang dari Sarang Burung Layang-layang di sini.

Tidak apa-apa, Nona. Nyonya tidak ada di sini.

Kakak A'Zhu.

Kakak A'Bi.

Kalian berdua.

Tuan Muda hanya keluar selama beberapa hari

dan kau sudah tidak sabar.

Aku... aku hanya mengkhawatirkan sepupuku.

Nona Wang, Tuan Muda menulis kembali ke rumah beberapa hari yang lalu.

Shaolin mengadakan turnamen beberapa hari yang lalu

Untuk mempersaksikan prinsip dan teknik seni bela diri masing-masing perguruan,

dia pergi untuk berpartisipasi dalam pertandingan.

Kau sudah membiarkanku menang, terima kasih. (TN: Cara santun mengucapkan terima kasih setelah memenangkan pertandingan kepada lawan)

Ayah. Ayah, siapa dia?

Dia mengubah teknik pamungkas musuh melawan musuhnya.

Selain seseorang dari keluarga Murong, siapa lagi yang mungkin?

Aku Murong Fu, dari Sarang Burung Layang-Layang.

Aku menyambut penantang berikutnya.

Mengesankan.

Guru, ada surat.

Bacakan.

Kepada Zuo Zimu dari Perguruan Shennong.

Kau punya dua jam untuk mematahkan lengan kananmu dan membuang senjatamu.

Tinggalkan Gunung Tak Terbatas atau seluruh perguruan akan dibantai.

Menurut Perguruan Shennong ini siapa mereka?

Klaim yang berani.

Pengganggumu akan segera mati.

Apa maksudmu?

Surat itu dibubuhi racun.

Bagaimana kau tahu?

- Adik seperguruan! - Jangan sentuh dia. Ada racun!

Itu cara dasar untuk meracuni seseorang.

Ini hanya bekerja pada pemula sepertimu.

Boleh aku tahu siapa kau, Nona?

Turun dan mari kita cari solusinya, bisakah?

Kau mendengar isi surat ini.

Perguruan Shennong tidak akan mengampuni siapa pun.

Dan itu termasuk kau.

Mereka tidak akan membunuhku.

Mereka hanya menginginkan orang-orang dari Perguruan Pedang Tak Terbatas.

Aku mendengarnya dalam perjalananku, jadi aku datang kemari untuk melihat pertunjukkan.

Bagaimana kau bisa berada di sisi buruk Perguruan Shennong?

Mereka ingin mengumpulkan beberapa herbal dari gunung kami.

Aku mengusir mereka. Jadi mereka menyelinap masuk.

Kami terlibat pertengkaran dan melakukan kekerasan. Kami membunuh mereka.

Begitu.

Karena kau bersedia berbagi cerita denganku,

Aku akan memberitahumu milikku kalau begitu.

Aku sedang berburu beberapa ular di gunung untuk musang petirku.

Aku menabrak beberapa pria.

Mereka mengatakan jika mereka tidak bisa memusnahkan seluruh Pergururan Pedang Tak terbatas,

mereka akan bunuh diri.

Mereka juga menyebutkan menerima perintah dari Istana Lingjiu di Puncak Piaomiao

untuk menggali kebenaran tentang Tebing Giok Tak Terbatas.

Lalu?

Lalu, mereka pergi.

Baiklah. Aku sudah selesai. Sampai jumpa.

Awas!

Tetap di sini.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left