The Kardashians

The Kardashians

Stáhnout Indonesian titulky

Série 6

Informace o verzi

The Kardashians S06E02 I Dont Erase What Happened WEB H264-SuccessfulCrab+DSNP
Komentář od tedi
Retail Hotstar | 58:53 Resync for WEBRip

Tagy

webdl
Zveřejněno: 2025-02-14
Stažení: 39
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

Sebelumnya di The Kardashians...

Ada yang memberitahuku kau akan menampilkan komedi ejekan.

Aku diminta mengejek Tom Brady.

- Kau akan sukses melakukannya. - Ya.

Kenapa tidak? Aku sangat... lucu.

Sebentar lagi ada Met Ball. Kurasa aku tak bisa memakannya.

Kau akan pakai apa?

Rambutku pirang.

Sungguh?

Bagus.

- Hai. - Hai, tetangga.

Aku akan menemui Lamar hari ini.

Kau mau duduk sedekat ini?

Aku punya banyak barangnya.

- Kenapa gugup? - Aku sudah lama tak melihatmu.

Dia terlihat sangat tidak nyaman. Dia gugup.

Aku banyak menyulitkanmu, ya?

Itu hanya membuatku lebih tidak nyaman.

Ya, aku mengacau.

- Dengan apa? - Denganmu.

RUMAH MALIKA

Aku mencintaimu karena berjuang keras demi aku.

Terima kasih.

Cinta itu, kurasa tak akan pernah hilang.

Aku tahu tak akan.

Aku orang yang sangat spiritual.

Saat menikahi seseorang, kau menikah di hadapan Tuhan, 'kan?

Yang kulakukan, seolah-olah berbohong kepada-Nya.

Andai saja ada yang memberitahuku

dan mengajariku saat aku menikahimu,

seberapa banyak kekuatan...

yang akan kuperoleh.

Aku tidak siap untuk itu.

Menurutku...

jangan ambil komitmen itu jika tak dapat menghargainya.

- Jangan. - Tanggung jawabmu.

Seperti kubilang, aku bukan membuat alasan.

Pria adalah pria.

Kukatakan, aku diberkati

jika dapat menemukan orang sepertimu sedikit saja.

Caramu menenangkanku, semangatmu,

bagaimana berada di dekatmu membuatku ingin jadi yang terbaik.

Andai dahulu kutunjukkan itu

setiap saat.

Terima kasih.

Karena kau berharga.

Kataku, karena kau berharga.

Berharga apa?

Berharga juga untuk seluruh rasa sakit itu?

Untuk semua ini?

Dia berharap ada yang memberitahunya kehilangan yang akan dia alami,

tapi aku sudah beri tahu, berulang kali.

Banyak yang harus kusesali, walau aku bukan orang yang suka menyesal.

Aku pejuang dan pemenang,

tetapi ada hal-hal yang dapat membuat kita hancur, bukan?

Membuatmu rendah hati.

Aku tak melepasnya begitu saja.

Percayalah, dia sangat tahu itu.

Soal dia siap, mau menerima, memahami, atau mendengar,

itu hal berbeda.

Namun, begitulah hidup.

Kesempatan kedua tak selalu ada dan kau tak bisa selalu mengacau

dan berharap orang tetap tinggal.

Mari mengobrol soal menemui Kris.

Aku bahkan tak yakin sanggup menatap Kris.

Kenapa tidak?

Dia ibumu.

Kenapa tidak bisa?

Entahlah. Sudah lama aku tak bertemu dengannya...

Diriku sekarang, aku bahkan tidak bisa...

memahami yang dahulu kulakukan

juga mengapa aku...

memakai narkoba.

Maksudku, yang sangat sulit kumengerti

adalah bagaimana...

itu berhenti begitu saja.

Apa yang membuatmu berhenti?

Aku...

Yang membuatku berhenti total

adalah keinginanku...

aku ingin mendampingi anak-anakku,

ingin dihormati mereka.

Aku percaya kecanduan adalah penyakit.

Aku sungguh percaya.

Kenyataannya, tak ada yang mampu menyelamatkan orang

kecuali orang itu sendiri.

Kucoba berkali-kali menyelamatkan Lamar dari itu.

Itu pengalaman pertamaku dengan orang seperti itu,

dan aku harus belajar

bahwa aku tak bisa menyelamatkan siapa pun dalam situasi itu.

Aku terus mencoba.

Aku hampir kehilangan diriku sendiri,

dan mungkin pernah begitu,

dalam upaya menyelamatkannya.

Andai aku tidak setegang itu saat datang ke sini.

Kau mau keluar dan menyapa ulang? Aku tak mengerti ini.

- Aku pergi. - Baiklah.

Kukira, pada waktunya, jika kau beri kesempatan,

kau akan melihat bahwa aku

pria tulus dan sudah berubah.

Aku mungkin cukup keren untuk jadi temanmu.

Baik.

Seiring aku menua dan mulai menyadari...

akibat dari perbuatanku, itu menyakitkan.

Bagus.

Entah harus bilang apa

- selain... - Tak perlu bilang apa-apa. Namun...

Mungkin itu baik untukmu bahwa setidaknya kau menyadari itu.

- Mengakuinya, 'kan? - Ya.

Mau menelepon ibuku?

- Ya. - Baik.

Akan kubilang aku butuh manajer.

- Jangan. - Apa?

- Cukup menyapa. - Yang benar saja.

Diam saja.

Dia mengerti aku. Dia Scorpio.

- Kau tunggu... - Diam saja.

Hai, Ibu.

MENELEPON KRIS

- Hai. - Apa kabar?

- Baik. Kau bagaimana? - Aku sangat baik.

Baik. Aku sedang bersama Corey. Kami baru mau makan.

Astaga. Ya Tuhan! Lamar!

Hei, Bu.

Kau sedang apa?

Duduk bersama KoKo.

Mengobrol, merenung.

Wah.

Mengejutkan sekali.

Aku tak tahu dia akan menemuimu hari ini.

Pastinya.

Tunggu, itu wajahmu sendiri di kausmu?

- Ya. Keren, 'kan? - Itu yang tadi kukatakan.

Astaga.

- Kurasa bisa dijual. - Apa kabar?

Baik. Aku jauh lebih baik sekarang.

- Ya? - Aku bersama cantikku. Ya.

Bersama cintaku di sini.

- Wah. - Berharap dia memaafkanku,

juga semua hal lain.

Salah satu alasan yang dia katakan

kenapa sangat ingin menikahiku adalah karena bertemu keluargaku.

Katanya,

"Bagaimana mungkin tidak jatuh cinta dengan kegilaan para saudari ini?"

Adik laki-lakiku dan ibuku.

Dia sayang semuanya, dia suka betapa dekat kami.

Itu menarik baginya.

Aku hanya ingin berikan Sixth Man of the Year miliknya,

cincin Juara Dunianya, dan beberapa hal lain.

Khloé, kau penjaga yang baik...

- Istri terbaik. - ...dari semua benda berharga itu.

Dia istri terbaik, Bu.

Entahlah. Itu membuatku sangat terharu.

Kemampuannya untuk kuat melakukan hal itu,

Aku sangat bangga kepadanya.

Aku juga bangga Lamar mau datang.

Karena itu pasti berat baginya, untuk datang.

Aku merasakan banyak pengampunan untuknya

dan aku jelas menyayanginya.

Sayang sekali dia punya kecanduan yang tak bisa dia kendalikan.

Aku bersedih untuk anakku,

yang merupakan cinta dalam hidupnya.

Anakku mengira itu kebahagiaan abadinya,

ternyata tidak berhasil bagi mereka.

Jadi...

Banyak yang sulit kupahami.

Kami mendoakanmu, Lamar.

Terima kasih, Bu.

- Berharap yang terbaik untukmu. - Terima kasih.

- Salam sayang. - Aku menyayangimu.

- Aku juga. - Baiklah.

- Baik, dah. - Dah.

Itu mengingatkanku, jika kau punya ibu

yang mendukung dan memercayaimu, betapa kuat hal itu.

Kau boleh menangis jika perlu.

- Apa? - Kau perlu menangis?

Lamar tidak punya ibu.

Ibunya meninggal saat usianya 12, kalau tidak salah,

dan ibuku mengisi kekosongan itu.

Dia selalu ada untuknya, menerima apa adanya.

Ibuku hebat dalam hal itu.

Aku tak yakin, tapi rasanya dia merasa bersalah mengecewakannya.

- Tidak apa-apa menangis. - Benar.

Menangis itu baik.

Sangat membantu dan...

Menuju jiwa.

- Kau tampak cantik. - Terima kasih.

Kau terlihat sama.

- Kau membuatku merasa nyaman. - Bagus.

Itu selalu pujian yang bagus.

Namun, ini sangat canggung.

Aku akan jujur kepadamu.

Walau aku suka jika kau mengajakku berdansa

dan menciumku dengan hebat hanya untuk mencairkan suasana,

aku sudah menduga akan ada sedikit rasa canggung.

Untuk apa berharap itu?

Jika seorang pria tak bertemu istrinya

- berapa lama? - Mantan.

Kita sudah tidak menikah hampir sepuluh tahun.

Baik. Namun, maksudku, bahkan jika kita berpisah baik-baik,

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left