Prvních 200 řádků.
Kau hidup di masa yang rumit.
Banyak hal berada di luar kendalimu.
Kemacetan di pagi hari, tekanan pekerjaan,
dan bos yang sombong.
Mudah untuk merasakan semua beban itu menimpamu.
Mengatasi masalah ini dimulai dari tempat yang sangat sederhana.
Napas.
Setiap waktu, ingatlah untuk bernapas.
Karena napas adalah baterai tubuhmu.
Tarik. Embuskan.
Biarkan itu meringankan masalahmu.
Apa berhasil?
Keringanan dalam langkahmu.
Senyuman ringan untuk rekan kerjamu.
Pelukan untuk orang-orang terkasihmu.
Tarik napas.
Ambil semua energi positif dari sekelilingmu.
Lalu, embuskan.
Yusof, apa kasusnya?
Buruk. Pembunuhan massal.
Penjaga Pantai Malaysia menemukan kapal mengapung di selat sekitar…
Pukul 05.00.
Lalu, mereka menaiki kapal itu,
ketika korban ditemukan, mereka derek kapalnya dan hubungi ICD.
Anggota keluarga.
Ada anak-anak.
Siapa kau?
Lyanna Mokhtar,
Petugas Junior, Kantor Lapangan Johor.
Aku baru pindah.
Jadi, kau penggantinya.
- Pengumpulan bukti? - Hampir selesai.
Tinggal menunggu polisi membersihkan TKP.
Bagus.
Baiklah, usaha kalian…
kuhargai.
Di dalam. Kabin utama.
TAK DIKENAL
Hadirin sekalian, beri tepuk tangan
pada CEO Lion Renewals, Pak Zeckri Ishak.
Terima kasih.
Maaf bila acara ini terlihat kecil.
Meskipun kecil, misinya besar.
Di seluruh dunia,
empat ratus juta ton limbah beracun dibuang setiap tahunnya.
Sayang, lihatlah anak kita.
Pernahkah kau membayangkan
keluarga kita bisa sampai sejauh ini?
Dulu kita tidak punya apa-apa.
Kami sudah melakukan banyak hal untuk mengatasi masalah ini,
tapi kami percaya bisa lebih baik.
Kami akan menjadi lebih baik.
Sebagai CEO Lion Renewals,
aku umumkan ekspansi operasi kami.
Setelah sudah selesai,
Lion Renewals akan menjadi pabrik daur ulang terbesar
di Asia Tenggara.
Hei.
Halo.
Ya, Pak Ong.
Ishak.
Bagaimana peluncurannya?
Aku yakin putramu memikat para rakyat jelata.
Pak Ong, ada apa menelepon?
Begini, Ishak…
Aku agak terkejut ketika mendengar soal peluncurannya,
melihat kau belum melunasi
pembayaran tanah yang diperlukan.
Tampak agak
gegabah.
Kontraknya hampir selesai ditandatangani.
Hanya sedikit detail yang perlu diurus.
Bagus.
Bagaimanapun, itu adalah idemu.
Aku tidak mau hal buruk menimpamu,
mengingat banyaknya kami berinvestasi.
Terima kasih perhatianmu, Pak Ong.
Tapi, tentu saja.
Aku selalu menyukaimu, Ishak.
Terima kasih. Dah.
Aku ingin mengucapkan terima kasih
pada kedua orang tuaku, Datuk Ishak dan ibuku,
Datin Roslinda. Terima kasih, Bu.
Sayang, siapa yang menelepon?
Sepenting itukah sampai kau melewatkan sambutan Zek?
- Kau tahu? - Maafkan aku.
Aku harus pergi.
Ada rapat penting. Kau tak masalah?
Aku tak masalah.
Ibu.
Lihat Kakak.
Datuk.
- Bu Yong. - Baik.
Kau harus waspada dengan semua orang.
Terutama Yong.
Dia hanya menunggu
untuk merebut posisimu.
Siapa yang akan tahu?
Begitu Yong sadar aku akan meninggalkan semua ini,
itu sudah terlambat.
Sudahlah…
Begitulah caraku mengatur semuanya
supaya dia tidak mengacaukan rencanaku.
Begitulah cara kita memastikan
orang-orang seperti Yong tetap berada di bawahku.
- Selamat, Yong. - Terima kasih.
Jadi, ini kedaimu yang keberapa? Tiga?
Yang keempat.
Maaf agak berantakan.
Kau tahulah, renovasi dadakan
sebelum pembukaan perdanaku.
Tapi aku ini orang kecil.
Tidak begitu penting, dibandingkan dirimu.
Aku melihat anakmu di TV.
Tampan.
Apa nama pabrikmu?
Lion Reclaim…
- Semacam itu. - Renewals.
Ya, itu dia.
Membahas soal energi ramah lingkungan.
Membersihkan lingkungan,
itu sangat bagus.
Kau berhasil membuat dirimu dihormati, Ishak.
Datuk Ishak.
Itu sebabnya aku di sini.
Aku menyetujui hargamu.
Sebelum membahas bisnis yang baru, kita selesaikan yang lama dulu.
Tentang penjudi yang amat bersemangat, berutang banyak sekali.
Ketika aku utus anak buahku
untuk menagih utangnya,
dia bunuh orang utusanku yang menagih utangnya.
Sekarang utang itu harus dilunasi dulu.
Aku paham.
Datuk, tolong aku.
Datuk, tolong.
Datuk…
Utangmu lunas.
Kita buka buku baru.
Sepuluh kali harga pasar.
Apa maksudmu?
Jika kau menginginkan satu-satunya sebidang tanah ideal untuk memperluas
pabrik kecilmu yang berharga itu, kau harus mencari uangnya.
Tik, tok.
Waktumu berjalan lebih cepat daripada yang kau sadari.
Biaya kehormatan.
Khusus untukmu, Ishak.
MARKAS REGIONAL ICD, SINGAPURA
Susilo Purnomo, seorang pebisnis dan dermawan Indonesia.
Punya bisnis yang luas, dari klub malam di Bali
hingga konstruksi di Jakarta.
Istrinya, Phoebe, dan putrinya, Anna dan Sara.
Yusof.
Kapal terdaftar di Singapura atas namanya.
Berdasarkan catatan Marina, keluarga itu tiba pekan lalu.
Secara resmi, mereka di sini berlibur.
Secara tidak resminya?
Imigrasi Malaysia membuatnya melakukan tiga perjalanan melintasi perbatasan
ke Johor sendirian.
Perilakunya tak mencurigakan,
tapi mengingat semua anggota keluarganya ikut tewas…
- Kalau ponselnya? - Cadangan.
Asal panggilan tak bisa dilacak
dan tak terdapat nomornya
- di daftar kontak. - Siang.
- Komandan Lim. - Pak.
Lanjutkan.
- Sedang apa kau di sini? - Senang jumpa kau juga, Serena.
Apa aku perlu alasan untuk mengunjungi tim lamaku?
Tapi pembunuhan bukan lagi lingkupmu.
Tapi yang ini lingkupku.
Satu keluarga Indonesia dalam kapal yang terdaftar di Singapura,
dibunuh di Malaysia.
Sudah jelas,
ini memang insiden internasional.
Berhubung aku adalah
Kepala Kerja Sama Regional,
jadi di sinilah kita.
Belum jelas di negara mana pembunuhan ini terjadi.
Tapi masukanmu diterima, tentu saja.
Bagus. Silakan lanjutkan.
Kami masih menunggu laporan koroner.
Tapi variasi dalam modus operandinya jelas.
Istri dan putri-putrinya telah dibunuh secara medis dan langsung.
Tapi untuk Purnomo…
Di sini, pembunuhnya menampilkan
intensitas lebih.
Motif bukan pencurian.
Uang dan perhiasan tergeletak, tak tersentuh.
Bagaimana dengan pisau di dalam mulutnya?
Tampak seperti Teroris Kebenaran terjadi lagi.
Maaf, Serena.
Kenapa?
Kembali ke senjata pembunuhan?
Tidak ada apa-apa. Itu pisau tinju.
Tersedia di toko-toko peralatan olahraga.
Jadi, kita punya TKP tanpa tersangka dan motif.
Berapa lama kapal dititip di Johor Marina?
Seperlunya.
ICD Johor sudah mengatur semuanya.
Bagus. Baiklah, Petugas Mokhtar,
No comments yet. Be the first to leave one.