Informace o verzi

가슴이 뛴다 HeartBeat E07 AMZN WEB
Komentář od YoungJedi
[1:01:30] Episode 7

Tagy

web
Zveřejněno: 2023-07-17
Stažení: 23
Pro sluchově postižené: No

Náhled titulků v jazyce Indonesian

Prvních 200 řádků.

HEARTBEAT

SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,

SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI

Bu Na?

Kenapa kau datang selarut ini?

Aku sedang di sekitar sini, lalu terpikir untuk mampir.

Begitu rupanya.

Silakan, jika itu cocok dengan Ibu.

Hae-sun.

Kau menemukanku...

seperti janjimu.

Tidak mungkin.

Aku merindukanmu.

Tidak sehari pun berlalu

tanpa memikirkanmu.

Terima kasih

sudah menemukanku

sesuai janjimu.

Terima kasih banyak, Hae-sun.

Omong-omong,

apa kita pernah bertemu?

Mustahil aku tidak ingat orang setampan ini.

Hae-sun.

Ini aku.

Kau sungguh tidak ingat aku?

Seon Woo-hyeol.

Dia bercanda, bukan?

Bercanda?

Aku sangat merindukanmu, Hae-sun.

Kau salah menyebut namaku.

Namaku Hae-won, bukan Hae-sun.

Na Hae-won.

Maafkan aku, Bu Na.

Dia pasti mengejutkanmu.

Dia sudah hidup terlalu lama...

Maksudku, dia terlalu lama tinggal di luar negeri,

jadi, terkadang dia agak berlebihan.

Mohon dimaklumi.

Woo-hyeol,

kau sudah keterlaluan.

Tenanglah, ya?

Hei, tenanglah.

Pak Seon Woo-hyeol, bukan?

Namun, sungguh, apa kita pernah bertemu?

Kau semenarik wastu ini.

Senang bertemu denganmu.

Sampai jumpa lagi.

Woo-hyeol.

Maafkan aku.

Aku senang bertemu denganmu, jadi, aku melewati batas.

Sampai jumpa lagi.

HEARTBEAT EPISODE 7

Hae-sun.

Bagaimana bisa seseorang

menunggu dan merindukan orang lain begitu lama?

Kita...

akan bertemu lagi.

Aku

akan datang mencarimu.

Saat aku menemukanmu,

mari kita saling mencintai dengan sepenuh hati.

Bolehkah

aku masuk?

Kau baik-baik saja?

Dia benar-benar mirip dengannya.

Pantas dia tampak tidak asing.

Hae-sun

menepati janjinya kepadaku.

Dia bilang akan mencariku.

Sementara itu,

aku gagal menjadi manusia.

Maafkan aku.

Mau bagaimana lagi?

Begitulah adanya.

Kau pikir Bu Na itu reinkarnasi Hae-sun, bukan?

Rasanya

seolah-olah Hae-sun kembali.

Itu sebabnya aku tidak bisa menahan diri.

Aku mengerti perasaanmu,

tetapi dia mungkin merasa bingung.

Tidak ada yang ingat kehidupan lampau mereka.

Cobalah tempatkan dirimu di posisinya.

Aku merindukanmu.

Tidak sehari pun berlalu

tanpa memikirkanmu.

Orang yang tidak biasa.

Dunia mungkin terbalik,

tetapi mereka yang ditakdirkan akan berakhir bersama.

Bulan bersinar terang malam ini.

KEDAI CAMILAN DONG-SEOP

Hanya tiga orang yang tahu

bahwa emas batangan disembunyikan di bawah peti mati.

Aku, kau,

dan Kepala Pelayan Joo.

Lalu?

Apa maksudmu?

Kita berdua tidak mengambil emas batangan,

jadi, siapa yang tersisa?

Kau mencurigai Kepala Pelayan Joo?

Dia sudah mati selama puluhan tahun. Itu tidak masuk akal.

Kenapa tidak masuk akal?

Konon kau tidak pernah tahu segalanya tentang seseorang.

Aku masih tidak mengenalmu.

Maksudmu, kita akan menggali makam Kepala Pelayan Joo?

Kau sudah gila?

Dia pasti gila jika membawa semua emas ke makamnya.

Aku yakin dia menyembunyikannya di suatu tempat untuk keturunannya

yang harus menjadi kepala pelayan vampir selama beberapa generasi.

Apa gunanya melakukan itu

jika akan ketahuan Kak Woo-hyeol saat dia bangun?

"Kau lihat emas batanganku?"

"Aku tidak lihat." Mereka hanya perlu pura-pura bodoh.

Lihat kepala pelayan saat ini.

Dia bersikeras rumah itu miliknya. Kau tidak melihatnya?

Aneh, bukan?

Pikirkanlah.

Jangan menjelek-jelekkan orang mati.

Astaga.

Kau di sini.

Sial.

Kepala Pelayan Joo memenuhi tugasnya dengan baik

dengan tidak menjual rumah dan mempertahankannya.

Tugasnya juga menjaga emas itu tetap aman.

Astaga.

Mereka mencuri emasmu dan membuka peti matinya terlalu cepat.

Ada apa dengan keluarga Joo?

Apa mereka dendam kepadamu?

Seharusnya kau tidak menitipkan emas itu kepada orang asing.

Jika kau titipkan pada kami...

Kita pasti akan menghabiskan semuanya.

Sepertinya begitu.

Aku datang untuk memberi tahu kalian sesuatu.

Hae-sun

datang ke rumah.

Jadi, kau membiarkannya pergi?

Kak Woo-hyeol.

Ini tidak seperti yang kupikirkan.

Kupikir aku...

akan menjadi manusia

dan Hae-sun akan mengenaliku.

Kupikir kami akan saling mencintai dengan sepenuh hati.

Kak, kau hampir berhasil.

Kau bertahan sampai sekarang untuk satu tujuan itu.

Saat kau menjadi manusia

dengan meminum darah wanita itu setelah dia jatuh cinta,

kau akan bisa mencintai dengan sepenuh hati.

Dia benar. Jangan terlalu banyak berpikir.

Fokus saja menjadi manusia.

Mengenai emasnya, aku sudah keterlaluan,

tetapi kami akan mengurusnya.

Ya, jangan khawatir.

- Cerialah. - Kumohon.

Woo-hyeol.

Dari mana saja kau?

Hanya keluar.

Ada banyak yang kupikirkan.

Ada yang ingin kau katakan?

Tidak.

Kau pergi seharian, jadi, aku ingin tahu kau di mana.

Beristirahatlah.

Kau membuat sendiri semua ini?

Ini tidak dijual.

Kenapa kau kabur kemarin?

Kau harus melapor kembali setelah meronda.

Maafkan aku.

Mulai sekarang, ikutlah meronda,

bahkan saat aku tidak memintamu.

Senin kedua dan keempat tiap bulan selama satu jam.

Sesering itu?

Kenapa? Jika tidak mau, kau tidak bisa tinggal di lingkungan ini.

Hal seperti ini harus sukarela. Kau tidak bisa memaksa orang...

Kau pikir kami meronda karena ingin?

Kami tidak akan melakukan ini jika area dikembangkan kembali.

Wastu yang mengerikan itu

telah menyusahkan semua orang.

Ada wacana pembangunan kembali?

Ya, tetapi pemilik wastu menolak dengan tegas menjual propertinya,

jadi, itu tidak akan terjadi.

Kau pernah melihatnya?

Ya, tetapi itu saat ada pembicaraan tentang pembangunan kembali.

Jadi, sudah cukup lama.

Kenapa bertanya?

Bukan apa-apa.

Aku ingin bertanya.

Apa ada alasan kau tinggal di rumah bobrok itu?

Wisma tamu?

Mereka akan membuka wisma tamu di wastu itu?

Itu yang dia katakan.

Ayolah, itu konyol.

Siapa yang mau menginap di rumah angker itu?

Benar sekali.

Mungkin itu bagus.

Aku yakin mereka akan menyerah setelah beberapa bulan.

Kau benar. Lagi pula, tidak ada apa-apa di lingkungan ini.

Jangan bilang begitu.

Hampir lupa, aku harus membayarmu untuk tonkatsunya.

Tidak usah.

- Aku tetap harus membayarmu. - Tidak usah.

- Ini. - Aku pergi.

Sampai jumpa, Bu.

Komentáře

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left